5. Ke Milan.

Setelah perintah Naren yang tak bisa lagi dia bantah, Bagas bergegas menyiapkan pemberangkatan ke Milan sambil pergi kembali ke Mansion Naren.

Bagas harus mengambil beberapa berkas dan juga pakaian ganti Tuannya selama di Milan nanti.

Tok! Tok!

Cklek!

"Bi Arum, sudah di siapkan semua kebutuhan, Tuan?" tanyanya pada Arum, — kepala maid di Mansion itu.

Bi Arum tampak menggeleng, "Tunggu sebentar, Mas Bagas, kurang beberapa berkas saja sesuai perintah Tuan, tapi saya bingung mencarinya!" ucap Bi Asih.

"Ya sudah saya cari sendiri saja, Bi!" jawab Bagas masuk dan naik menuju ruang kerja Tuannya itu.

"Iya, Mas Bagas!" jawab Bi Arum sambil mengikuti Bagas karena baju dan koper Tuan Naren juga masih di lantai dua.

Semua maid di rumah itu tak ada yang berani ke lantai dua kecuali pengasuh Calisha, Bagas dan Bi Arum, karena lantai dua khusus untuk kawasan keluarga.

Narendra tidak terlalu suka barangnya banyak orang yang pegang, sehingga Bi Arum lah yang diberikan tugas untuk mengurusnya, karena Bi Arum adalah maid senior dan sangat dia percaya.

Setelan Bagas berhasil menemukan berkas yang dia butuhkan untuk berangkat ke Milan, dia menoleh pada Bi Arum, "Mana koper Tuan, Bi?" tanyanya.

"Di luar, Mas Bagas, Apa Tuan tidak menitip pesan untuk Nyonya?" tanya Bi Arum.

Bagas menghela nafas dan menggeleng, "Temani Nyonya ya, Bi! Oh iya, dan kamar sebelah Tuan yang sudah dibersihkan, untuk Nyonya, tolong antar ya, Bi!" ucapnya.

Bi Arum mengangguk mengerti!

Setelah mengucapkan itu Bagas membawa maps yang lumayan banyak dan keluar dari ruangan kerja Tuan Naren.

Cklek!

Bruk!

Deg!

"Nyonya! Maaf!" ucap Bagas terkejut karena saat membuka pintu Bagas langsung menabrak Ervina hingga limbung.

"Tidak apa, Mas Bagas!" jawabnya sambil berdiri setelah berpegangan pada tembok saat hampir jatuh.

"Saya permisi, Nyonya! Sekali lagi saya minta maaf!" pamitnya.

Ervina hanya mengangguk sebagai jawaban dan melihat Bagas pergi sambil membawa berkas yang banyak dan koper yang lumayan besar.

"Koper apa itu?" tanya Ervina. Namun pertanyaan itu hanya sampai di kerongkongan dan tak bisa keluar karena Ervina merasa tak punya wewenang apapun untuk bertanya apapun juga, dirinya hanya seorang istri yang tidak diinginkan oleh suaminya, seorang nyonya yang tak sedikitpun dilirik oleh tuannya.

Tidak ada seorang suami yang menginginkan istrinya dan meninggalkan hari pernikahan untuk bekerja! pikir Ervina.

Ervina juga sangat sadar jika dirinya dijual oleh Ayahnya pada Tuan Naren, jangankan Tuan Naren, Ayah kandungnya saja meninggalkan dirinya di hari pernikahannya.

Ervina kemudian mengabaikan pikiran-pikiran aneh itu dan memilih untuk turun ke tujuan utamanya yaitu dapur karena haus.

Sedangkan Bagas bergegas kembali ke kantor untuk menjemput Tuan Naren dan pergi ke bandara.

Hari itu juga, Naren berangkat bersama Bagas ke Milan untuk urusan bisnis di sana. Tanpa pulang berpamitan dengan Calisha maupun dengan Ervina, istri barunya itu.

*****

Sementara itu, Bi Arum yang turun dari lantai dan melihat Nyonya barunya sedang minum pun akhirnya menghampiri Ervina.

"Nyonya, Apa Anda lapar? Ingin makan apa, Nyonya?" tanya Bi Arum.

Ervina menoleh sambil tersenyum, "Tidak Bi, Bibi namanya siapa?"

"Bi Arum, Nyonya! Saya kepala maid di Mansion ini, jika ada yang Anda butuhkan bisa langsung cari saya saja!" jawab Bi Arum memperkenalkan diri.

"Baik Bi, senang berkenalan dengan Bi Arum!" jawab Ervina.

"Saya juga, Nyonya!"

Ervina hanya mengangguk dan menghabiskan sisa air di gelasnya, "Bibi ada pakaian ganti tidak? Saya ingin ganti dan memasak makanan jika boleh!" ucap Ervina.

"Pakaian sudah Tuan Naren siapkan di kamar Anda, Nyonya! Untuk masak, Anda tidak perlu repot-repot biar para maid yang siapkan!" ucap Bi Arum.

Ervina menoleh, "Saya ingin memasak untuk Calisha, Bi, dia ingin dimasakkan oleh Mommynya! Boleh temani saya berganti pakaian?" tanya Ervina.

"Mari, Nyonya!"

Ervina dan Bi Arum kemudian memasuki kamar paling ujung sebelah kamar utama milik Narendra.

"Ini kamar Anda, Nyonya, dan yang sebelah Anda itu kamar Tuan Naren. Tuan Naren tidak suka seseorang masuk tanpa izin darinya, Nyonya!" jelas bi Arum.

Ervina hanya mengangguk untuk semua penjelasan Bi Arum walau dadanya sesak!

Seakan semua sudah menunjukkan dimana tempatnya, dan dimana posisinya. Ervina sangat tau diri jika dirinya hanya dijual dan tidak mungkin dijadikan istri betulan dengan Tuan kaya raya ini, tapi tetap saja hati Ervina sedikit sesak.

Ervina berganti pakaian setelah memilih satu baju dari almari yang kata Bi Arum memang disiapkan untuknya, kemudian turun kembali bersama Bi Arum.

Membasuh kekecewaan dengan memasak untuk putri kecilnya yang manis, mungkin itu akan sedikit menghibur hati Ervina.

"Bi Arum boleh istirahat, saya yang akan masak untuk Calisha siang ini!" ucap Ervina.

Bi Arum mengangguk, "Iya, Nyonya, tapi saya ingin menemani Anda memasak, takut Anda membutuhkan sesuatu yang tidak tersedia di dapur ini!" jawabnya.

"Bi, jangan terlalu formal bicara sama saya, saya jadi tidak enak!" keluh Ervina sambil menyiapkan bahan dari almari pendingin.

"Saya tidak berani, Nyonya!" jawab Bi Arum.

"Huh, padahal Bi Arum tau sendiri, saya bukan istri sungguhan Tuan Naren, jadi tak perlu takut!" ucap Ervina miris.

"Nyonya!" gumam Bi Arum.

"Na hanya dijual pada Tuan Naren, Bi! Bi Arum juga tau letak kamar, Na, jadi tentu Bi Arum bisa menyimpulkan jika Na bukan istri yang Tuan Naren mau, Bi!" jawab Ervina yang mulai nyaman bersama dengan Bi Arum.

Seolah Ervina sedang berbicara dengan ibunya sendiri.

"Tetap tabah dan sabar ya, Nyonya! Tapi saya yakin, Tuan Naren tidak akan kasar pada Nyonya, dan akan jatuh cinta dengan wanita secantik Anda!" ucap Bi Asih terbawa suasana dengan ucapan Ervina.

Entah kenapa Bi Asih jadi teringat putri semata wayangnya yang baru saja meninggal dunia karena melahirkan. Bayi dalam perutnya ternyata sudah meninggal dan membuat putrinya kesusahan dalam mengeluarkan bayi dalam kandungannya.

Bi Arum meneteskan air mata saat mengingat itu!

Jika diliat, usia putrinya hampir sama dengan Ervina, karena memang putrinya menikah di usia 18 tahun di kampung...

"Aamiin!" jawabnya sambil menoleh pada Bi Arum, "Bibi kenapa?" tanya Ervina terkejut, kemudian mendekat dan memeluk Bi Arum.

"Bibi jadi ingat putri bibi yang baru saja meninggal saat melihat, Nyonya!" jawabnya.

Ervina kemudian memeluk Bi Arum semakin kuat, seolah memberikan kekuatan untuk Bi Arum, karena Ervina tau bagaimana sakitnya kehilangan orang tersayang dihidupnya.

Tak ada kata yang terucap selain pelukan dan usapan lembut dari Ervina, karena Ervina tau Bi Arum hanya membutuhkan pelukan dalam kondisi seperti ini.

"Sudah, Nyonya! Maaf jadi menganggu masak Anda!" ucap Bi Arum melerai pelukan itu.

"Bi Arum bisa anggap Na seperti putri Bibi, Na juga tak punya ibu, Ayah sudah menjual Na, Na akan seneng banget jika punya bibi di sini!" jawab Ervin.

Bi Arum hanya bisa mengangguk sambil mengusap sisa air mata.

"Mas Bagas tadi pergi kemana Bi, kok bawa banyak barang?" tanya Ervina mencoba mengalihkan pembicaraan mereka agar Bi Arum tidak lagi sedih, namun tanpa tau jika pertanyaan itu membawa Ervina pada kenyataan yang menyesakkan.

"Tuan Naren dan Mas Bagas akan ke Milan untuk urusan kerja, Nyonya!"

Deg!

"Milan?"

Bersambung.....

Maaf ya, author gak update dua hari karena nenek author meninggal dunia pada hari sabtu jam 00.58🥺 kepergiannya cukup mendadak karena tiba-tiba tidak sadarkan diri langsung dibawa ke RS dan keadaannya sudah tidak baik-baik saja, gula darah tinggi, tensi tinggi, semua tinggi dan harus di rawat di ICU sampai sadar.

Qadarullah, nenek author bukannya sadar justru beliau berpulang... Mungkin beliau sudah rindu dengan Sang Pencipta.

Hari ini, author sudah mulai bisa merangkai kata lagi untuk para pembaca yang author sayangi.

Terpopuler

Comments

Neneng Sukrianingsih

Neneng Sukrianingsih

innalillahi wainnailaihi roji'un, yg sabar y Thor, semoga amal ibadahnya d Terima d sisi Allah SWT🤲

2024-12-30

0

ira

ira

sabar ya Vina satu saat nanti Narendra pasti akan jatuh cinta kepadamu

2024-11-29

0

ira

ira

sebenarnya itu namanya yang asli yang mana sih bi Arum atau bi asih

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!