20. Apa aku menginginkan anak ini?

"Kamu kenapa?"

"Anakku! Arhhh, S—sakit!" rintih Ervina tidak tahan dengan sakit luar biasa yang melilit perutnya...

Deg!

Mendengar rintihan Ervina dengan darah yang mengalir deras sambil meremas perut membuat jantung Naren berdetak kencang, 'Jangan-jangan!'

Tanpa banyak bicara, Naren yang kebetulan tidak melepas celananya hanya tinggal menarik resleting dan juga menaikkan celana dalam Ervina.

Digendongnya Ervina sambil berlari menuju bawah, Ervina semakin kesakitan dan itu sukses membuat Naren panik.

"Jalan, Pak, Cepat!" teriaknya pada pak supir setelah masuk ke dalam mobil.

"Shhtt, Bertahan, Nak!" lirih Ervina dengan bulir air mata yang jatuh, benar - benar tak bisa lagi menahan air matanya kala membayangkan janin yang ada di perutnya harus pergi.

Ervina baru tau jika dirinya hamil satu minggu terakhir, maka dari itu dia jarang bisa tidur memikirkan nasib anaknya yang pasti tidak diinginkan oleh suaminya.

Namun anak itu membuat hati Ervina menghangat, karena Ervina merasa tidak akan sendiri lagi.

Deg!

ucapan lirih Ervina mampu membuat jantung Naren diliputi perasaan tak menentu, takut, khawatir, sedih dan penuh tanda tanya.

[Anakku? Bertahan, Nak?] ucapan Ervina itu terus berulang di kepala Naren hingga mereka sampai di rumah sakit, dan dengan cepat Naren membawa Ervina menuju UGD.

Tak perduli baju, celana, dan tangannya sudah penuh dengan darah yang terus keluar dari inti tubuh Ervina.

"Dokter, Tolong!" teriak Naren.

Melihat itu, dokter dengan cepat langsung membawa Ervina menuju spesialis kandungan, karena pendarahan Ervina sudah sangat banyak..

Setelah meletakkan Ervina di bangkar tempat tidur, Naren berdiri di tempatnya sambil terus menatap perut Ervina, "Segera periksa, Dok!"..

"Mohon tunggu diluar!" pinta dokter itu.

"Tidak! Saya suaminya! Cepat periksa!" kesal Naren melihat dokter itu tak kunjung menangani istrinya yang jelas-jelas sudah kesakitan.

Dokter itupun mengalah karena melihat keadaan pasien yang mulai tidak baik-baik saja, setelah mendengar isi perut Ervina dengan alatnya, dokter itu membuka paha Ervina yang mulai memeriksa di bawah sana.

"Sakit, Dok, selamatkan anak saya!" lirih Ervina di ambang kesadarannya.

Deg!

Anak saya!

Naren tampak sedikit menarik nafas, 'Jika Vina hamil, lalu siapa ayahnya bayi ini? Saat aku menyentuhnya dia masih perawan, dan jelas aku mengeluarkan di luar!' batin Naren.

Setelah hampir satu jam dokter itu membersihkan tubuh Ervina, "Istri Anda hanya tertidur, dia butuh banyak istirahat dan usahakan jangan sampai banyak pikiran ya, Pak! Dan satu lagi, jangan terlalu sering berhubungan!" ucapnya karena saat membersihkan darah masih jelas tertinggal benih Naren disana.

"Istri saya hamil?" tanya Naren.

Dokter itu mengangguk, "Apa Bapak mau di USG? biar bisa lihat adeknya!" tanya Dokter itu yang melihat Naren seperti baru mengetahui.

Sontak Naren mengangguk.

Dokter itu membuka kembali perut Ervina dan mengoleskan gel lalu mulai menempelkan probe dan bergerak menjadi janin sebesar biji kacang kedelai itu...

"Ini kantungnya, Pak! Ada dua tapi yang satu tidak berkembang!" ucap dokter itu membuat Naren mengernyitkan dahi, "Maksud Dokter?"

"Harusnya kembar, tapi yang satu tidak berkembang jadi tinggal satu saja, ini lo pak yang gak ada kacang ijonya gak berkembang yang ada ini calon jabang bayi, Bapak!" jelas dokter.

"Berapa usia kandungan istri saya?" tanya Naren.

Dokter itu kemudian menoleh pada Naren, "Jika dilihat dari ukuran janin sudah memasuki minggu ke 16, sekitar dua bulan setengah, Pak!" jawabnya

Deg!

"Jelas-jelas aku menyentuhnya dua bulan lalu dan masih virgin!?" gumam Naren.

Dokter itu tersenyum, "Pengantin baru, sering-sering cek ya, usia kehamilan bukan dihitung dari tanggal bapak dan Ibu berhubungan suami istri, namun dihitung dari hari terakhir haid istri bapak, Pak!" jawabnya.

"Jadi, bisa jadi Ibu terakhir haid dua bulan setengah yang lalu!" lanjutnya.

"Apa mungkin dokter, sudah dikeluarkan di luar tetap hamil?" tanya Naren mulai bisa mencerna keadaan mendadak ini.

"Sebelum sperma keluar, biasanya akan mengeluarkan cairan semen, Pak, atau ada percikan yang masuk dulu sebelum sempat di tarik, jadi sangat mungkin hamil walau sudah dikeluarkan di luar, Pak!" jawab dokter itu.

Naren hanya bisa mengangguk sambil mencoba memahami keterkejutannya.

Hingga dokter itu keluar dari ruangan itu, dan Naren menggerakkan tangannya pelan menuju perut Ervina.

Deg!

Ada hangat tersendiri di dalam hatinya saat menyentuh calon anak itu, "Bagaimana bisa!" gumamnya lagi.

Naren hanya bisa duduk di kursi sebelah Ervina sambil terus menyentuh perut yang membuat hatinya bergetar itu, "Anakku?" gumamnya tak percaya.

Tak pernah ada dalam bayangan Naren jika akan memiliki anak dari Ervina, istri yang sangat tidak dia inginkan namun juga menghantuinya dua bulan ini.

Setelah siang pertama itu, Naren begitu terkejut karena telah membobol gawang istrinya, istri yang dia anggap sebagai baby sister anaknya lebih tepatnya.

Pergi dengan emosi dan memilih tidur di perusahaan, karena amarah yang membuncah dalam dirinya.

Namun, sekaligus membuat Naren terus membayangkan nikmatnya mereguk nirwana bersama sang istri, hingga kepalanya dipenuhi adegan dan tubuh Ervina.

Hampir gila!

Naren merasa hampir gila saat bayangan orang yang dia benci memenuhi otaknya!

Hingga Naren memutuskan untuk tidak pulang dan mencoba membuang bayang-bayang Ervina yang masih dia benci.

Berbagai cara dia lakukan sampai bermain wanita, untuk melupakan kenangan dengan Ervina, namun tak pernah berhasil, nyatanya adek kecilnya tak pernah bisa berdiri walaupun bertemu dengan berbagai macam bentuk aset kembar, termasuk yang kata Ervina hampir meletus itu!

Saking besarnya!

Naren frustasi membuang bayang-bayang Ervina!

Dan akhirnya, rasa itu semakin tak karuan, saat hari ini Ervina dengan tiba-tiba mendatanginya, jantungnya juga berdebar kala melihat Ervina untuk pertama kali setelah siang pertama itu.

Namun, ego masih menguasai dirinya! hingga terjadi adu mulit.

Dan Naren lagi - lagi tak bisa menahan diri untuk tidak menikmati tubuh sang istri sekali lagi, namun justru kejadian besar yang dia terima.

Istrinya hampir saja keguguran karena dirinya!

Istri? rasanya Naren masih sangat gengsi mengucapkan kata itu.

Namun bayinya? Naren kembali meraba perut Ervina, 'Apa ini? Getaran apa yang meluluhkan hatiku!' batin Naren.

Sontak Naren tidak bisa menahan getaran hati seolah sangat terikat dengan janin sebesar kacang ijo itu, dan Naren menunduk untuk mencium bagian bawah perut Ervina.

Cup!

Dengan kegalauan yang luar biasa, Naren tetap tidak bisa melepaskan tangannya pada perut Ervina, ikatan batin seorang ayah pada anaknya memang tak bisa dihapus.

Walaupun sebenci apapun sang Ayah dengan Ibu yang mengandung anaknya.

'Apa yang harus aku lakukan? Apa aku benar-benar menginginkan anak ini? Atau aku harus menggugurkan kandungan ini mumpung masih kecil?' batin Naren.

Bersambung...

Huft!

sangat menguras energi nulis sambil emosi ini

like, komen, vote dan gift ya biar author semangat 🤣😍❤

Terpopuler

Comments

ira

ira

sungguh naren gila masa anak sendiri mau dibunuh 😠😠 sayang sekali yang satunya tidak berkembang coba tidak jadi baby twin

2024-11-29

0

Kota bengkulu

Kota bengkulu

hehehe kenapa Thor kok nulis sambil emosi lagi bermasalah juga seperti naren

2024-11-26

0

Saha Weh

Saha Weh

euh dasar otak udang darah daging sendiri mau di bunuh 😠😠

2025-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!