3. Akad Nikah

"LALU AYAH MENGORBANKAN NA PADA LAKI-LAKI KEJAM SENDIRIAN? AYAH JAHAT!" pekik Ervina dengan lelehan air mata yang turun tanpa ijin.

"Setidaknya Na akan hidup berkecukupan dengan Tuan Naren!" jawab Candra.

"Kenapa tidak Kakak saja, Yah? Kakak sudah berusia 24 tahun, sedangkan Na masih 19 tahun, Yah?" kejar Ervina yang merasa hidupnya tidak adil.

Kakaknya bisa memutuskan hidup dan kuliah di sana dengan bebas, sedangkan dirinya justru harus menjadi korban untuk keluarganya! Bukankah jika melihat usia, Kakaknya jauh lebih siap untuk menikah?

"Kakakmu hampir selesai kuliahnya, Na! Sayang jika masa depan dan karirnya hancur dengan menikah!" jawab Candra.

Jder!

Bak pisau yang menghunus langsung dada Ervina!

Ayahnya sangat mengkhawatirkan masa depan kakaknya dan tak sedikitpun mempertimbangkan nasibnya? sakit sekali hatinya, dan sakit itu kian menggunung pada Ayahnya !

Dengan tangis yang tak bisa Ervina tahan dia berkata, "Sejak kecil memang Ayah sangat menyayangi, Kakak! Ayah selalu membedakan Na sama Kakak! Kakak! Kakak! Kakak! Semua hanya tentang kakak!" teriak Ervina dengan wajah merahnya.

"KELUAR! AYAH KELUAR SEKARANG!" teriaknya sambil terisak.

Ervina tidak tahan melihat wajah laki-laki yang harusnya menjadi pelindung untuknya, namun justru menjerumuskan dengan keegoisannya!

Ervina terduduk di meja rias dengan linangan air mata yang tak ingin berhenti, menangis terisak untuk takdir hidup yang tak adil menurutnya.

Ditambah ucapan ayahnya membuat hatinya pedih, Ayahnya tega menjual dirinya yang masih kecil pada CEO yang terkenal kejam!

"Ya Tuhan, Sakit sekali hati Na! Na harus apa, Tuhan!" batinnya.

Ervina melihat pantulan dirinya yang tampak menyeramkan, make up nya sudah luntur di beberapa titik karena air mata, maskara dan airlyner juga sudah luntur dan mencetak noda hitam di kantung matanya.

Namun detik berikutnya, Ervina seolah tak diberi kesempatan untuk menangisi takdir hidupnya, kedua perias itu masuk untuk membenarkan riasan wajah Ervina bersamaan dengan suara akad menggunakan pengeras suara yang bisa semua dengar.

"Saya terima nikah dan kawinnya, Ervina Candra Ayu binti Candra Prasojo dengan mas kawin logam mulia seberat 66 gram dan uang sebesar 5 milyar dibayar tunai!"

"Bagaimana saksi?"

Sah!

Sah!

Sah!

Finish!

Ervina telah menjadi istri dari laki-laki yang tidak dikenalnya!

Gadis berusia 19 tahun itu mau tidak mau, harus menerima kenyataan jika telah menjadi istri dari seseorang.

Anak remaja yang sedang mekar-mekarnya itu, harus meredupkan ronanya karena telah dipetik.

Bunga itu telah bertuan!

Ervina harus kehilangan masa indah remajanya.

Dengan hati yang berat, Ervina membuka matanya setelah memejamkan erat sejak tadi, kala mendengar suara dingin dan asing itu mengucapkan perjanjian sakral mengambil tanggung jawab akan dirinya dari sang ayah.

"Pergi saja, Mbak! Saya bisa benarkan sendiri make up ini!" ucap Ervina dan kedua perias itupun keluar.

Ervina butuh waktu sendiri, barang hanya lima menit, untuk sekedar mencerna kejadian demi kejadian mendadak dalam hidupnya yang berbalik 180°.

Ervina menatap dirinya di pantulan kaca, "Kamu sudah bersuami, Na! Ya, kamu!" tunjuknya, "Andai saja Ibu masih ada disini bersama Na, tentu Na pasti tidak akan sesedih ini, Bu!" gumamnya.

Tiba- tiba Ervina mengingat mendiang ibunya yang wafat lima tahun lalu karena kanker yang dideritanya.

"Ibu pasti tidak akan rela mengorbankan Na seperti Ayah!" lirihnya.

Pikiran Ervina terus menerawang jauh ke masa lampau, saat Ayahnya selalu membedakan kasih sayang padanya dan sang kakak, pasti Ibu yang akan membasuh luka itu. Karenanya, Ervina sangat dekat dengan ibunya dibandingkan kakaknya dengan ibunya.

Namun saat Ibu wafat, kakak sudah berangkat ke Swiss dan Ayah tak ada anak lain selain Ervina! Sejak saat itu Ervina merasa dicintai ayahnya.

Ervina membuang jauh-jauh pikiran jika Ayahnya pilih kasih, karena nyatanya Ervina juga di sayangi oleh sang Ayah.

Namun itu semua sia-sia, Ervina kini sadar jika ayahnya memang tidak benar-benar menyayangi dirinya, dan saat keadaan seperti ini terjadi, dirinyalah yang akan menjadi tumbal.

Padahal, uang selalu Ayah kirimkan untuk semua keinginan kakaknya di Swiss, bukankah seharusnya kakak yang menanggung ini semua!

"Ibu, Na kuat kan? Tidak apa Ayah tidak menyayangi, Na! Ibu pasti selalu jaga Na, kan?" gumamnya sendiri.

"Ibu, Na berjanji!" ucapnya lagi seolah benar-benar sedang berbicara dengan ibunya didepan kaca, "Na akan menjadi istri sholehah seperti Ibu, Na akan patuh dan sabar mengahadapi suami Na, seperti apapun bentuk suami Na, Bu!" lanjutnya.

Pasalnya, Ibunya dulu sering menasehati Ervina, untuk selalu patuh dan taat pada suaminya kelak, seberapapun tinggi pendidikannya tetap harus taat, karena surga istri ada pada ketaatannya pada suami.

Dan itu Ibunya terapkan, Ibunya sosok penyabar dan penyayang, juga sangat patuh dan taat pada Ayahnya.

Detik berikutnya, Ervina kemudian menerbitkan senyumannya, "Bismillah ya Allah, Na yakin ini yang terbaik untuk Na!" lirihnya.

Ervina berusaha melapangkan dadanya dengan keadaan ini!

Hingga beberapa saat Ervina menenangkan hatinya, tak terdengar suara gaduh diluar sama sekali kecuali langkah kaki yang orang yang mondar-mandir.

Ervina tampak mengernyit, saat ketukan pintu kamarnya terdengar, "Masuk!"

"Maaf Nona, Anda sudah di tunggu diluar!" ucap salah satu asisten rumah tangga di rumahnya.

"Baik, Bi!" ucapnya dan Ervina mulai mengikuti langkah bibinya.

Deg!

Sepanjang melangkah jantungnya berdebar, kala melihat ruangan rumahnya yang sudah sepi, tidak ada Ayahnya, tidak ada penghulu, dan tidak ada mempelainya!

Apa lagi tamu undangan!

Apa-apaan ini?

Dimana pernikahannya?

"Bi kemana perginya semua orang?" tanya Ervina.

Bibi tampak berhenti sebentar dan menoleh, "Tuan sudah berangkat ke kantor, penghulu dan saksi sudah pulang dan saya ditugaskan untuk menjemput, Nona!" jawabnya.

Ha!

Tragis sekali pernikahannya ini bukan!

'Ayah langsung ke kantor? Bahkan tak ada rasa bersalah saat menjual putrinya sendiri?' batin Ervina.

"Bodoh! Berharap apa kamu Ervina? Kamu akan dijemput dan berjalan ke arah mempelaimu dengan diiringi kebahagiaan? Sadar, kamu hanya dijual!" batinnya merutuki hatinya sendiri.

Aku kuat! Aku pasti bisa! pikirnya.

Ervina kembali melangkah menuju keluar dan seseorang turun membukakan pintu untuk Ervina, "Silahkan, Nyonya!" ucapnya.

"Anda siapa? Tuan Naren?" tanya Ervina.

Orang itu kemudian membungkuk sebentar, "Perkenalkan, Nyonya, saya Bagas, asisten pribadi Tuan Naren! Saya ditugaskan untuk mengantar Anda ke mansion!"

Ervina mengangguk, "Salam kenal, Pak Bagas!"

"Jangan panggil Pak, Nyonya! Panggil saja [Bagas]" ucapnya sambil mempersilahkan masuk ke dalam mobil.

Ervina hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil itu sambil membatin, "Na kamu berharap suamimu yang menjemputmu, Kau hanya dijual! Ingat, kau dijual, Na!"

Lagi, Ervina tersenyum miring sekaligus menertawakan pernikahannya itu!

Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya diam tanpa ada sepatah katapun keluar. Hingga, mobil yang dikendarai Bagas mulai masuk ke dalam sebuah kawasan hijau dengan gerbang tinggi.

Ervina tampak terkejut dengan kediaman suaminya yang sangat besar dan megah.

"Silahkan turun, Nyonya!" ucapnya.

Ervina mengangguk dan turun, "Terima kasih, Mas Bagas!"

Bagas kemudian mengangguk, tak ingin meralat panggilan dari nyonya barunya itu lagi, dan memilih berjalan menuju pintu untuk mengantar Ervina.

Pintu terbuka dan para maid sudah beberapa berdiri disana, dan ada anak kecil dengan rambut pirang bergelombang di ujung sana.

Cantik sekali! Membuat Ervin terpana dan tak bisa mengalihkan pandangan dari gadis kecil itu.

"Perkenalkan ini Nyonya Ervina, istri Tuan Naren!" ucap Bagas

"Selamat datang, Nyonya!" ucap para maid bersamaan.

Ervina mengangguk sambil tatapannya terus mengunci mata gadis kecil itu, "Terima kasih!"

Walaupun sedikit aneh dengan perlakuan semua orang, Ervina berusaha untuk biasa saja, dengan jantung yang bergejolak dan bertanya-tanya orang seperti apa Naren itu!

"Jadi dia Mommynya, Calisha?" lirih gadis kecil itu.

Deg!

Bersambung...

Mommy muda ya, Na🤣

Hallo, Sayang- sayang ❤‍🔥

Semoga para sayang-sayang suka dengan novel perdana author Roro ya🤓

Terpopuler

Comments

ira

ira

kamu memikirkan masa depannya anakmu yang pertama akan hancur jika menikah apa kabarnya dengan Ervina, jawabanmu sangat menyakitkan untuk Ervina pak Chandra sungguh kejam dirimu

2024-11-29

0

ira

ira

pernikahan macam apa itu sungguh kasihan nasibnya Vina 🥺

2024-11-29

0

ira

ira

langsung jadi mamah muda Vina 😁😁😁

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!