Bab 4

"Boleh foto bareng nggak?" tanya Lory semangat. Mau tak mau Jiro mengiyakan. Sebenarnya dia merasa enggan tapi akhirnya malah setuju.

"Kaiya ayo, foto dengan kak Jiro." seru Lory menarik tangan Kaiya.

Mendengar nama Kaiya, Ginran langsung mengalihkan pandangan ke arah suara itu dan berhenti tepat pada sosok gadis yang berdiri di sebelah gadis berkulit kecoklatan. Ia mendengus keras melihat Kaiya yang tampak senang-senang saja berfoto-foto ria. Seperti tidak ada masalah sama sekali, padahal barusan mereka baru selesai bersitegang.

Kaiya tersenyum kaku. Yang benar aja Lory, memangnya dia tidak sadar apa wajah mereka semua lagi tegang begitu. Wajah Kaiya sudah merah padam karena malu dan merasa sangat canggung. Ia tidak mau menatap siapapun di antara ketiga orang yang dikenalnya di depan sana. Pandangannya hanya lurus ke depan, ke sebuah tiang besar dekat situ. Menatap tiang jauh lebih baik sekarang

"Makasih ya kak." ucap Lory setelah berhasil berfoto dengan Jiro. Lelaki itu mengangguk tapi pandangannya lurus ke Kaiya.

"Ayo ke sana saja." ucap Kaiya menarik Lory menjauh dari situ, ia sungguh tidak mau berada di situasi yang canggung  begini.

Mereka meninggalkan Jiro, Ginran dan Naomi yang kali ini saling menatap, hanya mereka yang tahu arti tatapan mereka masing-masing.

Jiro menatap Ginran

"Lo mau gue tarik ke sini?"

Tanyanya. Ginran diam tak bergeming, entah apa yang dipikirkannya.

"Setidaknya lo harus minta penjelasannya bukan?"

Ginran meliriknya tajam.

"Penjelasan? Huh!" pria itu tersenyum kecut. Hatinya terluka.

"Maksud lo?" kali ini Naomi yang buka suara. Ia bingung dengan respon Ginran.

"Semuanya sudah jelas. Dia sudah mengaku." ucap Ginran lalu tersenyum miring.

Jiro dan Naomi menatap pria itu tidak percaya.

"Maksud lo ... Kejadian dulu di tenda itu benar?" tanya Jiro syok. Ia seperti tidak percaya.

Kaiya benar-benar melakukan hal itu? Sepertinya tidak mungkin. Ia masih tidak mau percaya tapi Ginran tetap bungkam dengan ekspresi tak terbaca.

Di sisi lain ada Naomi yang seperti menolak semua itu. Ia yakin sekali Kaiya masih bersih. Ia sangat kenal gadis itu.

                                  ***

Sepulang dari kampus, Kaiya menatap apartemennya yang seperti tak ada kehidupan itu cukup lama. Matanya menerawang ke langit-langit. Tatapannya kosong. Sudah hampir setahun ia tinggal sendirian di apartemen ini, semenjak keluar dari rumah sakit.

Tiga tahun lalu, hidupnya hancur. Hubungannya dengan sahabat-sahabatnya retak. Bukan itu saja, orang tuanya meninggal di depan matanya sendiri dan kakak kandungnya bersumpah akan memusuhinya seumur hidup.

Kaiya adalah pelaku yang tidak sengaja menembak mati papanya di depan mama dan kakaknya. Meski mamanya mati karena dibunuh oleh para penjahat tersebut, tapi papanya mati ditangannya, semenjak itu kakaknya menganggapnya pembunuh dan memusuhinya, bahkan menghilang dari kehidupannya.

Pengadilan memberi keputusan bahwa tindakan Kaiya yang menembak papanya adalah tindakan yang tidak sengaja dilakukan karena panik dan hanya mencoba membela diri walau akhirnya salah sasaran. Tidak ada hukuman apapun apalagi waktu itu ia masih anak di bawah umur.

Meski begitu keluarga besar dari pihak papanya merasa tidak terima. Mereka menyalahkannya dan membencinya. Alasan itulah yang membuat tantenya, adik kandung dari mamanya menyembunyikan dia dengan menggunakan semua kekuasaannya untuk menutupi segalanya. Termasuk kematian tragis kedua orangtuanya, juga kejadian yang menimpa keluarga mereka. Tidak ada orang luar yang tahu selain keluarga, polisi dan penyidik yang terlibat. Juga satu saksi yang ikut menyaksikan kejadian tragis tersebut.

Tante Kaiya sudah membungkam mereka semua. Sejak itu keluarga Kaiya menghilang seperti di telan bumi. Tak ada yang pernah tahu kisah dibalik menghilangnya salah satu satu keluarga konglomerat tersebut.

Kaiya mendesah berat, memasuki apartemennya dan melemparkan dirinya ke kasur besar dengan mata sendu. Pikirannya kembali ke peristiwa di kampus tadi.

Ternyata dunia ini sempit sekali. Ia kembali dipertemukan dengan orang-orang yang pernah mengisi hari-hari bahagianya dulu. Mereka masih terlihat sama, selalu bersama dan saling memahami satu sama lain.

Kaiya tersenyum kecut. Hanya dia yang berubah. Ia tidak bisa menipu dirinya sendiri dan meratapi hidupnya yang menyedihkan. Gadis itu tersenyum getir sambil menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong, sampai ia tertidur.

Paginya di kampus, Darrel berlari secepat kilat memasuki ruang pribadi milik mereka di area belakang kampus. Mereka berempat memang punya ruang pribadi sendiri di kampus itu. Karena mereka punya banyak prestasi, pemilik kampus mengijinkan mereka membuat ruang pribadi mereka sendiri. Syaratnya, mereka harus sering-sering terlibat dengan kegiatan kampus. Meski bisa saja mereka menolak mengingat orang tua mereka adalah penyumbang dana terbesar di kampus tersebut, tapi ke-empat makhluk itu tidak mau memakai kekuasaan orang tua mereka untuk berbuat seenaknya. Mereka menghormati orang lain dengan cara mereka.

Darrel membuka pintu ruangan dan mendapati tiga sahabatnya sedang duduk tenang dengan kegiatannya masing-masing.

"Kaiya benar-benar kuliah di sini kan?" tanya Darrel antusias menatap tiga sahabatnya bergantian.

Ginran tersenyum sinis setengah mendengus saat mendengar Darrel menyebut nama Kaiya. Darrel menatapnya bingung.

"Bukan dia?" tanyanya lagi. Tapi ia jelas melihat formulir pendaftaran mahasiswi baru kemaren.

"Wajahnya dia tapi jiwanya bukan. Kaiya yang dulu sudah mati." sahut Jiro.

Ia jadi emosi sendiri mengingat perkataan Kaiya kemarin. Menghilang karena mau cari suasana baru? Huh!

Enteng sekali dia bicara begitu setelah membuat kekacauan di sekolah dulu, meninggalkan Ginran yang tiga tahun ini menunggu, merindukannya dan membutuhkan jawabannya. Bahkan gadis itu sudah melupakan persahabatan mereka dengan begitu gampangnya.

"Jadi Kaiya nggak bilang apa-apa sama kalian? Nggak jelasin kenapa dia tiba-tiba pindah sekolah?"

Darrel masih tidak percaya mendengar ucapan Jiro. Masa sih Kaiya bisa berubah? Tiba-tiba ia mengingat sesuatu.

"Sebentar, tapi kenapa Kaiya lulus SMA baru tahun ini? Kan dulu kita seangkatan, meskipun umurnya memang setahun di bawah kita. Harusnya ia lulus tahun lalu." seru Darrel teringat.

Ketiga temannya saling berpandangan, benar juga. Mereka baru menyadari hal itu karena kemarin terlalu sibuk dengan pikiran yang lain.

"Bisa jadikan dia sudah lulus tahun kemaren, hanya saja baru masuk kuliahnya sekarang." kata Jiro mengambil kesimpulan. Pikirannya masuk akal.

Tapi Darrel menggeleng-geleng

"Lo salah, gue sempat lihat tahun lulusnya, dan itu tahun ini." ucapnya. Ia sempat membaca formulir pendaftaran Kaiya dalam berkas para anak baru.

"Berarti Kaiya berhenti sekolah dua tahun." tambah pria itu.

"Kenapa harus berhenti?" tanya Naomi sambil menatap bergantian  ketiga temannya. Pasti ada alasan dibalik itu. Apalagi berhentinya Kaiya dua tahun. Dua tahun itu terbilang cukup lama. Dia ngapain aja selama dua tahun itu?

Jiro ikut berpikir karena penasaran, sementara Ginran, cowok hanya diam. Bodoh amat dengan Kaiya, ia masih emosi dan sakit hati karena sikap cuek gadis itu kemarin, sama sekali tidak menganggapnya.

"Gue ngerasa ada yang aneh." gumam Darrel lagi, mereka kembali menatapnya tidak mengerti.

"Papa Kaiya pengusaha terpandang, mamanya penulis terkenal dan kakaknya seorang pianis hebat, tapi sekarang nama mereka yang dulu selalu diberitakan di tv hilang bak ditelan bumi. Semenjak Kaiya pergi tanpa alasan, di waktu yang sama semua berita tentang keluarganya ikut menghilang."

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

jangan kelamaan menatap tiang, Kaiya .... nanti berasa jadi artis India yg nyanyi sambil keliling dari tiang ke tiang .... 💃💃

2024-12-25

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

kasiannya si kaiya 😩
kalo gitu dia harus gimana coba,,jujurpun tk sanggup 😭

2025-01-10

0

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

diantara semua sahabat Kaiya, cm dia yg paling tenang dan gak emosian

2024-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!