episode 7 wajah gosong santi

Sumin masih sibuk menata jajanan dan bumbu bumbu yang stoknya mulai menipis sambil mendengarkan cerita aris, "terus orang tuanya mas aris sudah tau?"

"Sudah, karena kami satu keluarga waktu itu tidak sengaja ikut acara rukiyah saat datang ke tempat saudara,"

"Tapi kenapa masih bersama?"

"Rasanya gak bisa lepas min, kalau jauh begini aku rasanya benci dan sebel banget sama dia. Bahkan aku bisa ceritain keburukan dia, tapi kalau deket rasanya susah, liat wajah cantiknya saja aku langsung luluh lagi. Walaupun aku berusaha menahan diri tapi hatiku tetep pengen sama dia terus, tapi semenjak kamu datang ke rumah entah kenapa aku rasanya bisa menahan diri agar tidak terpengaruh sama peletnya santi,"

"Loh loh kok jadi aku, hii gak gak. Aku gak ada hubungannya," tolak sumin, ia rasanya takut dan ngeri jika berhubungan dengan ilmu hitam semacam itu.

"Beneran kok, apalagi waktu kamu sholat di rumah. Aku langsung sadar, dan mengucapkan rasa syukur tiba tiba," ucap aris membuat sumin tambah bingung dan takut.

"Tapi kenapa tiba tiba di pelet mas?"

"Dulu dia ini adik kelasku, wajahnya jeleknya minta ampun. Makannya sering di ejek sama anak anak, tapi semenjak dewasa itu tiba tiba berubah jadi cantik. Jujur saja aku juga suka tapi emak sama bapak gak mau punya menantu miskin, aku pun pns gak di bolehkan bersanding dengan pengangguran seperti santi. Jadi karena itu mungkin kami sekeluarga di pelet,"

"Tapi mas waktu aku sholat itu tiba tiba ada ular di depan kamarku,"

"Dek," panggil setyo dari luar.

"Eh mas, kenapa? Sudah di suruh pulang aku?"

"Iya tuh di suruh emak,"

"Yasudah, mas aris aku pulang dulu ya. Maaf itu belum selesai,"

"Ya, gak papa. Oh ya tyo, motornya sudah datang?" Tanya aris.

"Sudah mas,"

"Bagus deh,"

................

"Bagus kan min, lebih mahal daripada punya ku loh ini," ucap santi sambil menepuk spedometer motor baru milik sumin.

"Kenapa tiba tiba beli motor buat sumin mbak?" Tanya sumin heran.

"Anggep aja ini mahar, aku juga beliin perhiasan itu di kamarmu sudahan, di pakai ya nanti,"

Sumin hanya diam menatap motor itu, entah kenapa ia rasanya tidak senang dan enggan menaiki motor bagus itu. Padahal motor ini adalah impiannya, namun rasanya tidak suka.

"Wehhhh motor baru rek," teriak siti sambil mengayuh sepeda kunonya menghampiri sumin.

"Baru mau pulang?"

"Iya min, baru habis. Naikin dong bawa aku jalan jalan,"

"Belum di selametin, takut dapet bala aku. Besok deh gimana?"

"Aku sih terserah, tapi ini yang beliin setyo?"

"Bukan, ini yang beliin emak. Katanya buat mahar, padahal aku gak minta,"

"Bagus dong, peka! Sudah sana masuk dulu aku juga mau pulang. Panas tenan rek," siti kembali mengayuh sepedanya menjauhi sumin yang masih diam di samping motor barunya.

......................

Sudah 5 hari berlalu, motor baru itu hanya ia bawa ke masjid saja. Sumin juga belum bertemu siti lagi padahal wanita itu yang meminta jalan jalan, "aduh masih kepikiran sama omongannya mas aris,"

"Min," panggil mak yem.

"Cucian sudah di jemur?"

"Sudah beres semua mak, udah nyapu juga,"

"Ke warung aris sana bantuin," titah mak yem.

"Bentar ya mak sumin capek,"

"Halah kan naik motor gak jalan, lagian bantu bantu mbakmu gitu loh kan sudah di belikan perhiasan. Mbakmu tu mau fokus hamil biar gak keguguran lagi, kamu sana yang bantuin aris. Lagi rame ini,"

"Aku kan gak minta to mak, kalau akhirnya aku di suruh suruh terus mending di jual lagi aja motor sama perhiasannya," ucap sumin dengan berani.

"Loh loh! Kok mulai kurang ajar kamu! Mau ku usir kamu? Cerai saja sama anakku, lekas pergi aja kamu,"

Sumin yang mendengarnya langsung kalang kabut, "loh bukan gitu mak maksudnya, aku kan capek lagipula aku juga lagi hamil,"

"Udah sana cepetan!"

......................

"Assalamualaikum,"

"Min, langsung tata jajan di rak depan ya," pinta santi, sumin yang baru datang langsung dapat perintah hanya bisa ngedumel dalam hati. Ia rasanya ingin pergi saja kembali ke rumah orang tuanya, namun tak bisa karena setyo tak punya pekerjaan dan pasti akan mendatangkan marah mak jum.

Di tengah kekesalannya, ia tak sengaja melihat wajah santi yang tiba tiba buruk rupa dan kulitnya menghitam. Bahkan kulitnya mengelupas seperti terbakar, padahal beberapa menit yang lalu saat ia di perintah, kulit santi masih mulus dan cantik, "astaghfirullah mbak, kenapa wajahmu?"

Sontak aris pun menoleh pada istrinya, ia langsung mundur dan mengusap dadanya yang naik turun karena kaget, "dek kenapa kamu ini heh, ihhh ngeri aku,"

"Kenapa sih?" Tanya santi kebingungan, ia langsung mengambil ponselnya dan membuka kamera, "hah! MUKAKUU!! ADUH KOK BISA BEGINI SIH INI. PASTI KENA MERKURI INI, IHHH TAKUT BANGET!"

"Merkuri apa sih? Orang tadi sumin kesini mukamu masih bagus bagus aja kok, lagipula masa kena merkuri langsung gosong gitu sih. Kamu pake ilmu hitam apa lagi?"

Entah kenapa pertanyaan itu tiba tiba lolos dari mulut aris, mungkin kinerja pelet itu sudah melebur bersama hilangnya kecantikan santi, "kamu tu pake apa lagi? Pelet apa lagi? Atau sekarang pakai susuk?"

"Gak mas! Aku gak pakai begituan! Mana mungkin aku pakai ilmu hitam mas. Aku emang manut adat kejawen tapi aku gak ikut dan pakai ilmu hitam. Lagipula kejawen tu bukan berarti ilmu hitam!" Murka santi sambil memegang wajahnya yang makin gosong sampai ke leher.

"Siapa yang bilang kejawen tu ilmu hitam? Yang aku permasalahkan bukan kejawennya, tapi imanmu yang udah keluar jalan itu loh. Kamu pasti pakai demit kan?" Todong aris makin membuat santi meradang, bahkan kini santi sudah mengepalkan tangannya.

"Jaga omonganmu mas! Gak pernah aku pakai begituan! Aku emang gak pernah sholat! Tapi aku gak seperti itu!"

Sumin hanya diam memegang rak dengan perasaan campur aduk, ia ketakutan namun juga kepo di waktu yang bersamaan, "sudah sudah, mungkin mbak santi emang kena merkuri, merkuri kan cepet banget merusak kulit,"

"Tuh kan sumin aja tau! Kamu jangan sok tau mas. Dia yang sholat dan ngaji aja tau jaga mulut! Kamu malah nuduh istri kamu sendiri!" Santi lekas masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah.

Sedangkan aris dan sumin hanya bisa diam saling memandang dan menyalurkan telepati seakan sedang membicarakan santi dalam pikiran mereka.

"Tuh kan!" Ucap aris, ia berjalan masuk kembali ke dalam warung di ikuti sumin, "tuh kan apa mas?"

"Itu dia pake pelet, waktu wajahnya gosong seperti panci, aku juga langsung sadar dan bisa lepas dari pengaruh peletnya,"

"Astaghfirullah itukan belum pasti mas, jangan begitu sama istri sendiri mas,"

"Halah sudahlah muak aku sama santi, mak yem dan santi itu dikit dikit ke dukun buat mengendalikan orang orang di sekitar. Bisa saja kamu juga sudah di pelet agar nurut,"

Brakkkkk.....dukkk

"Astaghfirullah ndas glundung!" Teriak sumin

Terpopuler

Comments

🔵❤️⃟Wᵃf‌🇸‌‌🇦‌‌🇷‌‌🇦‌‌🇸‌①

🔵❤️⃟Wᵃf‌🇸‌‌🇦‌‌🇷‌‌🇦‌‌🇸‌①

saran saja KK jika pakai bahasa Jawa di sertakan artinya ya karena tidak semua orang bisa bahasa jawa

2024-11-25

0

Mamah Enung

Mamah Enung

iya pake bahasa Indonesia aja saya orang Sunda tidak mengerti tapi masih baca nopel nya si

2024-12-30

0

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

🍭ͪ ͩ🇸 🇺 🇱 🇱 🇾🍒⃞⃟🦅

seng kuat yo min,
bilang ke tyo ,
minta pulang ke Mak jum wae ,
aman ora nggo tumbal mertua mu

2025-03-25

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 di usir mak ju
2 episode 2 digunjing
3 episode 3 gapura macan kidul
4 episode 4 bala
5 episode 5 tumbal
6 episode 6 rahasia santi
7 episode 7 wajah gosong santi
8 episode 8 ketahuan setyo
9 episode 9 kambing hitam
10 episode 10 ketakutan aris
11 episode 11 tidur dengan pria lain
12 episode 12 tidur dengan gendruwo
13 episode 13 teror pocong
14 episode 14 neloni
15 episode 15 nyai Iskandar
16 episode 16 ular pesugihan
17 episode 17 uang halal dan haram
18 episode 18 diikuti pocong
19 episode 19 bau ayam tiren
20 episode 20 sumin meregang nyawa
21 episode 21 santi mau di talak
22 episode 22
23 episode 23 separuh sukma ranum
24 episode 24 nyusoni tuyul
25 episode 25 malam Jumat legi
26 episode 26 pengkhianat
27 episode 27 tengkorak hitam
28 episode 28 mak sarti mati
29 episode 29 lepas tali pocong
30 episode 30 minta cerai
31 episode 31 tusuk dari belakang
32 episode 32 melihat calon mertua
33 episode 33 buka bukaan
34 episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35 episode 35
36 episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37 episode 37 pdkt dengan jordi
38 episode 38 kota/ kampung
39 episode 39 pocongan mbah mol
40 episode 40 tanah mekar aji
41 episode 41 amplop jaman baheula
42 episode 42 kegaduhan di warung bakso
43 episode 43 di talak
44 episode 44 batu jimat
45 episode 45
46 episode 46 tipuan Jordi
47 episode 47 alas tutupan
48 episode 48 buka aib sendiri
49 episode 49 welasih
50 episode 50 santi hampir jadi tumbal
51 episode 51
52 episode 52 rekening baru
53 episode 53 siti di guna guna
54 episode 54 mak jum menuju kampung aris
55 episode 55 pak gembur
56 episode 56 anak anak durhaka
57 episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58 episode 58 kota atau desa
59 episode 59 jordi tau aib santi
60 episode 60 jordi bimbang
61 episode 61 diperas
62 episode 62 mencari cinta joko kampung
63 episode 63 siti hamil anak siapa?
64 episode 64 siti mau menikah
65 episode 65 uang panas
66 episode 66 mayat di irigasi
67 episode 67
68 episode 68 kedatangan riana
69 episode 69 selebgram kampung
70 episode 70 aliran sesat pak broto
71 episode 71 lautan api
72 episode 72 gelap
73 episode 73 banaspati
74 episode 74 santi dan riana
75 episode 75 maria
76 episode 76 "barges kadaluwarsa"
77 episode 77 ikan bandeng
78 episode 78 ritual pembangkitan mayat
79 episode 79
80 episode 80 ijab kabul
81 episode 81 gagal malam pertama
82 episode 82 salah ritual
83 episode 83 keluar dari penjara
84 episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85 episode 85 kemarahan tetangga
86 episode 86 dipasung
87 episode 87 larsi
88 episode 88 jatuh
89 episode 89 ulah kades
90 episode 90 pemungutan suara
91 episode 91 santi mulai berubah
92 episode 92
93 episode 93 poligami
94 episode 94 yatim piatu
95 episode 95 pelet makanan
96 episode 96
97 episode 97
98 episode 98 hamil
99 episode 99 mbah mulyo
100 episode 100
101 episode 101 kolot
102 episode 102 sifat dan muka yang jelek
103 episode 103 kandang bubrah
104 episode 104 monyet
105 episode 105
106 episode 106 Bu Ida sakit
107 episode 107
108 episode 108
109 episode 109 mak lampir
110 episode 110
111 episode 111
112 episode 112
113 episode 113
114 episode 114
115 episode 115
116 episode 116
117 episode 117
118 episode 118
119 episode 119
120 episode 120
121 episode 121
122 episode 122
123 episode 123
124 episode 124
125 episode 125
126 episode 126
127 episode 127
128 episode 128
129 jangan lupa mampir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Episode 1 di usir mak ju
2
episode 2 digunjing
3
episode 3 gapura macan kidul
4
episode 4 bala
5
episode 5 tumbal
6
episode 6 rahasia santi
7
episode 7 wajah gosong santi
8
episode 8 ketahuan setyo
9
episode 9 kambing hitam
10
episode 10 ketakutan aris
11
episode 11 tidur dengan pria lain
12
episode 12 tidur dengan gendruwo
13
episode 13 teror pocong
14
episode 14 neloni
15
episode 15 nyai Iskandar
16
episode 16 ular pesugihan
17
episode 17 uang halal dan haram
18
episode 18 diikuti pocong
19
episode 19 bau ayam tiren
20
episode 20 sumin meregang nyawa
21
episode 21 santi mau di talak
22
episode 22
23
episode 23 separuh sukma ranum
24
episode 24 nyusoni tuyul
25
episode 25 malam Jumat legi
26
episode 26 pengkhianat
27
episode 27 tengkorak hitam
28
episode 28 mak sarti mati
29
episode 29 lepas tali pocong
30
episode 30 minta cerai
31
episode 31 tusuk dari belakang
32
episode 32 melihat calon mertua
33
episode 33 buka bukaan
34
episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35
episode 35
36
episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37
episode 37 pdkt dengan jordi
38
episode 38 kota/ kampung
39
episode 39 pocongan mbah mol
40
episode 40 tanah mekar aji
41
episode 41 amplop jaman baheula
42
episode 42 kegaduhan di warung bakso
43
episode 43 di talak
44
episode 44 batu jimat
45
episode 45
46
episode 46 tipuan Jordi
47
episode 47 alas tutupan
48
episode 48 buka aib sendiri
49
episode 49 welasih
50
episode 50 santi hampir jadi tumbal
51
episode 51
52
episode 52 rekening baru
53
episode 53 siti di guna guna
54
episode 54 mak jum menuju kampung aris
55
episode 55 pak gembur
56
episode 56 anak anak durhaka
57
episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58
episode 58 kota atau desa
59
episode 59 jordi tau aib santi
60
episode 60 jordi bimbang
61
episode 61 diperas
62
episode 62 mencari cinta joko kampung
63
episode 63 siti hamil anak siapa?
64
episode 64 siti mau menikah
65
episode 65 uang panas
66
episode 66 mayat di irigasi
67
episode 67
68
episode 68 kedatangan riana
69
episode 69 selebgram kampung
70
episode 70 aliran sesat pak broto
71
episode 71 lautan api
72
episode 72 gelap
73
episode 73 banaspati
74
episode 74 santi dan riana
75
episode 75 maria
76
episode 76 "barges kadaluwarsa"
77
episode 77 ikan bandeng
78
episode 78 ritual pembangkitan mayat
79
episode 79
80
episode 80 ijab kabul
81
episode 81 gagal malam pertama
82
episode 82 salah ritual
83
episode 83 keluar dari penjara
84
episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85
episode 85 kemarahan tetangga
86
episode 86 dipasung
87
episode 87 larsi
88
episode 88 jatuh
89
episode 89 ulah kades
90
episode 90 pemungutan suara
91
episode 91 santi mulai berubah
92
episode 92
93
episode 93 poligami
94
episode 94 yatim piatu
95
episode 95 pelet makanan
96
episode 96
97
episode 97
98
episode 98 hamil
99
episode 99 mbah mulyo
100
episode 100
101
episode 101 kolot
102
episode 102 sifat dan muka yang jelek
103
episode 103 kandang bubrah
104
episode 104 monyet
105
episode 105
106
episode 106 Bu Ida sakit
107
episode 107
108
episode 108
109
episode 109 mak lampir
110
episode 110
111
episode 111
112
episode 112
113
episode 113
114
episode 114
115
episode 115
116
episode 116
117
episode 117
118
episode 118
119
episode 119
120
episode 120
121
episode 121
122
episode 122
123
episode 123
124
episode 124
125
episode 125
126
episode 126
127
episode 127
128
episode 128
129
jangan lupa mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!