Sepertinya apa yang di bicarakan Yasmine memang benar , dia menunggu Erica hingga malam hari untuk menemaninya bertemu sang ayah , Erica menghampiri Yasmine yang berdiri menunggu di dekat mobilnya.
“kenapa masih disini?”
“sudah aku bilang kan , temani aku menemui papa”
“kau kan bisa sendiri , lagipula ini bukan urusanku , tidak ada hubungannya denganku “
“aku tidak mau tau pokoknya kakak harus menemaniku “
Yasmine mendorong paksa Erica agar masuk mobil , merekapun pergi meninggalkan Noun art . tak berselang lama Henry tiba di Noun art , dia berencana untuk menjemput Erica, perasaanya jadi tidak tenang sejak Theresa kembali menemuinya , dia pasti sudah tahu perihal pernikahannya dengan Erica ,Theresa orang yang nekat bisa saja dia menemui Erica yang tidak tahu apapun tentang hubunganya.
Erica dan Yasmine berdiri bersebelahan tepat di depan rumah berpagar besar yang sangat tinggi , ini adalah rumah pribadi Erlan , tak sembarangan orang dapat kemari . seorang penjaga menghampiri mereka berdua .
“Nona sedang apa disini?”
Sepertinya penjaga itu mengenal Yasmine .
“aku ingin bertemu papa”
“Tuan sedang tidak ingin di ganggu “
“sebentar saja , katakan padanya aku ingin memastikan sesuatu “
“maaf”
Yasmine menelan rasa kecewa karena ayahnya kini tidak ingin bertemu denganya .
“pak katakan padanya Erica datang menemuinya “
“tidak bisa Nona , Tuan sedang tidak ingin di ganggu “
“katakan saja dulu “
Dengan sedikit kesal penjaga itu menghubungi asisten rumah dalam . saat ini Erlan sedang menikmati kesendiriannya sambil menonton acara golf .
“Tuan , ada tamu bernama Erica ingin bertemu “
“Erica ? bawa dia masuk “
Perintah Erlan sampai ke petugas jaga , akhrinya mereka di bukakan pintu dan di antar menemui Erlan . Erlan sendiri sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut Erica .
“Erica !”
Erlan berjalan cepat menghampiri Erica lalu meraih dan menggenggam kedua tanganya.
“aku datang bersamanya “
Erica menunjuk Yasmine di sampingnya , Erlan menarik nafas panjang , dia tak ingin merusak moment pertemuanya dengan Erica diapun mencoba untuk tetap tenang .
“Papa…” panggil Yasmine
“masuklah dulu”
Mereka bertiga memasuki rumah yang sangat hijau , sejak dulu Erlan memang menyukai konsep rumah forest menyatu dengan alam hijau di halaman rumah tersebut banyak pohon-pohon besar yang sangat tinggi juga beberapa tanaman buah yang cukup subur terawat.
Seorang asisten membawakan 3 gelas minuman lalu meletakannya di meja , Erlan meneguk minuman tersebut kemudian melihat ke arah Yasmine .
“kenapa kau kemari ?” tanya Erlan
“aku hanya ingin memastikan ini “
Yasmine memperlihatkan hasil tes DNA yang ada di ponselnya
“jadi kau sudah tahu ?”
“aku memotretnya diam-diam saat mama mabuk”
“Yasmine , sejak maria mengaku hamil anakku aku memperlakukannya dengan sangat baik , bahkan sampai kau sebesar ini, tapi ternyata aku di tipu “
“papa.. “
“aku masih belum memutuskan seperti apa hubungan kita selanjutkan karena aku juga menyayangimu sebagai anakku , aku akan menyelesaikan ini dengan ibumu lebih dulu “ jelas Erlan
“apa papa akan bercerai dengan mama?”
“sepertinya itu lebih baik “
Yasmine menangis dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa seorang ayah lalu harus hidup bersama dengan ibu yang sangat keras kepala.
“apa kau sudah mengatakan semuanya ? kalau sudah mari kita kembali , ini sudah cukup malam”
“hm, baiklah “
“Erica apa tidak ada yang ingin kau katakan dengan Papa”
“tidak ada”
“kalau begitu berkunjunglah kemari , bawa suamimu juga”
“maaf , kita tidak sedekat itu untuk saling mengunjungi”
Ucapan menohok itu membuat Erlan semakin tersadar dan menyesal bahwa dirinya sudah kehilangan anak yang berharga yang di sia-siaka nya .
“baiklah , maafkan papa, kau bisa kemari kapan saja “
Mereka pun pergi, sebelum itu Erlan memberikan dokumen terkait tes DNA pada Yasmine . karena Yasmine tak memungkinkan untuk menyetir akhirnya Erica juga yang harus mengantarnya hingga ke rumah.
Di tempat lain , Nathalie mencoba untuk menghubungi Erica karena ada email yang harus di kirimkan padanya , tapi nomor Erica di luar jangkauan , mau tidak mau Nathalie harus menghubungi Henry untuk menanyakan keberadaan Erica .
~Hen kau dimana ?~
“aku baru sampai rumah . ada apa Mah ?”
~katakan pada Erica untuk secepatnya mengirim email padaku ~
“Erica ? dia belum sampai rumah “
~apa ? dia sudah pulang sejak tadi ~
“mobilnya tidak ada , tas yang biasa di pake ke kantor juga tidak ada”
~lalu kemana dia ? tunggu tadi mama lihat mobilnya masih dikantor tapi Erica tidak ada ~
“aku akan menelpon mama nanti “
Henry mulai cemas dia terus menghubungi nomor Erica berulang kali, dia juga mendatangi Noun art untuk memastikan keberadaan Erica .
“Pak , dimana pemilik mobil ini?” tanya Henry pada seorang penjaga gedung
“oh ini, Nona Erica tadi pergi dengan seorang wanita “
“apa , seperti apa ciri-ciri wanita yang bersamanya?”
“kurang jelas, tapi dia berambut panjang dan tinggi”
Tidak salah lagi itu pasti Theresa, aku tidak akan memaafkannya jika terjadi sesuatu pada Erica.
Henry kembali menghubungi Erica , masih juga tidak di jawab ,Henry menghubungi Ben untuk menanyakan pada Viona mengenai Erica.
“Ben, kau sudah tanya ke Viona ?”
~Viona sedang di luar kota dia tidak ketemu Erica hari ini~
“sial !!”
~ada apa ? terjadi sesuatu ?~
“Erica belum sampai rumah padahal sudah keluar kantor sejak tadi “
~kau sudah memastikanya di kantor ?~
“sekarang aku ada di Noun art , hanya ada mobilnya saja”
~perlu bantuan , atau sebaiknya kau pulang lagi siapa tahu Erica sudah di rumah~
“baiklah “
~aku ,,, aku akan mencoba mencari tahu keberadaan Theresa~
“thanks Ben”
Henry kembali ke mobil dan memacu mobilnya dengan kencang kembali ke rumah , sepanjang jalan tak berhenti dia terus menghubungi Erica.
“terima kasih Kak”
Erica sudah mengantar Yasmine sampai ke rumah, diapun langsung berniat kembali menggunakan taksi .
“kak … “
“apa lagi ?”
Yasmine mendekat lalu memeluk perlahan tubuh Erica .
“Hey !! apa yang kau lakukan , apa kita sedekat ini untuk berpelukan?”
Yasmine hanya tersenyum dia sangat berterima kasih pada Erica hari ini.
“aku pulang “
“hati-hati”
Erica sama sekali tidak memeriksa ponselnya ,dia sama sekali tidak mengetahui jika Henry sedang mencarinya sejak tadi , taksi berhenti tepat di depan rumah Erica pun turun , di saat yang bersamaan Henry juga tiba di rumah.
“Erica !”
Tanpa pikir panjang Henry langsung berlari turun dari mobil lalu mendekati Erica dan memeluknya . tenang rasanya Erica terlihat baik-baik saja, beberapa saat lalu dia hampir gila mencari Erica. Semua pikiran buruknya lenyap ketika dia bisa mendekat erat tubuh wanita yang entah apa maksud dari semua ini, Erica yang terkejut mendapat pelukan dari Henry hanya diam mematung .
Apa yang sudah terjadi , kenapa dia memelukku , nafasnya ? kenapa cepat sekali , aku bisa merasakan detak jantungnya yang sangat cepat , wangi tubuhnya hmmm benar-benar lembut, kenapa dia seperti sangat ketakutan , ahh rasanya nyaman sekali di peluk begini .
Tanpa sadar Erica pun menyambut pelukan Henry dengan melingkarkan kedua tanganya yang langsung menyentuh tubuh kekar pria itu.
Tubuhnya … punggungnya lebar sekali , dan… dia pasti selalu olahraga di kantor ,hmm kenapa aku tiba-tiba ingin menangis , tunggu … apa yang terjadi padaku , tidak, jangan sekarang ,ahhh ….
Air mata Erica menetes tepat di pundak Henry dan membasahi kemejanya.
Aahhh air mata sialan !!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments