9. Pingsan

Deg!

Menyaksikan drama Calisha membuat Naren berdetak mengetahui kebenaran dibalik cerita baju yang dipakai Ervina.

'Jadi karena Calisha?' batinnya.

Namun, Naren tetaplah laki-laki yang memiliki harga diri setinggi langit apalagi terhadap wanita. Baginya, pantang meminta maaf atau memohon pada seorang wanita dalam hidupnya.

Tak akan pernah ada permintaan maaf Naren!

Toh, dia sudah ditampung dan hidup bak nyonya besar di Mansion ini, disediakan segala kebutuhannya! pikir Naren.

Naren kemudian berjalan turun mengikuti putri kecilnya yang sangat dia rindukan, "Hey, Calisha! Ini Daddy, kau mengacuhkan Daddy?" ucapnya datar.

Calisha tetap diam sambil duduk di atas meja pantry menemani Mommynya yang sudah mulai memakai apron-nya untuk memasak.

"Daddy pulang dari Milan, dan rindu denganmu!" lanjut Naren duduk di meja makan karena dia merasa gengsi untuk mendekati Calisha dan Ervina.

"Sayang, Daddy bicara denganmu, tak baik seorang anak mengabaikan orang tuanya!" ucap Ervina memperingati Calisha sambil mengupas wortel.

"Daddy jahat, Mommy Na, Calisha benci!" ucap Calisha kesal.

Calisha kecil itu masih merasa bersalah pada Mommy-nya!

"Daddy tidak jahat, hanya salah paham, Nak!" ucap Ervina meletakkan wortelnya dan mendekati Calisha, "Anak baik harus lembut dengan Daddy, sana peluk Daddy-nya, Daddy rindu, Nak!" lanjutnya dengan suara lembut.

Karena Ervina yakin, putrinya akan menurut jika diberi pengertian dengan lembut dan akan semakin menantang jika dipaksa. Begitulah penilaian Ervina selama tiga minggu ini.

Kemudian Ervina menurunkan Calisha dan tersenyum meminta Calisha menemui Daddy-nya.

Dan benar saja, Calisha berlari menuju Daddy Naren dan saling berpelukan sambil duduk di kursi meja makan, melihat itu Ervina tersenyum dan kembali melanjutkan memasaknya.

Naren hanya melirik sekilas pada Ervina tanpa berucap satu kata pun, justru Naren mencium putrinya itu dengan gemas, "Putri Daddy cantik sekali!" ucapnya.

"Iya, cantik karena baju kembaran dengan Mommy Na, tapi sekarang udah gak kembar!" kesal Calisha.

"Nanti Daddy belikan mommy Na baju putih sama dengan Calisha, biar kembar, oke?" kata Naren.

Deg!

Calisha yang diajak bicara Daddynya tapi Ervina yang berdebar mendengar ucapan yang sedikit lembut itu, tidak sedingin saat berbicara dengannya.

Juga baju putih baru!

'Tidak! Tidak! Jangan berharap lebih, itu hanya untuk memenangkan kembali hati putrinya!' batin Ervina.

Ervina terus melanjutkan masaknya, tanpa menoleh atau memperdulikan ucapan apapun yang Naren dan Calisha debatkan.

Yang ada dalam pikiran Ervina saat ini adalah Naren kejam, dia melakukan hal hanya untuk putrinya, bahkan rela membelinya untuk dinikahi demi menjadikan dirinya baby sister Calisha.

Semua untuk Calisha! pikirnya.

Ruang makan yang biasanya sepi dan dingin itu, untuk kali pertamanya terasa hanya menurut Naren, 'berbincang dengan putri cantikku sambil menunggu Mommynya memasak tak begitu membosankan rupanya!' batinnya.

Eh!

'Berfikir apa sih!' batin Naren kesal dengan pikirannya sendiri.

"Daddy ke atas dulu, mandi dan berganti pakaian ya!" ucap Naren menampik segala pemikiran aneh yang tiba-tiba muncul di kepalanya.

Calisha mengangguk, "Habis itu turun dan makan bersama ya, Daddy! Daddy pasti suka masakan Mommy Na! Enak sekali, Daddy!" ucap Calisha terus mempromosikan Mommy-nya.

"Siap, Tuan putri!" canda Naren sambil berjalan naik ke lantai dua untuk mandi.

Sedangkan Calisha, kembali menuju pantry dan menunggu Mommy Na masak seperti hari-hari biasanya, "Mommy ... Mommy, Sha mau naik, Mom!" pekiknya sambil meloncat-loncat.

Hal itu selalu membuat Ervina tertawa, tubuh gembul putrinya seolah bergerak semua saat melompat-lomoat dan menggemaskan. Ervina langsung menyambar tubuh Calisha dan di dudukkan di ujung pantry, "Tidak boleh banyak bergerak, oke!" ucapnya sambil mengecupi pipi dan leher putrinya.

"Kikkiki ... Geli, Mom! Siap Mommy Na!" jawab Calisha kegelian karena kecupan gemas Ervina kemudian berbalik dan memasak lagi untuk putrinya makan.

Hal itu tidak luput dari pandangan Naren dari lantai dua, Naren bisa lihat jika cinta Ervina sangat tulus untuk putrinya juga kebahagiaan Calisha saat mengoceh sambil menunggu Mommynya terasa nyata.

Demi senyuman dan tawa bahagia itu, Naren bersedia menikahi wanita yang tidak dikenalnya hanya untuk memberi Calisha Mommy.

Naren hanya menyeringai sedikit kemudian masuk.

Setelah beberapa waktu, Ervina bersorak, "Horee ... Masakan Mommy Na sudah matang!" pekiknya.

Calisha pun ikut bersorak, "Horee ... Makan, makan, makan!" serunya.

Bersamaan dengan itu, Naren sudah selesai mandi dan turun dengan pakaian rumahannya, baju putih polos dengan celana navy pendek selutut dengan rambut yang masih menetes.

Aroma sabun berpadu dengan parfum maskulin Naren menyeruak memenuhi indra penciumannya membuat Ervina menahan nafas kala melihat suaminya, 'Benar-benar perwujudan dari dewa yunani!' batin Ervina membuang muka.

Ervina tidak ingin kena marah hanya karena menatap sesuatu yang sudah halal untuknya, bahkan halal untuk lebih dari sekedar melihat.

"Daddy, ayo makan bersama!" pekik Calisha duduk dengan penuh gembira di meja makan.

Ervina hanya diam dan membawa masakannya di meja ruang masak, "Dimana para maid, kenapa kamu yang siapkan!" dingin Naren.

Glek!

Ervina seakan berat untuk membuka mulutnya, Kata-kata dingin suaminya membuat lidahnya membeku, namun sekuat tenaga Ervina menjawab suaminya, "Sudah biasa saya yang menyiapkan semua keperluan Calisha, Tuan!" jawab Ervina tercekat.

Naren hanya diam mendengar jawaban takut Ervina, sedangkan Ervina berbalik dan mengambilkan sisa lauk dan nasi, juga air putih.

"Calisha bisa makan sendiri dengan Daddy ya, Mommy Na ke atas dulu, Mommy Na mau mandi karena bau bawang!" pamit Ervina setelah selesai meletakkan makanan di meja makan.

"No Mommy Na! Sha, gak mau makan kalau Mommy Na gak makan!" ucap Calisha bersedekap marah.

Calisha tak ingin Mommynya kelaparan setelah penindasan yang dilakukan oleh Daddy nya.

Sedangkan Ervina berfikir jika dirinya bukan bagian dari keluarga ini, jadi tidak sepantasnya seorang baby sister sepertinya makan bersama, Ervina takut Naren marah.

"Tidak ada yang meminta atau mengijinkanmu pergi, Na!" tegas Naren, "Duduk!"

Glek!

Untuk pertama kali Naren memanggilan 'Na' , seolah terasa dekat dengannya membuat hati Ervina tergelitik..

Ervina kemudian duduk di samping gadis kecilnya dan membuka piring kemudian menyendokkan nasi untuk Calisha, "Mau banyak apa sedikit, Sayang?" tanyanya.

"Yang buanyakkk sekali, Mommy Na!" seru Calisha senang setelah Mommynya mengambilkan banyak sup di piringnya, "Daddy belum, Mommy!" ucapnya.

Ervina tampak berkedip saat Calisha juga memintanya menyendokkan makanan untuk Narendra, jantung Ervina tampak tertahan kala Ervina menoleh dan bersitatap dengan mata elang Naren.

Deg!

"B—bol—"

"Yang banyak!" titah Naren memotong ucapan Ervina yang tergagap.

Ervina kemudian mengambil sendok nasi dan dengan kikuk mulai meletakkan nasi dan sup daging merah di piring Naren, dengan sedikit gemeteran.

Ervina takut!

Setelah itu, mengambil nasi untuk dirinya sendiri sambil melihat Naren dan Calisha tengah menikmati masakannya dengan lahap, membuat hati Ervina sedikit berbunga.

'Apa benar kata Calisha, jika Daddy nya akan suka dengan masakanku!' batin Ervina.

Namun baru saja selesai membatin, Naren terlihat menambah nasi dan supnya, juga berkedel kentang ke dalam piringnya lagi membuat Ervina senang karena berfikir pikirannya benar.

"Enak kan Dad, masakan Mommy Na! Calisha sampai ketagihan makan masakan Mommy Na!" tanya Calisha dengan bersemangat.

"Biasa aja! Daddy lapar makanya nambah!" jawabnya dingin membuat Calisha kesal dan melipat bibirnya, "Padahal enak banget!" gumam Calisha.

Deg!

'Bodoh! Jangan berharap apapun! kau masih ingin berharap lagi, Na!' runtuk Ervina dalam hatinya sendiri yang berdenyut.

Hingga tak ada perbincangan apapun dan Ervina mulai melanjutkan makanannya sampai habis sambil menahan kepalanya yang masih berdenyut.

Hingga makan siang itu selesai, dan Ervina berdiri untuk membereskan meja makan, namun tiba-tiba pandangannya menghitam, kepalanya kian berdenyut dan....

Bruk!

"Mommy Na!"

Bersambung....

Do'ain besok author bisa nulis tiga bab untuk kalian😍

Jangan lupa Follow author, like, komen, dan vote ya, biar author semangat nulisnya 😍

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

Thor jgn bikin Ervina berharap sama suami jahat nya itu. bikin hati Vina mati rasa biar suami iblis nya itu yg gila dan bucin akut sendiri

2024-11-21

4

Inooy

Inooy

karena kamu dewa nya egois dn arogan maka nya pantang utk minta maaf..
qta liat aj sampe mana keegoisan dn kearoganan mu Naren!!

2024-12-24

0

ira

ira

gimana nggak pingsan Naren kan narik rambutnya Vina kuat banget terus dicelup ke air lagi

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!