Bab 5

Perkataan Darrel kali ini sukses mendapatkan perhatian Ginran. Kalau dipikir-pikir semua ucapan pria itu masuk akal, kenapa dirinya tidak berpikir sampai ke situ? Tapi Ginran kembali menepis pikirannya dan berusaha untuk tetap tidak mau peduli.

Jiro ikut berpikir, biar bagaimanapun Kaiya pernah menjadi seseorang yang  paling dekat dengan mereka. Mereka tidak mungkin tidak penasaran dengan kehidupan gadis itu selama tiga tahun ini. Terlepas dari semua yang gadis itu lakukan pada mereka, Jiro pasti akan memaafkan Kaiya kalau dia mengaku salah dan meminta maaf.

Di kelas Kaiya,

"Kaiya, lo kenal kak Ginran nggak?" tanya Lory.

Kaiya cukup kaget mendengar pertanyaan itu namun berusaha terlihat biasa saja.

"Nggak mungkin kenal kan pasti."

tambah Lory lagi membuat sudut bibir Kaiya terangkat. Betul, lebih baik kalau nggak ada yang tahu dia dan Ginran saling kenal. Bukan hanya Ginran, yang lain juga. Teman-teman pria itu.

"Lo harus dengar kisahnya kak Ginran."

Kaiya menatap Lory lagi. Ia penasaran bagaimana cerita orang-orang tentang cowok itu.

"Salah satu teman sekolah gue pernah cerita tentang kak Ginran sama sahabat-sahabatnya."

Lory mulai bercerita. Sesekali Kaiya tersenyum tipis. Ternyata bukan hanya tentang Ginran.

"Dulu jaman mereka SMA, genknya kak Ginran ada lima orang. Mereka berlima bukan berempat seperti sekarang. Yang satunya lagi cewek, katanya punya hubungan istimewa sama kak Ginran. Cewek itu juga katanya dari keluarga terhormat dan sangat cocok berpasangan dengan kak Ginran."

Kaiya mengulum senyumnya mendengar cerita Lory yang berapi-api.

"Temen gue bilang kak Ginran sayang banget sama cewek itu dan memperlakukannya lebih dari seorang sahabat, tapi tuh cewek malah selingkuh dengan pria lain. Mereka kedapatan mau berbuat mesum di dalam tenda, waktu itu lagi camping di sekolah, gila banget kan?"

Ada rasa tidak senang di dalam hati Kaiya begitu mendengar cerita Lory, tapi mau bagaimana lagi. Ia sendiri sudah membenarkan semuanya pada Ginran kemarin. Kaiya tersenyum masam tapi berusaha disembunyikan dari Lory, tidak ingin gadis itu berpikir dia aneh.

"Gue juga dengar kak Ginran belum pernah lupain tuh cewek sampe sekarang. Padahal sudah dikhianatin sampe kayak begitu. Sayang banget sih, cowok setampan kak Ginran masih nggak bisa lupain cewek yang sudah bikin dia kecewa, bener nggak?"

Pandangan Lory menyamping melirik Kaiya yang disambut dengan senyum kecil gadis itu, meski sebenarnya dalam hatinya ia menyimpan perasaan terluka.

Kaiya merasa tidak berdaya. Dia ingin menjelaskan semuanya namun saat berdiri di depan Ginran dan yang lain, mulutnya tidak bisa terbuka. Dia seperti tidak ada nyali.

Kaiya mendesah panjang. Lupakan, bukankah dia harus terlihat kuat? Ia tidak mau sakit lagi dan merepotkan tantenya.

Siangnya, Lory mengajaknya ke kantin.

"Kenapa ke kantin sini sih? Kan di jurusan kita ada kantin juga."

Tanya Kaiya dengan wajah heran menatap Lory. Pasalnya sekarang mereka malah makan di kantin jurusan bisnis yang jaraknya cukup jauh dari jurusan musik. Gadis didepannya itu tersenyum lebar.

"Gue pengen cuci mata liat senior-senior keren, sekali-sekali nggak apa-apa kan." ucap Lory semangat. Kaiya berdecak pelan menatap gadis itu, pandangannya beralih ke tempat lain.

Tanpa sengaja matanya bertubrukan dengan mata seseorang, seorang pria yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan pria yang diceritakan Lory dengan menggebu-gebu tadi.

Ginran ...

Pria itu duduk cukup jauh dari meja mereka dan tepat menghadapnya jadi mereka bisa saling menatap.

Tatapan Kaiya berpindah ke seseorang di sebelah pria itu, ia mengernyitkan dahi ketika melihat ada Darrel juga. Ternyata mereka berempat memang selalu bersama, batinnya. Ada rasa sedih yang tertahan di hatinya. Gadis itu cepat-cepat membuang pandangannya ke arah lain saat mereka semua kompak menatapnya.

"Lo lihat? Itu Kaiya yang sekarang." kata Jiro pada Darren. Raut wajahnya kesal. Kaiya memang sudah berbeda jauh dari yang dulu.

Di sebelahnya, Darrel terus mengamati gadis itu dari jauh. Ia tertegun ketika melihat Kaiya lagi untuk pertama kali. Ada rasa rindu untuk memeluk gadis itu, sayangnya ia harus kecewa karena gadis itu seperti sengaja menghindari bertatapan dengan mereka.

"Ada yang lain dengan Kaiya." gumamnya pelan sambil terus menatap lurus ke gadis yang berada cukup jauh dari mereka. Ketiga sahabatnya sama-sama menatapnya bingung.

"Dia kurusan."

Naomi mengiyakan, juga Jiro. Sedang Ginran, pria itu memang sudah sadar dari awal kalau Kaiya jauh lebih kurus. Dari dulu ia selalu memperhatikan kesehatan gadis itu, kalau menurutnya ada yang salah ia akan membeli segala macam makanan bergizi dan memaksa gadis itu makan, tapi sekarang ia seolah tidak mau peduli lagi, toh gadis itu juga tidak pernah peduli padanya.

"Dulu kan Kaiya banyak makannya."

Tambah Darrel lagi pelan. Dia sebenarnya tidak pernah marah pada Kaiya, tapi kalau gadis itu memang salah dia juga harus menegurnya sebagai sahabat. Tapi benarkah Kaiya dan sih brengsek itu melakukannya? Rasanya tidak mungkin. Ia masih tidak bisa mempercayainya.

BRAK !!!

Semua mata kompak memandang ke satu arah termasuk kelompok Ginran.

Ginran menutup matanya dalam-dalam menahan segala kekesalannya lalu tanpa aba-aba laki-laki itu sudah berjalan ke arah gadis yang terjatuh dengan piring yang dibawanya.

Lagi-lagi dia ceroboh,

Batin Ginran kesal, ia berulang kali berkata dalam hati untuk tidak peduli lagi tapi tubuhnya secara refleks malah mendatangi gadis itu.

Jiro, Darrel dan Naomi hanya diam menonton. Mereka tahu seberapa sayangnya Ginran pada Kaiya meski ia bilang tidak mau peduli lagi. Mereka tidak tahu hubungan kedua sahabat mereka itu akan bagaimana nantinya.

Semua orang di kantin memperhatikan Ginran yang sekarang ini tengah mengangkat tubuh Kaiya yang masih tertelungkup di lantai dan mendudukannya di sebuah kursi. Mata Ginran mendelik tajam ke para cewek di dekat situ yang menertawai Kaiya, mereka terdiam seketika dan menunduk takut.

"Kaiya, lo nggak kenapa-napa kan?" seru Lory cemas. Tangannya sibuk membersihkan sisa-sisa nasi yang berserakan di rambut dan baju Kaiya. Gadis itu menggeleng ke Lory sesaat lalu melirik Ginran.

"M ... makasih." ujarnya kaku.

"Hm. Lain kali jangan ceroboh lagi." balas Ginran terdengar agak ketus.

Pria itu lalu berbalik pergi tanpa sepatah kata pun setelah memastikan gadis itu baik-baik saja.

"Lo bikin gue kaget banget tahu nggak." omel Lory. 

Ia baru tahu ternyata sih Kaiya ini tipe gadis yang ceroboh. Lihat saja tadi, masa nggak ada angin nggak ada hujan eh tiba-tiba malah jatuh. Gadis  itu tersandung kakinya sendiri. Dasar konyol.

Lory menggeleng-geleng masih tidak percaya. Kaiya malah menyengir.

"Kita balik ke kelas aja, selera makan gue udah hilang." putus Lory lagi lalu menarik Kaiya keluar dari situ.

Dari tempatnya, Ginran dan tiga sahabatnya terus mengamati Kaiya mulai dari si cewek yang mereka tidak tahu namanya itu mengomel-ngomel tidak jelas sampai tangan Kaiya ditarik keluar olehnya.

"Siapa cewek itu?" tanya Darrel. Ada rasa iri dalam hatinya karena merasa cewek itu mengambil posisi mereka dari sisi Kaiya. Dari antara mereka, Darrellah yang paling nggak senang melihat Kaiya dekat dengan orang lain selain mereka.

Jiro menertawai sifat Darrel yang menurutnya sangat kekanakan itu. Masih saja kayak dulu kalau melihat Kaiya dekat dengan orang lain.

Sebenarnya Naomi pun hampir sama dengan Darrel. Ia tidak begitu senang melihat Kaiya sedekat itu dengan orang lain, tapi ia sangat pintar menyembunyikan perasaannya, dirinya selalu berusaha untuk terlihat perfect di depan banyak orang. Karena itu juga banyak yang melihatnya sebagai wanita berkelas yang beruntung dikelilingi pria-pria tampan.

Bagaimana dengan Ginran?

Pria itu tak terbaca. Tapi sekali ia bertindak, semua orang bisa berubah mati kutu.

Dulu Ginran adalah tipe cowok pendiam yang bisa lembut pada siapa saja, tapi semenjak peristiwa Kaiya yang di pergok berduaan di tenda bersama pria lain dan menghilangnya gadis itu secara tiba-tiba tanpa alasan dari hidupnya, dia jadi awut-awutan dan frustasi. Pria itu perlahan berubah menjadi sosok dingin dan tidak tersentuh, bahkan ia terkesan kasar pada semua perempuan yang berusaha mendekatinya.

Jiro, Naomi dan Darrel prihatin melihat perubahan Ginran. Tapi sekarang secercah harapan itu muncul, seseorang yang bisa menyembuhkan luka Ginran muncul dengan sendirinya didepan mereka. Meski gadis itu telah banyak berubah, mereka yakin waktu akan menyembuhkan luka kedua pasangan yang paling serasi itu menurut mereka.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

hadeeuuh ... Ginran ...
katanya cinta Kaiya ...
tp gak berusaha cari fakta yg detil ...
jangan cuma why why aja donk ....

2024-12-25

2

Ita rahmawati

Ita rahmawati

kalian kan udah lama mengenal kaiya,,seharusnya udah tau kan gimana dia

2025-01-10

0

Nicky Andong

Nicky Andong

marah/menuduh Tampa tau masalahnya adalah salah

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!