Bab 11

Sabtu siang, Kaiya menggunakan waktu kosongnya menemani seorang bocah sakit kanker di rumah sakit tempat dokter Kean bekerja. Tiap minggu gadis itu memang selalu menyempatkan diri bermain dengan bocah bernama Ramba itu.

Dulu waktu Kaiya masih dalam perawatan di rumah sakit itu, Ramba selalu datang berbincang-bincang dengannya. Ia akui kehadiran Ramba yang lucu membuatnya merasa terhibur. Ramba selalu bercerita kalau dirinya tidak punya orang lain yang peduli. Anak itu seorang yatim piatu. Orangtuanya sudah meninggal sejak ia masih kecil, dan bocah itu sendiri harus bertahan hidup melawan penyakit kankernya.

Meski memiliki kisah hidup yang sedih, Ramba selalu bersikap ceria dan dewasa. Terkadang Kaiya sedih melihat Ramba, namun ia selalu berusaha tersenyum didepan bocah itu. Ramba adalah anak manis yang bisa membuat Kaiya betah berbincang-bincang dengannya di rumah sakit. Lihat saja sekarang, mereka seperti tidak pernah habis bahan obrolan sampai kedatangan dokter Kean.

"Kak Kaiya jangan lupa beliin Ramba komik kesukaan Ramba yah." seru Ramba mengingatkan dengan menatap Kaiya penuh harap. Bocah dua belas tahun itu suka menghabiskan waktunya dengan membaca.

Kaiya mengangguk melemparkan senyum tipis. Ia mengacak-acak rambut Ramba pelan.

"Apa yang kalian bicarakan?" kedua orang itu sama-sama menatap ke dokter Kean yang muncul tiba-tiba.

"Ramba minta kak Kaiya beliin Ramba komik dokter." kata Ramba semangat. Dokter Kean tersenyum.

"Sekarang kamu minum obat kamu yah. Setelah itu istirahat. Sudah seharian ini kamu bermain." ucap dokter tampan itu. Ramba sebenarnya belum mau tidur. Ia masih ingin mengobrol dengan Kaiya, namun anak kecil itu mengangguk patuh pada dokter Kean. Ia tahu dokter Kean melakukan hal itu untuk kebaikannya sendiri, jadi dia harus patuh.

                                  ***

"Bagaimana kuliahmu?"

Kaiya melirik dokter Kean yang berjalan di sampingnya. Mereka berjalan berdampingan saat keluar dari kamar rawat Ramba ke depan rumah sakit.

"Nggak ada yang istimewa, namun aku menikmati suasana barunya." ucap Kaiya. Dokter Kean tersenyum tipis.

"Kau sudah dapat teman baru?" tanyanya lagi. Giliran gadis di sebelahnya itu yang tersenyum lalu mengangguk.

"Ada satu, namanya Lory." jawabnya mengingat Lory.

"Kau bisa mulai pelan-pelan menerima orang baru. Asal itu tidak mengganggu pikiranmu." kata dokter Kean lagi. Kaiya mengangguk. Memang dokter Kean yang selalu mengerti dirinya.

Kaiya tahu dokter Kean ini sangat baik. Ia tidak hanya menganggap gadis itu sebagai pasien, tapi juga sahabatnya. Kaiya sendiri merasa senang mengenal pria itu. Dokter Kean sudah banyak sekali membantunya. Apalagi ketika dirinya berada di situasi-situasi sulit.

"Kaiya, kau tahu kan aku selalu bisa di hubungi kalau kau membutuhkanku?" dokter Kean menatap Kaiya dengan wajah serius. Gadis itu balas menatapnya.

"Ya, " angguk Kaiya. Tangan dokter Kean terangkat mengelus-elus lembut kepala gadis itu.

"Ya sudah. Hati-hati di jalan." gumam lelaki itu sambil membukakan pintu taksi yang telah berada di depan rumah sakit. Kaiya masuk ke mobil itu, melambai-lambai ke dokter Kean ketika taksi yang di tumpanginya mulai berjalan meninggalkan tempat itu.

Sepanjang perjalanan sang sopir taksi tidak pernah membuka topik pembicaraan. Sama dengan Kaiya yang tidak ada minat untuk bicara hari ini. Tidak, hampir setiap hari ia tidak ada minat untuk sekedar berbicara, mengobrol-ngobrol ringan dengan orang lain. Karena jelas dia yang sekarang hanyalah seorang gadis yang kaku, tidak seperti dulu lagi.

Gadis itu menghentikan mobil yang ia naiki didepan sebuah supermarket dekat apartemennya. Seharian ini ia merasa kelelahan, namun stok makanan dan cemilannya sudah habis. Jadi ia memutuskan untuk mampir ke supermarket kecil yang terletak tak begitu jauh dari tempat tinggalnya.

Kaiya menyeberangi jalan dengan langkah cepat, secepat yang mungkin dilakukan sepasang kaki yang belum beristirahat selama delapan jam terakhir ini, dan masuk ke supermarket. Ia langsung berjalan ke rak makanan ringan dan mie dan mengambil sebanyak mungkin dengan asal. Kalau bibinya lihat, ia mungkin akan diomelin habis-habisan. Tapi Kaiya tidak peduli. Baginya tidak penting lagi makanan yang ia konsumsi sehat atau tidak, yang penting perutnya ada isi.

"Anda mau bayar pakai apa nona?" tanya seorang perempuan muda yang bertugas di meja kasir dengan ramah setelah melihat barang-barang yang mau Kaiya beli diletakkan di meja kasir.

"Kartu." jawab Kaiya datar. Ia membuka tas sampirnya dan mencari dompet. Wajahnya berubah saat benda yang dia cari-cari tidak dapet juga. Ke mana dompetnya? Ia tidak bisa lagi membayar dengan cara lain karena ponselnya sudah mati.

"Sebentar, saya yakin sekali sudah memasukkan dompet tadi…" Kaiya mengaduk-aduk isi tasnya, lalu menumpahkan seluruh isinya ke meja kasir.

Kini, di atas sana ada buku kecil yang agak lusuh, bolpoin yang tutupnya sudah hilang, tissue, ponsel, dan barang-barang aneh lainnya yang sedikit aneh kalau dibawa cewek jaman sekarang. Biasanya kebanyakan perempuan akan membawa peralatan make up atau barang kecantikan lainnya dalam tas mereka, namun Kaiya sedikit berbeda.

"Kenapa tidak ada?" Kaiya bergumam sendiri sambil terus mencari. Ketinggalan di rumah? Berarti seharian ini ia tidak menyadari ia tidak membawa dompet?

Pandangannya berpindah ke kasir yang sepertinya berubah menatapnya dengan tidak suka. Tidak ramah seperti tadi lagi. Lalu ia merasa seseorang menepuk punggungnya dari belakang.

Kaiya menyembunyikan perasaan terkejutnya saat mengetahui siapa pria yang menepuknya dan berdiri di belakangnya itu. Ginran. Pria itu menatapnya datar, tanpa ekspresi. Ya ampun, kenapa mereka harus bertemu di situasi seperti ini sih. Memalukan.

"Kalau kamu tidak ada uang untuk membayar, minggir saja. Kau sudah membuat barisan menjadi panjang." kata pria itu dingin. Tak ada niat sedikitpun untuk membantu gadis itu membayar belanjaannya. Kaiya menatap ke barisan yang memang sudah panjang.

Apa karena dirinya? Ia jadi merasa tidak enak. Pantas saja kasir didepannya tampak tidak senang. Kaiya lalu cepat-cepat memasukkan kembali barang-barangnya di tas dan minta maaf pada kasir lalu cepat-cepat keluar dari dalam supermarket itu.

"Cih, kalau tidak punya uang bilang saja. Pakai alasan segala. Kan dia punya hape, masa tidak bisa bayar pake hape di jaman modern kayak gini. Terimakasih loh kak sudah bantu kami menangani pembeli yang aneh begitu. Lagaknya saja yang sombong, ternyata tidak punya uang." celetuk kasir tadi sambil menebarkan senyum termanisnya pada Ginran. Sayangnya, tidak ada respon sama sekali dari pria itu. Raut wajahnya tetap dingin, dan matanya terus tertuju pada barang-barang yang mau dibeli oleh Kaiya tadi.

"Ini saja kak belanjaannya?" tanya kasir itu lagi dengan senyuman ramah yang sengaja dibuat-buat.

"Hitung itu juga." ucap Ginran menunjuk barang milik Kaiya tadi. Sontak sih kasir merasa cukup terkejut.

"Kakak mau bayar barang-barang yang ingin dibeli gadis  tidak tahu malu tadi?" Ginran menatap tidak suka pada kasir itu.

"Dengar, ikuti saja apa kataku dan ingat baik-baik. Gadis tidak tahu malu yang kau sebut itu punya nama. Namanya Kaiya, dia seratus kali lebih baik dari perempuan sepertimu." Ginran menekan nama Kaiya dan menatap tajam kasir perempuan itu yang tersentak kaget lalu tersenyum canggung dan malu sekali. Apalagi orang-orang yang mengantri semua menertawakan dia.

"T ... ternyata kalian saling kenal." gumamnya tersenyum malu lalu cepat-cepat menghitung belanjaan milik Kaiya tadi.

Terpopuler

Comments

Lina ciello

Lina ciello

kasir rung tau diajar kok

2024-11-12

0

Sweet Girl

Sweet Girl

dasar... cuma kasir aja belagu, koe mbak...

2024-11-08

0

irma hidayat

irma hidayat

lanjut thor

2024-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!