Bab 3. Penyesalan

Riuh bisingnya suara murid-murid lain yang ada di lapangan, seketika menyita perhatian seluruh murid yang masih berada di dalam kelas. Beribu tanya mulai terlontar tentang ada apakah yang terjadi di sana? Salah satu murid berlari menuju ruang guru dan segera memisahkan 2 murid yang tengah berkelahi.

"Ada yang ribut. Tuh lagi adu tinju." Celetuk Rangga yang kebetulan kembali ke kelas karena sudah bosan menonton.

"Siapa Ga?" Tanya Febby begitu penasaran. Karena selama hampir setahun Ia bersekolah di sana, Ia tak pernah mendengar keributan apapun. Dan secara tiba-tiba, seisi sekolah dibuat geger dengan adanya perkelahian yang terjadi di lapangan.

"Wihhhh besar juga nyali anak baru itu." Ujar Rega dengan santainya duduk di samping Febby yang masih berdiri ingin tahu siapa orang yang membuat keributan itu.

"Memangnya siapa anak baru itu Ga?"

"Nanya ke siapa, Febby?" Rega dan Rangga bertanya dengan serentak sehingga Febby menoleh dan tertawa kecil dibuatnya.

"Yang mana aja. Mau Rangga atau Rega. Yang jelas aku butuh jawaban."

"Kata teman sekelasnya, dia itu dari keluarga Arvasatya." Jawab Rega sedikit menjelaskan hal yang Ia dengar.

"Tahu dia dari keluarga Arvasatya itu dari siapa?" Tanya Febby lagi.

"Semua keluarga Arvasatya itu punya nama belakang yang sama. Ya itu. Makanya aku pernah nanya ke kamu, kamu itu anak siapa kok nama belakangnya Arvasatya."

"Iya tapi gak semuanya kan? Bisa aja nama aku sama dengan nama orang lain. Kayak kamu sama Silva. Nama belakang kalian sama-sama Radipta. Padahal kalian gak sekeluarga, kan?" Sejenak Rega terdiam dan berpikir sesaat seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Iya sih. Sudahlah gak penting. Yang penting, nanti kalau udah lulus, kita kuliah bareng, terus nikah! Ya?" Ucap Rega begitu antusias. Ia tak bosan-bosan menjahili Febby dan menggodanya. Namun, entah karena dorongan apa, Rega seakan tak bisa melewati batas pertemanan mereka. Selain karena paras Febby yang terbilang cantik, Rega juga merasa bahwa Febby bukanlah gadis biasa. Dengan arti, Febby adalah anak dari keluarga terpandang. Ia memang belum memiliki bukti, tapi dari auranya, Febby seakan memang berasal dari keluarga ternama.

...****************...

"Luna.... kau melamun lagi?" Tegur Airin saat menyadari jika celotehannya tak di dengarkan oleh Laluna.

"Maaf Airin. Aku tak fokus. Jadi, apa tadi?"

"Tidak jadi! Kamu mikirin apa lagi sih? Pacar gak punya, calon suami apa lagi." Ejeknya menahan dagu tepat di depan Laluna. Dengan begitu, Ia leluasa menatap mata sahabatnya agar tidak terus mengelak jika ditanya tentang masalah pribadinya.

"3 hari lagi keponakanku ulang tahun. Apa yang harus aku berikan ya? Semua keperluannya sudah aku penuhi." Jawab Laluna masih begitu bimbang.

"Kau tanya saja apa yang dia inginkan di hari ulang tahunnya."

"Itu bukan kejutan namanya."

"Lalu untuk apa memikirkan kejutan, sedangkan kau sendiri tak tahu harus memberikan apa. Lebih bagus sih kau memberikan Uncle untuknya." Lagi, Airin mengejek dengan sedikit terkekeh.

"Mohon perhatian semua! Seusai jam istirahat, kita ada audit dengan direktur utama dan bos besar. Diharapkan area kerjanya rapi, dan tidak berantakan." Ucap seseorang yang dikenal sebagai supervisor di departemen yang Laluna tempati.

"Bos besar? Pak Reindra mungkin?" Gumam Laluna yang menebak kemungkinan. Bukan tanpa alasan Laluna berpikir Reindra yang akan datang. Karena selama ini, yang mereka kenal sebagai bos besar adalah Reindra saja. Baginya, Fabio sudah mati ditelan bumi sejak 11 tahun yang lalu. Ia sempat resign dan istirahat selama 2 tahun, lalu kembali bekerja di perusahaan Arvasatya sampai saat ini, dan tak menemukan tanda-tanda kepulangan Fabio.

...****************...

Sesuai jadwal, supervisor menyuruh mereka berbaris menyambut kedatangan bis besar mereka. Laluna tak terlalu memperhatikan karena Ia pikir yang datang memanglah Reindra.

"Selamat siang semuanya." Sapa seorang pria yang tak asing di telinga Laluna. Seketika itu, Laluna mendongak dan terbelalak menatap siapa yang ada di hadapannya saat ini.

"Sa-Sam? Dan Fa-Fabio?" Lirih Laluna mendadak gemetar ketakutan. Meski wajahnya sedikit berbeda, namun tak menutup kemungkinan jika Sammy dan Fabio akan mengenali dirinya.

"Kenapa mereka ada di sini?" Batin Laluna seketika pandangannya menjadi kabur dan akhirnya gelap tanpa cahaya.

Laluna membuka kedua matanya dan mengerjap perlahan mengedarkan pandangan. Ia pikir dirinya aman, namun ternyata Ia mendapati sosok lelaki yang memang tak asing ada di hadapannya.

"Laluna! Akhirnya aku menemukanmu." Pekik Sammy begitu antusias sampai-sampai Ia meraih kedua bahu Laluna dan menatap harap kedua matanya. Manik itu mulai berembun, hingga pada akhirnya embun itu meluruh membasahi kedua pipi Laluna.

"Ini mimpi kan? Ini tak nyata kan? Kenapa kita bertemu? Kak Sam! Kemana saja kau?" Pekik Laluna dengan nafas yang tersenggal. Ulu hatinya mendadak pedih dan tenggorokannya mendadak sakit mengingat begitu teganya Fabio meninggalkan Febby.

"Maaf Laluna. Tuan baru kembali beberapa hari yang lalu. Dia ingin bertemu dengan nona Febby." Perlahan Sammy mencoba menjelaskan berharap Laluna akan mengerti situasi dan maksud Sammy. Sedangkan Laluna, Ia tak langsung menjawab, Ia memilih terdiam menyeka air matanya lalu memalingkan pandangan menghindari kontak mata dengan Sammy.

"Jangan terlalu dekat denganku, Kak. Aku takut jika istrimu akan menyalahkanku."

"Aku sudah bercerai, Laluna. Sebaiknya kau jawab pertanyaanku! Dimana nona Febby? Dimana kalian tinggal? Dan kenapa kau tak tinggal di Villa yang sudah aku siapkan?"

"Untuk apa, Kak? Untuk apa aku tinggal di sana tapi kalian tak ada peduli pada Febby. Dan sekarang, untuk apa Kakak menanyakan keberadaan Febby sedangkan Fabio tak peduli sama sekali?" Pecah sudah tangis Laluna meratapi kemalangan gadis kecil kesayangannya yang sekian lama tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya sendiri.

"Laluna!" Panggil seseorang dari ambang pintu berhasil menghentikan tangis Laluna seketika. Pandangannya mendadak tertuju pada sosok pria yang selama ini ia benci. Tangisnya kembali menjadi saat Fabio mulai berjalan mendekat.

"Laluna. Dimana Putriku?" Tanya Fabio tak langsung dijawab oleh Laluna. Gadis itu terlihat tertawa kecil sehingga Fabio mulai kehabisan kesabarannya. Dengan dingin, Fabio meraih dagu Laluna dan mencengkramnya dengan kuat.

"Katakan padaku dimana Putriku? Jangan menguji kesabaranku, Laluna. Aku tak akan segan padamu meskipun kau adik Ralisha." Suara Fabio semakin terdengar berat tanda Ia tengah menahan amarah yang ingin meluap.

"Putrimu? Sejak kapan kau mengaku jika keponakanku itu Putrimu? Bukahkah kau sendiri yang memutus ikatanmu dengan Febby? Aku masih heran, kenapa kakakku dulu mau menikah dengan iblis sepertimu." Tanpa segan, Laluna memaki Fabio seakan Ia mengutarakan apa yang selama ini ingin Ia lontarkan.

"Apa penyesalanku terkesan sia-sia? Aku ingin menebus dosaku pada Putriku, dan kau seakan menghalangi dengan dalih aku yang bersalah atas semua penderitaanmu. Aku tahu Laluna. Kau tak bisa kuliah karena harus merawat Putriku, dan aku tahu kalau selama ini kau juga terlalu banyak berkorban untuknya. Jadi, tolong kembalikan Putriku, Laluna." Pinta Fabio merubah nada bicaranya sedikit lirih dan memelas.

"Lantas, kapan aku mengambil Putrimu, Fabio? Kau sendiri yang tak mengakuinya. Bahkan dengan teganya kau mengatakan kepada seluruh dunia bahwa Febby sudah meninggal."

"Aku menyesal Laluna. Aku ingin memperbaiki semuanya. Dia hartaku satu-satunya. Dia belahan jiwaku, pengganti Ralisha."

"Aku tak bisa Fabio." Lirih Laluna kembali menangis pilu.

"Dia Putriku." Tegas Fabio berharap tak ada lagi penolakan dan alasan dari Laluna.

"Dia keponakanku! Aku yang merawatnya dari bayi. Dan aku juga tak bisa hidup tanpanya." Laluna tak kalah menegaskan sisi hati dan perasaannya terhadap Febby.

...****************...

"Keen membuat masalah dan aku harus datang ke sekolahnya, bukankah hal yang bagus? Aku bisa memastikan sendiri siapa anak yang memiliki nama belakang keluargaku. Apa dia memang anak Fabio? Aku harus segera mencari tahu." Gumam Reindra pada dirinya sendiri dengan terus melajukan mobilnya menembus jalanan menuju sekolah Keen.

...-bersambung...

Episodes
1 Prolog
2 Bab 1. Kembali setelah pelarian
3 Bab 2. Sesuatu yang hilang
4 Bab 3. Penyesalan
5 Bab 4. Pemilik nama Arvasatya
6 Bab 5. Ikatan keluarga
7 Bab 6. Permintaan
8 Bab 7. Nama yang sama
9 Bab 8. Cemburu
10 Bab 9. Temu
11 Bab 10. Pertemuan tak terduga
12 Bab 11. Keputusan, dan ucapan istimewa.
13 Bab 12. Rumah
14 Bab 13. Rumah (PART 2)
15 Bab 14. Rumah Utama Arvasatya
16 Bab 15. Kesepakatan dengan Rasya
17 Bab 16. Hadiah untuk Laluna
18 Bab 17. Kekasih masa lalu
19 Bab 18. Sisi Lain
20 Bab 19. Bukan tak peduli
21 Bab 20. Rahasia Rega
22 Bab 21. Berlindung di balik kata baik-baik saja.
23 Bab 22. Putus karena restu
24 Bab 23. Waktu bersama
25 Bab 24. Dinner
26 Bab 25. Batal Dinner
27 Bab 26. Murid pindahan
28 Bab 27. Bukan orang yang sama
29 Bab 28. Malam minggu bersama Papa
30 Bab 29. Liburan
31 Bab 30. Liburan (PART 2)
32 Bab 31. Kembali pulang
33 Bab 32. Tamu tak diundang
34 Bab 33. Haruskah lari dari kenyataan?
35 Bab 34. Masa lalu yang tak bisa diubah
36 Bab 35. Pelarian
37 Bab 36. Kepedulian Keen
38 Bab 37. Laluna dan Dirga
39 Bab 38. Dua Wanita Keras Kepala
40 Bab 39. Lagu untuk Febby
41 Bab 40. Restu Fabio
42 Bab 41. Rundingan
43 Bab 42. Kedatangan Emran
44 Bab 43. Satu sekolah
45 Bab 44. Double date tak disengaja
46 Bab 45. Lampu hijau dari Fabio
47 Bab 46. Acara peresmian
48 Episode 47. Jebakan?
49 Bab 48. Gertakan Sammy
50 Bab 49. Permintaan Seth.
51 Bab 50. Cinta tak terbalas.
52 Bab 51. Pengakuan Febby
53 Bab 52. Diambang kematian
54 Bab 53. "Tolong!"
55 Bab 54. Kesalahan fatal
56 Bab 55. Ketidakberdayaan Qinara.
57 Bab 56. Kebencian Keen.
58 Bab 57. Penyakit Rega.
59 Bab 58. Cinta pertama dan terakhir.
60 Bab 59. Pelukan pertama dan terakhir
61 Bab 60. Pemakaman
62 Bab 61. Kenangan
63 Bab 62. Kecurigaan Laluna
64 Bab 63. Wajah dibalik topeng.
65 Bab 64. Tragedi
66 Bab 65. Kuburan tanpa jasad dan Penyesalan Seth
67 Bab 66. Titip rindu pada rembulan
68 Bab 67. Kegundahan Revian, dan siapa pelakunya?
69 Bab 68. Siapa Putri Fabio?
70 Bab 69. Kemarahan Sammy
71 Bab 70. Pasien kritis
72 Bab 71. Kecemasan Miranda, dan kesadaran Laluna
73 Bab 72. Keinginan Febby.
74 Bab 73. Usaha Dirga
75 Bab 74. Pembuktian
76 Bab 75. Ikatan benang merah.
77 Bab 76. Acara perpisahan Febby
78 Bab 77. Bukan salah orang
79 Bab 78. Fabio dan Danish
80 Bab 79. Pergi dari rumah.
81 Bab 80. Pertemuan haru
82 Bab 81. Kabar tak terduga
83 Bab 82. Kabar tak terduga (part 2)
84 Bab 83. Terungkap
85 Bab 84. Terkepung
86 Bab 85. Ceroboh
87 Bab 86. Masa lalu bukan pemenangnya.
88 Bab 87. Separuh hati, belahan jiwa
89 Bab 88. Tawaran
90 Bab 89. Dua wanita berharga
91 Bab 90. Licik
92 Bab 91. Tiga pasien kritis
93 Bab 92. Jantung hati.
94 Bab 93. Seribu kasih untuk Febby
95 Bab 94. Yang terkasih
96 Bab 95. Duka mendalam
97 Bab 96. Nisan yang bertuan
98 Bab 97. Kembali memulai hidup
99 Bab 98. Meninggalkan kenangan
100 Bab 99. Pindah
101 Bab 100. Episode terakhir
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Prolog
2
Bab 1. Kembali setelah pelarian
3
Bab 2. Sesuatu yang hilang
4
Bab 3. Penyesalan
5
Bab 4. Pemilik nama Arvasatya
6
Bab 5. Ikatan keluarga
7
Bab 6. Permintaan
8
Bab 7. Nama yang sama
9
Bab 8. Cemburu
10
Bab 9. Temu
11
Bab 10. Pertemuan tak terduga
12
Bab 11. Keputusan, dan ucapan istimewa.
13
Bab 12. Rumah
14
Bab 13. Rumah (PART 2)
15
Bab 14. Rumah Utama Arvasatya
16
Bab 15. Kesepakatan dengan Rasya
17
Bab 16. Hadiah untuk Laluna
18
Bab 17. Kekasih masa lalu
19
Bab 18. Sisi Lain
20
Bab 19. Bukan tak peduli
21
Bab 20. Rahasia Rega
22
Bab 21. Berlindung di balik kata baik-baik saja.
23
Bab 22. Putus karena restu
24
Bab 23. Waktu bersama
25
Bab 24. Dinner
26
Bab 25. Batal Dinner
27
Bab 26. Murid pindahan
28
Bab 27. Bukan orang yang sama
29
Bab 28. Malam minggu bersama Papa
30
Bab 29. Liburan
31
Bab 30. Liburan (PART 2)
32
Bab 31. Kembali pulang
33
Bab 32. Tamu tak diundang
34
Bab 33. Haruskah lari dari kenyataan?
35
Bab 34. Masa lalu yang tak bisa diubah
36
Bab 35. Pelarian
37
Bab 36. Kepedulian Keen
38
Bab 37. Laluna dan Dirga
39
Bab 38. Dua Wanita Keras Kepala
40
Bab 39. Lagu untuk Febby
41
Bab 40. Restu Fabio
42
Bab 41. Rundingan
43
Bab 42. Kedatangan Emran
44
Bab 43. Satu sekolah
45
Bab 44. Double date tak disengaja
46
Bab 45. Lampu hijau dari Fabio
47
Bab 46. Acara peresmian
48
Episode 47. Jebakan?
49
Bab 48. Gertakan Sammy
50
Bab 49. Permintaan Seth.
51
Bab 50. Cinta tak terbalas.
52
Bab 51. Pengakuan Febby
53
Bab 52. Diambang kematian
54
Bab 53. "Tolong!"
55
Bab 54. Kesalahan fatal
56
Bab 55. Ketidakberdayaan Qinara.
57
Bab 56. Kebencian Keen.
58
Bab 57. Penyakit Rega.
59
Bab 58. Cinta pertama dan terakhir.
60
Bab 59. Pelukan pertama dan terakhir
61
Bab 60. Pemakaman
62
Bab 61. Kenangan
63
Bab 62. Kecurigaan Laluna
64
Bab 63. Wajah dibalik topeng.
65
Bab 64. Tragedi
66
Bab 65. Kuburan tanpa jasad dan Penyesalan Seth
67
Bab 66. Titip rindu pada rembulan
68
Bab 67. Kegundahan Revian, dan siapa pelakunya?
69
Bab 68. Siapa Putri Fabio?
70
Bab 69. Kemarahan Sammy
71
Bab 70. Pasien kritis
72
Bab 71. Kecemasan Miranda, dan kesadaran Laluna
73
Bab 72. Keinginan Febby.
74
Bab 73. Usaha Dirga
75
Bab 74. Pembuktian
76
Bab 75. Ikatan benang merah.
77
Bab 76. Acara perpisahan Febby
78
Bab 77. Bukan salah orang
79
Bab 78. Fabio dan Danish
80
Bab 79. Pergi dari rumah.
81
Bab 80. Pertemuan haru
82
Bab 81. Kabar tak terduga
83
Bab 82. Kabar tak terduga (part 2)
84
Bab 83. Terungkap
85
Bab 84. Terkepung
86
Bab 85. Ceroboh
87
Bab 86. Masa lalu bukan pemenangnya.
88
Bab 87. Separuh hati, belahan jiwa
89
Bab 88. Tawaran
90
Bab 89. Dua wanita berharga
91
Bab 90. Licik
92
Bab 91. Tiga pasien kritis
93
Bab 92. Jantung hati.
94
Bab 93. Seribu kasih untuk Febby
95
Bab 94. Yang terkasih
96
Bab 95. Duka mendalam
97
Bab 96. Nisan yang bertuan
98
Bab 97. Kembali memulai hidup
99
Bab 98. Meninggalkan kenangan
100
Bab 99. Pindah
101
Bab 100. Episode terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!