"Walaupun bekas, setidaknya aku harus mencicipi wanita murahan yang aku beli!" desisnya di telinga Ervina.
Deg!
'BEKAS!' batin Ervina marah, Naren benar-benar keterlaluan, "Bahkan jika saya sudah bekas, Saya masih terjual mahal, bukan?" tantangnya.
Dan benar! Naren dengan cepat mendorong tubuh Ervina yang masih memegang dress-nya hingga terlempar ke lantai dan Ervina jatuh diatas ranjang.
Dengan Naren yang dengan cepat menindih tubuh Ervina.
"Dan aku tertipu dengan membelimu mahal!" marah Naren, "Maka, kau akan menyesal telah mempermainkan aku!" desisnya dengan aura dominan menyeruak.
Dan dengan cepat Naren meraup bibir ranum Ervina dengan kasar!
Yah, kasar dan menuntut, tak ada cinta hanya ada amarah dalam setiap gerakan Naren.
Hingga Ervina hanya bisa menutup mata dan berusaha meraup oksigen yang tiba-tiba hilang dari indra penciumannnya.
Dengan derap jantung Ervina menggila, dia memilih membiarkan tubuhnya dalam kuasa Naren, benar-benar membiarkan semua yang Naren lakukan.
Toh, Naren adalah suami sahnya!
Selain itu Ervina ingin membungkam mulut Naren dengan kenyataan dan biar dia buktikan sendiri jika sudah bekas atau masih tersegel.
Ervina membiarkan suaminya mengambil mahkota miliknya.
Dan Ervina berhasil!
Mahkotanya dipersembahkan untuk suami sahnya, namun tidak dengan cintanya.
Karena persembahan yang Ervina berikan untuk sebuah pembuktian bukan atas nama cinta dan kewajiban.
Berbeda dengan Ervina yang menutup mata karena perih luar biasa, mata Naren justru membola saat menyadari dirinya telah mengambil mahkota milik istri yang dibelinya.
Yang sebelumnya Naren tak sudi menyentuh tubuh itu!
"Kamu masih perawan? Kamu menjebakku?" pekik Naren.
Mendapatkan mahkota Ervina justru membuat Naren marah karena merasa di jebak oleh Ervina, "Kenapa tidak bilang kalau masih perawan!" geramnya.
"Apa Anda akan percaya pada saya, Tuan?" jawab Ervina kemudian dengan ekspresi datar.
Hal itu membuat Naren kesal, marah, bingung bercampur jadi satu dan memilih untuk terus menghajar Ervina menuntaskan hasratnya sekaligus menuntaskan amarahnya pada Ervina.
Menyisakan Ervina yang terus menahan kesakitan dalam dirinya akibat kekasaran Naren beserta ucapan pedasnya mengiring aktifitas mereka.
Pembuktian yang Ervina yakin bisa membungkam pedasnya mulut Naren, justru semakin membuat Ervina hancur!
Hancur lebur!
Hatinya telah babak belur bersama dengan tubuhnya yang juga tak karuan, remuk redam hingga titik tertinggi Naren ditandai dengan erangannya.
Erang Naren sambil dengan cepat melepaskan miliknya hingga cairan itu berhamburan mengenai tubuh dan sprai Ervina.
Aku tidak sudi menanam benih ku pada rahim murahanmu!"
Deg!
Seketika kepala Ervina terasa berputar dan menggelap, jantungnya berderu kencang bersama dengan air mata yang tak bisa Ervina tahan.
Ucapan Naren seperti hantaman telak di ulu hatinya!
Penghinaan setelah memberikan semua miliknya jauh lebih sakit daripada ketika belum pernah disentuh!
'Tak ada gunanya! Aku tetaplah sampah dimatamu, Tuan!' batin Ervina sambil menatap suaminya yang langsung berdiri dan memakai kembali pakaiannya.
Pandangan nanar itu mengantarkan Naren keluar dari kamar Ervina tanpa sepatah kata, karena emosi masih mendominasi Naren, namun sakit hati menggerogoti habis hati Ervina saat itu.
Ervina ditinggalkan begitu saja dengan cacian dan hinaan, itu sukses membuat Ervina benar-benar merasa seperti wanita murahan yang baru saja melayani tamunya.
TEGA!
Ervina hanya bisa menutup mata membiarkan kedua matanya basah akibat kekerasan lahir dan batin yang kini dia terima, bahkan hanya untuk sekedar menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya saja Ervina tak sanggup.
Biarlah seperi ini!
Sebentar saja!
Ervina butuh waktu untuk bisa mencerna kejadian demi kejadian yang mendadak yang membuatnya kehilangan mahkota dengan sangat tragis.
"Pembohong!" ketus Ervina sambil tertawa menyedihkan dengan air mata yang masih tak mau berhenti, "Kata Tuan tubuh krempeng ini tak bisa mempengaruhimu!" gumamnya menyeringai.
"Ternyata doyan juga!" lanjutnya kembali menutup matanya.
Ervina membiarkan kehancuran merasuki hatinya, agar hati itu mati rasa seiring dengan semua perlakuan yang Naren lakukan...
Cklek!
Hingga Ervina mendengar pintu kamarnya kembali terbuka, membuatnya langsung membuka mata lebar!
Deg!
Bersambung...
Kamu pikir Ervina sudi!!!!! dasar duda kejam😡
pokok author kesel, hanya itu yang author tau...
Jangan lupa Follow author, like, komen ya, vote juga hayo biar author semakin semangat 💪💪🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
ira
tuh kan betul si Narendra menjilat omongannya sendiri dasar pembohong 😠🗡️
2024-11-29
0
ira
ingin ku potong tuh mulut pedasnya Naren 😠😠🗡️🗡️🗡️🗡️
2024-11-29
0
ira
pengen kuhajar rasanya Narendra ini 😠😠😠
2024-11-29
0