episode 19 bau ayam tiren

Aris tengah duduk di depan warungnya sambil bermain ponsel, ia tidak betah berduaan dengan ranum di dalam karena ia merasa jika ranum ini sedikit aneh. Aris sempat berfikiran jika ranum ini bukan manusia.

"mas," panggil ranum.

"hmm?"

"aku boleh pinjem motor gak? Aku mau nasi padang di ujung sana,"

"num bentar lah sini, aku mau ngomong..." aris menyimpan ponselnya dan melihat ranum dengan seksama, wajah pucat dan mata yang nampak kosong.

"ada apa mas?"

"coba kamu ngaji,"

"ngaji mas? Kenapa tiba tiba?" tanya ranum heran.

"coba saja, coba kamu mengaji surat surat pendek juga gak papa. Atau baca ayat kursi coba," pinta aris, ia benar benar penasaran karena beberapa kali ia sempat memergoki ranum bertingkah aneh. Seperti waktu kemarin, ranum tiba tiba memasukkan satu kepalan tangannya ke dalam mulutnya seperti sedang mengambil sesuatu di dalam tubuhnya.

"kalau mau pinjam harus begitu ya mas? Kalau gak boleh aku jalan kaki saja deh," putus ranum.

"kamu tidak bisa mengaji?"

"tidak mas,"

"yasudah nih," aris memberikan kunci motornya dengan perasaan ragu ragu.

Hih apa sih dia ini, kayak mayat hidup gini. Mana bau lagi badannya, dia ini mandi gak sih.... Geli sendiri aku jadinya. Tapi semenjak ada ranum, kenapa tidak pernah ada yang beli yaa....ini sudah hampir sore tapi dari tadi pagi tidak ada satupun orang yang beli.

"mas,"

"heh bikin kaget!"

"apa sih mas, orang aku kesini bawa mobil segede ini," omel Santi.

"mas, rame? Ranum mana? Kamu jangan sering di luar lah nanti kalau ranum mencuri kamu gak tau loh,"

"ranum pergi beli naspad di ujung, dari kemarin saja sepi. Ranum itu manusia bukan sih san?" tanya aris serius.

"manusia lah mas, kenapa memangnya?"

Aris menceritakan sedikit kejanggalan yang ia lihat dan ia temui di diri ranum, "bau juga, mana baunya kayak ayam tiren,"

"ihh masa sih mas," santi merasa tak percaya karena pertama kali melihat ranum ia langsung suka.

"coba saja nanti kalau balik kamu deketin,"

Setelah ranum kembali, aris dan santi lekas masuk ke dalam warung. Beberapa stok sedikit berantakan di bawah, "hih ini di beresin gak sih,"

Aris hanya diam, setelahnya ia mendorong santi untuk maju mendekati ranum. Ia sudah tak kuat dengan bau yang keluar dari badan ranum, ia sampai merasa tenggorokannya kering karena bernafas menggunakan mulut bukan hidung.

"num," panggil santi.

"ada apa mbak?"

"kamu mandi gak sih? bau banget loh sumpah.... Mana ini berantakan semua lagi, kamu bisa kerja dan merawat diri tidak sih?"

"maaf mbak, aku mandi kok,"

"memangnya kamu tidak mencium bau busuk dari tubuhmu? Kamu lagi sakit?" tanya santi sambil menarik baju ranum dengan jijik.

"mbak aku pulang dulu ya," ranum memasukkan kembali nasinya ke dalam kresek dan mengambil tasnya. Ia berlalu pergi begitu saja dari warung milik aris.

"ihh kenapa sih tu bocah?"

"bau kan? Kalau bau badan aku masih bisa tolerir tapi ini bau busuk, kamu kok bisa bisanya bawa dia sih?" maki aris.

"maaf mas, aku juga gak tau soalnya kalau dia bau, waktu itu biasa biasa aja kok,"

......................

Sumin tengah duduk di depan rumah, ia takut di dalam rumah sendirian, "hihh hp ku sudah di jual lagi buat beli pupuk mas setyo. Aku jadi bosen, tv pun aku gak punya,"

"heh rek, ngapain?" tanya siti yang baru saja pulang berjualan.

"bosen aja ini, lagian gak ada yang bisa di tonton," keluh sumin.

"gak jaga warung lagi kamu?" tanya siti sambil menurunkan semua botol botol dari sepedanya.

"gak, bisa bisa di kirimin santet aku sama mbak santi dan mak yem. Apalagi kamu tau sendiri kan kalau mas aris itu demen deket deket aku,"

"yakan suka, lagipula mending emang kamu nikah sama mas aris aja. Sudah kaya, genteng, gak pernah kasar lagi.... Pokoknya sweet deh," siti tampak senang menggoda sahabatnya itu.

"gundulmu! Sudahlah jangan bahas hal hal gitu aku takut di datengin antek anteknya mak yem lagi," sumin berjalan menghampiri siti, ia membantu siti membawa masuk barang barangnya.

"kemana bapakmu?" tanya sumin.

"bapak masih kerja, pulangnya nanti malam,"

"siti, kamu tidak mau menikah?" tanya sumin tiba tiba.

"ya mau lahh di hangati tiap malam sama mas suami, tapi.... Kamu kan tau aku hanya pedagang jamu, siapa yang mau sama aku,"

"ibuk..." panggil seorang anak kecil.

Sumin langsung menoleh ke sumber suara, ia baru melihat ada anak kecil di rumah sahabatnya itu, "itu anak siapa? Ponakanmu?"

"anakku,"

"siapa bapaknya? Kamu...."

"iya aku hamil di tinggal lari, ini anakku namanya toni. Salim dulu nak sama bude,"

"umur berapa ini?"

"baru 8 tahun, kemarin seminggu tidur di rumah emak," jelas siti.

"nak kamu sudah makan?"

"sudah buk, aku mau jajan.... Minta uang ya," pinta toni.

"ini dua ribu saja ya,"

"empat ribu dong buk, aku mau beli eskrim,"

"hihh ibuk tu uangnya mau buat jualan lagi, kan harus beli makan. Kamu mau makan gak sih?" siti sedikit menaikkan suaranya karena kesal.

"alah buk...."

"nakal banget sih...." Siti langsung mencubit pantat toni dengan keras.

"heh siti, jangan kasar sama anak.... Sudah ini bude aja yang tambahin. Kamu hati hati ya jajannya," sumin yang dari tadi bungkam akhirnya angkat suara saat toni dapat kekerasan dari siti.

"min jangan di biasakan lah, aku gak mau anakku jadi tukang minta minta gitu,"

"ya kalau gak boleh aku kasih ya setidaknya jangan kamu siksa lah. Kasihan namanya juga anak kecil.... Lagipula kamu cari uang kan untuk dia,"

"memang untuk dia, tapi kan aku bayar sekolah juga pusing aku min.... Kamu enak gak ada tanggungan lain selain dirimu sendiri, lah aku? Bapak dan toni jadi tanggungan ku. Apalagi bapak ini bayarannya gak seberapa," keluh siti.

"iya tapi jangan kebangetan lah, kemarin seminggu kan kamu tidak beri makan dan jajan karena toni di rumah emakmu. Sekarang ya gak papa lah... Sudah sudah perkara dua ribu kita jadi berantem gini,"

Siti menghela nafasnya, "aku sebenarnya tidak suka dengan toni,"

"kenapa?"

"aku sudah rela hamidun tapi mas rama malah kabur begitu saja karena tidak mau durhaka dengan emaknya. Sekarang dia sudah menikah dan mempunyai anak dengan orang lain... Sedangkan anakku tidak ada bapaknya,"

"tapi itu bukan alasan untuk kamu benci pada toni, memangnya Toni mau punya emak sepertimu? memangnya toni pengen lahir tanpa bapak? Memangnya toni ngapain? Dia masih kecil.... Siti dia anakmu jangan kamu benci tanpa alasan yang jelas,"

Siti menunduk mengusap air matanya yang mengalir, "tapi rasanya tidak rela sekali, aku seperti tidak punya masa depan semenjak toni lahir min. Tidak ada pria yang mau mempersunting aku,"

Terpopuler

Comments

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

sumin lebih paham , lebih dewasa mikir nya ,biarpun pernah salah ,kejadian sama Setyo akhirnya nikah

2025-03-27

0

Mmh Arif

Mmh Arif

setiap orang pasti ada masalah dan cobaannya yg berbeda beda

2024-12-07

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

kasian siti

2024-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 di usir mak ju
2 episode 2 digunjing
3 episode 3 gapura macan kidul
4 episode 4 bala
5 episode 5 tumbal
6 episode 6 rahasia santi
7 episode 7 wajah gosong santi
8 episode 8 ketahuan setyo
9 episode 9 kambing hitam
10 episode 10 ketakutan aris
11 episode 11 tidur dengan pria lain
12 episode 12 tidur dengan gendruwo
13 episode 13 teror pocong
14 episode 14 neloni
15 episode 15 nyai Iskandar
16 episode 16 ular pesugihan
17 episode 17 uang halal dan haram
18 episode 18 diikuti pocong
19 episode 19 bau ayam tiren
20 episode 20 sumin meregang nyawa
21 episode 21 santi mau di talak
22 episode 22
23 episode 23 separuh sukma ranum
24 episode 24 nyusoni tuyul
25 episode 25 malam Jumat legi
26 episode 26 pengkhianat
27 episode 27 tengkorak hitam
28 episode 28 mak sarti mati
29 episode 29 lepas tali pocong
30 episode 30 minta cerai
31 episode 31 tusuk dari belakang
32 episode 32 melihat calon mertua
33 episode 33 buka bukaan
34 episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35 episode 35
36 episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37 episode 37 pdkt dengan jordi
38 episode 38 kota/ kampung
39 episode 39 pocongan mbah mol
40 episode 40 tanah mekar aji
41 episode 41 amplop jaman baheula
42 episode 42 kegaduhan di warung bakso
43 episode 43 di talak
44 episode 44 batu jimat
45 episode 45
46 episode 46 tipuan Jordi
47 episode 47 alas tutupan
48 episode 48 buka aib sendiri
49 episode 49 welasih
50 episode 50 santi hampir jadi tumbal
51 episode 51
52 episode 52 rekening baru
53 episode 53 siti di guna guna
54 episode 54 mak jum menuju kampung aris
55 episode 55 pak gembur
56 episode 56 anak anak durhaka
57 episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58 episode 58 kota atau desa
59 episode 59 jordi tau aib santi
60 episode 60 jordi bimbang
61 episode 61 diperas
62 episode 62 mencari cinta joko kampung
63 episode 63 siti hamil anak siapa?
64 episode 64 siti mau menikah
65 episode 65 uang panas
66 episode 66 mayat di irigasi
67 episode 67
68 episode 68 kedatangan riana
69 episode 69 selebgram kampung
70 episode 70 aliran sesat pak broto
71 episode 71 lautan api
72 episode 72 gelap
73 episode 73 banaspati
74 episode 74 santi dan riana
75 episode 75 maria
76 episode 76 "barges kadaluwarsa"
77 episode 77 ikan bandeng
78 episode 78 ritual pembangkitan mayat
79 episode 79
80 episode 80 ijab kabul
81 episode 81 gagal malam pertama
82 episode 82 salah ritual
83 episode 83 keluar dari penjara
84 episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85 episode 85 kemarahan tetangga
86 episode 86 dipasung
87 episode 87 larsi
88 episode 88 jatuh
89 episode 89 ulah kades
90 episode 90 pemungutan suara
91 episode 91 santi mulai berubah
92 episode 92
93 episode 93 poligami
94 episode 94 yatim piatu
95 episode 95 pelet makanan
96 episode 96
97 episode 97
98 episode 98 hamil
99 episode 99 mbah mulyo
100 episode 100
101 episode 101 kolot
102 episode 102 sifat dan muka yang jelek
103 episode 103 kandang bubrah
104 episode 104 monyet
105 episode 105
106 episode 106 Bu Ida sakit
107 episode 107
108 episode 108
109 episode 109 mak lampir
110 episode 110
111 episode 111
112 episode 112
113 episode 113
114 episode 114
115 episode 115
116 episode 116
117 episode 117
118 episode 118
119 episode 119
120 episode 120
121 episode 121
122 episode 122
123 episode 123
124 episode 124
125 episode 125
126 episode 126
127 episode 127
128 episode 128
129 jangan lupa mampir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Episode 1 di usir mak ju
2
episode 2 digunjing
3
episode 3 gapura macan kidul
4
episode 4 bala
5
episode 5 tumbal
6
episode 6 rahasia santi
7
episode 7 wajah gosong santi
8
episode 8 ketahuan setyo
9
episode 9 kambing hitam
10
episode 10 ketakutan aris
11
episode 11 tidur dengan pria lain
12
episode 12 tidur dengan gendruwo
13
episode 13 teror pocong
14
episode 14 neloni
15
episode 15 nyai Iskandar
16
episode 16 ular pesugihan
17
episode 17 uang halal dan haram
18
episode 18 diikuti pocong
19
episode 19 bau ayam tiren
20
episode 20 sumin meregang nyawa
21
episode 21 santi mau di talak
22
episode 22
23
episode 23 separuh sukma ranum
24
episode 24 nyusoni tuyul
25
episode 25 malam Jumat legi
26
episode 26 pengkhianat
27
episode 27 tengkorak hitam
28
episode 28 mak sarti mati
29
episode 29 lepas tali pocong
30
episode 30 minta cerai
31
episode 31 tusuk dari belakang
32
episode 32 melihat calon mertua
33
episode 33 buka bukaan
34
episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35
episode 35
36
episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37
episode 37 pdkt dengan jordi
38
episode 38 kota/ kampung
39
episode 39 pocongan mbah mol
40
episode 40 tanah mekar aji
41
episode 41 amplop jaman baheula
42
episode 42 kegaduhan di warung bakso
43
episode 43 di talak
44
episode 44 batu jimat
45
episode 45
46
episode 46 tipuan Jordi
47
episode 47 alas tutupan
48
episode 48 buka aib sendiri
49
episode 49 welasih
50
episode 50 santi hampir jadi tumbal
51
episode 51
52
episode 52 rekening baru
53
episode 53 siti di guna guna
54
episode 54 mak jum menuju kampung aris
55
episode 55 pak gembur
56
episode 56 anak anak durhaka
57
episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58
episode 58 kota atau desa
59
episode 59 jordi tau aib santi
60
episode 60 jordi bimbang
61
episode 61 diperas
62
episode 62 mencari cinta joko kampung
63
episode 63 siti hamil anak siapa?
64
episode 64 siti mau menikah
65
episode 65 uang panas
66
episode 66 mayat di irigasi
67
episode 67
68
episode 68 kedatangan riana
69
episode 69 selebgram kampung
70
episode 70 aliran sesat pak broto
71
episode 71 lautan api
72
episode 72 gelap
73
episode 73 banaspati
74
episode 74 santi dan riana
75
episode 75 maria
76
episode 76 "barges kadaluwarsa"
77
episode 77 ikan bandeng
78
episode 78 ritual pembangkitan mayat
79
episode 79
80
episode 80 ijab kabul
81
episode 81 gagal malam pertama
82
episode 82 salah ritual
83
episode 83 keluar dari penjara
84
episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85
episode 85 kemarahan tetangga
86
episode 86 dipasung
87
episode 87 larsi
88
episode 88 jatuh
89
episode 89 ulah kades
90
episode 90 pemungutan suara
91
episode 91 santi mulai berubah
92
episode 92
93
episode 93 poligami
94
episode 94 yatim piatu
95
episode 95 pelet makanan
96
episode 96
97
episode 97
98
episode 98 hamil
99
episode 99 mbah mulyo
100
episode 100
101
episode 101 kolot
102
episode 102 sifat dan muka yang jelek
103
episode 103 kandang bubrah
104
episode 104 monyet
105
episode 105
106
episode 106 Bu Ida sakit
107
episode 107
108
episode 108
109
episode 109 mak lampir
110
episode 110
111
episode 111
112
episode 112
113
episode 113
114
episode 114
115
episode 115
116
episode 116
117
episode 117
118
episode 118
119
episode 119
120
episode 120
121
episode 121
122
episode 122
123
episode 123
124
episode 124
125
episode 125
126
episode 126
127
episode 127
128
episode 128
129
jangan lupa mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!