episode 3 gapura macan kidul

"pak," sapa setyo saat melihat pak sukman di proyek.

"Hmm, gimana sumin?" Tanya pria berusia 50 tahun itu yang masih nampak sehat bugar dan perkasa.

"Baik baik saja pak alhamdulilah, kemarin baru saja sakit katanya angkatan hamil," jawab setyo sopan.

"Belum ada niatan pulang ke kampungmu tyo?"

"Insyaallah minggu ini pak, nunggu gajian. Saya juga sudah ijin sama pak mandor untuk berhenti bekerja di proyek ini,"

"Loh emangnya udah ada tabungan selama kamu belum dapat pekerjaan baru?" Tanya pak sukman khawatir, pasalnya setyo akan memawa putrinya pergi jauh ke pelosok. Ia takut sumin kelaparan dan terlantar karena setyo tak punya pekerjaan.

"Di kampung emak punya sawah pak, lumayan juga uangnya. Embak saya juga punya warung jadi bisa bantu bantu berjualan agar dapat uang,"

"Halah gak pasti banget itu, sudahlah mending di sini saja. Gak jelas, awas ya sampe anakku menderita sama kamu tyo!" Ucap pak sukman dengan mata melotot.

"Insyaallah enggak pak,"

*****

"Min, min woy! Mbudeki banget sih ni anak, min! Suminten!" Teriak mak jum dari luar rumah wak ti.

"Apa to mak, sabar gitu loh aku lagi nyuci di belakang. Lagian kan bisa masuk dulu duduk duduk disini," ucap sumin sambil mecucu.

"Ngapain kamu disini tuh, tobat aku punya anak kayak kamu. Bojo mu iku lo kon tuku omah, stres banget aku jadi omongan. Kamu malah numpang di rumah wakmu, kebangetan banget," maki mak jum sambil memijat kepalanya.

"Ya sebentar to mak, bentar lagi aku juga bakalan ke kampungnya mas setyo kok. Udahlah mak jangan marah marah terus, aku lagi hamil loh,"

"Hamil apa? Hamil anak haram? Sampai dia menikah pun, setyo tidak akan bisa jadi walinya. Nyusahin banget sih!"

"Mak!" Bentak sumin karena merasa kesal dengan penuturan emaknya yang keterlaluan.

"Apa? Bentak bentak emak kamu? Tanya sana sama pak ustadz, ngaji makannya asik kelon aja sama setyo. Tanya sama pak ustadz, tarik benang merahnya gak bakalan sah anakmu nikah sama jodohnya kalau walinya suamimu," mak jum menempeleng kepala putrinya dengan sedikit keras.

"Aduh mak, jangan gitu dong sama sumin. Aku tau mak, aku ambil jalan yang salah tapikan aku tetep anaknya mak to,"

"Hmm udah, pokoknya kamu cepet pindah. Kasihan lo wakmu ini sering di bicarakan sama orang orang. Nih...." Mak jum menyodorkan 5 lembar uang berwarna merah.

"Gak usah mak, aku dah belanjain wak ti kok," tolak sumin dengan halus.

"Halah udah ini buat pegangan, bawa buat simpanan mu di sana. Di kampung suamimu itu,"

"Makasih mak,"

"Sudah, nantikan suamimu sudah gajian kalau bisa tinggalin wakmu ini sembako sedikit sebelum pergi,"

"Iya mak, bapak gak kesini?" Tanya sumin basa basi.

"Enggak, nanti katanya kalau sudah pulang mau njenguk kamu disini. Jangan lupa tetap menunaikan ibadah sholat dan mengaji. Jangan lupakan itu dimanapun kamu berada, mau di tempat yang kotor sekalipun jangan lupakan siapa tuhanmu sedari lahir,"

"Iya mak, gak akan. Aku pasti jaga sholat kok, mas setyo juga begitu,"

"Hmm aku sebenarnya tidak rela kalau kamu tinggal disana. Aku juga gak tau kamu di sana tinggal di rumah seperti apa, mbokya suamimu suruh beli rumah disini," pinta mak jum sambil meremas tangannya sendiri.

Jujur saja ia sedih anaknya akan pergi ke desa pelosok. Walaupun tak terlalu jauh namun mak jum tidak bisa melihatnya barang seminggu sekali. Wanita itu khawatir jika anaknya di sia siakan di rumah mertua.

"Tenang saja mak, mas setyo akan selalu jaga aku. Mak gak usah khawatir gitu, aku kan juga bisa jaga diri dari orang orang yang mu berbuat jahat sama sumin,"

"Iya kamu kan orangnya durhaka banget," cibir mak jum sambil membenarkan jarik yang ia kenakan.

*****

Paginya setyo dan sumin berpamitan pada wak ti untuk pulang ke kampung dengan motor bebek setyo. Tak lupa mereka juga mampir ke rumah mak jum sebentar untuk berpamitan.

Di tengah perjalanan menuju kampung macan kidul, sumin beberapa kali merasa hawa yang tidak enak. Mungkin karena melewati bulak bulak (hutan/kebun) yang begitu panjang.

"Mas kok dingin ya,"

"Iya dek soalnya kan masuk ke pegunungan gini, wajar kalau dingin. Mau pake jaket lagi? Tadi di tas kan ada yang masih bersih," tawar setyo.

"Ndak usah mas, cuma kaget aja kok sedingin ini,"

Saat hampir memasuki gapura bertuliskan selamat datang, tiba tiba motor bebek itu macet dan mati total.

Dett dett dettt

"Loh loh dek, mati ini motornya," setyo langsung menepikan motornya di sebelah gapura.

"Aduh maaf ya dek mas lupa isi bensin tadi di sana. Habis ini bensinnya kering, apa aku telpon mbak santi dulu ya suruh anter bensin ketengan,"

"Boleh tuh mas, lagipula di hutan hutan gini mana ada yang jual bensin. Ini sampe dalem sana masih hutan mas?" Tanya sumin penasaran sambil melihat lihat ke sekitar. Ada pangkalan ojek di sebelah gapura tempat mereka menepi, namun kosong. Mungkin sedang dapat pelanggan jadi kosong semua.

"Yaudah sebentar aku telepon dulu,"

Sumin mengusap bahunya sambil bersandar di bangunan gapura, ia masih melihat lihat kesana kemari karena ia belum pernah kesini.

'Tinggalkan kampung ini'

'tinggalkan kampung ini' 

'sumin pulang kamu nak'

Sumin celingukan mencari suara suara itu, ia langsung menarik lengan suaminya, "mas denger suara ngusir aku gak mas?"

"Apa sih dek mana ada yang bicara, mana orangnya? Sudah sudah jangan bikin takut, disini sepi loh. Tunggu ya mbak santi sebentar lagi kesini," ucap setyo menenangkan istrinya yang tampak gelisah.

'pulang nduk cah ayu, jangan main jauh jauh' 

'sumin cah ayu, pulang nduk, pulang nduk jangan masuk kesini' 

Sumin langsung mengusap telinganya, bulu kuduknya berdiri beriringan dengan hembusan angin yang melewati lehernya.

"Astaghfirullah, ya allah jauhkanlah aku dari hal hal buruk," ucap sumin sambil mengusap dadanya.

"Kamu kenapa sih dek? Ada apa?" Tanya setyo penasaran saat melihat gelagat aneh dari istrinya.

"Gak papa mas tadi tiba tiba merinding aku jadi takut,"

"Heh wong edan!" Teriak mbak santi dengan wajah sumringah menghampiri adiknya dengan motor matic bagus.

"Halah mbak, pake ngomong aku wong edan. Sampean lebih edan seko aku mbak," kekeh setyo sambil menyalami tangan kakak perempuannya.

"Loh iki bojomu tyo ? Ayu ngene rek, kok pelet yo tyo ?" Kekeh mbak santi sambil menyalami tangan sumin.

"Saya sumin mbak, istrinya mas setyo,"

"Iya iya, sudah dengar dari setyo tadi malam saat di telfon. Ayo pulang, emak sudah masak," ajak santi.

Setelah mengisi bensin, setyo dan sumin melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.

'pulang!!!!' 

"Astaghfirullah," sumin menutup matanya dan komat kamit merapalkan semua doa yang ia bisa. Ia takut mendengar suara yang mengudara tanpa wujud itu.

Terpopuler

Comments

🔵❤️⃟Wᵃf‌🇸‌‌🇦‌‌🇷‌‌🇦‌‌🇸‌①

🔵❤️⃟Wᵃf‌🇸‌‌🇦‌‌🇷‌‌🇦‌‌🇸‌①

hmmm itu sudah di kasih pertanda ada yg TDK beres dgn desa itu

2024-11-25

0

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍒⃞⃟🦅ˢᵘˡˡʸ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍒⃞⃟🦅ˢᵘˡˡʸ

kampung tyo mistis
banyak makhluk ghoib

2025-03-25

0

bagas muhammad

bagas muhammad

bahasa ny mudah di mengerti

2025-01-16

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 di usir mak ju
2 episode 2 digunjing
3 episode 3 gapura macan kidul
4 episode 4 bala
5 episode 5 tumbal
6 episode 6 rahasia santi
7 episode 7 wajah gosong santi
8 episode 8 ketahuan setyo
9 episode 9 kambing hitam
10 episode 10 ketakutan aris
11 episode 11 tidur dengan pria lain
12 episode 12 tidur dengan gendruwo
13 episode 13 teror pocong
14 episode 14 neloni
15 episode 15 nyai Iskandar
16 episode 16 ular pesugihan
17 episode 17 uang halal dan haram
18 episode 18 diikuti pocong
19 episode 19 bau ayam tiren
20 episode 20 sumin meregang nyawa
21 episode 21 santi mau di talak
22 episode 22
23 episode 23 separuh sukma ranum
24 episode 24 nyusoni tuyul
25 episode 25 malam Jumat legi
26 episode 26 pengkhianat
27 episode 27 tengkorak hitam
28 episode 28 mak sarti mati
29 episode 29 lepas tali pocong
30 episode 30 minta cerai
31 episode 31 tusuk dari belakang
32 episode 32 melihat calon mertua
33 episode 33 buka bukaan
34 episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35 episode 35
36 episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37 episode 37 pdkt dengan jordi
38 episode 38 kota/ kampung
39 episode 39 pocongan mbah mol
40 episode 40 tanah mekar aji
41 episode 41 amplop jaman baheula
42 episode 42 kegaduhan di warung bakso
43 episode 43 di talak
44 episode 44 batu jimat
45 episode 45
46 episode 46 tipuan Jordi
47 episode 47 alas tutupan
48 episode 48 buka aib sendiri
49 episode 49 welasih
50 episode 50 santi hampir jadi tumbal
51 episode 51
52 episode 52 rekening baru
53 episode 53 siti di guna guna
54 episode 54 mak jum menuju kampung aris
55 episode 55 pak gembur
56 episode 56 anak anak durhaka
57 episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58 episode 58 kota atau desa
59 episode 59 jordi tau aib santi
60 episode 60 jordi bimbang
61 episode 61 diperas
62 episode 62 mencari cinta joko kampung
63 episode 63 siti hamil anak siapa?
64 episode 64 siti mau menikah
65 episode 65 uang panas
66 episode 66 mayat di irigasi
67 episode 67
68 episode 68 kedatangan riana
69 episode 69 selebgram kampung
70 episode 70 aliran sesat pak broto
71 episode 71 lautan api
72 episode 72 gelap
73 episode 73 banaspati
74 episode 74 santi dan riana
75 episode 75 maria
76 episode 76 "barges kadaluwarsa"
77 episode 77 ikan bandeng
78 episode 78 ritual pembangkitan mayat
79 episode 79
80 episode 80 ijab kabul
81 episode 81 gagal malam pertama
82 episode 82 salah ritual
83 episode 83 keluar dari penjara
84 episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85 episode 85 kemarahan tetangga
86 episode 86 dipasung
87 episode 87 larsi
88 episode 88 jatuh
89 episode 89 ulah kades
90 episode 90 pemungutan suara
91 episode 91 santi mulai berubah
92 episode 92
93 episode 93 poligami
94 episode 94 yatim piatu
95 episode 95 pelet makanan
96 episode 96
97 episode 97
98 episode 98 hamil
99 episode 99 mbah mulyo
100 episode 100
101 episode 101 kolot
102 episode 102 sifat dan muka yang jelek
103 episode 103 kandang bubrah
104 episode 104 monyet
105 episode 105
106 episode 106 Bu Ida sakit
107 episode 107
108 episode 108
109 episode 109 mak lampir
110 episode 110
111 episode 111
112 episode 112
113 episode 113
114 episode 114
115 episode 115
116 episode 116
117 episode 117
118 episode 118
119 episode 119
120 episode 120
121 episode 121
122 episode 122
123 episode 123
124 episode 124
125 episode 125
126 episode 126
127 episode 127
128 episode 128
129 jangan lupa mampir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Episode 1 di usir mak ju
2
episode 2 digunjing
3
episode 3 gapura macan kidul
4
episode 4 bala
5
episode 5 tumbal
6
episode 6 rahasia santi
7
episode 7 wajah gosong santi
8
episode 8 ketahuan setyo
9
episode 9 kambing hitam
10
episode 10 ketakutan aris
11
episode 11 tidur dengan pria lain
12
episode 12 tidur dengan gendruwo
13
episode 13 teror pocong
14
episode 14 neloni
15
episode 15 nyai Iskandar
16
episode 16 ular pesugihan
17
episode 17 uang halal dan haram
18
episode 18 diikuti pocong
19
episode 19 bau ayam tiren
20
episode 20 sumin meregang nyawa
21
episode 21 santi mau di talak
22
episode 22
23
episode 23 separuh sukma ranum
24
episode 24 nyusoni tuyul
25
episode 25 malam Jumat legi
26
episode 26 pengkhianat
27
episode 27 tengkorak hitam
28
episode 28 mak sarti mati
29
episode 29 lepas tali pocong
30
episode 30 minta cerai
31
episode 31 tusuk dari belakang
32
episode 32 melihat calon mertua
33
episode 33 buka bukaan
34
episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35
episode 35
36
episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37
episode 37 pdkt dengan jordi
38
episode 38 kota/ kampung
39
episode 39 pocongan mbah mol
40
episode 40 tanah mekar aji
41
episode 41 amplop jaman baheula
42
episode 42 kegaduhan di warung bakso
43
episode 43 di talak
44
episode 44 batu jimat
45
episode 45
46
episode 46 tipuan Jordi
47
episode 47 alas tutupan
48
episode 48 buka aib sendiri
49
episode 49 welasih
50
episode 50 santi hampir jadi tumbal
51
episode 51
52
episode 52 rekening baru
53
episode 53 siti di guna guna
54
episode 54 mak jum menuju kampung aris
55
episode 55 pak gembur
56
episode 56 anak anak durhaka
57
episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58
episode 58 kota atau desa
59
episode 59 jordi tau aib santi
60
episode 60 jordi bimbang
61
episode 61 diperas
62
episode 62 mencari cinta joko kampung
63
episode 63 siti hamil anak siapa?
64
episode 64 siti mau menikah
65
episode 65 uang panas
66
episode 66 mayat di irigasi
67
episode 67
68
episode 68 kedatangan riana
69
episode 69 selebgram kampung
70
episode 70 aliran sesat pak broto
71
episode 71 lautan api
72
episode 72 gelap
73
episode 73 banaspati
74
episode 74 santi dan riana
75
episode 75 maria
76
episode 76 "barges kadaluwarsa"
77
episode 77 ikan bandeng
78
episode 78 ritual pembangkitan mayat
79
episode 79
80
episode 80 ijab kabul
81
episode 81 gagal malam pertama
82
episode 82 salah ritual
83
episode 83 keluar dari penjara
84
episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85
episode 85 kemarahan tetangga
86
episode 86 dipasung
87
episode 87 larsi
88
episode 88 jatuh
89
episode 89 ulah kades
90
episode 90 pemungutan suara
91
episode 91 santi mulai berubah
92
episode 92
93
episode 93 poligami
94
episode 94 yatim piatu
95
episode 95 pelet makanan
96
episode 96
97
episode 97
98
episode 98 hamil
99
episode 99 mbah mulyo
100
episode 100
101
episode 101 kolot
102
episode 102 sifat dan muka yang jelek
103
episode 103 kandang bubrah
104
episode 104 monyet
105
episode 105
106
episode 106 Bu Ida sakit
107
episode 107
108
episode 108
109
episode 109 mak lampir
110
episode 110
111
episode 111
112
episode 112
113
episode 113
114
episode 114
115
episode 115
116
episode 116
117
episode 117
118
episode 118
119
episode 119
120
episode 120
121
episode 121
122
episode 122
123
episode 123
124
episode 124
125
episode 125
126
episode 126
127
episode 127
128
episode 128
129
jangan lupa mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!