12. Surat Perjanjian

Sontak Ervina kembali menatap Naren dan tatapan itu masih tertuju padanya, "Saya, Tuan?" tanyanya.

"Siapa lagi?" ketusnya.

Glek!

Ervina hanya bisa menelan salivanya lagi dan lagi, saat berhadapan dengan manusia kulkas didepannya itu. Tanpa banyak kata lagi, Ervina memilih langsung mengambil sendok nasi dan menyendokkan Naren dengan dua sendok besar.

Membuat Naren mengernyit, "Kamu sengaja?" ketusnya.

Membuat Ervina diam sebentar saat mengambil daging ikan untuk Naren dan menatap laki-laki itu, "Maksudnya?" jawabnya sambil meletakkan daging ikan tim di piring Naren.

Tanpa banyak kata Naren hanya melirik nasi yang ada di piringnya sangat penuh, "Kamu pikir aku kuli bangunan!" ketusnya.

Astaghfirullah! batin Ervina beristighfar dengan kelakuan suaminya itu, tak pernah ada benarnya dia melayani si manusia kulkas itu, padahal Ervina mengambilkan dua sendok nasi karena kemarin sore satu sendok nasi dan Naren nambah satu lagi. Ervina hanya tidak ingin repot, karena itu dia akhirnya mengambilkan dua sendok nasi langsung saja.

Namun tetap salah!

Ervina hanya bisa menetralkan jantungnya dan menarik piring Naren untuk dikurangi nasinya, Ervina tak ingin banyak bicara atau berdebat dengan Naren.

Namun tiba-tiba ditahan oleh Naren!

"Apa lagi, Tuan?" ucap Ervina sedikit jengah.

Naren tiba-tiba menarik piring itu dan langsung melahap nya walaupun dengan porsi seperti kuli bangunan di pagi hari.

Melihat itu Ervina hanya terbengong, 'Kalau akhirnya dimakan kenapa tadi protes! Dasar manusia Kulkas!' batin Ervina aneh sekaligus kesal.

Ervina kemudian menyendokkan makanan untuknya sendiri setelah Calisha dan Naren makan dengan lahap, benar-benar lahap, bahkan beberapa kali Calisha meminta nambah lauk atau nasi.

Naren yang protes nasinya sebanyak kuli bangunan di pagi hari nyatanya habis tak tersisa, tandas!

"Masakan Mommy Na emang paling enak sedunia! Luas biasa!" seru Calisha setelah meletakkan sendoknya.

Hal itu membuat Ervina bersemu, "Sha bisa aja, Mommy Na hanya masak makasan rumahan, lebih enak di restoran!" ucapnya.

"No, Mommy! Masakan Mommy Na sangat enak, sampai-sampai Sha ingin makan terus!" puji gadis kecil itu.

Ervina hanya tertawa dan berdiri akan membereskan sisa makanan dan piring kotor milik mereka, namun belum sempat membereskan, suara Naren membuat Ervina tak berkutik.

"Biarkan maid yang membersihkan!" dinginnya.

"Ya, Tuan!" jawab Ervina datar kemudian memilih membawa Calisha dalam gendongannya, "Adudu, anak Mommy, waktunya ke sekolah!" ucap Ervina.

Sontak Calisha mengalungkan tangannya, "Mommy Na nanti antarkan Sha seperti biasa 'kan?" tanyanya.

"Tentu, Sayang!" jawab Ervina.

"Horee! Akhirnya Sha bisa merasakan diantar sekolah oleh Mommy Na dan Daddy! Sha senang sekali!" sorak gadis yang membuat Naren di belakangnya sedikit terharu.

Hingga suara sorak dan ceria gadis kecil itu di telah oleh pintu kamarnya, membuat Naren bergegas ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian.

Naren sudah berjanji akan mengantar putrinya sekaligus berangkat ke kantor!

Setelah menyelesaikan mandi dan bersiap, Naren mulai turun dan berfikir akan menunggu putrinya di ruang keluarga.

Tentu saja dua wanita itu akan lebih lama bersiap, mereka kaum yang mementingkan keindahan, namun ternyata prasangka Naren salah besar, karena Calisha dan Ervina sudah duduk di ruang tamu menunggu dirinya.

Mana mungkin! Padahal Ervina menyiapkan Calisha dan dirinya, pasti butuh waktu lebih lama dari dirinya! pikir Naren.

"Daddy lama sekali!" keluh Calisha.

"Tidak, kalian saja yang mandi bebek!" jawab Naren dingin sambil berjalan menuju luar dan dengan cepat Calisha mengekor, "Enak saja! Mommy Na dan Sha mandi bersih!" kesal Calisha.

Naren tersenyum tipis dan berbalik, menyambar Calisha dengan cepat dan dia dudukkan di pundaknya, "Arkhh, Daddy!" pekik Calisha.

Naren hanya tersenyum tipis melihat putri cantiknya terkejut!

"Daddy, bisa tidak bilang dulu, Sha kan jadi kaget!" omel gadis itu.

"Cerewet!" ucap Naren, "Mirip sekali dengan Ibumu, ngomel tiada henti!" lanjut Naren protes pada putri kecilnya.

Tanpa dia sadari membuat Ervina yang mengekori mereka menjadi sesak nafas seketika, paru-paru rasanya menghimpit dadanya.

Mau bagaimanapun Ervina meng-afirmasi dirinya, meyakinkan jika dirinya hanya istri yang dibeli untuk baby sister Calisha, tetap saja hatinya mencelos saat suaminya dengan terang-terang memikirkan mantan istrinya.

Perasaan itu muncul tanpa bisa Ervina kendalikan, hatinya tetap sakit saat seseorang yang berstatus sebagai suaminya tengah mengenang wanita lain.

Apakah Ervina salah?

Apa Ervina keterlaluan?

Bukankah Ervina tidak mencintai Naren? Kenapa harus sakit saat suaminya mengenang mendiang ibu Calisha?

Ervina tidak tau, yang dia tahu tiba-tiba hatinya tetap mencelos dan sesak saat mendengar itu, 'Dasar hati tak tau diri, kau hanya baby sister, kau dilarang berfikir yang tidak-tidak! HANYA BABY SISTER, Na! Ingat itu!' batin Ervina mengingatkan dirinya sendiri.

Mengingatkan perasaannya yang tak tau diri!

Hingga mereka sampai didalam mobil dan Naren melajukan mobilnya dengan tenang, sedangkan Ervina yang tengah memangku Calisha duduk di sebelah Naren, dilanda pikiran yang sangat berisik.

Pikirannya terbang jauh!

Berisik sekali otaknya memikirkan kemungkinan demi kemungkinan bisa memiliki Naren seutuhnya, membuat Naren jatuh hati padanya dan menjalani bahtera rumah tangga yang bahagia, seperti pesan mendiang ibunya dulu.

Namun, ketika melirik Naren, rasanya itu semua tidak akan terjadi, Naren tidak akan pernah mencintai dirinya.

Sadar diri! pikir Ervina.

Ervina menyadari cinta Naren masih penuh untuk mendiang ibu Calisha dari amarahnya saat dirinya memakai baju putih bersejarah mereka, dan dari cara Naren terus mengenang dan mengingat tingkah cerewet nya.

'Berarti apa maksud pelukan semalam?' batin Ervina.

"Na!"

"ERVINA!" panggil Naren penuh penekanan.

Deg!

"Oh, ada apa?" tanya Ervina gelagapan karena terkejut dengan suara Naren sambil melihat wajah kesal Naren.

"Mommy Na banyak pikiran? Kenapa melamun? Kita sudah sampai, Mommy Na!" beritahu Calisha pada Ervina.

Ervina kemudian menatap di depan dan benar, mereka sudah sampai di parkiran, "Oh, Ayo turun, Sayang! Maafkan Mommy Na ya!" ucapnya.

Calisha mengangguk dan turun bersamaan dengan Naren yang juga turun, mengantarkan putrinya sampai ke gerbang sekolah.

Setelah itu kembali ke mobil, Ervina tampak bingung dan canggung jika hanya berduaan dengan Naren di dalam mobil, dia takut membeku karena bersebelahan dengan manusia kulkas itu.

Namun Ervina tak ada pilihan dan kemudian masuk!

Naren menoleh sebentar pada Ervina, kemudian mengambil berkas di sebelahnya dan dia lemparkan ke arah Ervina.

Bruk!

"A—apa ini, Tuan!" tanya Ervina berdebar saat tubuhnya terhantar selembar kertas itu.

"Surat perjanjian!"

Glek!

Bersambung...

Dahlah, author gak tau lagi sama Naren!

Lope - lope sekebon pete semua😍

Terpopuler

Comments

ira

ira

jangan selalu berpikiran wanita itu sama dan sangat merepotkan nyatanya itu semua tidak benar ya

2024-11-29

0

Ari Kuswati

Ari Kuswati

ya ampun gak sopan banget, main lempar, apa ngerasa krn kaya bisa semena2

2025-02-19

0

ira

ira

nggak perlu dilempar juga kali nggak ada sopan santunnya sekali dirimu Narendra 😤

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!