episode 2 digunjing

"wak, wak aku tidur disini ya," ucap sumin sambil menggedor-gedor pintu rumah wawaknya. Namanya karti, beliau tinggal sendiri karena suaminya sudah almarhum.

"Lapo min? Di usir emakmu lagi? Polah apa lagi kamu ini?" Tanya wak ti sambil membukakan pintu untuk ponakannya.

"Udah masuk dulu yok, aku mau cerita sama wawak," ajak sumin.

"Ada apa?"

Sumin dan wak ti duduk di ruang tv, "wak aku hamil,"

"He? Gendeng! Udah kebelet kawin ya kamu? Bisa bisanya, sama siapa? Dimana kamu ngelakuinnya? Sembarang aja kamu ini jadi orang,"

"Sama mas setyo wak, aku di hotel buatnya. Udah beberapa kali juga aku kelon, tapi yang ini kebobolan wak. Takut aku, emak marah marah tadi. Gimana ya wak, aku di usir sama emak. Gak boleh tinggal di sana,"

"Owalah to min min, aku loh udah firasat dari waktu liat kamu sama setyo di pasar. Kejadian juga ternyata, terus calon suamimu itu rumahnya dimana? Setauku dia ngekos kan disini?" Tanya wak ti sambil mengeraskan suara televisi agar cerita mereka tak mudah berhembus ke tembok tetangga.

"Di kampung wak, namanya kampung macan kidul. Aku juga gak tau sih, tapi mas setyo itu bilang kalau udah yatim. Tinggal emaknya di kampung sama embaknya yang sudah menikah,"

"Macan kidul? Plosok tenan ta min, gendeng ya kon cari suami sampe kesana?"

(Nama desa hanya fiktif ya guys, tempat juga tidak akan di sebutkan agar tidak menjadi keributan)

"Ya namanya juga cinta, aku kan ketemu mas setyo di sini. Di kota ini, bukan di kampungnya," kesal sumin sambil mengerucutkan bibirnya.

"Di sana tu wingit loh min, desanya kayak mati gitu gak terjamah ajaran agama. Pelosok poll, yakin kamu mau nikah sama orang dari sana?"

"Apasih wak, jangan nakut nakutin lah. Lagian mas setyo juga gak aneh aneh kok, buktinya dia juga sholat dan ngaji disini. Itu bukti kalau di sana itu terjamah ajaran agama yang baik," protes sumin.

"Nakut nakutin bapak mu, aku ini bicara jujur. Kan sudah banyak desas desusnya jika kampung sana itu tidak ada masjid sama sekali. Ya walaupun teknologi sudah ada tapi di sana sangat susah,"

"Aduh sudahlah wak, aku mau tidur saja. Pening kepalaku, besok bangunin pagi pagi ya wak,"

"Iya lah, awas subuh kamu gak sholat. Wawak siram kamu pakai air panas,"

"Jahatnya sama ponakan sendiri," gerutu sumin sambil masuk ke dalam kamar yang sudah biasa ia tempati. Itu adalah kamar milik jamal, anak wak ti yang sedang merantau keluar pulau bersama dengan kakak sumin.

*****

"Min bangun kamu!"

"Iya wak ini loh lagi beresin selimut, sabar!" Pekik sumin sambil membereskan ranjang bekas tidurnya.

"Sholat terus mandi sana, awas kamu keluar keluar belum mandi,"

"Wak tadi malem kok aku rasanya gak tidur sendiri ya,"

"Terus sama siapa, demit? Pasti gak baca doa, udah di ajarin dari kecil juga bisa bisanya to min," maki wak ti, walaupun galak namun wak ti sangat peduli dan menyayangi sumin seperti anaknya sendiri. Bahkan ia selalu memberi uang jajan pada sumin dengan alasan ingin mengobati rindu pada almarhumah anak perempuannya.

Wak ti punya dua anak, sama halnya dengan mak jum. Anak pertama wak ti bernama jamal dan yang kedua bernama indah. Indah mengalami kecelakaan bersama bapaknya saat berangkat sekolah, mereka tertabrak kereta api sampai jasadnya tidak berbentuk.

*****

Setelah mengurus pernikahan sederhana di kua, sumin masih tinggal di rumah wak ti. Cibiran dari tetangga terus memenuhi telinganya karena punya suami miskin. Berbeda dengan doni yang merantau dan sukses, kini ia sudah mempersunting maya yang juga seorang PNS.

"Min, jangan lama lama disini sama setyo . Pulang juga kamu ke kampungnya, salam sama ibu dan kakanya,"

"Iya wak ini mas setyo juga lagi ngumpulin uang buat di bawa pulang,"

"Mana suamimu? Dah bangun belum udah jam 7 pagi ini," tanya wak ti sambil mengoseng oseng sayur di wajan.

"Sudah wak, sedang mandi. Maaf ya wak aku jadi di sini karena di usir emak,"

"Udah tau gitu, beli beras gitu loh. Masa aku yang ngasih makan terus,"

"Iya wak nanti," ucap sumin melas.

"Aku pun gak papa kamu tinggal disini, tapi makmu nanti makin marah pasti karena tau kamu numpang di sini. Apalagi berita hamilmu ini kan sudah menyebar kemana mana sampai emak mu tutup toko seminggu," ucap wak ti sambil menggelengkan kepalanya.

"Ya allah to min, aku ini sampe masih syok dengan kabar hamil dan menikahmu. Kamu jadi gunjingan warga karena punya suami kere hore," lanjut wak ti.

"Wak jangan gitu lah, gitu gitu dia suamiku. Dia juga kasih aku nafkah yang cukup, nanti tak belanjakan. Tenang saja, jangan hina suamiku lagi," kesal sumin.

"Sudah cepat panggil suamimu, sarapan terus kerja sana biar dapet uang. Makmu marah pasti kalau tau kamu di kasih uang dikit sama suamimu,"

*****

Sumin berjalan menuju warung bu sri di dekat rumah wak ti. Rumah wak ti dan emaknya hanya berbeda rt, jaraknya juga lumayan dekat.

"Buk sri, beli beras sama gula,"

"Min, keluar rumah kamu akhirnya," sapa bu halimah.

"Eh iya buk, kemarin kemarin masuk angin jadi ya di rumah saja,"

"Angkatan hamil jadi udah biasa itu,"

Bu sri datang dari dapur saat mendengar obrolan pelangganya, "eh bu, ada sumin juga. Beli apa min? Tumben kamu yang ke warung,"

"Iya buk, mau beli beras 2kg sama gula 1kg, telurnya ½kg aja,"

"Buat wak mu ya?" Tebak bu sri.

"Iya buk,"

"Min, kamu beneran sudah nikah dengan setyo ? Gak nyesel kamu?" Tanya bu halimah kepo.

"Ya gimana mau nolak kan sudah hamil," cerca bu sri.

"Lagian kamu tuh kenapa sih bisa bisanya kelon sama pria kere, masih mending kamu di gibahin warga karena jadi simpananya om om kaya. Kalau ini udah hamil, sama orang kere pisan," lanjut bu sri.

Sumin hanya tersenyum saja, ia bingung mau bagaimana karena ia juga sedang menahan malu dan tangis. Ia sangat sakit hati di cerca para tetangganya karena mencintai laki laki miskin seperti setyo .

"Habis melahirkan jangan lupa kb loh sum, biar gak kebobolan lagi. Kasihan anakmu kalau merasakan miskin dan kekurangan terus,"

"Njeh buk,"

"Ini, totalnya jadi 73ribu,"

"Duluan bu ibu," pamit sumin, ia langsung berjalan cepat untuk pulang ke rumah.

"Kenapa dek?" Tanya setyo yang baru saja memanasi motor bebeknya.

"Aduh mas gak tahan aku sama mulutnya ibu ibu, di bodoh bodohin aku gara gara hamil duluan,"

"Maaf ya dek, sebentar lagi uangnya kekumpul kok. Tinggal nunggu gajian minggu ini, kita pulang ke kampung. Gak akan ada yang gunjing kita karena mereka gak tau kalau kamu hamil duluan,"

"Yaudah sana berangkat mas, cari uang yang banyak ya. Aku juga gak mau ngerepotin wak ti terus,"

"Ya dek, mas berangkat dulu,"

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍒⃞⃟🦅ˢᵘˡˡʸ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍒⃞⃟🦅ˢᵘˡˡʸ

melaz nemen min sumin ,
untung Setyo sabar , mergo wong ora due

2025-03-25

0

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

waduh sumin sumin

2024-08-26

0

neng ade

neng ade

hadir third.. salam kenal ya third cantik

2024-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 di usir mak ju
2 episode 2 digunjing
3 episode 3 gapura macan kidul
4 episode 4 bala
5 episode 5 tumbal
6 episode 6 rahasia santi
7 episode 7 wajah gosong santi
8 episode 8 ketahuan setyo
9 episode 9 kambing hitam
10 episode 10 ketakutan aris
11 episode 11 tidur dengan pria lain
12 episode 12 tidur dengan gendruwo
13 episode 13 teror pocong
14 episode 14 neloni
15 episode 15 nyai Iskandar
16 episode 16 ular pesugihan
17 episode 17 uang halal dan haram
18 episode 18 diikuti pocong
19 episode 19 bau ayam tiren
20 episode 20 sumin meregang nyawa
21 episode 21 santi mau di talak
22 episode 22
23 episode 23 separuh sukma ranum
24 episode 24 nyusoni tuyul
25 episode 25 malam Jumat legi
26 episode 26 pengkhianat
27 episode 27 tengkorak hitam
28 episode 28 mak sarti mati
29 episode 29 lepas tali pocong
30 episode 30 minta cerai
31 episode 31 tusuk dari belakang
32 episode 32 melihat calon mertua
33 episode 33 buka bukaan
34 episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35 episode 35
36 episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37 episode 37 pdkt dengan jordi
38 episode 38 kota/ kampung
39 episode 39 pocongan mbah mol
40 episode 40 tanah mekar aji
41 episode 41 amplop jaman baheula
42 episode 42 kegaduhan di warung bakso
43 episode 43 di talak
44 episode 44 batu jimat
45 episode 45
46 episode 46 tipuan Jordi
47 episode 47 alas tutupan
48 episode 48 buka aib sendiri
49 episode 49 welasih
50 episode 50 santi hampir jadi tumbal
51 episode 51
52 episode 52 rekening baru
53 episode 53 siti di guna guna
54 episode 54 mak jum menuju kampung aris
55 episode 55 pak gembur
56 episode 56 anak anak durhaka
57 episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58 episode 58 kota atau desa
59 episode 59 jordi tau aib santi
60 episode 60 jordi bimbang
61 episode 61 diperas
62 episode 62 mencari cinta joko kampung
63 episode 63 siti hamil anak siapa?
64 episode 64 siti mau menikah
65 episode 65 uang panas
66 episode 66 mayat di irigasi
67 episode 67
68 episode 68 kedatangan riana
69 episode 69 selebgram kampung
70 episode 70 aliran sesat pak broto
71 episode 71 lautan api
72 episode 72 gelap
73 episode 73 banaspati
74 episode 74 santi dan riana
75 episode 75 maria
76 episode 76 "barges kadaluwarsa"
77 episode 77 ikan bandeng
78 episode 78 ritual pembangkitan mayat
79 episode 79
80 episode 80 ijab kabul
81 episode 81 gagal malam pertama
82 episode 82 salah ritual
83 episode 83 keluar dari penjara
84 episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85 episode 85 kemarahan tetangga
86 episode 86 dipasung
87 episode 87 larsi
88 episode 88 jatuh
89 episode 89 ulah kades
90 episode 90 pemungutan suara
91 episode 91 santi mulai berubah
92 episode 92
93 episode 93 poligami
94 episode 94 yatim piatu
95 episode 95 pelet makanan
96 episode 96
97 episode 97
98 episode 98 hamil
99 episode 99 mbah mulyo
100 episode 100
101 episode 101 kolot
102 episode 102 sifat dan muka yang jelek
103 episode 103 kandang bubrah
104 episode 104 monyet
105 episode 105
106 episode 106 Bu Ida sakit
107 episode 107
108 episode 108
109 episode 109 mak lampir
110 episode 110
111 episode 111
112 episode 112
113 episode 113
114 episode 114
115 episode 115
116 episode 116
117 episode 117
118 episode 118
119 episode 119
120 episode 120
121 episode 121
122 episode 122
123 episode 123
124 episode 124
125 episode 125
126 episode 126
127 episode 127
128 episode 128
129 jangan lupa mampir
Episodes

Updated 129 Episodes

1
Episode 1 di usir mak ju
2
episode 2 digunjing
3
episode 3 gapura macan kidul
4
episode 4 bala
5
episode 5 tumbal
6
episode 6 rahasia santi
7
episode 7 wajah gosong santi
8
episode 8 ketahuan setyo
9
episode 9 kambing hitam
10
episode 10 ketakutan aris
11
episode 11 tidur dengan pria lain
12
episode 12 tidur dengan gendruwo
13
episode 13 teror pocong
14
episode 14 neloni
15
episode 15 nyai Iskandar
16
episode 16 ular pesugihan
17
episode 17 uang halal dan haram
18
episode 18 diikuti pocong
19
episode 19 bau ayam tiren
20
episode 20 sumin meregang nyawa
21
episode 21 santi mau di talak
22
episode 22
23
episode 23 separuh sukma ranum
24
episode 24 nyusoni tuyul
25
episode 25 malam Jumat legi
26
episode 26 pengkhianat
27
episode 27 tengkorak hitam
28
episode 28 mak sarti mati
29
episode 29 lepas tali pocong
30
episode 30 minta cerai
31
episode 31 tusuk dari belakang
32
episode 32 melihat calon mertua
33
episode 33 buka bukaan
34
episode 34 di rudal paksa si babi dayat
35
episode 35
36
episode 36 mahar untuk mbah Darsimah
37
episode 37 pdkt dengan jordi
38
episode 38 kota/ kampung
39
episode 39 pocongan mbah mol
40
episode 40 tanah mekar aji
41
episode 41 amplop jaman baheula
42
episode 42 kegaduhan di warung bakso
43
episode 43 di talak
44
episode 44 batu jimat
45
episode 45
46
episode 46 tipuan Jordi
47
episode 47 alas tutupan
48
episode 48 buka aib sendiri
49
episode 49 welasih
50
episode 50 santi hampir jadi tumbal
51
episode 51
52
episode 52 rekening baru
53
episode 53 siti di guna guna
54
episode 54 mak jum menuju kampung aris
55
episode 55 pak gembur
56
episode 56 anak anak durhaka
57
episode 57 masa lalu narti, bono dan siti
58
episode 58 kota atau desa
59
episode 59 jordi tau aib santi
60
episode 60 jordi bimbang
61
episode 61 diperas
62
episode 62 mencari cinta joko kampung
63
episode 63 siti hamil anak siapa?
64
episode 64 siti mau menikah
65
episode 65 uang panas
66
episode 66 mayat di irigasi
67
episode 67
68
episode 68 kedatangan riana
69
episode 69 selebgram kampung
70
episode 70 aliran sesat pak broto
71
episode 71 lautan api
72
episode 72 gelap
73
episode 73 banaspati
74
episode 74 santi dan riana
75
episode 75 maria
76
episode 76 "barges kadaluwarsa"
77
episode 77 ikan bandeng
78
episode 78 ritual pembangkitan mayat
79
episode 79
80
episode 80 ijab kabul
81
episode 81 gagal malam pertama
82
episode 82 salah ritual
83
episode 83 keluar dari penjara
84
episode 84 Puspita dan ikan bandeng
85
episode 85 kemarahan tetangga
86
episode 86 dipasung
87
episode 87 larsi
88
episode 88 jatuh
89
episode 89 ulah kades
90
episode 90 pemungutan suara
91
episode 91 santi mulai berubah
92
episode 92
93
episode 93 poligami
94
episode 94 yatim piatu
95
episode 95 pelet makanan
96
episode 96
97
episode 97
98
episode 98 hamil
99
episode 99 mbah mulyo
100
episode 100
101
episode 101 kolot
102
episode 102 sifat dan muka yang jelek
103
episode 103 kandang bubrah
104
episode 104 monyet
105
episode 105
106
episode 106 Bu Ida sakit
107
episode 107
108
episode 108
109
episode 109 mak lampir
110
episode 110
111
episode 111
112
episode 112
113
episode 113
114
episode 114
115
episode 115
116
episode 116
117
episode 117
118
episode 118
119
episode 119
120
episode 120
121
episode 121
122
episode 122
123
episode 123
124
episode 124
125
episode 125
126
episode 126
127
episode 127
128
episode 128
129
jangan lupa mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!