"Sebaiknya benarkah bajumu, sebelum otak anakku terkontaminasi melihat aset murahanmu itu!" sinis Ervina pada wanita itu sambil melirik si kembar yang menyembul tak punya sopan santun.
wanita itu geram dengan ucapan yang Ervina lontarkan, "Jalang murahan sepertimu tak pantas menghinaku!" jawab wanita itu dengan nyalang.
Plak!
Sontak Ervina tak bisa mengendalikan dirinya dan menampar wanita yang sudah menghinanya, 'Sudah berzina dengan suami orang, masih menghina istri sah! Enak aja!' batin Ervina kesal.
Wanita yang ditampar dengan keras oleh Ervina itu tidak terima dan berniat untuk membalas Ervina..
"PERGI!" teriak Naren.
Sontak membuat dua wanita itu menoleh dan menghentikan gerakannya hingga Ervina aman dari balasan tamparan wanita itu.
"Kamu!" tunjuk Naren pada wanita itu, "Pergi sekarang!"
"Tap—"
"PERGI AKU BILANG!" teriak Naren tak ingin dibantah, suasana hatinya langsung tidak baik setelah kehadiran Ervina...
Setelah wanita itu keluar, Naren langsung mengambil remote-nya dan mengunci pintunya dengan remote dari dalam...
Glek!
Membuat Ervina hanya bisa menelan salivanya dengan berat setelah suaminya menatap dirinya dengan nyalang.
"Apa sekarang kau sangat menikmati peranmu sebagai istriku? kau berperan sebagai istri yang cemburu? Ingat ... Kau hanya baby sister putriku!" kata Naren tajam sambil berdiri dan meringsek mendekati Ervina.
Sontak Ervina berjalan mundur seiring langkah Naren semakin mendekat.
"Kalau begitu kita bisa bicara baik-baik, kenapa seperti anak kecil tidak pulang selama dua bulan?" tanya Ervina memberanikan diri, "Anda pikir dengan adanya saya, tanggung jawab Anda sebagai seorang Daddy sudah hilang?" lanjutnya.
"Bukan urusanmu!" desis nya
"URUSAN KU!" teriak Ervina, "Jika karena aku, Anda tidak pulang, maka bebaskan aku sekarang juga biar aku bisa pergi dari mansionmu! Aku sudah muak!" teriak Ervina dengan nafas yang naik turun.
Entahlah, Ervina sendiri tidak tau kenapa dia menjadi sangat emosional semenjak mendapati wanita lain di ruangan suami kontraknya.
Jatuh cinta? Tidak mungkin, bahkan mereka tak pernah bertegur sapa dengan baik selama ini.
Harga diri!
Yah, Ervina merasa harga dirinya sebagai seorang istri harus dijaga walaupun hanya istri di atas kertas.
"BERANINYA KAU MENGATUR KU!" geram Naren pada Ervina.
Wanita di depannya itu sudah sangat melunjak menurutnya, sudah berani berteriak dan berbicara tidak formal dengannya...
"Terserah padaku, aku mau tetap mempertahankan kamu untuk jadi baby sister putriku! Pulang atau tidak pulang juga bukan urusanmu! Suka-suka aku!" lanjut Naren terus meringsek masuk.
"Oh, lupa! Karena Anda asik mencari yang sexy di luar sini bukan? Menyusu pada dada yang hampir meletus itu! ... Tak ada artinya kami daripada dada yang siap menenggelamkanmu itu, Tuan !" sindir Ervina entah kenapa sangat kesal.
Dengan dada naik turun, Ervina berbalik dan berjalan dengan santai menuju pintu yang sudah jelas di kunci oleh Naren.
Ervina jengah!
"BERHENTI!" teriak Naren, "Beraninya kau membalikkan badanmu! Kau masih budak ku yang kubeli!?" lanjut Naren geram dan diraihnya tangan Ervina dengan cepat hingga berbalik dan limbung seketika.
Tubuh Ervina menghantam tubuh kekar Naren.
Dan dengan cepat Naren menarik agar Ervina tidak menjauh, "Tingkahmu benar-benar membuatku geram!"..
"TINGKAH BAPAK YANG MENJIJIKAN! MEMBUATKU MUAL!" hina Ervina yak kalah pedas, "Penjahat kelamin!" desis nya.
Deg!
Sontak Naren terbelalak, "Apa!" pekiknya, "Penjahat kelamin?" ulangnya.
"Lalu apa sebutan suami yang celap-celup diluar mencari yang aduhai dan semokisasi?" tantangnya.
Naren kemudian menyeringai dan detik berikutnya langsung menyambar bibir Ervina dengan brutal, seolah benar-benar ingin menghukum bibir kurang ajar Ervina.
Ervina terus berontak! Ervina jijik membayang bibir yang menciumnya baru saja di kokop wanita lain.
Tidak! Dia tak akan menyerahkan dirinya lagi, pembuktian hanya sekali, tidak untuk kedua kalinya! pikir Ervina.
Merasakan Ervina yang berontak membuat Naren marah, "Aku akan tunjukkan penjahat kelamin yang sesungguhnya!" desis nya sambil membalik tubuh Ervina dengan cepat.
"KAU SALAH MEMILIH LAWAN, Vina!" ucap Naren penuh penekanan juga suara tertahan.
Dan Naren kembali melakukan itu dengan kasar dan tak berperasaan.
Bahkan Ervina merintih kesakitan sepanjang itu, namun tidak Naren gubris sama sekali, justru membuatnya senang
Hingga Naren mencapai puncak nirwananya.
Dan detik berikutnya darah segar mengalir begitu saja dari inti tubuh Ervina.
Dengan Cepat Naren membalik tubuh Ervina yang sudah memucat sambil meremas perutnya, "S—sakit!"
"Kamu kenapa?"
"Anakku! Arhhh, S—sakit!" rintih Ervina tidak tahan dengan sakit luar biasa yang melilit perutnya...
Deg!
Bersambung...
LOH!! Anakku??!! Apakah Ervina hamil?
Naren kau biadab! teganya kau menggauli istrimu dengan kejam lagi!!!
Jangan lupa Follow, like, komen dan Vote anget-anget ya semua biar author semangat menulisnya 😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
ira
jadi benar dugaanku kalau Vina hamil, semoga kandungannya baik-baik aja dan jangan bilang Narendra ini menuduh Vina berselingkuh dan tidak mengakui itu anaknya
2024-11-29
0
ira
dasar nggak sadar diri padahal dia sendiri juga bermulut kurang ajar kalau Vina kan fakta Dia berkata seperti itu
2024-11-29
0
Isna Vania
ervina knpa Gk tinggalin narren, suami yg suka celap -celup
2024-11-20
0