4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.

"Jadi dia Mommynya, Calisha?" lirih gadis kecil itu.

Deg!

Jantung Ervina berdetak kencang, entah karena terkejut atau suara lembut gadis berambut pirang panjang itu. Hati Ervina seperti tergerak.

"Apa dia putri Tuan Naren, Mas Bagas?" tanya Ervina.

Bagas mengangguk, "Iya, Nyonya! Namanya, Calisha Bimantara!"

Suamiku Duda beranak satu?

'Kenapa putrinya sangat cantik? Seperti orang-orang keturunan barat! Apa suamiku tampan? Bukan pria tua berperut buncit dan jelek?' batin Ervina.

Dari kemarin saat Ayahnya mengatakan bahwa dia akan dinikahkan dengan rekan kerjanya, dia berfikir akan dinikahkan dengan bapak-bapak gadun yang suka daun muda, berperut buncit, pendek, dan jelek.

Tapi Ervina menjadi penasaran saat melihat putri laki-laki itu secantik ini, tidak mungkin visualnya seperti yang dia bayangkan!

'Tunggu, bisa jadi cantik karena turunan dari istri pertamanya! Bisa terjadi!' batin Ervina lagi sambil menurunkan tubuhnya dan merentangkan tangannya ke arah gadis cantik itu dengan senyum lebarnya.

Melihat mommy barunya merentangkan tangan, Calisha sontak berlari dan menghambur ke pelukan Ervina.

"Mommy!" pekiknya.

Grep!

Seolah mereka benar-benar dua orang ibu dan anak yang sudah dipisahkan jauh, mereka saling memeluk erat dengan Ervina yang menghadiahkan banyak sekali ciuman pada gadis menggemaskan itu.

Jantung Ervina kian berdetak kencang saat ini, seolah hatinya terpaut pada gadis itu, kebahagiaan menyeruak di hati Ervina, merasa sangat diterima oleh putri suaminya membuat Ervina begitu bahagia.

Karena di film yang Ervina selalu tonton, banyak anak suami yang tidak menyukai dan menentang ibu barunya.

Kebahagiaan yang sama juga Calisha rasakan, gadis yang tak pernah merasakan pelukan hangat seorang ibu sejak kecil, kini dia merasakan dekapan itu.

Calisha begitu mendambakan memiliki seorang Mommy yang akan menyayanginya, dan kini Daddynya mengabulkan harapan terbesarnya.

Tak ada kata yang keluar dari keduanya, mereka hanya menikmati pelukan masing-masing.

Ervina bingung bagaimana cara memulai percakapan dengan putri sambungnya, karena Ervina tidak pernah memiliki anak, atau berurusan dengan anak kecil.

"Mommy!" lirih Calisha.

Ervina melerai pelukan itu dan menunduk, melihat putri sambungnya yang masih menempel di dadanya, "Apa, Sayangku?"

Gadis itu tersenyum manis sekali mendengar jawaban Ervina, hatinya membuncah hingga mata jernih itu mulai berair, "Calisha senang sekali memilki Mommy, sekarang!" ucapnya.

Melihat itu, hati Ervina merasa terharu, ucapan sederhana itu nyatanya mampu menembus relung hati Ervina.

"Mommy Na juga sangat senang punya Calisha sekarang, Mommy Na jadi gak sendirian lagi!" jawabnya sambil mengusap mata indah putri sambungnya itu.

Melihat itu, para maid yang berdiri di sana tampak terharu melihat adegan itu. Mereka juga tak ada yang menganggu dua orang itu.

"Mommy Na?" tanya Calisha.

Ervina mengangguk, "Mommy namanya Ervina, Calisha bisa panggil dengan Mommy Na!" jawabnya.

"Yey! Ayo Mommy Na! Kita ke kamar Calisha, Calisha punya banyak sekali boneka!" seru gadis kecil itu sambil bersorak gembira.

Ervina mengangguk dan mengikuti langkah kecil putri sambungnya yang akan menunjukkan kamarnya sambil menggenggam erat tangannya.

Hal itu membuat hati Ervina menghangat.

Gadis gembul itu membawa Ervina naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya yang penuh dengan nuansa warna pink berpadu dengan biru laut.

Cklek!

"Ayo Mommy Na, masuk!" ucapnya tidak sabaran.

"Iya, Sayang!" ucap Ervina masuk ke dalam kamar putri sambungnya itu, "Wah, bagus sekali kamar Calisha! Calisha keren!"

Mendapatkan pujian dari Mommynya membuat Calisha senang, dan bersorak sambil meloncat-loncat pada Ervina, "Makasih, Mommy! Peluk ... Peluk Mommy Na!" soraknya.

Ervina kemudian menunduk dan memeluk Calisha penuh rasa sayang, entah kenapa semua kesedihannya dari kemarin seolah sirna terhapus oleh pertemuan manis dengan putri sambungnya itu.

'Apa ini namanya naluri ibu?' batin Ervina sambil mengusap punggung belakang Calisha.

"Kamar ini Daddy yang siapkan untuk Calisha, Mommy! Tapi kamar Daddy jelek, Mommy Na pasti tidak akan betah disana seperti kamar hantu!" celoteh Calisha.

Ervina tertawa mendengar aduan Calisha sambil mengangkat gadis kecil itu tanpa melepas pelukannya dan mendudukan di kasurnya, "Jadi Calisha takut masuk kamar, Daddy?" tanyanya sambil merespon putri kecilnya dengan ekspresi ketakutan.

Calisha dengan cepat mengangguk, "Iya, Mommy Na! Calisha gak suka tidur di kamar, Daddy! Jadi biar Daddy tidur dengan hantu saja, Mommy Na tidur dengan, Calisha!" beonya.

Ervina mengangguk dengan semangat, "Setuju!" ucapnya sambil memajukan satu tangannya untuk tos dengan Calisha.

"Yey! Tos!" sorak Calisha.

Hal itu membuat Ervina dan Calisha tertawa bersama dengan penuh kebahagiaan.

Ervina tidak menyangka, bersama dengan Calisha membuatnya sangat senang dan membuncah, gadis manis itu membuatnya tak bisa berhenti tersenyum.

'Menikah tidak semenyeramkan itu, ternyata! Apalagi dapat bonus semanis ini! Terima kasih Tuhan, Hadiah gadis kecilnya, untukku.' batin Ervina.

Kemudian Ervina menemani Calisha bermain mainannya di dalam kamar hingga siang hari dan tertidur bersama di kamar itu sambil saling memeluk seolah mereka benar-benar ibu dan anak kandung.

Padahal mereka baru bertemu pagi menjelang siang hari.

Pemandangan itu nyatanya membuat seseorang yang sejak tadi memantau lewat CCTV di ponselnya tak bisa menahan senyum tipisnya.

Narendra Bimantara! Yah, setelah akad nikah selesai tanpa bertemu dengan wanita yang dia nikahi, dia pergi langsung menuju perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya.

Naren hanya melihat wajah istrinya itu di ponsel kemarin saat dia meminta Bagas untuk mencari informasi tentang kedua putri Candra Prasojo, maka dari itu dia menawarkan pernikahan pada Candra.

Naren memang lebih memilih Ervina, daripada Noela— kakak Ervina, karena laporan kehidupan pribadi yang tidak terlalu bagus dari Noela membuat Naren takut jika akan berdampak pada putri kecilnya.

Tujuannya menikah kan untuk baby sister putrinya!

Melihat putri kecilnya sangat bahagia bermain dan berceloteh riang dengan Ervina membuat Naren sedikit lega, telah mengabulkan keinginan putri kecilnya.

Jika bukan karena Calisha, Naren tidak akan pernah menikah!

Masa lalu yang menyakitkan membuatnya tak ingin berdekatan dengan perempuan, apalagi harus berhubungan.

"Bahagialah putri kecilku, Daddy senang melihat senyum bahagiamu!" gumam Naren lirih sambil menatap dua perempuan yang tengah tertidur saling memeluk itu.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!" dingin Naren sambil meletakkan ponselnya di meja sambil menatap siapa yang datang.

"Permisi, Tuan!" ucap Bagas.

Naren mengangguk, "Ada apa, Gas?"

"Tuan Candra memesan tiket keberangkatan menuju Zurich, Swiss, untuk nanti malam, Tuan!" ucapnya.

Naren mengangguk, "Ayah kejam! Bahkan seekor Harimau tidak meninggalkan anaknya sendiri!"

"Iya, Tuan!" jawab Bagas, "Lalu untuk pertemuan di Milan, Bagaimana?"

"Siapkan penerbangan kita, Bagas! Kita akan berangkat sekarang!" titahnya.

Glek!

"M—maaf, Tuan! Apa Anda tidak ingin menyapa istri Anda terlebih dahulu?" tanya Bagas takut-takut.

"Untuk apa? Tidak penting!" —

Bersambung....

Author mau kejar Naren yang ngeselin sambil bawa panci, author getok kepalanya nanti😌

Terpopuler

Comments

ira

ira

namanya juga ayah yang tidak bertanggung jawab 😤😤 iya di mulut nggak penting di hati lain lagi 😁😁

2024-11-29

0

Vinss 1702

Vinss 1702

😌awal2 memang selalu bgtu, nanti dah kena penyakit cinta di tinggal bentar dah guling2

2025-02-27

0

beybi T.Halim

beybi T.Halim

aman..,pergilah klo boleh sebulan aja lu dimilan ren..,toh na bs bahagia bareng chalisa

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!