2. Pertengkaran

"TIDAK ADA BANTAHAN! BESOK KAMU AKAN MENIKAH!"

Jder!

Bak sambaran petir yang langsung mengenai jantung Ervina!

Menikah? Bahkan tak pernah ada di bayangan Ervina jika dia akan menikah muda! Justru Ervina bisa dibilang masih belia.

"Tidak, Yah! Na gamau!" ucapnya lirih sambil terus menggeleng.

Hingga membuat Candra tak tega menatap putri bungsunya itu dan pergi begitu saja meninggalkan Ervina menuju kamar sambil memberi perintah untuk mengunci dan menjaga Ervina dengan ketat agar tidak bisa kabur.

Seketika hati Ervina diliputi awan mendung menggumpal!

Semalaman Ervina merengek dan menangis didepan kamar Ayahnya, memohon agar Ayahnya membatalkan rencana pernikahannya dengan orang yang tidak Ervina kenal.

"Apa salah Na, Ayah?" rengeknya.

Ervina dihantui ucapan Ayahnya sejak siang tadi, dan itu terjadi hingga saat ini terbukti Ayahnya tak membukakan pintu walau Ervina terus memohon.

"Na mau kuliah, Ayah! Na mau seperti kakak dan teman-teman, Na!" pintanya sambil mengetuk pintu itu.

Namun Candra tetap menulikan telinganya, karena dia tak memiliki pilihan lain, bukan semata-mata karena uang dan hutang, namun Naren bisa melakukan apapun yang di inginkan, dan itu membuat Candra takut jika justru Naren akan menyakiti dan menghancurkan putrinya.

Setidaknya Ervina akan hidup berkecukupan dengan Narendra! pikir Candra.

Hingga pagi datang, Ervina sudah dibawa ke kamarnya untuk dihias. walau bagaimanapun Ervina memohon, Candra tetap bersikukuh menikahkan Ervina dengan Naren.

Ervina hanya bisa menurut saat satu- persatu orang-orang itu menghias dirinya, sambil sesekali mengusap air matanya yang luruh tanpa ijin.

Sesak sekali dada Ervina!

Tak pernah Ervina bayangkan akan menikah di usia yang sangat muda, dan tidak tau menikah dengan siapa? Hal itu membuat Ervina semakin dilanda kesedihan.

Hingga riasan sudah selesai dan para perias meninggalkan ruangan itu, membuat Ervina menatap pantulan dirinya di kaca dengan sendu, "Apa salah Na, Ayah? Kenapa Na harus menikah dengan orang yang tidak Na tau!" gumamnya.

Cklek!

Ervina menatap ke arah pintu dari kaca di depannya, dan Candra berdiri di ambang pintu itu dengan tenang, gagah dan tampan.

"Apa alasan Ayah menikahkan Na?" todong Ervina.

Candra mendekat dan merangkul putri kecilnya itu sambil menatap pantulan mereka di kaca, "Maafkan Ayah, ini Ayah lakukan demi kebaikanmu, Na!"

Candra merasakan haru yang tak bisa dijelaskan sekaligus sedih saat melihat putrinya dalam balutan kebaya putih yang membuatnya semakin cantik.

"KEBAIKAN APA, YAH? APA? NA MAU KULIAH KE SWISS SAMA SEPERTI KAKAK, BUKAN MENIKAH!" teriak Ervina untuk yang pertama kalinya pada sang Ayah.

Ervina benar-benar tak bisa menerima alasan kebaikan dirinya yang dibicarakan sang Ayah, "Apa karena Ayah bangkrut?" lanjut Ervina karena banyak sekali teman yang mengucapkan turut sedih untuk kebangkrutan Ayahnya.

Dan ucapan Ervina itu membuat Candra hanya diam tak mampu menjawab!

"Jadi benar, Ayah bangkrut! dan aku? Apa Ayah menjualku?" tanya Ervina dengan ekspresi yak menyangka.

"Tutup mulutmu, dan menikah dengannya! kamu harus menurut!" ucap Ervina.

"TIDAK MAU, NA MAU PERGI SAJA!" teriaknya sambil berontak dan terus berjalan menuju ke arah pintu kamar Ervina dengan penuh emosi.

"KELUARLAH NA! Setelah itu jangan lupa hadir di pemakaman Ayah, Na!" ucap Candra, membuat Ervina langsung menghentikan langkahnya.

"Apa maksud, Ayah!" tanya Ervina dengan terbelalak.

Candra mendekati Ervina, kemudian mengusap pipi gadis kecilnya itu, "Tidak ada Ayah yang menjual putrinya, namun Ayah berurusan dengan Tuan Narendra Bimantara, Ayah terjerat hutang 5 milyar!" ucap Candra.

Deg!

Ervina mundur beberapa langkah dengan limbung, kenyataan yang didengarnya langsung dari mulut sang Ayah justru membuat sakit tersendiri di relung hatinya.

Tidak berniat? Omong kosong apa lagi, jika tidak berniat kenapa Ayah mengambil keputusan secepat ini dan mengorbankan dirinya! pikir Ervina.

"Jadi Na benar-benar dijual? Na dijadikan penebus hutang Ayah?" lirih Ervina sambil menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya dengan keputusan ayahnya.

Candra menggeleng, "Jika tidak, kita semua akan hancur! Na, Ayah, dan Kakak juga akan diburu oleh Tuan Naren yang kejam itu! Ini semua demi keluarga kita, Na!" ucap Candra mencoba memberikan pengertian pada putrinya itu.

"LALU AYAH MENGORBANKAN NA PADA LAKI-LAKI KEJAM SENDIRIAN? AYAH JAHAT!"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

ira

ira

harusnya kasih penjelasan dulu kepada Ervina

2024-11-29

0

Capricorn 🦄

Capricorn 🦄

bgssss

2025-02-03

0

Bunda

Bunda

typo kak

2025-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Penawaran
2 2. Pertengkaran
3 3. Akad Nikah
4 4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5 5. Ke Milan.
6 6. Amarah Naren
7 7. Kesakitan Ervina.
8 8. Mau Mommy Na.
9 9. Pingsan
10 10. Tidur bersama.
11 11. Pelukan mendebarkan.
12 12. Surat Perjanjian
13 13. Hancur berkeping-keping lagi.
14 14. Mengatur Rumah
15 15. Penghinaan Naren.
16 16. Luluh lantah.
17 17. Sekali lagi.
18 18. Datang ke Perusahaan Naren
19 19. Kedua kalinya di Perusahaan
20 20. Apa aku menginginkan anak ini?
21 21. Permohonan.
22 22. Hadiah Cinta
23 23. Bumil Resek
24 24. Operasi Calisha.
25 25. Luka Lama.
26 26. Ciuman sayang.
27 27. Marah
28 28. Jangan Ulangi lagi.
29 29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30 30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31 31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32 32. Empat bulanan.
33 33. Kekesalan Ervina
34 34. Tak akan pernah kamu lupakan
35 35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36 36. Jangan Mendekat
37 37. Teruslah seperti ini
38 Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39 39. Pergi
40 40. Frustasi
41 41. Kehilangan belahan jiwa
42 42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43 43. Aku Mencintaimu, Istriku
44 44. Kerinduan
45 45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46 NUMPANG LEWAT
47 46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48 47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49 TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50 48. Membeli Barbie
51 49. Barbie Margot
52 50. Pertemuan
53 51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54 52. Sesak
55 53. Penculikan
56 54. HIV???
57 55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58 56. Perasaan yang berbeda
59 57. Anakku
60 58. Jangan bohong, Mom
61 59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62 60. Narendra vs Lazuardi
63 61. Cemburu
64 62. Ayo pulang, Mas
65 63. Bahagia
66 64. Lazuardi datang.
67 65. Sha mau kita kembali bersatu
68 66. Layak Diperjuangkan
69 67. Tidul bellima
70 68. Mommy Bahagia?
71 69. Haru
72 70. Hasil Karya Anak-anakku
73 71. Mandi bersama
74 72. Dirawat di Rumah sakit
75 73. Tidak, Dok
76 74. Tutup mulutmu
77 Duda Kedua author
78 75. Kenyataan
79 76. Mengunci diri di kamar
80 77. Aku mau kamu!
81 78. Mengeluarkan dua kepala
82 79. Belum selesai buka puasa
83 80. Hilang
84 81. Putriku
85 82. Rambut beserta ikatnya.
86 83. Tubuh tanpa busana
87 84. Bohong!
88 85. Hasil Visum.
89 86. Titik terang
90 87. Potong milikmu
91 88. Lucas yang mengoyak
92 89. Pangkas habis.
93 90. Berani menyebut namaku!
94 91. Mengkhianati.
95 92. Tidak menderita
96 93. Penyiksaan air
97 94. Membasuh luka
98 95. Tidak bisa diragukan lagi.
99 96. Tak pernah mencintaiku
100 97. Tinggal nama.
101 98. Sidang Putusan
102 99. Terima kasih
103 100. TAMAT
104 Anak baru author
105 KUTUKAN 99 HARI.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
1. Penawaran
2
2. Pertengkaran
3
3. Akad Nikah
4
4. Gadis Kecil hadiah Tuhan.
5
5. Ke Milan.
6
6. Amarah Naren
7
7. Kesakitan Ervina.
8
8. Mau Mommy Na.
9
9. Pingsan
10
10. Tidur bersama.
11
11. Pelukan mendebarkan.
12
12. Surat Perjanjian
13
13. Hancur berkeping-keping lagi.
14
14. Mengatur Rumah
15
15. Penghinaan Naren.
16
16. Luluh lantah.
17
17. Sekali lagi.
18
18. Datang ke Perusahaan Naren
19
19. Kedua kalinya di Perusahaan
20
20. Apa aku menginginkan anak ini?
21
21. Permohonan.
22
22. Hadiah Cinta
23
23. Bumil Resek
24
24. Operasi Calisha.
25
25. Luka Lama.
26
26. Ciuman sayang.
27
27. Marah
28
28. Jangan Ulangi lagi.
29
29. Menjaga Kalian dengan atau tanpa cinta
30
30. Belajarlah mencintaiku, Mas
31
31. Hanya kau yang merasakan kehangatan tubuhku
32
32. Empat bulanan.
33
33. Kekesalan Ervina
34
34. Tak akan pernah kamu lupakan
35
35. Dia benar-benar mengerjaiku.
36
36. Jangan Mendekat
37
37. Teruslah seperti ini
38
Bab 38. Senang melihatmu lagi, adikku sayang
39
39. Pergi
40
40. Frustasi
41
41. Kehilangan belahan jiwa
42
42. Kenapa Sha yang ditinggalkan
43
43. Aku Mencintaimu, Istriku
44
44. Kerinduan
45
45. Ucapkan itu pada Istriku, Noela
46
NUMPANG LEWAT
47
46. Daddy belikan barbie baru, ya?
48
47. Keajaiban dalam hidup Ervina.
49
TRAVELING KE LUAR NEGERI DENGAN AUTHOR
50
48. Membeli Barbie
51
49. Barbie Margot
52
50. Pertemuan
53
51 Aku terus mencarimu, Sayang.
54
52. Sesak
55
53. Penculikan
56
54. HIV???
57
55. Aku tidak menginginkanmu lagi, Mommy
58
56. Perasaan yang berbeda
59
57. Anakku
60
58. Jangan bohong, Mom
61
59. Harus segera mendapatkan keluargaku kembali
62
60. Narendra vs Lazuardi
63
61. Cemburu
64
62. Ayo pulang, Mas
65
63. Bahagia
66
64. Lazuardi datang.
67
65. Sha mau kita kembali bersatu
68
66. Layak Diperjuangkan
69
67. Tidul bellima
70
68. Mommy Bahagia?
71
69. Haru
72
70. Hasil Karya Anak-anakku
73
71. Mandi bersama
74
72. Dirawat di Rumah sakit
75
73. Tidak, Dok
76
74. Tutup mulutmu
77
Duda Kedua author
78
75. Kenyataan
79
76. Mengunci diri di kamar
80
77. Aku mau kamu!
81
78. Mengeluarkan dua kepala
82
79. Belum selesai buka puasa
83
80. Hilang
84
81. Putriku
85
82. Rambut beserta ikatnya.
86
83. Tubuh tanpa busana
87
84. Bohong!
88
85. Hasil Visum.
89
86. Titik terang
90
87. Potong milikmu
91
88. Lucas yang mengoyak
92
89. Pangkas habis.
93
90. Berani menyebut namaku!
94
91. Mengkhianati.
95
92. Tidak menderita
96
93. Penyiksaan air
97
94. Membasuh luka
98
95. Tidak bisa diragukan lagi.
99
96. Tak pernah mencintaiku
100
97. Tinggal nama.
101
98. Sidang Putusan
102
99. Terima kasih
103
100. TAMAT
104
Anak baru author
105
KUTUKAN 99 HARI.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!