Bab 10

Mata Ginran masih tidak lepas dari Kaiya. Sudah kesekian kalinya gadis itu mengerutkan kening dalam tidurnya. Bahkan gadis itu berkeringat banyak. Sepertinya ia mengalami mimpi buruk. Ginran mendekat dan berlutut disampingnya, menyentuh dahi yang berkerut itu dengan ibu jarinya. Sesaat kemudian Kaiya terbangun, ia tersentak kaget  melihat Ginran dan cepat-cepat menepis tangan pria itu kuat-kuat dari wajahnya. Ekspresinya berubah dingin.

"Jangan sentuh aku!" tukas Kaiya dingin, dengan cepat ia bangkit dari sofa. Ginran tertegun sebentar kemudian tertawa keras, ikut berdiri.

"Apa katamu? Jangan sentuh kamu? Jadi pria brengsek itu bisa menyentuhmu dan aku tidak?" sentak Ginran sarkas.

Amarah yang begitu besar terlihat dalam mata hitamnya. Ia mengingat kembali kejadian pada masa mereka SMA, ketika ia melihat Kaiya dan lelaki brengsek itu berdua dalam tenda dengan pakaian Kaiya yang acak-acakan.

Kaiya sendiri tersentak. Ia baru sadar kalau pria yang berdiri didepannya sekarang ini adalah Ginran. Tadi ia bermimpi orang-orang  itu mau membawanya pergi, pikirannya terlalu penuh dengan penjahat-penjahat itu hingga tidak bisa melihat dengan jelas sosok Ginran. Ia terdiam, Kaiya juga tidak bisa menjelaskan pada Ginran kalau bukan lelaki itu yang ia maksud.

Kaiya menyeka peluh yang sudah membasahi dahi dan lehernya. Ia berusaha mengatur nafas dan emosinya. Beberapa detik kemudian Ginran mendekat, menyentuh dagunya, dan membuat gadis itu menatapnya.

"Kau senang setelah melakukannya dengan sih brengsek itu?" Ginran terlalu emosi.

Tangan Kaiya meremas celananya. Nafasnya tercekat. Ia tidak menjawab namun tetap membalas tatapan Ginran dengan berani, tidak ingin terlihat lemah di depan pria itu. Entah kenapa saat ini egonya sangat tinggi. Sesaat kemudian ia memberanikan diri dan mulai angkat suara.

"Waktu itu kita nggak sedang berpacaran, aku nggak ada salah apa-apa sama kamu. Kamu nggak berhak menuntut permintaan maaf dariku." ucap Kaiya dingin. Detik itu juga tamparan keras melesat kuat di pipi gadis itu.

Tapi bukan Ginran yang melakukannya. Lelaki itu juga terkejut namun memilih diam. Hatinya terlalu sakit karena perkataan Kaiya tadi. Jadi selama ini hanya dirinya saja yang terlalu berharap? gadis itu tidak pernah sekalipun menganggapnya.

Sih penampar itu adalah Jiro. Pria itu, Naomi dan Darrel telah berada dalam ruangan tersebut dan mendengar perkataan dingin Kaiya pada Ginran. Keterlaluan, gadis ini benar-benar keterlaluan. Setelah membuat Ginran jatuh cinta padanya, menjalani hubungan tanpa status, dan menghilang tiga tahun tanpa kabar, sekarang? Ia dengan sombongnya menghancurkan perasaan Ginran tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Kaiya berusaha menahan rasa sakit di pipinya yang kini serasa begitu panas akibat tamparan keras itu. Ia tidak boleh menangis didepan mereka. Tidak boleh.

"Lo keterlaluan!" tukas Jiro dengan nada tinggi. Kali ini Naomi tidak menyelanya. Kaiya memang sudah keterlaluan menurutnya.

Darrel? Laki-laki itu tidak bicara apa-apa, hanya terus mengamati Kaiya yang mencibir pada mereka. Kenapa gadis itu berubah drastis begini? Apa ada yang memicunya? Darrel lebih penasaran apa alasan dibalik perubahan seorang Kaiya. Tidak mungkin gadis itu berubah sedrastis ini kalau tidak ada pemicunya. Kira-kira apa?

Ginran menatap Kaiya lekat tapi gadis itu cepat-cepat memalingkan wajahnya ke arah lain. Ginran tersenyum sinis. Hatinya terasa begitu sakit seperti di sayat-sayat. Naomi yang melihatnya merasa tidak tahan lagi. Ia merasa kasihan pada Ginran. Wanita itu lalu menatap lurus ke Kaiya

"Yaya, bisakah kamu bersikap dewasa? jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kami. Kamu hanya akan membuat masalah bertambah rumit kalau begini terus." kata Naomi. Ia tidak ingin persahabatan di antara mereka dan hubungan gadis itu dan Ginran tambah renggang lagi. Ia sangat ingin Kaiya berubah seperti dulu, ketika mereka semua masih dekat.

Naomi jelas tahu Ginran akan bertambah hancur kalau sampai hubungan mereka makin renggang.  Pria itu hanya menunjukkan egonya yang tinggi dengan melampiaskan amarah dan emosinya di depan mereka semua. Tapi sebenarnya, ia hanya butuh Kaiya disampingnya. Terlepas dengan apa yang sudah dilakukan gadis itu, Ginran tetap tidak akan pernah tega membenci gadis yang dia cintai.

Kaiya menatap Naomi sekilas,

"Maaf Naomi, aku sungguh nggak ingin membahas masa lalu."

Dan detik itu juga sebuah kursi langsung melayang dari tempat itu. Ginran tidak tahan lagi. Sungguh semua kata-kata Kaiya membuatnya merasa semakin hancur.

"Pergi, aku tidak mau melihatmu lagi." ucapnya dengan nada rendah.

"PERGI!" Kali ini suara Ginran menggelegar di seluruh ruangan, bahkan sampai di luar. Untung letak ruangan tersebut jauh dari keramaian, tidak ada yang akan mendengarnya. Karena Kaiya tidak bergerak-bergerak juga, Jiro menarik tangan gadis itu dengan kasar dan mendorongnya keluar.

"Akan lebih baik kalau lo nggak pernah muncul lagi di depan kita semua!" katanya menatap Kaiya dingin sebelum akhirnya membanting pintu dengan kasar sampai tertutup.

Darrel lah yang merasa serba salah. Ia tidak tahu harus bagaimana jadi hanya memilih diam. Mereka kini menatap ke Ginran yang terlihat kacau.

"Lo mau kemana?" tanya Naomi  melihat Ginran yang melangkah ke pintu keluar.

"Gue pengen sendiri dulu." balas pria itu lalu melanjutkan langkahnya. Naomi mendesah pelan. Ia sungguh bingung tidak tahu harus berbuat apa. Ia pikir kemunculan Kaiya akan membuat hubungan mereka kembali seperti semula, tapi gadis itu malah menambah masalah. Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang.

                                  ***

Pulang kampus, Kaiya duduk sendirian sambil merenung di danau pinggiran kota. Sesekali ia mendesah berat lalu menatap langit-langit malam yang begitu menyejukan mata. Matanya mungkin masih membengkak karena menangis lama.

Ia merasa bersalah dan tidak berdaya. Dirinya sudah melukai Ginran dan yang lain karena egonya. Mungkin akan sulit nantinya membalik keadaan. Pasti Ginran sudah sangat membencinya. Gadis itu melirik jam lalu berdiri. Sebaiknya ia pulang sekarang.

Jalanan yang dilewati gadis itu sudah sepi. Hanya ada segelintir orang yang berdiri di beberapa tempat.

Sepanjang perjalanan pulang Kaiya menyibukkan pikirannya dengan tugas-tugas apa saja yang belum dibuatnya. Sementara berpikir, tiba-tiba bunyi keras dibelakangnya membuatnya terperanjat, gadis itu berputar cepat dan membelalak. Seseorang menabrak tong sampah. Dan Kaiya mengenalnya.

"Lory?" serunya.

Lory menyengir lebar.

"Ngapain di sini?" tanyanya heran. Entah kebetulan atau gadis itu memang sengaja mengikutinya. Tapi buat apa coba Lory mengikutinya?

"Rumah gue di sekitar sini, pas mau ke indomaret tadi gue nggak sengaja liat lo, makanya gue ikutin. Lo kenapa sih ada di sini? Rumah lo deket sini juga?"

Kaiya terkekeh. Ternyata begitu ceritanya.

"Nggak, gue cuman pengen duduk-duduk depan danau doang, sambil menikmati pemandangan malam." jawab Kaiya.

"Oh." Lory manggut-manggut lalu teringat kejadian sore tadi di kampus. Bagaimana Kaiya membuat semua anggota club iri padanya.

"Eh, lo sama kak Ginran sebenarnya ada hubungan apa sih? Ceritain dong. Gue liat kak Ginran peduli banget sama lo, malah tadi pake gendong-gendong segala lagi." Cewek itu antusias sekali bertanya. Sudah tiga kali dia liat seniornya itu perhatian sekali pada Kaiya. Pokoknya perlakuannya beda kalo sama Kaiya.

"Gak ada apa-apa, lo salah liat kali." balas Kaiya. Lory menyipitkan mata. Tidak mungkin tidak ada apa-apa. Kaiya pasti berbohong padanya. Jelas-jelas ia perhatikan perlakuan kak Ginran, senior mereka sangat berbeda pada gadis itu.

"Lo yakin nggak ada apa-apa? Bohong kan pasti?" selidik Lory. Ia melirik Kaiya yang terus-terus menggeleng. Lory jadi merasa lelah sendiri. Ya sudahlah, mungkin Kaiya belum siap cerita padanya. Ia tidak akan memaksa lagi. Biarkan saja gadis itu. Yang pasti ia yakin seratus persen mereka ada apa-apa.

"Baiklah, gue nggak bakal bahas kak Ginran lagi. Sekarang, bagaimana caranya lo pulang?" Lory mengganti pembicaraan. Jalanan ini sepi dan jarang sekali ada kendaraan umum yang lewat.

"Gue udah pesan taksi online."

oh iya. Lory menepuk jidatnya. Kenapa ia lupa kalau jaman sekarang ini sudah modern. Sudah ada banyak sekali kendaraan online yang memudahkan mereka melakukan perjalanan tanpa takut ketinggalan bus dan lain sebagainya.

Lory melambai-lambai ke Kaiya setelah taksi yang dinaiki gadis itu mulai berjalan meninggalkan lokasi itu.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Ayo donk Darell, kamu yg paling waras di antara yg lain ... buruan cari tau kenapa Kaiya berubah ... sebelom Kaiya malah jadi semakin hancur ....

2024-12-26

1

Sumi Yati

Sumi Yati

kenapa gak cari tau sendiri kebenarannya,biasanya orang kaya gampang retas data

2024-12-30

0

Pak Gogot

Pak Gogot

sebuah model penyelesaian tanpa melibatkan Tuhan sedikitpun

2024-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!