11. Pelukan mendebarkan.

Tulus? Bulshit!

'Semua wanita sama saja! Menyukai uang, termasuk Vina!' batin Naren sambil menatap Ervina yang tertidur dengan tatapan datar.

Sambil terus mendengarkan celoteh Calisha yang terus saja memuji-muji Ervina selama ini menjaganya, sampai telinga Naren panas dan tertidur pulas.

Tanpa mereka sadari, mereka bertiga tidur sama-sama pulas dengan mimpi mereka masing-masing, bahkan ini merupakan tidur terpulas Naren selama ini.

Biasanya dia akan tidur larut malam setelah mengerjakan banyak berkas dan menenggak beberapa sloki minumannya agar bisa tertidur dengan tenang.

Namun kali ini, Naren tidur dengan cepat dan tak terbangun-bangun lagi hingga pagi hari.

Ervina lah orang pertama yang bangun diantara ketiga manusia itu, karena merasakan berat di area perut atas, seperti ada yang menimpa dirinya...

'Apa Calisha besar dalam semalam? Kenapa jadi berat sekali!' batin Ervina sambil memegang tangan besar itu.

Tunggu!

Sejak kapan tangan Calisha-nya yang halus, lembut dan kenyal berubah menjadi besar dan berotot! pikir Ervina sambil mulai membuka matanya.

Deg!

Seketika jantung Ervina berdebar tak tau diri mengkhianati pemiliknya saat melihat bukan tangan Calisha yang sedang melingkari tubuhnya.

Bukan!

Tangan ini besar dan kekar, penuh tonjolan otot yang menggiurkan!

Ervina kemudian menoleh perlahan mengikuti tangan besar itu menuju sebelah kanan tubuhnya dengan dada yang semakin berdetak kencang seolah jantungnya ingin keluar dari tubuh Ervina.

Dan benar!

Ervina tidak bisa menahan keterkejutan dan genderang jantungnya saat mendapati Naren masih pulas tidur di sebelah kanannya dengan telanjang dada.

Tidak mimpi!

Dia benar-benar Naren! Kenapa bisa tidur di ranjang bersamaku? Bukankah aku makan sore kemarin dan kepalaku pusing! pikir Ervina sambil menatap tak percaya manusia yang tidur pulas di sebelahnya itu.

Jelas manusia yang kemarin dingin dan kasar padanya!

Ervina jelas menikmati pahatan indah dada dan roti sobek milik Naren, 'satu, dua, tiga, empat, lima, enam! Benar-benar six pack!' batin Ervina mengagumi tubuh suaminya.

Tubuh laki-laki pertama kali yang dipandang oleh Ervina selain Ayahnya, tapi Ayahnya tidak six pack.

Namun detik berikutnya Ervina terbelalak kala menyadari pikirannya sudah sangat jorok, dia memejamkan mata erat seolah ingin masuk ke dalam kasur saja saking malunya dengan pemikiran itu.

Ervina memilih bergeser turun perlahan agar tidak membangunkan dua orang yang sedang mengapit nya itu.

Perlahan-lahan!

Hingga akhirnya Ervina bisa berdiri dan keluar dari kamar yang membuat senam jantung itu, "Huft! Bisa-bisa aku punya penyakit jantung jika tiap hari begini!" gumam Ervina sambil berjalan menuju kamar Calisha.

Menyiapkan baju untuk sekolah dan tas Calisha, kemudian dia turun ke pantry untuk memasak sarapan mereka berdua.

Beruntung Ervina tidak telat bangun pagi ini!..

"Biar kami saja, Nyonya! Anda pasti masih sakit!" ucap Bi Arum.

Ervina menoleh, "Sudah lebih baik, Bi! Tidak apa!" jawabnya.

Kemudian para maid seperti biasa hanya membantu Ervina menyiapkan bahan-bahan dan mengangkat untuk meringankan aktifitas Ervina.

Pagi ini Ervina memasak gurame tim dengan perbawangan , jahe, minyak wijen ala chinesse food dipadukan dengan pakcoy bawang dan ayam kampung lengket.

Setelah semua terhidang dengan manis, bersamaan dengan Calisha yang berjalan menuju kamarnya dari kamar Ervina dengan mengomel.

"Mommy Na meninggalkan Sha ... Mommy Na hilang karena Daddy!" marahnya.

"Kenapa Daddy, Sha! Daddy semalam menemani Mommy Na dan Sha 'kan!" jawab Naren mengikuti Calisha di belakangnya.

Naren berjalan gontai dengan celana pendeknya tanpa pakaian, sudah menjadi kebiasaan Naren jika tidur tidak bisa memakai kaos atau atasan apapun.

Naren yang masih terlelap terkejut saat mendengar suara Calisha berteriak di sebelahnya dan ternyata sedang mencari Mommy nya dan mau tidak mau Naren mengikuti Calisha untuk menjelaskan.

"Daddy yang salah, cari Mommy Na sampai dapat! Kalau tidak Sha akan pergi dari rumah ini!" teriaknya sambil berjalan menghentakkan kakinya kesal dan marah.

"Kata siapa Mommy Na pergi, kita cari dulu, mungkin masih man—"

"Mommy Na di sini sayangku!" teriak Ervina sambil merentangkan tubuhnya menunjukkan apron yang dia pakai, "Makanan untuk putri Calisha sudah siap!" pekik Ervina kesenangan memotong ucapan Naren.

Ervina tidak ingin melihat putrinya marah semakin lama.

"Mommy Na!" pekiknya kemudian tertawa dan berlari menuju lantai bawah.

Namun belum sempat sampai tangga, Naren sudah menarik Calisha dan membawanya ke pundak kekarnya dan turun.

Gerakan tiba-tiba Naren membuat Calisha terpekik dan kegirangan sekalian, "Daddy!" pekiknya membuat semua pasang mata ikut tersenyum dengan suasan hati Tuannya yang terlihat lebih bagus dari sebelumnya.

Walaupun masih diam dan dingin, namun tidak memancarkan aura menyeramkan seperti biasanya.

"Hukuman! Sha baru saja menuduh Daddy yang tidak-tidak!" jawab Naren dengan ketus menggoda putrinya sambil berjalan turun menuju meja makan.

"Daddy curang!" keluh Calisha.

Ervina kemudian melepaskan apronnya dan berdiri di depan meja, melihat itu Calisha sudah mau menggapai Calisha dan Naren membiarkannya, hingga kini Calisha sudah berpindah di gendongan Ervina.

"Mommy Na bangun sejak tadi?" tanya Calisha sambil mengusap wajah cerah Mommynya, "Mommy Na masih sakit, tidak boleh memasak dulu!" lanjutnya dengan suara manisnya.

Ervina kemudian tersenyum, "Mommy Na sudah sehat berkat Calisha, ayo makan!" ajak Ervina.

"Hore ... Makan, makan, makan!" pekiknya senang. ..

Cesa tersenyum sekilas, "Sebelum makan harus apa?" tanya Ervina.

"Gosok gigi dan cuci muka, Mommy Na!" jawab Calisha.

Ervina mengangguk kemudian menurunkan Putrinya yang sudah siap maid di belakangnya membawa sikat gigi dan sabun cuci muka milik Calisha.

Sambil menunggu Calisha cuci muka dan sikat gigi, Ervina kemudian menyendokkan nasi ke piring sang putri tanpa menoleh sedikitpun ke arah Naren, Ervina masih takut saat bersitatap dengan mata elang itu.

Setelah menyendokkan nasi, Ervina kemudian meletakkan sendok nasi itu, "Silahkan, Tuan!"

Pikir Ervina kemarin menyendokkan nasi karena permintaan Calisha, selebihnya dia hanya seorang baby sister Calisha, bukan bertugas sebagai istri yang melayani suaminya—Naren.

Namun Narendra tak kunjung menyendokkan nasi untuk dirinya sampai Calisha datang setelah mencuci muka dan gosok gigi.

"Loh, Daddy gak mau makan? ... Pasti ini enak sekali! Mommy, Sha mau ikannya!" pinta gadis itu berbicara dua arah sudah sangat tergiur dengan ikan tim.

Ervina dengan senyum mengambilkan daging ikan, agar tidak terkena durinya, "Daging yang banyak untuk putri Calisha!" ucap Ervina.

"Terima kasih Mommy Na yang paling baik!" ucap Calisha sebelum menyendokkan makanan.

Hal yang selalu membuat Ervina membuncah, saat gadis itu selalu memuji dan mengapresiasi semua yang Ervina lakukan untuk Calisha.

Tanpa Ervina dan Calisha sadari, Naren sudah memasang wajah jeleknya karena merasa tidak terlihat dimata mereka berdua.

Hingga Bi Arum yang dari pantry menyadarinya, kemudian mendekati Narendra, "Mau Bibi ambilkan, Tuan?" tanya Bi Arum membuat Ervina dan Calisha menatap Naren.

Sedang tatapan Naren sangat tertuju pada Ervina, "Tidak, Bi!" lirihnya.

Glek!

Ervina merasa aneh dengan tatapan tajam yang mengincarnya itu, 'Apa lagi salahku, aku sudah tidak mengusiknya atau memegang barangnya?' batin Ervina menerka sambil membuang muka...

"Ambilkan!" dingin Naren penuh ketegasan.

Sontak Ervina kembali menatap Naren dan tatapan itu masih tertuju padanya, "Saya, Tuan?" tanyanya.

"Siapa lagi?" ketusnya.

Glek!

Bersambung....

Nah kan! Mau kamu apa sih, Naren?

Author sampe bingung lo, apalagi Ervina! 😡

Terpopuler

Comments

Saha Weh

Saha Weh

euuh dasar sok jual mahal..padahal mh mau di layani juga😏😏😮‍💨

2025-01-24

0

ira

ira

makanya jangan gengsian dasar Narendra 😒😒😒

2024-11-29

0

ira

ira

cie yang mau dia layani juga 🤣🤣🤣🤣

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!