17. Sekali lagi.

Deg!

Rupanya Bi Arum!

"Bibi!" pangilnya saat mata mereka bertabrakan, membuat Bi Arum tergopoh menghampiri ranjang dan langsung membungkus tubuh Ervina, "Nyonya!" lirihnya.

"Sakit, Bi!" ucap Ervina menerima pelukan dari wanita paruh baya itu.

"Yang sabar, Nyonya!" ucap Bi Arum yang tau telah terjadi gempa hebat sebelumnya, karena dia berpapasan dengan Naren yang terlihat keluar rumah dengan penuh amarah sepulang menjemput Calisha.

Sebab itu, Bi Arum membawa Calisha ke kamar dan meminta maid yang sebelumnya mengurus Calisha membantu, Bi Arum ingin melihat Ervina.

Juga Bi Arum tak ingin Calisha melihat hal yang buruk terjadi pada Mommynya, maka itu Bi Arum tergopoh menuju kamar Ervina.

"Dia merenggutnya, Bi!" tangis Ervina kembali pecah.

Bi Arum hanya mengangguk dan menenangkan Nyonya-nya dengan pelan hingga Ervina sedikit lebih tenang, "Bibi bantuin mandi ya, Nyonya, Nona Calisha sudah pulang!" izin Bi Arum.

Ervina kemudian tersadar akan sesuatu!

Putrinya jangan sampai melihatnya seperti ini!

Ervina mengangguk dan bergegas duduk sambil meringis, "Pelan-pelan, Bi, sakit!" ucapnya dan Bi Arum dengan pelan memapah Ervina menuju kamar mandi.

"Au! Shhht— " rintihnya saat perih luar biasa pada inti tubuhnya saat melangkah menuju kamar mandi.

Bi Arum dengan sabar dan pelan hanya bisa memapah menuju bath up dan mengisi dengan air hangat agar Ervina lebih rileks yang mengurangi rasa sakit, Bi Arum sangat tau apa yang dibutuhkan Ervina sebab dirinya pernah mengalami dan merasakan sakitnya saat malam pertamanya.

Itupun suami Bi Arum hanya seorang tukang becak, tidak memiliki badan se-kekar dan sebesar Tuan Naren, tentu bagian itu juga berpengaruh.

Ditambah Naren memiliki keturunan blesteran Indo- Belanda yang memiliki badan tegap dan tinggi besar, tentu bagian bawah tidak mungkin mungil dan bantet bukan?

Sudah pasti juga mengikuti tubuhnya!

Melihat banyaknya bekas darah dan juga bengkak di bagian bawah Ervina, Bi Arum tentu tau sesakit apa tubuh kecil Ervina dibobol oleh benda sebesar.... Entahlah, pikir Bi Arum.

Tidak pantas rasanya membayangkan milik Tuannya! pikir Bi Arum merinding memikirkan sakitnya inti Ervina.

"Kenapa Bi, kok menggeleng?" tanya Ervina.

Bi Arum tersenyum sedikit, "Tidak ada, Nyonya! Saya ambil pakaian ganti terlebih dahulu dan berendamlah Anda, Nyonya!" pamit Bi Arum.

Ervina kemudian mengangguk dan Bi Arum menuju wal in closed sambil meminta beberapa maid mengganti seprai dan selimut kamar Ervina.

Setelah itu, Bi Arum kembali ke kamar mandi dan membawa Ervina untuk duduk di closed, karena rasa sakit itu sudah sedikit reda sepertinya.

"Nyonya, saya bawa salep! Ini akan sangat membantu pemulihan milik Nyonya yang bengkak, saya bantu pakaikan ya, Nyonya!" ijin Bi Arum.

Ervina kemudian mengangguk sebab dia tau tak bisa menjangkau miliknya sendiri, dan Ervina tidak malu jika dengan Bi Arum.

Bi Arum pernah memandikan dirinya juga saat tragedi penyiksaan padanya waktu itu, "Iya, Bi!" jawabnya memberikan jalan.

Dan Bi Arum langsung mengoles sedikit salep pada milik Ervina yang memerah dan bengkak itu, "Sakit ya, Nyonya?"

Ervina menggeleng, "Sudah lebih baik, Bi!".

Setelah itu, Ervina keluar dan kembali tidur di ranjangnya yang sudah bersih, karena Ervina masih tidak bisa berjalan lama.

Sakit dan perih!

"Silahkan istirahat, Nyonya, biar saya yang menjaga Non Calisha hari ini!" ucap Bi Arum.

Ervina mengangguk, "Terima kasih, Bi!"

Bi Arum kemudian keluar dari kamar Ervina dan Ervina memilih memejamkan matanya, tubuhnya lelah hari ini setelah berjalan sejauh lima kilometer, dirinya membuat brownies, dan harus berakhir olahraga tanpa busana dengan Naren.

Kantuk tiba-tiba menggelayuti matanya!

Hingga tanpa Ervina sadar, dia telah tidur sampai malam datang tanpa memakan apapun sejak siang, dan terbangun karena merasakan perutnya tertimpa sebuah tangan.

Dengan cepat Ervina bangun dan menatap seseorang yang sedang tidur memeluk dirinya erat, "Sayangku, Anak mommy Na yang paling cantik, tidur yang nyenyak ya!" ucapnya sambil mengusap lembut puncak kepala putrinya penuh sayang.

"Terima kasih telah hadir di hidup, Mommy!" lanjutnya.

Calisha-lah satu-satunya yang membuat Ervina bertahan di mansion ini, hatinya seolah tertaut dengan putri kecil yang selama tinggal disini terus mengekorinya.

Setelah penghinaan Naren tadi, bahkan saat dirinya sudah memberikan semuanya membuat Ervina berfikir untuk pergi dari Mansion ini, kabur untuk memulai hidup baru, tak peduli dengan Ayah dan kakaknya jika harus berurusan dengan Naren.

Mereka terlebih dulu sudah tega dengan Ervina dan Ervina memilih untuk hancur bersama, bukan hanya dirinya yang harus menanggung seorang diri.

Namun, Calisha yang terus membayanginya, gadis kecil itu membuat Ervina tak tega untuk meninggalkan dirinya.

Ervina takut menyakiti hati kecil gadis itu!

"Sekali lagi, Mommy akan bertahan karenamu, Sayang!"

Bersambung....

Jangan lupa Follow author, like, komen dan vote anget-anget biar author semangat 45 💪💪😍

🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

Terpopuler

Comments

Kusmia Mia

Kusmia Mia

guoblkkkkk jd org...ihhh ka u
authorrr...knp tokoh cewek dibikin lemah bin goblokkkkk....

2025-01-20

0

Saha Weh

Saha Weh

emang ga bisa nolak apa ..maunya aja di biarin di gasak😠😠

2025-01-24

0

ira

ira

biar ini malah travelling otaknya 🤣🤣🤣🤣

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!