Bab 3

"Jawab aku." tekan Ginran. Sorot matanya tajam dan menuntut.

Kaiya tahu bahwa suatu hari nanti ia akan berhadapan dengan situasi yang tidak ia inginkan ini. Bertemu kembali dengan orang-orang di masa lalunya sungguh membuatnya merasa tersiksa. Karena ... Karena ...

"Malam itu ..."

Ginran kembali bicara. Sungguh ia benci mengingat kejadian di malam waktu sekolah mengadakan camping dulu. Namun ia ingin mendengar jawaban dari mulut gadis itu sendiri. Wanita yang sebenarnya masih ia cintai.

Ginran sangat benci mengungkit masalah itu lagi, tapi ia sungguh ingin tahu.

"Di tenda kau dan sih brengsek itu, kalian ... kalian melakukannya?" dalam hati Ginran sangat mengharapkan jawaban tidak yang keluar dari mulut Kaiya. Tapi kalau pun benar ... Setidaknya Kaiya harus memohon ampun padanya, karena dengan begitu ia bisa memaafkan dan mereka bisa memulai lagi dari awal, karena ia amat mencintai gadis ini.

Kaiya mencoba menundukkan kepala tapi tangan kekar Ginran terangkat dengan cepat menyentuh dagunya, memaksanya untuk menatap pria itu.

"Tatap aku, kalian melakukannya?" tekan Ginran lagi. Kaiya terpaksa menatap pria itu dengan berani agar jawabannya nanti dapat di percaya.

"Mm." jawabnya enteng. Tak butuh lama bagi dirinya buat menjawab.

Seketika itulah pertahanan Ginran mendadak runtuh. Ia memejamkan matanya dan berusaha mengatur nafas. Tidak mungkin, tidak mungkin ini terjadi. Kaiya dan pria itu... ia menatap Kaiya lekat-lekat. Gadis polos yang mati-matian ia jaga dulu, gadis itu ...

Ginran menggertakan gigi. Rahangnya mengeras, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Suasana hatinya jauh berubah dan aura gelap dalam dirinya keluar. Hatinya serasa di tusuk-tusuk ribuan jarum. Ia meninju tembok berkali-kali sampai buku-buku tangannya berdarah, melampiaskan kemarahan dan rasa frustasinya yang amat besar.

Kaiya yang masih berada dalam kungkungannya mencoba menghentikan tapi tangannya langsung di hempas kasar oleh Ginran hingga dirinya tersungkur ke lantai.

Kaiya menahan diri untuk tidak menangis. Ia melihat jelas ekspresi terluka Ginran saat menatap lelaki itu.

"Kenapa kau menghilang waktu itu? tanpa penjelasan." tanya Ginran lagi. Sorot matanya dingin.

Kaiya menyembunyikan tangannya yang mulai gemetar saat mendengar pertanyaan Ginran. Ia paling benci pertanyaan tentang masa lalu. Namun disisi lain, ia tidak bisa menyalahkan pria itu. Ginran tidak bersalah. Ia tidak tahu apa-apa.

Kaiya meremas bajunya kuat-kuat, mencoba menenangkan diri dan berusaha supaya terlihat biasa saja di depan lelaki itu.

"Aku hanya ingin cari suasana baru." jawabnya enteng.

Ginran terdiam sebentar, lalu tertawa keras sesudahnya. Cari suasana baru? Huh!

Tawa keras Ginran terdengar menyeramkan, membuat Kaiya tertegun menatapnya. Sungguh, ia sudah tidak melihat Ginran yang dulu yang selalu tersenyum, menggodanya dan bersikap lembut padanya.

Pandangannya berpindah ke depan pintu ruangan itu dan mendapati dua sosok lainnya yang ia kenal sudah berdiri di ambang pintu itu. Entah sejak kapan mereka berdiri di sana.

Jiro ... Naomi ...

Lirih Kaiya dalam hati. Mereka berjalan masuk dengan langkah pelan. Kaiya masih setia di lantai tanpa ada niat berdiri. Ia sengaja menundukkan wajahnya karena tak mampu menatap mereka.

"Jadi selama ini kamu anggap persahabatan kita nggak ada artinya?"

Jiro mengangkat suara menatapnya. Ia dan Naomi ikut mendengar jawaban Kaiya tadi ketika Ginran bertanya. Terus terang mereka terluka.

Ginran yang sudah tidak tahan lagi mengusap wajahnya kasar lalu memilih keluar. Ia tidak mau melihat gadis itu sekarang. Ia pikir Kaiya akan meminta maaf dan memohon ampun padanya, tapi kenyataannya tidak.

Naomi dan Jiro tidak menahannya. Mereka tahu Ginran butuh waktu menenangkan diri. Di antara mereka semua pria itulah yang paling terluka. Waktu tiga tahun yang ia habiskan menunggu dan mencari gadis itu rasanya seperti terbuang percuma. Tak ada hasil yang pria itu inginkan. Yang ada hanyalah, mereka melihat Kaiya yang berubah drastis dari Kaiya yang dulu.

Jiro kembali menatap ke bawah pada Kaiya yang terus menunduk. Jelas saja mereka tidak tahu kalau Kaiya sebenarnya sedang berusaha keras menahan tangis.

"Lo berubah." gumam Jiro pelan. Wajahnya terlihat sangat kecewa.

"Lo sama aja dengan wanita lain yang egois dan murahan." tambahnya sengaja melukai gadis itu.

Kaiya menggigit bibirnya. Ia memang pantas mendapat makian itu. Ia sendirikan yang membuat mereka memandangnya begitu.

Jiro masih ingin menambahkan namun Naomi menahannya. Mereka semua sudah dewasa. Naomi ingin mereka tidak saling melukai seperti ini. Tidak mau mereka saling menyakiti. Apalagi Kaiya pernah menjadi seseorang yang amat penting dalam hidup mereka. Dulu, mereka semua sangat menyayanginya. Bagi mereka, Kaiya adalah gadis yang sangat menarik dengan segala kepolosan dan kekurangannya. Naomi menatap Kaiya yang terus menunduk.

"Kamu baik-baik saja kan beberapa tahun ini?" tanyanya lembut.

Tak ada jawaban. Kaiya tak bersuara sedikitpun, hanya menunduk dengan wajah ditutupi rambut. Emosi Jiro bangkit begitu melihat sikap cuek gadis itu dan langsung menendang meja saking kesalnya. Kaiya sampai-sampai tersentak kaget.

Braaakkkk!!!

"Cepet ngomong brengsek, memangnya Lo nggak punya mulut, huh?!" teriak lelaki itu marah.

"Jiro stop!" sergah Naomi memberi peringatan. Jiro mendengus keras.

"Kita pergi saja dari sini." kata Naomi lagi. Matanya melirik Kaiya sebentar,

"Kamu cepat balik ke lapangan." katanya lalu berbalik keluar dengan menarik lengan Jiro yang masih enggan pergi dari situ.

Setelah kepergian mereka, air mata Kaiya langsung menetes dari pipinya. Rasa bersalah, sedih dan tidak berdaya bercampur dalam pikirannya. Ia menangis dalam diam sambil memeluk lututnya.

Kaiya juga sangat merindukan mereka. Sayangnya semuanya sudah berubah. Ia ingin menjelaskan yang sebenarnya tapi bibirnya kelu. Ia hanya bisa terdiam didepan mereka. Ia terlalu takut untuk memberi penjelasan dan menceritakan yang sebenarnya.

Sekarang ini ia harus menanggung semua kesalahan yang sudah ia lakukan. Seseorang sepertinya tidak pantas mendapatkan teman sebaik mereka, seperti yang kakaknya bilang, ia tidak berhak bahagia. Tidak berhak menerima kasih sayang orang lain, itu hukumannya.

                                  ***

Jam menunjukkan sudah pukul tujuh malam, kegiatan orientasi telah berakhir, semuanya sudah boleh pulang. Meski begitu, banyak yang masih betah berlama-lama dikampus besar itu hanya karena ingin berfoto-foto ria dengan senior-senior yang mereka sukai, termasuk Lory dan Kaiya.

Sebenarnya Kaiya tidak mau berfoto-foto. Ia ingin pulang saja, apalagi gadis itu sudah tidak mood semenjak pertemuannya dengan para teman lamanya tadi.

Namun Lory terlalu aktif menariknya sana-sini sampai-sampai dirinya harus ikut-ikutan berfoto dengan senior atau siapapun itu yang tidak dia kenal. Kaiya ingin cepat pulang sekarang, bukan memasang topeng bahagia di depan orang-orang ini

"Kak Jiro!"

Jiro dan Naomi sama-sama menoleh ke arah panggilan itu, di sebelah mereka berdiri Ginran yang tampak berpikir dengan kedua tangannya terlipat di dada. Ekspresinya tentu saja dingin seperti biasa.

Jiro mengangkat wajah menatap lurus ke orang yang memanggilnya. Keningnya berkerut.

Ia melihat ada Kaiya di sana, di sebelah gadis yang memanggilnya.

Kaiya merutuk dalam hati, kenapa Lory malah memanggil Jiro sih? Dia jadi merasa serba salah sekarang dan canggung tentunya.

Kaiya menggaruk tengkuknya salah tingkah, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Lory sudah buru-buru menarik tangannya.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Kaiya ... kalo emang apa yg Ginran bilang itu bener .... waaaaahh ... jangan di lepas deh cowo langka spt itu ....

2024-12-25

1

kadek15

kadek15

penasaran dg massa lalu tokohnya

2024-12-06

0

Lina aja

Lina aja

ada misteri apa sih

2025-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!