10. Tidur bersama.

Hingga makan siang itu selesai, dan Ervina berdiri untuk membereskan meja makan, namun tiba-tiba pandangannya menghitam, kepalanya kian berdenyut dan....

Bruk!

"Mommy Na!" pekik Calisha terkejut karena tiba-tiba Mommy-nya pingsan.

Narendra kemudian berdiri dan meraih Ervina dalam gendongannya, "Jangan panik, Sha! Bi Arum!" ucap Naren menenangkan Calisha sekaligus mencari Bi Arum.

"Iya, Tuan!" jawab Bi Arum tergopoh mendekati tuannya yang sedang menggendong Ervina ala bridal.

"Panggilkan Dokter Damar sekarang juga!" jawab Narendra dingin kemudian berjalan naik ke lantai dua untuk membawa Ervina ke kamarnya.

"Mommy Na!" racau Calisha menangis sambil mengikuti langkah kaki Daddynya.

"Mommy Na pasti masih sakit, Jangan tingalkan Calisha, Mom!" racau Calisha terus menerus sampai masuk ke dalam kamar Ervina dan ikut naik ke ranjang Mommy-nya itu.

"Mommy Na tidak apa-apa, ayo kita keluar tunggu dokter Damar dulu!" ajar Naren

"TIDAK!" teriak Calisha marah pada Naren, "DADDY KEJAM, Daddy gak peduli sama Mommy Na!" pekiknya sambil menangis memeluk Ervina yang masih tak sadarkan diri.

Sedangkan Naren hanya bisa menghela nafas dan duduk di ujung ranjang sambil melihat dua wanita yang super ribet itu...

Berurusan dengan Calisha selama ini saja ribet, dan sekarang memiliki sekutu lain di rumah ini, apa aku salah keputusan! pikir Narendra.

Hingga tangisan Calisha berhenti saat dokter Damar datang dan segera memeriksa Mommynya, Calisha tak sedikitpun meninggalkan Mommy-nya.

"Aduh, princess kecil sedih Mommy-nya sakit? Tidak apa, mommy hanya butuh istirahat, jadi jangan sedih!" ucap Dokter Damar.

Calisha hanya mengangguk dan terus memeluk Mommy-nya di ranjang itu.

Setelah itu Damar dan Naren keluar untuk berbicara sebentar sekaligus Naren mengantar Dokter Damar pergi, "Enaknya nikah gak ada yang dikabari, gak mau istri cantiknya di lihat orang?" sindir Damar.

"Bacot! Sana pergi!" usir Naren.

Damar tampak kesal menatap Naren, "Alhamdulillah suka perempuan juga ternyata!"

"Diem gak? Sana pergi!" pekik Naren.

Damar kemudian berlari menjauh dengan tawa menggelegar, karena dia sangat tau cerita hidup sahabatnya itu sejak mereka masih duduk di bangku SMA.

Damar adalah saksi hidup kenapa laki-laki tampan, kekar dan bergelimang harta itu menjadi laki-laki yang anti dengan perempuan.

"Jangan dianggurin, Bos! Sayang, barang bening tu!" goda Damar sebelum hilang di balik tembok.

Sialan!

Naren kesal dengan sahabatnya itu, bisa-bisanya dia terus menggoda nya jika jelas dia sudah tau seperti apa perasaannya.

Naren memilih menuju kamarnya sendiri daripada harus kembali ke kamar Ervina, menghadapi dua wanita yang menurut Naren super ribet. Kemudian Naren menuju kamarnya dan mengecek sisa berkas dari Milan yang dikirim Bagas di emailnya.

"Di mana-mana, perempuan selalu menyebalkan!" kesal Naren mengingat kedua perempuan di rumahnya ini.

Namun di sela-sela Naren mengecek beberapa berkas tersisa tiba-tiba kamarnya terbuka dan menampilkan seorang gadis kecil dan melipat tangannya di depan dada dengan tatapan tajam kearahnya.

Tatapan itu yang tak pernah bisa Naren lupakan maupun tolak, karena tatapan itu mengingatkan Naren pada seseorang yang telah melahirkan Calisha.

Cklek!

"Daddy benar-benar ya, jangan bicara lagi dengan Calisha!" kesal Calisha dengan penuh amarah membuat Daddynya mau tak mau berdiri dan mendekat, "Kenapa, Sayang?"

"Jangan sentuh Sha, Daddy jahat sama Mommy! Mommy sakit, Daddy!" pekiknya, "Kenapa Daddy tak menunggu Mommy!" lanjutnya.

"Yaudah, ayo kita temani Mommy!" jawab Naren mengalah dan menggandeng putrinya menuju kamar Ervina.

Naren selalu tidak bisa menolak jika Calisha mode seperti ini, mengingatkan Naren selalu pada ibu dari gadis itu.

"Calisha mau tidur dengan Mommy dan Daddy! Daddy sudah janji akan tungguin Mommy kan!" todong Calisha.

Naren tampak diam sejenak sambil melirik Ervina yang masih betah menutup matanya.

"Jangan bilang Daddy hanya mau bohongi Calisha aja!" ketus gadis kecil itu.

"Tentu tidak! Ayo kita tidur bertiga!" putus Naren.

Huft!

Jika bukan demi putri kecilnya, tentu Naren tidak akan pernah tidur bersama Ervina. Naren beranjak naik ke ranjang itu dan berbaring di sisi sebelah kanan Ervina yang kosong, karena sebelah kiri ada putrinya yang sudah tidur memeluk tubuh Ervina.

"Daddy tau gak? Mommy selalu menjaga Calisha dengan penuh kasih selama Daddy tidak ada, memandikan Sha, memasak untuk Sha, mengajari Sha banyak hal, Sha hanya mau Mommy Na seorang Daddy! Jangan carikan Sha mommy lain, selain Mommy Na!" celoteh Calisha bercerita pada Daddynya.

"Begitukah?" tanya Naren.

Calisha mengangguk, "Mommy sangat baik, Mommy Na sangat tulus, jangan sakiti Mommy Na lagi ya, Daddy!" lirihnya.

Naren kemudian memiringkan badannya untuk menatap Calisha dan Ervina, rasanya Naren tidak percaya dengan apa yang Calisha ucapkan.

Bagaimana bisa gadis berusia 19 tahun bisa memiliki sikap keibuan!

Pastilah dia baik karena ingin terus tinggal di mansion mewah ini daripada di jalanan! pikir Naren...

Tulus? Bulshit!

'Semua wanita sama saja! Menyukai uang, termasuk Vina!'

Bersambung....

He, Naren! Gak semua ya cewek itu suka uang, paling ya author aja yang suka uang merah, tapi gak semua!!

Terpopuler

Comments

Inooy

Inooy

nah lhoo gara2 kamu itu Naren, nyakitin Ervina g kira2..kamu pikir Ervina itu penjahat sampe segitu nya kamu siksa 😤

2024-12-24

0

Inooy

Inooy

bukan ka Author aj yg suka uang merah,,aq jg suka kaa 🤭..apalagi d kasih nya gepokan, demen bgt ituuu 🤣🤣🤣

2024-12-24

0

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Eh, Naren... emg lu ga doyan uang ?
Trus lu ngapain kerja smpe jd boss, klo lu ga doyan uang ?

2025-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!