18. Datang ke Perusahaan Naren

Huek! Huek!

"Nyonya!" pekik Bi Arum mendekati Ervina yang tengah mengeluarkan isi perutnya di wastafel kamar mandi sebelah pantry, "Nyonya, masuk angin?" tanyanya.

"Mungkin iya, Bi ... Minta tolong nanti kerik punggung saya ya, Bi!" pinta Ervina.

"Baik, Nyonya!"

"Antar Na ke kamar, Bi ... Minta tolong lanjutkan brownies saya!" ucapnya yang terlihat sudah pucat dan dingin.

Bi Arum dengan cepat membawa Ervina kembali menuju kamarnya dan merebahkan di atas ranjangnya, "Biar saya saja, Nyonya, yang jemput Non Calisha!" ucap Bi Arum.

"Iya, Bi!" jawab Ervina sambil menutup matanya.

Ervina merasa semuanya berputar di depan matanya, kepalanya berat dan berkunang-kunang.

"Jangan banyak begadang, Nyonya, jadinya kan masuk angin! Sini, Bibi kerik sebentar!" tawar bi Arum, sedangkan Ervina yang merasa tubuhnya tak enak hanya bisa bergerak untuk berbalik.

Membiarkan Bi Arum mengerik punggungnya, berharap reda pening di kepalanya itu.

"Kenapa sekarang Nyonya, selalu tidak bisa tidur?" tanya Bi Arum, "Apa karena, Tuan Naren?"

Ervina tampak diam dan menghela nafas, "Dua bulan dia tidak pulang, Bi, setelah kejadian itu!" jawab Ervina, "Na kasihan dengan Calisha, walau tidak pernah bertanya tentang Daddy nya, dia pasti juga mencari!" lanjutnya.

"Apa Nyonya sudah pernah ke perusahaan?" tanya Bi Arum.

Ervina menggeleng, "Belum pernah, Bi!" jawab Ervina jujur.

Ervina sejujurnya ingin sekali menemui Naren di perusahaan, hanya untuk meminta Naren sesekali saja bertemu dengan Calisha, walaupun Calisha membutuhkan Mommy, dia juga membutuhkan Daddy nya, namun Ervina takut.

Ervina juga ingin memastikan kelanjutan mereka! perjanjian itu telah Naren langgar, apakah Ervina tetap harus mematuhi perjanjian itu!

Namun Ervina tidak memiliki keberanian itu.

"Sudah, Bi! Kepala saya sudah lebih baik setelah Bibi kerik!" ucapnya sambil berbalik dan duduk membenarkan bajunya

"Istirahat, Nyonya!"

"Tidak Bi, sudah enakan saya mau jemput Calisha saja!" jawab Ervina yang sudah langsung enak dan bisa bersendawa setelah Bi Arum kerik.

Bi Arum hanya bisa mengangguk, karena jika dirinya masuk angin juga selalu enakan setelah di kerik punggungnya.

Setelah itu, Ervina langsung bergegas menuju sekolah Calisha bersama supir, Ervina berfikir jika dirinya akan menunggu di mobil saja karena kurang enak badan.

Hari-harinya kini di penuhi tanya besar!

Suaminya tak terlihat sejak mereka melakukan penyatuan dua bulan lalu, namun uang nafkah selalu di bayarnya sebesar 800 juta bersama dengan keperluan rumah dan dapur.

Naren tak pernah mengurusi rumah lagi, semua diurus oleh Ervina.

Perkataan Naren pada saat itu selalu membayangi Ervina, 'Apa kamu begitu bencinya, sampai benar-benar merealisasikan ucapanmu yang katamu aku menginginkan posisi Nyonya besar? Padahal aku tidak menginginkan ini semua, Tuan ...' batinnya.

Rasa sakit itu sudah Ervina lepaskan sejak dia memutuskan untuk sekali lagi bertahan demi Calisha, namun setiap hari dalam penantian tanpa bisa berbuat apa-apa membuat Ervina semakin tak karuan, Ervina dilema.

Ervina ingin memastikan sesuatu!

Jika karena Ervina Naren tidak pulang, lebih baik dirinya yang pergi, karena Calisha pasti lebih membutuhkan Daddy kandungnya! pikir Ervina.

Tok! Tok! Tok!

Hingga tanpa sadar Calisha sudah mengetuk jendela mobil yang dinaiki Ervina, "Mommy, Buka!" riangnya.

Ervina kemudian membuka pintu dan meraih Calisha masuk dalam pelukannya, "Bagaimana sekolah Sha, hari ini?"

"Happy, Mommy Na! Yuk, Sha sudah gak sabar makan brownies buatan Mommy Na!" ajak Calisha pulang karena sudah dijanjikan brownies oleh Ervina.

Ervina kemudian tersenyum, "Bagaimana kalau di ke perusahaan Daddy? Kita makan brownies bersama!" tawar Ervina...

"Wah ide bagus, siapa suruh Daddy kerja terus sampai lupa rumah ya, Mom!" seru Calisha senang.

"Betuls!" jawab Ervina kemudian bicara dengan pak supir, "Ke perusahaan Tuan Narendra, Pak!"

"Baik, Nyonya!"

Dan mobil itu melaju menuju perusahaan dengan 32 lantai, dimana tempat Narendra selama ini bekerja.

Mobil itu berhenti tepat di depan loby perusahaan dan mereka berdua turun, tentu saja semua orang mengenal siapa Calisha karena sering diajak oleh Naren ke Perusahaan, sehingga tidak ada yang menghentikan mereka.

"Ayo langsung ke lift, Mommy Na, ke lantai 31!" ajak Calisha.

Ervina hanya mengangguk dan mengikuti putrinya sambil memendam kekagumannya pada perusahaan suaminya itu.

Hingga lift membawa mereka ke lantai 31 dan terbuka dengan selamat, lantai 31 hanya dihuni presiden Direksi berserta jajarannya, asisten pribadi dan sekertaris.

Dan saat pintu itu terbuka, Bagas kebetulan sedang ada di depan lift dengan mata terbelalak, "N—nyonya, ada apa anda datang kemari?" tanya Bagas terkejut.

Hmmm!

"Membawa kue, Calisha akan makan brownies buatan Mommy dengan Daddy, Om Bagas!" potong Calisha sambil berjalan menuju ruangan direktur.

Bagas mulai panik dan menyusul Calisha, "Tapi Daddymu sedang sibuk, Sayang!"

"Bekerja terus Daddy ini, Om! Sha mau jemput!" kesal Calisha karena Bagas berusaha menghentikan Calisha.

Dan setelah beberapa meter sebelum pintu ruang presiden direktur, Bagas menyambar tubuh Calisha, "Sha tau, poppy sudah rindu dengan Sha! Kita kunjungi dulu anak Poppy gimana? Biar Mommy dan Daddy tunggu Sha dan Om liat anak si Poppy!"

"Poppy punya anak, Om?" ucap Calisha terkejut. Poppy adalah kucing yang selalu bermain dengannya di rooftop dulu setiap main ke sini.

Naren sengaja meminta office girl untuk merawat Poppy.

Bagas kemudian mengangguk, "Ayo, liat poppy!" seru Bagas membawa Calisha pergi menjauhi ruangan Naren.

Sedangkan Ervina yang tidak tau apa-apa memilih masuk begitu saja dengan menenteng papar bag berisi brownies buatan para maid tadi siang.

Cklek!

Deg!

Ervina mematung di pintu dengan jantung berdetak tak karuan saat melihat Naren sedang duduk di kursi kebesarannya dengan seorang perempuan berpakaian kurang bahan duduk di meja menghadap Naren tengah saling kokop meng-kokop.

Naren kemudian mendorong wanita di depannya dan menatap Ervina dengan tajam, "Beraninya kamu!"

Kali pertama pertemuan mereka setelah dua bulan lamanya, membuat jantung Ervina dan kaki Ervina seolah tak bisa bergerak.

'Mungkin ini alasannya Bagas mengamankan Calisha!' batin Ervina sesak.

Wanita mana yang tidak sakit hati melihat suaminya tengah mencumbu wanita lain!

"HE, WANITA KURANG AJAR! PERGI! JANGAN GANGGU KAMI!" teriak wanita itu dengan kesal karena didorong oleh Naren karena kedatangan Ervina.

Mendengar teriak itu membuat Ervina kesal, jika Naren mungkin ada hak membentaknya, tapi wanita murahan yang meng-kokop suaminya itu tak ada hak sama sekali! pikir Ervina.

Ervina menyeringai dan mendekati mereka sambil meletakkan brownies itu di meja sofa, "Calisha ingin makan brownies dengan Daddynya!" lirihnya kemudian mendekati wanita yang berteriak padanya itu.

"Sebaiknya benarkah bajumu, sebelum otak anakku terkontaminasi melihat aset murahanmu itu!" sinis Ervina pada wanita itu sambil melirik si kembar yang menyembul tak punya sopan santun.

Plak!

Bersambung...

Woy siapa yang di tampar ini? awas kalau Naren yang tampar Ervina, author sunati sampe ujung! Titik.

Terpopuler

Comments

Animama Adel Fauziah

Animama Adel Fauziah

katanya anti perempuan thoor....lha kog...

2024-12-06

0

Isna Vania

Isna Vania

bahasa mana Thor , kokop - mngkokop /Smirk/

2024-11-20

0

ira

ira

itu katanya di awal tadi narenda tidak tertarik untuk berdekatan dengan perempuan lah ini apa kokop mengkokop😏😏😏😏 sudah jelas yang murahan di sini itu adalah Narendra

2024-11-29

4

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!