15. Penghinaan Naren.

Bagas bergidik, sekaligus merasa bersalah tidak menjelaskan secara rinci maksudnya dengan uang masaknya!

'Bagaimana ini, Tuan terlanjur marah!' batin Bagas.

"Saya pulang cepat hari ini, Gas! Urus!" titahnya.

"Baik, Tuan!" jawab Bagas mengerti dan kembali untuk melanjutkan pekerjaan juga mempelajari berkas sore nanti untuk menggantikan Naren di pertemuan...

Sudah ada ultimatum untuk pulang cepat, berarti Bagas harus kerja lebih banyak hari ini untuk menggantikan Naren.

Dengan rasa bersalah pada Ervina tentunya, "Semoga Tuan tidak melakukan hal yang jahat pada, Nyonya!"

Walau dalam hati menyesalkan tindakan Ervina, karena sudah di jelaskan jika Naren tak ingin barangnya di usik, dan kini Ervina mengusik rumahnya. Bagas juga membalas pesan Ervina sesuai intruksi Naren.

Bagas sedikit gelisah hari itu, karena melihat Naren keluar dari ruangannya dan pulang ke Mansion dengan ekspresi yang menyeramkan.

Naren langsung pulang setelah memberi perintah pada Bagas.

Naren tampak geram mengingat percakapan Ervina, "Dia benar-benar ingin menjadi Nyonya Bimantara!" gumamnya sambil menyetir.

Hingga setelah 20 menit mobil Naren masuk ke dalam gerbang Mansion, dan dengan cepat masuk ke dalam rumah, berpapasan dengan Bi Arum, "Nyonya mana?"

"T—tuan!" kaget Bi Arum karena sudah melihat tuannya di siang bolong, "Ada di kamar, bersiap menjemput Non Calisha!" jawabnya.

Naren kemudian berjalan menuju lantai dua, namun di tengah-tengah tangga Naren berhenti, "Bi Arum, jemput Calisha!" ucapnya.

"Baik, Tuan!" jawab bi Arum lirih sambil mengulas dada, 'Apa lagi yang Nyonya lakukan? Kasihan!' batinnya sambil melihat Naren menuju kamar Ervina dan masuk begitu saja.

Cklek!

Deg!

"Aaaaaa, Tuan!" teriak Ervina saat melihat Naren masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu saat dirinya tengah memakai baju setelah mandi.

Bahkan belum terpakai, baru saja menggunakan penutup si kembar dan segitiga bermudanya.

Ervina mengambil handuknya dengan cepat untuk menutupi tubuhnya itu, namun dengan cepat Naren menarik handuk itu sebelum dikenakan hingga Ervina limbung karena tarikan kencang dari Naren tiba-tiba.

Bruk!

Ervina terjerembab ke lantai, "Au!" rintihnya sambil kedua tangannya menutupi dada dan aset bawahnya karena malu luar biasa.

Bahkan Ervina merasa ingin menangis bukan karena jatuh, tapi karena tubuhnya bisa dilihat Naren sepenuhnya, pertama kalinya sepanjang hidup Ervina ada laki-laki yang melihatnya setengah telanjang.

"Lihatlah!" geram Naren membuat Ervina menatap tajam laki-laki kejam di hadapannya itu, "Kau begitu ingin menjadi Nyonya besar? Sampai harus memajang tubuh jalangmu, padaku!" lanjutnya dengan suara dingin dan merendahkan.

Sontak Ervina terbelalak mendongak menatap laki-laki itu, kemudian berdiri tegak di hadapannya.

Ervina sakit hati dengan hinaan Naren, maka dari itu Ervina memilih bangkit dan merealisasikan ucapan Naren, toh Ervina percaya jika Naren tidak akan menyentuhnya mengingat surat perjanjian yang dia tandatangani pagi tadi.

Ervina buang semua rasa malunya, toh yang sedang menatap tubuhnya tidak lain adalah suaminya, walaupun suami di atas kertas.

"Bukankah tubuh krempeng ini tidak akan pernah mempengaruhi Anda, Tuan!" tantang Ervina yang sudah muak dengan segala tingkah Naren, "Jadi tidak perlu khawatir bukan walaupun aku telanjang di depan Anda!" lanjutnya penuh seringai.

Hal itu membuat Naren menyeringai, "Keluar juga sifat aslimu! Dasar jalang!" desisnya.

Deg!

Jantung Ervina tetap berdetak kencang saat makian dan hinaan itu terlontar dari mulut suaminya, namun justru semakin menyulut keberanian Ervina.

Toh aku memang tidak berharga dimatanya!

Aku jalang baginya!

Dan wanita yang penuh obsesi untuk menjadi Nyonya besar! pikir Ervina sakit hati.

Sakit hati membuat Ervina melakukan hal yang tak terduga dan diluar nalarnya

Ervina kemudian Membusungkan dadanya sambil mengibarkan rambutnya ke belakang, 'Mari kita lihat, Tuan! Apakah tubuh krempengku ini tak mempengaruhimu!' batin Ervina.

"Tapi jalang krempeng bin tepos ini tidak akan mempengaruhi Anda, Tuan terhormat!" ketua Ervina sambil mengambil bajunya di ranjang dengan gerakan erotis tentunya, "Sayangnya saya harus menjemput Calisha, jadi tidak bisa melayani Anda jika Anda mau!" sindirnya sambil melirik bagian bawah Naren.

Yah, Ervina bisa melihat bagian bawah itu menonjol!

'Tidak akan aku biarkan dia menindas ku lagi! Lebih baik dibuang sekarang daripada dibuang saat tua, nanti! Mana ada yang mau dengan janda tua!' pikir Ervina.

Glek!

'Shitt!' umpat Naren dalam hati karena tidak terima dengan penghinaan yang Ervina lakukan, "Rupanya aku tertipu! Jalang murahan sepertimu harus ku beli mahal!" jawab Naren melangkah mendekat dengan tawa sumbangnya seolah merasa dibodohi.

Yah, dia merasa ditipu oleh penampilan Ervina yang pendiam dan lemah lembut, rupanya dia jalang, karena gerakan erotis Ervina yang terlihat profesional.

"Kau sangat mahir, sayang juga bayar mahal tapi tidak di cicipi!" seringai nya semakin mendekat.

Hal itu membuat Ervina terbelalak, semakin Naren mengambil langkah mendekat semakin Ervina tak karuan debaran jantungnya.

"Walaupun bekas, setidaknya aku harus mencicipi wanita murahan yang aku beli!" desisnya di telinga Ervina.

Deg!

"BEKAS!"

Bersambung...

Jangan Lupa follow author, like dan komentar ya, vote anget-anget cepetannnn mumpung senin! authornya biar semangat 🥰🥰🤣

author tunggu👀👀

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

Ervina nya jg goblok dan tuli udah dikasih tau masih aja dilakukan syukurin kau Ervina disakiti dan dihina lagi. goblok kok dipiara. mulai muak aq dgn sikap Ervina ga cantik main nya terkesan murahan

2024-11-22

0

ira

ira

dasar Narendra sembarangan yang bekas itu kamu bukan Vina, Vina masih virgin tidak seperti dirimu yang bekas 😒😒😤😤

2024-11-29

0

ira

ira

bagus sekali Vina lawan Narendra itu jangan mau ditindas terus tapi bikin ngakak juga 🤣🤣🤣

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!