6. Amarah Naren

"Tuan Naren dan Mas Bagas akan ke Milan untuk urusan kerja, Nyonya!"

Deg!

"Milan?" gumamnya.

Dada Ervina kembali mencelos saat mengetahui suaminya pergi ke luar negeri bahkan sebelum bertemu dengan dirinya sejak pernikahan.

Yah, walaupun bukan istri yang dia mau, setidaknya bertemu barang sekali atau dua kali, atau paling tidak pamit terlebih dahulu pada Calisha.

Bagaimana jika Calisha bertanya dimana Daddynya?

Ervina terus melanjutkan memasaknya tanpa sepatah katapun lagi, begitu juga Bi Arum yang pasti mengetahui isi hati Ervina.

Ervina memasak sup iga merah dengan lauk berkedel kentang kesukaannya, dia ingin Calisha merasakan masakan kesukaannya sebagai bentuk pengenalan agar lebih dekat lagi dengan putri kecilnya.

Setelah selesai Ervina meletakkan makanan di meja makan dan naik untuk membangunkan Calisha.

Makan siang di waktu sore itu penuh kebahagiaan saat Calisha sangat menyukai masakan Ervina dan tak bisa berhenti makan.

"Wow, masakan Mommy Na luar biasa, koki kalah, Mom!" peliknya.

"Benarkah?" tanya Ervina.

Calisha mengangguk dengan semangat, "Benar, Mommy Na! Calisha mau makan masakan Mommy terus rasanya! Wow, enak sekali!" serunya.

Hati Ervina diliputi kebahagiaan karena putri kecilnya itu mampu membasuh sesak yang ditimbulkan Daddy gadis didepannya itu.

"Pasti Daddy suka juga dengan masakan Mommy Na!" ucap Calisha.

Ervina hanya bisa tersenyum masam, "Benarkah?" tanya Ervina.

"Pasti Mommy Na, ini enak sekali!" jawab gadis kecil itu penuh semangat menyenangkan hati Mommynya.

"Ya sudah, setelah makan Calisha mandi dengan Mommy Na, setelah itu kita belajar, oke?" ucap Ervina.

"Siap, Mommy!" ucap Calisha penuh semangat.

Walaupun suaminya tak menginginkan Ervina, namun hadirnya gadis kecil itu benar-benar bisa menghapus kesepian dan kesedihan Ervina.

Hari-hari Ervina dihabiskan untuk mengurus Calisha dengan sepenuh hatinya, memandikan, menyiapkan makanan, bekal, mendandani, mengajari Calisha, semua di handle Ervina seorang.

Calisha begitu senang hingga tidak bersedih saat tau Daddynya keluar negri untuk bekerja, karena ada Ervina yang selalu menyayanginya.

Hingga tiga minggu sudah berlalu, kedekatan antara Ervina dengan Calisha terjalin semakin erat, dan selama itu juga tak terlihat tanda-tanda Naren pulang.

Saat ini, Ervina masih di tempat tunggu sekolah Calisha, menunggu sang putri untuk pulang,

"Mommynya Calisha ya?" sapa salah seorang ibu muda disana.

Ervina menganggu, "Iya, Mom!"

"Oh, masih muda sekali! Pintar sekali gadis sepertimu mencari umpan! Apa kau peliharaan Tuan Naren?" sinisnya.

Deg!

Peliharaan?

'Dia pikir diriku ini kucing, bisa dipelihara begitu saja!' kesal Ervian.

"Maksud Mom apa ya? Saya tidak mengerti!" jawab Ervina dengan polosnya.

Pasalnya Ervina memang tidak mengerti dengan keculasan orang di depannya itu, tiba-tiba menyapa dan bicara yang aneh.

"Sok polos! Pantas saja Tuan Naren suka yang polos-polos, Ups!" ucapnya sambil tertawa merendahkan, "Enak sekali ya, modal murahan bisa jadi nyonya besar!" lanjutnya.

Deg!

Kali ini Ervina tau kemana arah pembicaraan ibu-ibu julid didepannya itu, 'Enak sekali bicaranya tuh bibir, modal murahan apaan! Dipegang laki aja belum!' batinnya.

"Mommy kali dulu yang modal murahan makanya menuduh saya begitu, kalau saya sih Alhamdulillah gak modal muarahan, Mom!" jawab Ervina dengan santai.

"Mommy Na!" pekik Calisha sambil berlari bersama dengan Ervina yang baru saja menyelesaikan ucapannya pada ibu-ibu julid itu.

Ervina ikut menyongsong putrinya sambil merentangkan tangannya menerima pelukan sang putri, "Sayangnya Mommy!"

Grep!

"Bagaimana sekolahnya, Sayang?" tanya Ervina.

Calisha tampak mengangguk, "Gampang Mommy, putrimu ini sangat pandai berkat Mommy!" jawab Calisha dengan bangga.

Hal itu membuat Ervina gemas dan mencubit hidung snag putri, "Gemasnya, Ayo pulang!" ajak Ervina.

Kemudian Ervina dan Calisha bergandengan menuju mobil yang sudah menunggu sejak tadi, meninggalkan para ibu-ibu yang tertawa menertawakan ibu julid yang kena mental oleh ucapan Ervina.

'Rasain! Enak aja bilang modal murahan, Tuan Naren aja gak berniat menikmati aku!' batin Ervina sambil memasuki mobil.

"Mommy Na, jangan dekat-dekat dengan mommy nya Edward, dia itu suka banget dengan Daddy!" ucap Calisha

"Oh ya? yang baju pink itu Mommynya Edward?" tanya Ervina.

Calisha mengangguk, "Iya Mommy Na, dia selalu cari perhatian dan sok baik dengan Calisha kalau Daddy jemput Calisha!" adunya kemudian mendekati Ervina dan berbisik, "Bajunya juga sexy-sexy, Mom! Baju belum jadi sudah dipake!"

"Bufssss!" tawa Ervina tertahan karena bisikan Calisha, "Tidak boleh bicara seperti itu, Calisha, bukan baju belum jadi itu, mungkin selera tantenya emang baju seperti itu!" jawab Ervina.

"Calisha tidak suka, Edward juga jahat sama Calisha, Calisha maunya Mommy Na, aja!" jawab Calisha.

"Iya, Mommya Na seorang untuk, Calisha!" ucapnya.

Calisha kembali tersenyum dan memeluk Ervina kembali selama perjalanan pulang.

Sesampainya di Mansion, Ervina dan Calisha langsung naik ke lantai dua seperti biasa, berganti pakaian dan bermain dengan Calisha.

"Mommy, mandi bareng Calisha yuk!" ajak Calisha.

Ervina mengangguk, "Mommy ambil baju dulu di kamar Mommy, oke?" jawab Ervina.

"No, Mommya! Calisha ada baju cantik untuk Mommy Na pakai ... Calisha ingin lihat seseorang pakai gaun itu!" ucap Calisha.

Ervina kemudian mengangguk, "Baiklah, ayo mandi!"

Dan Ervina mandi bersama Calisha sambil bercanda gurau, mandi bersama sudah sering Ervina dan Calisha lakukan sambil Ervina mengajari banyak hal pada putrinya itu, karena ada beberapa pembelajaran yang Daddynya tak mungkin bisa jelaskan terutama hal perempuan.

Setelah itu, Calisha dengan handuk kecil di tubuhnya berjalan menuju almari pakaian dan memilih baju untuknya, kemudian membuka sebuah kotak dan memberikan dress putih sederhana namun membuat Ervina langsung jatuh cinta.

"Bagus sekali bajunya!" ucap Ervina.

"Mommy pakai ini, dan Calisha pakai baju yang sama dengan Mommy Na!" ucapnya sambil menunjukkan baju putih yang hampir sama.

"Baiklah, hari ini kita kembaran!" seru Ervina.

Setelah selesai berganti pakaian, Ervina memilih turun ke dapur seperti biasa untuk memasak makanan Calisha dengan hati yang berbunga karena baju yang sangat indah kembaran dengan putrinya itu!

Namun, siapa sangka bersamaan dengan Ervina turun dari tangga, masuk seorang laki-laki berbadan besar, tegap, tampan, bak dewa Yunani, namun memiliki aura dingin menyeramkan.

Deg!

'Siapa ini?' batin Ervina.

Begitupun Narendra yang mematung melihat Ervina, bukan karena terpesona oleh kecantikan istrinya, namun karena baju yang dikenakan Ervina.

'Baju itu!' batin Naren seketika mendidih amarahnya.

"LANCANG!" teriaknya sambil berjalan cepat menuju Ervina dan dengan cepat meriah rambut panjang Ervina yang tergerai.

Srak!

"Auuu, S—sakit! Anda siapa? L—lepaskan!" pekik Ervina sambil memegangi rambutnya yang diseret oleh Naren.

"TIDAK TAU DIRI! KAU HANYA AKU BELI UNTUK JADI BABY SISTER ANAKKU! KAU TAK PUNYA HAK ATAS BARANG-BARANG DIRUMAH INI!" teriak Naren tanpa melepaskan rambut Ervina sedikitpun.

"T—Tuan Naren? M—maafkan saya —"

"SIAPA YANG MENGIZINKANMU MEMAKAI BAJU ITU!"

Bersambung....

Jahat banget Mas Naren ya, ngomong baik-baik bisa gak sih?

Terpopuler

Comments

ira

ira

harusnya kau bisa tanya dengan baik-baik Narendra jangan langsung menyakiti Vina begitu kan Vina nggak tahu apa-apa tentang baju itu

2024-11-29

0

Erlinda

Erlinda

selalu begitu jahat dan menyiksa istri ujung ujung nya nyesal dan bucinakut

2024-11-21

0

Indry Saleh

Indry Saleh

naren jangan jahat ya aq getok kamu nanti.. hehhhhhj!

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!