14. Mengatur Rumah

Dan Ibu itu mengangguk, "Nak, sabar pasti akan berbuah indah, entah itu berhadiah surga atau suamimu berubah!" ucapnya lagi.

"Iya, Bu! Na akan sabar, entah itu surga atau suami yang Na dapatkan!" ucap Na sambil memegang tangan ibu itu.

'Bukankah hidup hanya sabar, dan menerima kekecewaan!' batinnya.

Melihat Ibu itu dengan keadaan yang seperti itu masih dengan pikiran dan kesabaran yang luar biasa membuat Ervina merasa malu.

Bahkan dia masih memakai baju bagus dan tinggal di rumah yang mewah, jauh berbeda dengan Ibu itu.

"Bu, nama Ibu siapa?" tanya Ervina.

"Nama saya Seruni, Neng!" jawabnya.

"Panggil Na aja, Bu! Nama sayang, Ervina!" ucapnya membuat Bu Seruni tampak mengangguk sebentar, "Apa Ibu ingin mencari pekerjaan lain?" tanyanya.

Melihat Bu Seruni yang memiliki pemahaman dan cara bicara yang bagus membuat Ervina tergerak untuk membuatnya menaikkan taraf hidupnya.

"Mau kerja apa lagi Ibu ini, Na! Ibu hanya wanita tua yang tidak punya kemampuan dan uang!" ucapnya.

"Kerja sama Na, Bu! kita buat lapangan pekerjaan untuk orang-orang seperti Ibu Seruni, bagaimana?" ucap Ervina.

Bu Seruni tampak terkejut, "Benarkah?"

Ervina mengangguk dan meminta alamat Bu Seruni, bertukar kontak.

Setelahnya Ervina berjalan dengan semangat untuk pulang ke rumah, dan memikirkan usaha apa yang bisa Ervina buat untuk para ibu-ibu.

Selain itu, Ervina ingin berdaya dengan dirinya sendiri. Toh, cepat atau lambat dia akan dibuang nantinya oleh suaminya, selain bersabar, Ervina tentu harus realistis dan berusaha menyiapkan diri saat nanti dicampakkan.

Satu jam setengah Ervina berjalan akhirnya sampai juga di Mansion, dan beristirahat sejenak karena kelelahan berjalan sejauh ini.

"Nyonya kenapa jalan kaki?" tanya Bi Arum membawakan air putih.

Ervina mengambil air putih itu dan menenggaknya sampai tandas, "Gak bawa tas dan ponsel, Bi!" jawabnya santai.

"Nyonya gak kenapa-napa?" tanya Bi Arum.

Ervina menggeleng sambil melegakan nafasnya beristirahat.

"Kenapa tidak minta antar Tuan terlebih dahulu, Nyonya?" tanya Bi Arum.

"Na tidak mau merepotkan, Bi!" ucapnya.

Bi Arum hanya bisa menghela nafas sambil menatap Ervina dengan pasrah, "Ya sudah, Bibi masuk ya!"

"Iya, Bi!" jawabnya kemudian beranjak menuju kamarnya untuk kembali bebersih setelah keringatnya kering, tidak mungkin Ervina kembali menjemput Calisha dengan bau matahari yang menempel seperti ini.

Setelah selesai mandi, Ervina melihat ponselnya sebentar takut ada yang menghubungi penting, namun Ervina justru melihat nomor tanpa nama mengirim pesan.

[Nyonya, kirimkan nomer rekening Anda, saya Bagas dan Tuan mengutus untuk mengirimkan uang nafkah pada Anda, Nyonya]

Ervina tanpa banyak tanya membalas dengan 10 digit no rekeningnya.

Nomer rekening yang sudah dia miliki saat mendapatkan KTP di kelas dua SMA, dari ayahnya untuk mengirim uang jajan Ervina yang mulai naik, Ervina tidak menampik jika saat SMA, Ayahnya sedikit lebih baik dan sedikit royal padanya walau tidak sebanyak sang kakak.

Tapi, uang itu ada di rekeningnya sampai saat ini, sudah cukup juga jika untuk memberikan modal usaha dengan Bu Seruni, karena Ervina bukan anak yang suka jajan.

Dan sekarang, dirinya mendapat uang nafkah yang sangat besar dari suaminya, 'Tidak apa menerima, kan? Na tidak meminta! Itu juga kewajiban Tuan Naren menafkahi istrinya!' batin Ervina menyakinkan diri setelah mengirim nomer rekening pada Bagas.

Tak menunggu lama!

Sesaat kemudian ada notifikasi uang masuk ke rekeningnya sebesar 800 juta, Ervina mengerutkan dahi, "Mungkin Mas Bagas salah, Na tadi jelas melihat 400 juta, bukan 800 juta!" gumamnya mengingat surat perjanjian dari suaminya.

Kemudian Ervina mengirim pesan pada Bagas, [Mas Bagas salah ya, Tuan Naren bilang nafkahnya 400 juta, bukan 800 juta! Saya kirim kemana ini yang 400 juta, Mas Bagas? ]

Setelah mengirim pesan itu, Ervina tampak mengetuk-ketuk nakas di sebelah ranjangnya menunggu jawaban Bagas.

[Itu dari Tuan, Nyonya! Memang segitu sekalian untuk biaya dapur yang Anda masak!]

Deg!

Jawaban Bagas membuat Ervina berdebar, seolah dia merasa dihargai sebagai istri dan diberi tanggung jawab dengan rumah,

"Kalau uang dapur sendiri, berarti 400 jutaku memang untuk jajanku saja?" gumamnya, "Banyak sekali!"

Ervina menjadi bingung dengan uang yang begitu banyak ini, "Apa memang nafkah dari orang kaya sebanyak ini?" tanyanya bergumam sambil mengirim pesan pada Bagas.

[Sampaikan terima kasih pada Tuan Naren, Mas Bagas]

Setelah mengirim itu, Ervina meletakkan ponselnya dan turun ke pantry untuk membuat brownies pesanan Calisha, karena masih ada waktu dua jam sebelum menjemput Calisha.

Dengan bermodalkan resep di youtube tentunya, Ervina mencoba membuat brownies coklat lembut untuk sang putri.

"Saya temani, Nyonya!" kata Bi Arum.

"Terima kasih, Bi!" jawabnya sambil menimbang bahan-bahan yang digunakan, "Oh iya, Bi, uang dapur satu bulan berapa ya? Biasanya tanggung jawab siapa?" tanya Ervina.

"Biasanya keuangan ada pada saya, Nyonya, tapi koki yang ke supermarket untuk berbelanja, sisa atau lebih dari koki masuk ke saya, dan saya yang datang ke Tuan Naren!" jawab Bi Arum.

"Sebulan kurang lebih berapa, Bi?" tanya Ervina.

"150 juta, Nyonya!" jawab Bi Arum.

"Sudah dengan stok di dapur kotor dan dapur paviliun karyawan, Bi?" tanya Ervina.

Bi Arum mengangguk, "Iya, Nyonya sudah semuanya!" jawab Bi Arum.

"Nanti minta ke saya saja uangnya, Bi, jangan ke Tuan Naren!" ucap Ervina, "Oh iya, minta tolong nanti suruh koki belanja untuk steak ya, Bi! Besok Na mau masak steak!" lanjutnya.

"Baik, Nyonya!" ucap Bi Arum.

Sedangkan di perusahaan, Naren tengah menatap ponselnya yang menampilkan CCTV- pantry dan mendengar ucapan istri kecilnya.

"Apa saya beritahu Nyonya saja, Tuan!" ucap Bagas takut-takut.

Bagas takut sejujurnya memang Naren akan memberikan 800 juta untuk istrinya, bukan dengan uang dapur, hanya uang dapur belanjaannya saja jika Ervina pengen membeli sesuatu yang dimasak.

Namun, justru Ervina mengatur tentang perdapuran Naren tanpa ijin dengan sang empunya rumah.

"Tidak usah! Terlihat bukan, dia sudah mulai ingin mengatur rumah dan orang-orang dirumahku!" ucapnya sambil menyeringai tajam juga menyeramkan, "Rupanya dia sudah sangat ingin menjadi Nyonya rumah itu!" sinisnya.

Bagas bergidik, sekaligus merasa bersalah tidak menjelaskan secara rinci maksudnya dengan uang masaknya!

'Bagaimana ini, Tuan terlanjur marah!' batin Bagas.

"Saya pulang cepat hari ini, Gas! Urus!"

Bersambung...

Horee, janji author dah lunas ya hari ini weekend author udah triple update 👏👏Happy weekend semua❤

Lope-lope sekebon petei 🫂

Terpopuler

Comments

ira

ira

salah lagi Vina di matanya naren sekarepmu lah 😤😤

2024-11-29

0

Inooy

Inooy

yaaaah salah lg deeh,,otak mu negative thinking aj Reen..udh bagus Ervina mengcover urusan perdapuran malah d julidin 🤦‍♀️🤦‍♀️..mau apa sih Reen??

2024-12-24

1

Saha Weh

Saha Weh

apa maumu sih ..perasaan salah Mulu di matamu..lama2 gue colok juga tuh😠😠😠😠

2025-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!