Bab 9

Hampir seminggu berlalu dan selama itu Kaiya dan Ginran tidak pernah bertemu. Kaiya lebih memilih serius ikut pelajaran kuliah daripada mengikuti kegiatan-kegiatan club. Tidak satupun club kampus yang ia ikuti. Dirinya mulai terkenal sebagai gadis sombong di jurusannya.

Awalnya wajah cantiknya membuat banyak orang ingin merekrutnya masuk club apapun, namun karena gadis itu menolak semuanya, mereka jadi menganggapnya sombong. Padahal menurut mereka Kaiya pun tidak ada cocok-cocoknya masuk jurusan musik. Ia tidak berbakat. Main pianonya juga tidak jago. Beberapa teman seangkatannya membicarakan permainan pianonya didepannya kalau ia berjalan di koridor dan melewati mereka.

"Kaiya, lo yakin nggak mau gabung sama club? Lo bisa memilih club apa aja yang lo suka. Lihat, banyak teman-teman yang nggak senang sama lo karena anggap lo sombong." kata Lory.

Kaiya tampak tidak peduli. Toh waktu SMA dulu dia juga dianggap aneh dan sombong sama teman-temannya dan dia biasa saja. Masih mending sekarang Lory mau berteman sama dia.

"Biarin aja ry, lagian aku juga nggak apa-apa."

Lory berdecak pelan.

"Lo tuh yah. Pokoknya gue akan daftarin lo di club yang sama bareng gue titik. Lo nggak boleh nolak." Kaiya menaikkan wajahnya menatap Lory, ia bermaksud ingin protes tapi tapi tidak jadi. Biarin deh. Biar gadis itu senang.

Sorenya, Lory langsung menarik Kaiya. Katanya ada pertemuan club dan dia sudah mendaftarkan nama gadis itu. Walau setengah hati Kaiya tetap mengikuti langkah Lory. Keningnya berkerut. Pertemuan club jurusan musik tapi kok mereka malah datang ke jurusan bisnis?

Perasaannya tidak enak. Ia sudah tenang tidak bertemu dengan Ginran dan yang lain selama seminggu ini, tapi kalau datang ke jurusan ini artinya ada kemungkinan mereka bisa ketemu. Kaiya berpikir betapa canggungnya dia melihat mereka kalau bertemu nanti. Ia ingin balik tapi Lory terus menariknya tidak membiarkan dirinya kabur.

Mereka masuk ke sebuah ruangan. Kaiya tidak tahu club apa itu, namun sepertinya club itu cukup terkenal melihat banyaknya orang dalam ruangan tersebut. Mungkin hampir empat puluh orang. Ketika Lory mengajak Kaiya ke tempat duduk dibagian tengah, gadis itu terkejut melihat Ginran ada dalam barisan bangku itu. Hanya pria itu sendiri, Kaiya tidak melihat yang lain.

Mereka saling menatap lama dan tatapan tajam Ginran menusuk sampai kebagian dalam matanya. Rata-rata bangku sudah penuh, hanya dibagian tempat Ginran duduk saja yang semua bangku berjejernya masih kosong. Mungkin itu buat kelompok cowok itu.

Kaiya tidak berani duduk di situ, apalagi beberapa pasang mata menatapnya seperti tidak suka begitu. Ia juga akan merasa sangat canggung duduk bersebelahan dengan Ginran. Ia berbalik ke belakang bermaksud ingin bilang ke Lory buat cari tempat lain saja tapi gadis itu sudah tidak ada, entah menghilang kemana.

Entah kenapa Kaiya merasa kesal. Lory yang membawanya ke sini tapi gadis itu sendiri malah menghilang. Lebih baik dia pulang saja. Kaiya sudah bersiap-siap mau keluar namun suara Ginran menghentikannya.

"Mau kemana?" tanya pria itu tetap dengan wajah dinginnya.

"Pulang." jawab Kaiya. Namun hanya Ginran yang bisa mendengarnya karena suara gadis itu sangat pelan. Pria itu tersenyum miring.

Pulang? Apa karena melihat dirinya gadis ini jadi ingin buru-buru pulang? Huh! Jangan harap.

Ginran tiba-tiba berdiri dari bangku itu hingga mengundang perhatian yang lain.

"Duduk." perintahnya tegas. Kaiya mengangkat sebelah alisnya, mereka terus bertatapan dan belum ada pergerakan sedikitpun dari gadis itu.

"Aku bilang duduk Yaya." ulang Ginran penuh penekanan. Ia memanggil Kaiya dengan panggilan yang biasa dia panggil dulu. Panggilan kesayangan mereka untuk Kaiya.

Tatapan Ginran begitu mengintimidasi hingga Kaiya merasa ciut. Apalagi ada banyak orang yang memperhatikan. Ia mau tak mau tidak jadi pergi dan duduk dibagian dalam diikuti Ginran yang duduk di sebelahnya. Keduanya tak saling bicara sama sekali.

Ginran terus menatap gadis itu dari sudut matanya. Sudah seminggu dia tidak melihatnya. Lelaki itu pikir dia akan bisa melupakan Kaiya, namun saat tidak melihat gadis itu ternyata ia merasa rindu, tapi ketika melihatnya ia juga tidak bisa meredam emosi yang bercampur aduk dalam hatinya. Marah, kecewa, benci, senang, dan entah apalagi semuanya menjadi satu dalam dirinya. Hanya Kaiya yang sanggup membuatnya sekacau ini.

Tak lama kemudian Naomi dan Jiro juga beberapa senior lain sudah berdiri didepan sana. Oh, jadi mereka ada didepan. Kaiya pikir tidak ada atau mereka belum datang. Ia tidak melihat Darrel. Mungkin dalam kegiatan-kegiatan begini Darrel jarang gabung dengan mereka.

Tanpa sadar gadis itu menguap. Matanya mulai terasa berat, sepertinya efek obat tidur yang diminumnya tadi mulai bekerja. Sudah hampir dua tahun ini ia mengonsumsi obat tidur karena insomnianya. Tantenya dan dokter Kean tidak tahu karena ia mengonsumsi obat itu diam-diam. Ia sudah membawanya kemana-mana sejak SMA bahkan sampai sekarang.

Kaiya akan meminumnya kalau ia sedang menyendiri di tempat persembunyiannya di atap kampus sambil menunggu jam kuliahnya dan akan terbangun setelah alarm berbunyi. Gadis itu sudah terbiasa. Hidupnya begitu-begitu saja, tidak ada yang menarik.

Akhirnya Kaiya sudah tidak bisa fokus lagi dengan senior yang berbicara didepan sana, entah apa yang dia bilang. Mata gadis itu perlahan menutup sampai akhirnya kepalanya terjatuh di bahu Ginran.

Ginran yang awalnya pikir gadis itu pingsan berubah panik. Namun setelah memeriksa keadaannya dan tahu kalau Kaiya hanya tertidur, pria itu akhirnya menghembuskan nafas lega. Banyak gadis di situ yang menuduh Kaiya sengaja pura-pura tidur karena mau mendekati Ginran, tapi yang aneh dan membuat mereka makin bingung, Ginran tidak terlihat risih sama sekali seperti yang ditunjukkannya pada cewek-cewek lain yang sengaja mau mendekatinya.

Ginran bahkan mengangkat tubuh Kaiya, menggendongnya keluar dari ruangan itu. Ia membawa Kaiya keruangan mereka dan menidurkannya di sofa dengan pahanya sebagai bantal. Terlepas dari hubungan mereka yang dingin sejak awal bertemu lagi, Ginran ingin melupakannya sebentar dan menatap Kaiya. Tangannya menelusuri seluruh wajah gadis yang terlelap di pangkuannya itu, lalu tanpa ijin mengecup bibirnya sekilas.

Dari dulu Ginran sudah tergila-gila pada Kaiya. Sejak pertama kali melihat gadis itu awal mereka masuk SMA. Meski dulu waktu ia meminta gadis itu menjadi pacarnya Kaiya belum pernah menjawab setuju, ia bisa merasakan bahwa Kaiya juga memiliki perasaannya untuknya. Dan hubungan mereka memang dekat seperti orang pacaran. Sampai peristiwa malam itu, ketika Kaiya kedapatan sedang bersama ketua osis mereka di dalam tenda dengan pakaian yang berantakan.

Tangan Ginran mengepal kuat. Emosinya kembali tak terkendali. Ia berdiri dari sofa, mengusap wajahnya kesal dan kembali menatap Kaiya yang masih setia menutup matanya dengan berkacak pinggang.

Benarkah gadis yang dicintainya ini sudah ternoda? Tapi .. kenapa dengan gampangnya dia mengaku? Ginran masih berharap kalau Kaiya sebenarnya hanya membohonginya. Tapi ... pakaiannya memang berantakan dulu.

"Argh." Ginran hanya bisa menggeram kesal.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Nah kaaaann .... Ginran gak komit ... 🤪
Boro2 mau ngejauhin dan ngelupain Kaiya .....
Lhah begitu ketemu malah yg keluar panggilan kesayangan.... 😅

2024-12-26

0

Dari

Dari

begini lah kondisi manusia penuh dgn pikiran sendiri dan prasangka.. gtw apa2 tp sok tau.. 😭🤣🤣🤣 gregetan gw.. soale ga tw juga knp sih ini.. 🤣🤣🤣🤣👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼

2024-11-27

0

Astrid Nandistya Hayoto

Astrid Nandistya Hayoto

coba kalian cari tau kebenarannya,,,

2024-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!