Bab 8

Kaiya memilih duduk menyendiri di sebuah taman yang tak jauh dengan kampusnya. Lory sudah lebih dulu pulang tapi dirinya masih belum mau beranjak dari situ. Sesekali ia ingin menikmati udara segar seperti ini selain mengurung diri dikamarnya.

"Kaiya."

Panggilan itu membuat gadis yang duduk tenang itu berbalik. Ia terkejut bukan main melihat empat orang yang pernah mengisi masa remajanya dulu telah berdiri didepannya, menatapnya dengan ekspresi berbeda-beda.

Kaiya cepat-cepat berdiri ingin pergi dari situ tapi Darrel yang memanggilnya tadi menahannya. Sepertinya hanya pria itu yang terlihat senang sekali dan antusias mau bicara dengannya. Yang lain ... Entahlah.

Gadis itu menoleh ke arah lain. Pandangannya bertemu dengan tatapan tajam Ginran. Raut wajahnya tampak kesal.  Pria itu merasa kesal melihat gadis yang disuruhnya pulang tadi malah ada di taman.

"Kaiya kamu kemana selama ini? Kok nggak ada kabar? Kenapa pindah sekolah?"

Tanya Darrel ingin tahu sekaligus berusaha mencairkan suasana yang tegang. Lihat saja wajah teman-temannya yang lain seperti menahan kesal. 

"A ... aku ingin pindah saja, nggak ada alasan lain." Kaiya menjawab seperti itu karena tidak mau ada pertanyaan selanjutnya. Jiro mendengus kesal.

"Huh! Bilang saja malu karena ketahuan berbuat mesum." ucapnya sarkas.

"Jiro." Naomi mengingatkan. Ia tahu Jiro suka emosi. Pria itu terluka karena merasa dikhianati oleh Kaiya. Karena itu dia ingin membalas menyakiti gadis itu.

Suasana bertambah canggung.

Setelah berhadapan secara langsung dengan Kaiya, Darrel merasa gadis itu banyak berubah. Ia tidak tahu apa yang dilalui gadis itu selama beberapa tahun ini, tapi sikap Kaiya sekarang membuatnya merasa sedih.

"Sebaiknya aku pulang." kata Kaiya ingin menghindari mereka dengan pergi dari tempat itu. Jiro bertambah geram. Sialan. Gadis itu sungguh tidak menganggap mereka. Ia menendang sembarangan batu yang ada didekatnya melampiaskan emosinya. Badannya berbalik menghadap Ginran yang tampak cuek.

"Percuma lo cinta mati sama dia."

Ginran tak menggubrisnya. Entah apa yang lelaki itu pikirkan.

Darrel dan Naomi hanya saling menatap. Mereka berdua yang paling dilema. Kaiya membuat hubungan mereka makin rumit. Apa susahnya sih gadis itu meminta maaf. Mereka semua hanya butuh maafnya sebesar apapun kesalahan yang ia lakukan, tapi gadis itu malah memperumit masalah.

Naomi menatap Ginran simpati. Ia tahu pria itu yang paling terluka.

                                    ***

Di apartemen, Kaiya duduk termenung dikasurnya. Ia kesal pada dirinya sendiri yang egois. Ia tahu mereka semua peduli padanya, tapi ia sungguh tidak ingin menjadi beban bagi mereka. Dirinya yang sekarang sudah berbeda, ia tak punya hak lagi untuk bahagia.

Gadis itu tersenyum pahit. Ia memutuskan menghubungi dokter Kean. Tak sampai tiga puluh menit, dokter muda itu sudah berada di apartemennya. Kean menatap lurus gadis yang sejak tadi itu hanya diam.

"Kau mau cerita?" tanyanya.

"Aku melukai sahabat-sahabatku."

Sahabat? Kean tampak berpikir. Gadis itu sering bercerita tentang sahabat-sahabatnya.

"Apa menurutmu aku egois?" Akira menatap Kean butuh jawaban. Pria itu tersenyum. Jarang sekali gadis itu meminta pendapatnya, menurutnya ini adalah hal yang baik.

"Dengan kondisimu saat ini, terkadang tidak apa-apa menjadi egois. Kau butuh waktu. Waktu akan menyembuhkan lukamu, juga membuatmu menerima kehadiran orang lain lagi. Dan di saat itu, saat mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu, aku yakin mereka akan mengerti."

Kaiya menaikkan wajahnya menatap dokter Kean, tanpa bicara sepatah kata pun.

"Kau bisa mencoba membuka diri pada orang lain, mulailah dengan coba tersenyum pada mereka." tambah Kean lagi. Ia berharap gadis itu bisa menerima kehadiran orang lain lagi dalam hidupnya.

Kaiya tersenyum tipis. Ia sebenarnya mau membuka diri, tapi ia tidak tahu bagaimana caranya karena dirinya sudah terbiasa diam. Terlalu takut menghadapi dunia luar juga. Kaiya yang cerewet dan suka mengomel seperti dulu tidak ada lagi. Gadis itu mendesah pelan, ia merasakan dokter Kean mengusap punggungnya lembut seolah menguatkannya.

                                  ***

Malamnya mama Ginran mengundang semua teman-temannya makan bersama dirumahnya. Wanita paruh baya itu baru pulang dari Polandia dan akan pergi lagi ke Australia besok untuk urusan pekerjaan, jadi dia ingin makan bersama Ginran dan para sahabatnya. Naomi, Jiro dan Darrel memanggilnya tante Lana. Hanya Kaiya yang memanggilnya dengan sebutan mama tapi itu dulu.

"Gimana kampus kalian?"

Tanya Lana menatap mereka satu persatu. Tangannya sibuk mengisi makanan di piring mereka masing-masing.

"Baik tante." sahut Darrel

"Ginran gimana? Masih dingin juga sama semua perempuan?" entah kenapa pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut wanita itu.

"Oh iya, tante inget ketemu kakaknya Kaiya di Polandia." kata mama Ginran lagi tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi. Ginran tampak tak peduli. Lelaki itu diam saja.

"Waktu itu tante coba mengikutinya siapa tahu bisa ketemu Kaiya, tapi nggak ketemu-ketemu juga."

Kali ini Ginran tersenyum sinis. Mamanya saja yang tidak tahu kalau sekarang Kaiya ada dikampus kampus yang sama dengan mereka, bahkan berlagak tidak kenal dengan mereka.

"Tapi, waktu tante bertanya pada kakaknya tentang Kaiya dia berkata dengan marah tidak pernah punya adik bernama Kaiya."

Mereka semua saling menatap.

"Tante yakin itu kakaknya Kaiya?" tanya Naomi. Seingatnya dulu, Kaiya sangat rukun dengan kakaknya.

Lana mengangguk pasti.

"Kalian tahu tante nggak pernah salah ngenalin orang kan? Pria itu juga bermain piano. Lagi pula, kalau dia memang bukan kakaknya Kaiya kenapa harus marah?"

Benar kata mamanya Ginran. Kaiya semenjak gadis itu muncul lagi segala kehidupannya berubah menjadi misterius.

"Ma, aku mau mama nggak usah bahas tentang Kaiya lagi." Ginran menatap mamanya serius. Lana balas menatapnya heran.

"Kenapa? Bukannya selama ini kamu selalu nungguin dia?"

"Aku pengen ngelupain dia."

Perkataan Ginran membuat semua menatapnya seolah tidak percaya.

"Apa kamu bilang? Nggak, nggak, nggak! Pokoknya mama cuma pengen  Kaiya yang jadi menantunya mama. Mama bakal cari dia sampai ketemu." sergah Lana tidak terima.

Enak saja, putranya sendiri yang membawa Kaiya padanya dulu, giliran dia sudah menganggap gadis itu menantunya dan menyayanginya seperti anak sendiri, Ginran malah bilang mau melupakan gadis itu dengan santainya. Pokoknya tidak bisa.

Ginran terlihat lelah. Andai saja mamanya tahu seperti apa Kaiya yang sekarang. Gadis itu sudah berubah, tidak seperti yang mamanya kenal dulu. Ia melihat mamanya menaruh sendok di piring lalu menatap teman-temannya.

"Kalian lanjut aja makannya, tante udah kenyang." ucap Lana sedikit ketus lalu berdiri dan meninggalkan meja makan. Ia sudah tidak ada selera makan semenjak mendengar perkataan anaknya.

Yang lain sudah tidak ada selera makan juga. Darrel menatap Ginran serius.

"Lo yakin bisa ngelupain dia?" tanyanya.

Ginran tidak menjawab. Ia hanya ingin mencoba menenangkan pikirannya yang sedang kacau sekarang ini. Mungkin dengan tidak memikirkan gadis itu stresnya akan berkurang.

"Ini semua karena Kaiya. Dia yang mengacaukan kita." kata Jiro menyalahkan Kaiya. Ia jadi menyesal kenapa gadis itu harus muncul di hidup mereka lagi kalau akhirnya hanya membuat mereka semua jadi begini.

"Bukankah kita sudah sepakat gak bahas dia lagi?" Naomi buka suara. Ia tidak tahu mau menyalahkan siapa.

Pandangannya berpindah ke Ginran yang melangkah pergi. Pria itu yang paling kasihan.

Ginran berjalan menunduk ke kamarnya. Kepalanya serasa mau pecah. Ia membanting apa saja yang ada dalam kamarnya untuk melampiaskan emosinya. Kamarnya itu kedap suara jadi tak ada yang mendengar bunyi-bunyi keras itu dari luar.

Pria itu mengusap wajahnya kesal lalu membanting tubuhnya ke kasur dan menerawang ke langit-langit kamar. Ia tersenyum kecut merasa dirinya begitu menyedihkan. Bertahun-tahun dia menunggu gadis itu, tapi apa yang didapatnya? Keberadaan Kaiya sekarang menambah luka dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Darell bener2 orang yg perhatian dan peka ....
Dipertemuan pertama sama Kaiya aja, dia udah dapet banyak point penting ttg sesuatu yg berbeda / berubah di diri Kaiya ...
keren Darell ... u'r d'best buat yg ngaku sbg sahabat Kaiya ... *luvluv Darell 😍

2024-12-26

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Ginran serius mau lupain dan ninggalin Kaiya ?
beeeuuhh ... gaya banget lo !!!
ntar bakalan nyesel deh ... 🤪

2024-12-26

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Nah ... baru deh pada kaget kaaaaannn ?
Spt nya ini awal terbukanya permasalahan Kaiya ....

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!