episode 8 ketahuan setyo

Aris dan sumin yang tiba tiba kejatuhan ndas glundung sontak berjingkrak sampai menubruk rak. Aris sampai melorot ke lantai saking syok nya melihat penampakan itu, "min..... Tarik aku min.... Ayo pergi...."

"HEH! jangan sembunyi kamu setan! Dasar demit sialan bisanya nakut nakutin! Sini kalau berani keluar kamu! Gak takut aku! Ambil kepalamu sebelum aku bacain ayat kursi. CEPATAN! NUNGGU APA LAGI?" teriak sumin lantang, ia tak takut melihat itu karena ia percaya jika itu hanya ulah setan nakal yang caper pada manusia.

Karena tak ada pergerakan apapun, sumin langsung menendang kepala itu keluar sambil membacakan ayat kursi. Mulut sumin terus komat kamit sampai kepala itu seperti terbakar dan mengeluarkan asap yang mengepul, hampir mirip seperti bakso bakar.

"Hah mampus! Sakit kan? Rasain! Jangan sesekali kamu muncul di dekatku lagi! Bilang sama teman temanmu juga, sampai berani mendekati aku. Gak akan aku biarin lepas sebelum kesakitan!"

Kepala itu lekas menghilang menyisakan asap asap berbau tak sedap, sumin sampai menutup hidungnya sambil ngedumel.

"Min berani banget kamu, gak takut di apa apain sama mereka?" Tanya aris sambil menatap ngeri iparnya itu.

"Halah, gak! Aku lebih takut sama emakku dan allah. Mereka kalau murka dahsyat nya minta ampun, kalau setan mau apa? Aku punya allah kok,"

Aris hanya bisa manggut-manggut sambil membenarkan beberapa kardus yang berjatuhan akibat ia tubruk.

......................

"Mak wajahku mak! Wajahku!" Teriak santi sambil masuk ke dalam gudang.

"Heh gilani banget san! Kamu habis ngapain sih?" Tanya mak yem, ia kaget melihat wajah anaknya yang sangat gosong sampai ke leher leher.

"Gak tau mak, tiba tiba aja ini. Mana mas aris lihat sampai jijik gitu, gimana ya mak. Tolong dong mak aku gak mau buruk rupa gini," rengek santi sambil memohon pada emaknya, ia berkali kali bercermin untuk memastikan keadaan wajahnya yang semakin parah.

"Duh gawat aris pasti sudah sadar sepenuhnya," ucap mak yem membuat santi makin histeris.

"Gimana mak? Gak ada perawan di sini yang sesat, pada rajin ngaji dan sholat,"

"Tumbalkan saja si sumin dan bayinya," ucap mak yem.

Brakkkk

"Apa mak?" Tanya setyo meradang, ia sudah mendengar obrolan mereka sejak tadi, ia cukup kesal dan emosi mengetahui perbuatan emak dan kakaknya. Pantas saja tidak boleh sholat di rumah.

"Ehh tyo....."

"Wajahmu gosong karena pelet mu lari dari tempatnya ya?" Tanya setyo dengan sengaja.

"Apa sih tyo, jaga bicaramu!" Kesal santi.

"Huh lebih baik aku kembali ke kota saja dengan sumin! Kalian ini tidak berguna! Tega teganya mau melukai menantu sendiri hanya untuk kecantikan dan memikat mas aris," setyo berniat pergi menjemput sumin ke warung namun suara emaknya membuatnya berhenti, "kalau kamu kembali ke kota, akan ku pelet mertuamu dan akan kujadikan budak. Bayi mu juga akan aku tumbalkan,"

"TEGA BANGET EMAK INI!!!..... TERBUAT DARI APA HATI EMAK? Salah sumin dan keluarganya apa mak? Kenapa emak sejahat ini hanya untuk kesenangan semata. Lagipula mas aris kan sudah tau wajah jelek mbak santi, pasti dia segera tobat dan lari meninggalkan mbak santi!"

"Heh jangan bicara sembarangan kamu! Sampai mati pun mari aris tetap milikku!... Gak ada yang bisa memilikinya," sentak santi dengan mata melotot. Wajahnya yang menghitam dan matanya yang melotot menambah kesan horor di mata setyo.

......................

Sumin dan aris pulang setelah magrib, hujan mengguyur keduanya yang duduk di atas motor berdua, "maaf ya min jadi nebeng, soalnya mobilnya di bawa santi tadi,"

"Gak papa sih mas, tapi aku takut mbak santi dan mas setyo marah kalau lihat kita bersama," sumin khawatir, apalagi nanti jika ada tetangganya yang melihat.

"Aku saja nanti yang ngomong,"

Setelah sampai rumah, sumin lekas memeras rambut dan bajunya sebelum masuk agar tak terlalu becek, "mas aku takut,"

"Kita kan gak ngapa ngapain min, sudah ayo,"

"Assalamualaikum,"

Tak ada orang, sepi sunyi dan masih gelap, "mungkin pada pergi berobat ya kan wajahnya mbak santi tadi lagi luka luka,"

"Bagus deh! sudah, kamu mandi saja lalu di kamar jangan keluar keluar," titah aris yang langsung di setujui sumin.

Pukul 7 malam, setyo baru masuk ke dalam kamar, "dek baru pulang?"

"Iya mas, niatnya mau nunggu hujan reda atau minta di jemput pake mobil tapi gak jadi, takut ngerepotin dan mobilnya kan lagi di pakai mbak santi buat berobat," jelas sumin.

"Mulai sekarang kamu jangan ngelawan emak dan mbak santi lagi ya. Manut saja, aku dan emak baru saja bertengkar karena katanya kamu melawan tadi siang saat di suruh," peringat setyo.

"Maaf mas, abisnya tadi aku juga capek banget. Baru duduk di teras udah di suruh bantu ke warung, mana panas banget. Aku juga belum makan dari pagi, tadi jadi minta roti dari warungnya mas aris," sumin curhat pada suaminya sambil memijat kakinya sendiri.

"Gak bawa uang?"

"Bawa sih tapi mas aris gak mau di bayar, bilangnya upah aja karena aku sudah bantuin. Jadi aku di kasih roti, minum sama uang ini," sumin menyodorkan uang 70rb ke depan dada suaminya.

"Simpan saja, buat jajan kamu. Aku belum panen dan dagang jadi belum bisa kasih uang,"

"Mas, tapi kita bakalan pindah rumah kan?" Tanya sumin berharap, setelah kejadian kejadian janggal itu ia rasanya cepat cepat ingin pergi. Bukan karena takut, tapi ia tak suka berada di sekeliling dedemit peliharaan orang orang.

"Iya dek, bentar ya nanti habis panen aku usahkan bilang sama emak biar di kasih,"

......................

Paginya sumin baru saja selesai masak, ia menunggu yang lain datang ke meja makan sambil bermain ponsel.

"Masak apa min?" Tanya mak yem sambil menyeret kursi.

"Ayam semur saja mak, bahan di kulkas abis. Tadi pagi gak ada sayur pula, hanya ada itu,"

"Nanti kamu belanja ya, ini bukunya," titah emak sambil menyodorkan buku kecil berwarna ungu. Sumin mengambil dan lekas membacanya satu persatu dengan teliti, "merica, garam, gula batu..... Bunga kantil? Buat apa mak?"

"Sudah beli saja, sama persis. Ada dupa ya beli dupa pokoknya jangan sampai ada yang kurang, uangnya minta aris nanti,"

"Njih mak,"

"Min kamu ke warung lagi ya sama mas aris," ucap santi dari belakang kursi sumin, ia mendekat sambil menutupi wajahnya dengan kerudung dan masker.

"Sudah berobat mbak? Bagaimana hasilnya? Apa karena pengaruh merkuri?" Tanya sumin hati hati.

"Iya, aduh mana sembuhnya lama,"

"Min langsung saja ayo," ajak aris, hal itu membuat setyo dan santi sedikit kesal.

"Makan dulu mas, tanggung aku dah ambil nasi,"

"Yasudah, aku tunggu di luar," aris langsung pergi begitu saja, ia nampak tak selera melihat wajah istrinya yang buruk rupa.

"Min awas ya kamu ada main sama mas aris di belakangku, jangan harap kamu bisa ambil dia dari aku,"

"Astaghfirullah mbak,"

"Pokoknya kalau mas aris deketin kamu, dan kamu respon....huhhh tak ulek mukamu pakai palu besi,"

Terpopuler

Comments

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

sadar mbak san ,
mukamu wis elek Rupo ,
iseh tabiatnya jelek
muja demit pula

2025-03-25

0

ayusw

ayusw

seru banget ceritanya

2024-11-23

0

Roewina

Roewina

sumin keren berani Ama setan 👍

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 di usir mak ju
2 episode 2 digunjing
3 episode 3 gapura macan kidul
4 episode 4 bala
5 episode 5 tumbal
6 episode 6 rahasia santi
7 episode 7 wajah gosong santi
8 episode 8 ketahuan setyo
9 episode 9 kambing hitam
10 episode 10 ketakutan aris
11 episode 11 tidur dengan pria lain
12 episode 12 tidur dengan gendruwo
13 episode 13 teror pocong
14 episode 14 neloni
15 episode 15 nyai Iskandar
16 episode 16 ular pesugihan
17 episode 17 uang halal dan haram
18 episode 18 diikuti pocong
19 episode 19 bau ayam tiren
20 episode 20 sumin meregang nyawa
21 episode 21 santi mau di talak
22 episode 22
23 episode 23 separuh sukma ranum
24 episode 24 nyusoni tuyul
25 episode 25 malam Jumat legi
26 episode 26 pengkhianat
27 episode 27 tengkorak hitam
28 episode 28 mak sarti mati
29 episode 29 lepas tali pocong
30 episode 30 minta cerai
31 episode 31 tusuk dari belakang
32 episode 32 melihat calon mertua
33 episode 33 buka bukaan
34 episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35 episode 35
36 episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37 episode 37 pdkt dengan jordi
38 episode 38 kota/ kampung
39 episode 39 pocongan mbah mol
40 episode 40 tanah mekar aji
41 episode 41 amplop jaman baheula
42 episode 42 kegaduhan di warung bakso
43 episode 43 di talak
44 episode 44 batu jimat
45 episode 45
46 episode 46 tipuan Jordi
47 episode 47 alas tutupan
48 episode 48 buka aib sendiri
49 episode 49 welasih
50 episode 50 santi hampir jadi tumbal
51 episode 51
52 episode 52 rekening baru
53 episode 53 siti di guna guna
54 episode 54 mak jum menuju kampung aris
55 episode 55 pak gembur
56 episode 56 anak anak durhaka
57 episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58 episode 58 kota atau desa
59 episode 59 jordi tau aib santi
60 episode 60 jordi bimbang
61 episode 61 diperas
62 episode 62 mencari cinta joko kampung
63 episode 63 siti hamil anak siapa?
64 episode 64 siti mau menikah
65 episode 65 uang panas
66 episode 66 mayat di irigasi
67 episode 67
68 episode 68 kedatangan riana
69 episode 69 selebgram kampung
70 episode 70 aliran sesat pak broto
71 episode 71 lautan api
72 episode 72 gelap
73 episode 73 banaspati
74 episode 74 santi dan riana
75 episode 75 maria
76 episode 76 "barges kadaluwarsa"
77 episode 77 ikan bandeng
78 episode 78 ritual pembangkitan mayat
79 episode 79
80 episode 80 ijab kabul
81 episode 81 gagal malam pertama
82 episode 82 salah ritual
83 episode 83 keluar dari penjara
84 episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85 episode 85 kemarahan tetangga
86 episode 86 dipasung
87 episode 87 larsi
88 episode 88 jatuh
89 episode 89 ulah kades
90 episode 90 pemungutan suara
91 episode 91 santi mulai berubah
92 episode 92
93 episode 93 poligami
94 episode 94 yatim piatu
95 episode 95 pelet makanan
96 episode 96
97 episode 97
98 episode 98 hamil
99 episode 99 mbah mulyo
100 episode 100
101 episode 101 kolot
102 episode 102 sifat dan muka yang jelek
103 episode 103 kandang bubrah
104 episode 104 monyet
105 episode 105
106 episode 106 Bu Ida sakit
107 episode 107
108 episode 108
109 episode 109 mak lampir
110 episode 110
111 episode 111
112 episode 112
113 episode 113
114 episode 114
115 episode 115
116 episode 116
117 episode 117
118 episode 118
119 episode 119
120 episode 120
121 episode 121
122 episode 122
123 episode 123
124 episode 124
125 episode 125
126 episode 126
127 episode 127
128 episode 128
129 jangan lupa mampir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Episode 1 di usir mak ju
2
episode 2 digunjing
3
episode 3 gapura macan kidul
4
episode 4 bala
5
episode 5 tumbal
6
episode 6 rahasia santi
7
episode 7 wajah gosong santi
8
episode 8 ketahuan setyo
9
episode 9 kambing hitam
10
episode 10 ketakutan aris
11
episode 11 tidur dengan pria lain
12
episode 12 tidur dengan gendruwo
13
episode 13 teror pocong
14
episode 14 neloni
15
episode 15 nyai Iskandar
16
episode 16 ular pesugihan
17
episode 17 uang halal dan haram
18
episode 18 diikuti pocong
19
episode 19 bau ayam tiren
20
episode 20 sumin meregang nyawa
21
episode 21 santi mau di talak
22
episode 22
23
episode 23 separuh sukma ranum
24
episode 24 nyusoni tuyul
25
episode 25 malam Jumat legi
26
episode 26 pengkhianat
27
episode 27 tengkorak hitam
28
episode 28 mak sarti mati
29
episode 29 lepas tali pocong
30
episode 30 minta cerai
31
episode 31 tusuk dari belakang
32
episode 32 melihat calon mertua
33
episode 33 buka bukaan
34
episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35
episode 35
36
episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37
episode 37 pdkt dengan jordi
38
episode 38 kota/ kampung
39
episode 39 pocongan mbah mol
40
episode 40 tanah mekar aji
41
episode 41 amplop jaman baheula
42
episode 42 kegaduhan di warung bakso
43
episode 43 di talak
44
episode 44 batu jimat
45
episode 45
46
episode 46 tipuan Jordi
47
episode 47 alas tutupan
48
episode 48 buka aib sendiri
49
episode 49 welasih
50
episode 50 santi hampir jadi tumbal
51
episode 51
52
episode 52 rekening baru
53
episode 53 siti di guna guna
54
episode 54 mak jum menuju kampung aris
55
episode 55 pak gembur
56
episode 56 anak anak durhaka
57
episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58
episode 58 kota atau desa
59
episode 59 jordi tau aib santi
60
episode 60 jordi bimbang
61
episode 61 diperas
62
episode 62 mencari cinta joko kampung
63
episode 63 siti hamil anak siapa?
64
episode 64 siti mau menikah
65
episode 65 uang panas
66
episode 66 mayat di irigasi
67
episode 67
68
episode 68 kedatangan riana
69
episode 69 selebgram kampung
70
episode 70 aliran sesat pak broto
71
episode 71 lautan api
72
episode 72 gelap
73
episode 73 banaspati
74
episode 74 santi dan riana
75
episode 75 maria
76
episode 76 "barges kadaluwarsa"
77
episode 77 ikan bandeng
78
episode 78 ritual pembangkitan mayat
79
episode 79
80
episode 80 ijab kabul
81
episode 81 gagal malam pertama
82
episode 82 salah ritual
83
episode 83 keluar dari penjara
84
episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85
episode 85 kemarahan tetangga
86
episode 86 dipasung
87
episode 87 larsi
88
episode 88 jatuh
89
episode 89 ulah kades
90
episode 90 pemungutan suara
91
episode 91 santi mulai berubah
92
episode 92
93
episode 93 poligami
94
episode 94 yatim piatu
95
episode 95 pelet makanan
96
episode 96
97
episode 97
98
episode 98 hamil
99
episode 99 mbah mulyo
100
episode 100
101
episode 101 kolot
102
episode 102 sifat dan muka yang jelek
103
episode 103 kandang bubrah
104
episode 104 monyet
105
episode 105
106
episode 106 Bu Ida sakit
107
episode 107
108
episode 108
109
episode 109 mak lampir
110
episode 110
111
episode 111
112
episode 112
113
episode 113
114
episode 114
115
episode 115
116
episode 116
117
episode 117
118
episode 118
119
episode 119
120
episode 120
121
episode 121
122
episode 122
123
episode 123
124
episode 124
125
episode 125
126
episode 126
127
episode 127
128
episode 128
129
jangan lupa mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!