Ch 20 - Raja High Orc

Aku berdiri di tengah ruangan, nafasku terengah-engah dan tubuhku terasa berat setelah membantai ribuan High Orc. Darah menetes dari tubuhku, menciptakan genangan merah di lantai. Raja High Orc, sosok besar dan menakutkan dengan kulit merah dan tato hitam yang berdenyut, bangkit perlahan dari singgasananya. Pedang besar berada di genggamannya, siap untuk bertarung.

"Babi ini baru berdiri setelah semua bawahannya terbantai? Apa kamu bodoh?" tanyaku. Aku sangat percaya diri dengan pertarungan satu melawan satu karena aku tidak pernah kalah dalam pertarungan itu.

Aku menghabiskan banyak waktu didalam portal, entah sudah berapa lama waktu berlalu. Seharusnya lebih dari lima jam aku berada didalam portal ini. Aku ingin cepat pulang dan mandi dengan tenang lalu istirahat sampai ujian tiba.

Meskipun memiliki statistik di atas 1000, aku merasakan kelelahan yang mendalam. Namun, aku tetap berdiri dengan percaya diri. Hanya ada satu musuh yang tersisa, dan aku merasa bisa menghadapinya.

Tiba-tiba, sebuah pesan sistem muncul di depan mata ku.

[Skill pasif Combat Master telah dipelajari.]

[Pasif Combat Master.]

[Efek: Kekuatan meningkat sebesar 50% saat melawan satu musuh.]

Aku merasakan gelombang energi baru mengalir melalui tubuhku, memberikan kekuatan tambahan. Meskipun aku kecewa karena tidak mendapatkan skill pasif 'God of War', aku tahu bahwa 'Combat Master' akan sangat membantunya dalam pertarungan ini. Tapi aku kecewa, apa seribu monster masih kurang?

Raja High Orc mengayunkan pedangnya dengan kekuatan dahsyat, menghantam tanah di tempat aku berdiri. Aku melompat menghindar, merasakan getaran yang dihasilkan oleh pukulan tersebut. Aku balas menyerang dengan pedang hitam legam, tetapi Raja High Orc dengan mudah menangkisnya, kekuatan yang luar biasa mengalir dari setiap gerakannya.

"Lumayan untuk babi yang akan aku sembelih," kataku meledek Raja High Orc sambil tersenyum tipis.

Pertarungan mereka berlangsung sengit dan intens. Setiap serangan yang dilancarkan aku balas dengan kekuatan yang setara. Aku merapalkan berbagai mantra sihir, petir, api, angin, bumi, es, air. Tetapi semua serangannya hampir tidak berpengaruh pada Raja High Orc. Bahkan ketika aku mencoba menahan gerakan lawan dengan sihir pengikat, Raja High Orc dengan mudah mematahkan ikatan tersebut.

Aku merasa frustrasi, tetapi aku tidak membiarkan perasaan itu menguasai diriku. Aku tahu bahwa konsentrasi adalah kunci untuk memenangkan pertarungan ini. Aku memfokuskan seluruh pikirannya pada setiap gerakan, setiap serangan, dan setiap peluang yang muncul.

Raja High Orc menyerang dengan kombinasi serangan brutal menggunakan pedang besarnya. Setiap ayunan membawa kekuatan yang bisa menghancurkan batu. Aku menangkis dan menghindar, menggunakan kelincahan untuk tetap selangkah lebih maju. Setiap kali aku mendapatkan celah, aku akan menyerang dengan cepat dan cukup mematikan.

Pertarungan mereka berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat. Aku merasakan adrenalin yang membanjiri tubuhku, membuat pikiranku semakin tajam. Aku mulai melihat pola dalam serangan Raja High Orc, dan dengan konsentrasi penuh, aku mulai memanfaatkan kelemahan kecil yang muncul.

Sihir mungkin tidak berpengaruh, tetapi pedang masih bisa melukai. Aku mulai menyerang dengan presisi, mengincar titik-titik lemah di tubuh Raja High Orc. Setiap tebasan membawa dampak yang lebih besar, setiap serangan memperlambat gerakan musuh sedikit demi sedikit.

Mataku perlahan kehilangan warnanya.

Raja High Orc mengayunkan pedangnya ke arah ku, tetapi aku menghindar dengan gerakan yang cepat, lalu menyerang balik dengan kekuatan penuh. Pedangku menembus kulit tebal Raja High Orc, menciptakan luka yang dalam dan menyakitkan. Dengan setiap serangan, aku merasa diriku semakin mendominasi pertarungan.

Konsentrasi ku mencapai puncaknya. Pemikiranku berjalan cepat, dan tidak ada yang bisa menggangguku. Setiap gerakan, setiap serangan, semuanya dilakukan dengan presisi mematikan. Aku mulai melihat rasa takut di mata Raja High Orc, sebuah tanda bahwa musuh mulai merasakan kelelahan dan kepanikan.

Dengan gerakan terakhir yang penuh tenaga, aku menebas kaki Raja High Orc, membuatnya jatuh berlutut. Darah mengalir deras dari luka-luka di tubuh raja tersebut. Aku tidak memberi kesempatan untuk dia pulih. Aku melanjutkan seranganku, setiap tebasan pedang dilakukan dengan brutal dan mematikan.

Aku memotong perlahan, menciptakan luka demi luka, memperpanjang penderitaan Raja High Orc. Setiap jeritan kesakitan dari raja tersebut membuatku tertawa dan senang karena babi sombong akhirnya merengek. Aku tahu bahwa aku tidak boleh menunjukkan belas kasihan.

Akhirnya, dengan tebasan terakhir yang mengakhiri pertarungan dan penyiksaan, aku menebas leher Raja High Orc, mengakhiri hidupnya dengan cara yang brutal. Kepala Raja High Orc jatuh ke lantai, tubuhnya yang besar ambruk dengan suara berdebum yang menggetarkan.

Warna mataku kembali, konsentrasi yang berada dipuncak memudar dan jalan pemikiranku menjadi normal kembali.

Aku berdiri di tengah ruangan yang penuh dengan darah dan mayat. Tubuhku dipenuhi luka dan darah para High Orc yang telah mati. Aku merasakan kelelahan yang luar biasa.

Dengan nafas terengah-engah dan tubuh yang terasa berat, aku menatap ruangan yang kini sunyi. Tidak ada lagi musuh yang tersisa.

[Kekuatan anda akan kembali di segel.]

Kekuatan yang aku rasakan sebelumnya sangatlah luar biasa, namun sekarang hilang dan statistik ku kembali normal dengan beberapa peningkatan.

[Strength meningkat sebanyak 15]

[Agility meningkat sebanyak 8]

[Vitality meningkat sebanyak 10]

[Endurance meningkat sebanyak 9]

[Magic meningkat sebanyak 2]

[Stamina meningkat sebanyak 12]

[Pasif Pain Tolerance meningkat sebanyak 5%]

[Pasif Pain Tolerance sudah berada dibatas maksimalnya.]

[Pasif Physical Resistance meningkat sebanyak 11%]

[Pasif Physical Resistance sudah berada dibatas maksimalnya.]

[Kurogane Ikki]

[Pria]

[16 Tahun]

[Stats]

[Strength : 176]

[Agility : 111]

[Vitality : 107]

[Endurance : 129]

[Magic : 336]

[Qi : 0]

[Stamina : 243]

Pasif

[Pain Tolerance]

[Efek : Rasa sakit yang di terima akan berkurang drastis sebanyak 60% akan meningkat jika menerima serangan apapun. Maksimal]

[Physical Resistance]

[Efek : Mengurangi semua kerusakan serangan fisik sebesar 50% akan meningkat jika menerima serangan fisik secara terus menerus. Maksimal]

[Anti Magic]

[Efek : Melindungi tubuh dari segala serangan sihir. Anti Magic akan terus aktif bahkan saat tidak ada serangan sihir.]

[Self Healing]

[Efek: Menyembuhkan luka-luka yang diterima dengan tingkat pemulihan HP 0,1% setiap detik. Tingkat pemulihan HP akan bertambah jika pasif naik level.]

[Skill pasif Combat Master.]

[Efek: Kekuatan meningkat sebesar 50% saat melawan satu musuh.]

[Skill Aktif]

[Fighting Spirit]

[Efek : Membuat pengguna mengeluarkan aura merah yang dapat membuat lawan yang kekuatannya lebih rendah dari pengguna seluruh stats nya akan berkurang sebesar 30%. Efek khusus, membuat orang yang berada dekat dengan pengguna merasakan rasa takut.]

***

Para petinggi Asosiasi Hunter menerima berita bahwa portal yang awalnya peringkat B telah berubah menjadi peringkat A. Perubahan ini sangat jarang dan mencemaskan. Mereka segera memanggil salah satu hunter terkuat mereka, seorang peringkat S bernama Ryuu, bersama anggota serikatnya, untuk masuk ke dalam portal dan memberikan bantuan.

Ryuu adalah seorang hunter legendaris dengan pengalaman yang tak tertandingi. Dengan wajah serius, dia memimpin timnya menuju portal yang memancarkan aura sihir yang lebih kuat. Bersama-sama, mereka melangkah masuk, siap untuk menghadapi ancaman yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Begitu mereka melewati portal, pemandangan yang mengerikan menyambut mereka. Tubuh-tubuh High Orc tergeletak di tanah, beberapa masih mengepul dengan darah segar. Bau kematian dan darah memenuhi udara, menciptakan atmosfer yang menyesakkan. Ryuu dan timnya saling bertukar pandang, kebingungan dan kekhawatiran jelas terlihat di mata mereka.

"Siapa yang bisa melakukan ini?" gumam salah satu anggota serikat, suaranya penuh ketidakpercayaan.

Mereka terus masuk lebih dalam, melewati lorong-lorong yang dipenuhi dengan mayat High Orc. Setiap langkah membawa mereka semakin dekat ke pusat ruangan tempat pertarungan terakhir berlangsung. Ketika mereka akhirnya tiba di ruangan itu, pemandangan yang mereka lihat bahkan lebih mengejutkan.

Di tengah genangan darah dan ribuan mayat High Orc, mereka melihat seorang pria muda duduk bersandar pada dinding goa dengan kaki diluruskan, tampak acuh tak acuh, mencoba memulihkan staminanya. Dia tampak sangat lelah, tubuhnya dipenuhi luka, dan darah, baik dari dirinya sendiri maupun dari musuh-musuhnya membasahi pakaiannya.

Ryuu mendekat dengan hati-hati, matanya meneliti situasi dengan seksama. "Kamu yang melakukan ini?" tanyanya, suaranya penuh kekaguman dan sedikit ketidakpercayaan.

Aku mengangkat mataku perlahan, menatap Ryuu dan anggota serikat lainnya yang berdiri di hadapanku. Aku mengangguk dengan malas, ekspresi wajahku tetap datar dan acuh tak acuh.

"Jika memang benar kenapa? Apa kalian ingin mengambil hasil jarahan ku karena aku sedang tidak berdaya?" tanya aku dengan senyuman menantang.

Ryuu dengan panik membantah itu, "Tentu saja tidak." Suaranya lembut dan tidak menunjukan permusuhan yang mendalam.

Para hunter lainnya mengitari ruangan, melihat dengan seksama ribuan mayat High Orc yang berserakan. Ekspresi mereka menunjukkan keterkejutan yang mendalam, seolah-olah mereka baru saja menyaksikan sesuatu yang tak terbayangkan.

Setelah beberapa saat keheningan, Ryuu memberikan perintah kepada timnya. "Kumpulkan semua kristal dan drop item dari tubuh para monster ini. Kita akan membantunya."

Anggota serikat dengan cepat bergerak, mengambil kristal dan barang-barang yang bisa ditemukan dari tubuh-tubuh High Orc. Mereka bekerja dengan efisien, meskipun masih diliputi rasa takjub atas pemandangan yang baru saja mereka saksikan.

Aku berdiri dengan susah payah, tubuhku masih terasa berat dan lelah. Tanpa banyak bicara, aku keluar dari ruangan itu, melewati lorong-lorong gelap dan akhirnya mencapai pintu keluar portal. Begitu mereka keluar, aku merasakan udara segar menyentuh wajah, memberikan sedikit kenyamanan setelah pertempuran panjang.

Di luar portal, aku duduk di dekat mesin penjual otomatis, mengambil sekaleng susu dingin. Aku meneguknya perlahan, merasakan dinginnya minuman yang menenangkan tenggorokan. Tubuhku masih terasa sakit, tapi setidaknya dia bisa beristirahat sejenak dan memulihkan luka.

Ryuu dan timnya mendekat, membawa semua kristal dan drop item yang telah mereka kumpulkan. Mereka menaruhnya di hadapan ku, yang menatap mereka dengan ekspresi datar dan acuh tak acuh.

"Ini semua milikmu, kami mengambilkannya untukmu," kata Ryuu. "Kamu telah melakukan sesuatu yang luar biasa."

Aku mengangguk singkat, menerima kristal dan drop item tersebut tanpa banyak bicara. "Terima kasih," ujarku singkat, tanpa banyak emosi. "Kalian sudah membantu ku mengumpulkan kristal ini."

Aku memasukan semua kristal dan drop item ke inventory sistem, lalu berjalan pergi menuju stasiun. Selagi berjalan aku membersihkan diriku dengan lingkaran sihir yang muncul dari atas kepala lalu bergerak sampai kaki. Darah yang menempel pada tubuhku hilang sepenuhnya, tapi pakaian yang aku gunakan rusak.

"Aku akan pulang dan beristirahat sampai hari ujian tiba." Aku menguap sambil terus berjalan menuju stasiun.

Episodes
1 Ch 01 - Dunia Baru
2 Ch 02 - Portal
3 Ch 03 - Pendapatan
4 Ch 04 - Portal terbuka
5 Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6 Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7 Ch 07 - Liburan ke pantai
8 Ch 08 - Festival kembang api
9 Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10 Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11 Ch 11 - Festival Olahraga
12 Ch 12 - Perkembangan
13 Ch 13 - Perkembangan selesai
14 Ch 14 - Liburan musim dingin
15 Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16 Ch 16 - Kelulusan
17 Ch 17 - Ujian masuk
18 Ch 18 - Portal peringkat B
19 Ch 19 - Pembantaian High Orc
20 Ch 20 - Raja High Orc
21 Ch 21 - Ujian peringkat
22 Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23 Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24 Ch 24 - Hari pertama di akademi
25 Ch 25 - Kakak perempuan
26 Ch 26 - Taruhan
27 Ch 27 - Perjanjian
28 Ch 28 - Menara
29 Ch 29 - Menara 2
30 Ch 30 - Menara selesai
31 Ch 31 - Kembali ke akademi
32 Ch 32 - Ujian Semester Satu
33 Ch 33 - Pembentukan Tim
34 Ch 34 - Masalah
35 Ch 35 - Masalah selesai
36 Ch 36 - Perkumpulan tim
37 Ch 37 - Poin Akademi
38 Ch 38 - Kerja sama tim
39 39 - Cemburu
40 Ch 40 - Persiapan dan serangan
41 Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42 Ch 42 - Badai salju
43 Ch 43 - Kastil
44 Ch 44 - Pecahan keempat
45 Ch 45 - Segel kedua
46 Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47 Ch 47 - Pertemuan
48 Ch 48 - Pelatihan para dewan
49 Ch 49 - Star Field
50 Ch 50 - Perasaan yang nyata
51 Ch 51 - Kencan
52 Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53 Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54 Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55 Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56 Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57 Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58 Ch 58 - Anggota tim baru
59 Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60 Ch 60 - Piramida
61 Ch 61 - Pertarungan sengit
62 Ch 62 - Keputusasaan
63 Ch 63 - Piramida bawah tanah
64 Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65 Ch 65 - Rasa lelah
66 Ch 66 - Mimpi indah
67 Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68 Ch 68 - Area satu
69 Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70 Ch 70 - Kembali kerumah
71 Ch 71 - Rencana dan latihan
72 Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73 Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74 Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75 Ch 75 - Ayah mertua?
76 Ch 76 - Kemenangan Final
77 Ch 77 - Pertandingan arena
78 Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79 Ch 79 - Pertandingan arena 3
80 Ch 80 - Pertandingan arena 4
81 Ch 81 - Keputusan dewan
82 Ch 82 - Teori Sihir
83 Ch 83 - Teori Sihir selesai
84 Ch 84 - Kelas Warrior
85 Chapter 85 - Liburan musim dingin
86 Ch 86 - Desa
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Ch 01 - Dunia Baru
2
Ch 02 - Portal
3
Ch 03 - Pendapatan
4
Ch 04 - Portal terbuka
5
Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6
Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7
Ch 07 - Liburan ke pantai
8
Ch 08 - Festival kembang api
9
Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10
Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11
Ch 11 - Festival Olahraga
12
Ch 12 - Perkembangan
13
Ch 13 - Perkembangan selesai
14
Ch 14 - Liburan musim dingin
15
Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16
Ch 16 - Kelulusan
17
Ch 17 - Ujian masuk
18
Ch 18 - Portal peringkat B
19
Ch 19 - Pembantaian High Orc
20
Ch 20 - Raja High Orc
21
Ch 21 - Ujian peringkat
22
Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23
Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24
Ch 24 - Hari pertama di akademi
25
Ch 25 - Kakak perempuan
26
Ch 26 - Taruhan
27
Ch 27 - Perjanjian
28
Ch 28 - Menara
29
Ch 29 - Menara 2
30
Ch 30 - Menara selesai
31
Ch 31 - Kembali ke akademi
32
Ch 32 - Ujian Semester Satu
33
Ch 33 - Pembentukan Tim
34
Ch 34 - Masalah
35
Ch 35 - Masalah selesai
36
Ch 36 - Perkumpulan tim
37
Ch 37 - Poin Akademi
38
Ch 38 - Kerja sama tim
39
39 - Cemburu
40
Ch 40 - Persiapan dan serangan
41
Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42
Ch 42 - Badai salju
43
Ch 43 - Kastil
44
Ch 44 - Pecahan keempat
45
Ch 45 - Segel kedua
46
Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47
Ch 47 - Pertemuan
48
Ch 48 - Pelatihan para dewan
49
Ch 49 - Star Field
50
Ch 50 - Perasaan yang nyata
51
Ch 51 - Kencan
52
Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53
Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54
Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55
Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56
Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57
Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58
Ch 58 - Anggota tim baru
59
Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60
Ch 60 - Piramida
61
Ch 61 - Pertarungan sengit
62
Ch 62 - Keputusasaan
63
Ch 63 - Piramida bawah tanah
64
Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65
Ch 65 - Rasa lelah
66
Ch 66 - Mimpi indah
67
Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68
Ch 68 - Area satu
69
Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70
Ch 70 - Kembali kerumah
71
Ch 71 - Rencana dan latihan
72
Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73
Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74
Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75
Ch 75 - Ayah mertua?
76
Ch 76 - Kemenangan Final
77
Ch 77 - Pertandingan arena
78
Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79
Ch 79 - Pertandingan arena 3
80
Ch 80 - Pertandingan arena 4
81
Ch 81 - Keputusan dewan
82
Ch 82 - Teori Sihir
83
Ch 83 - Teori Sihir selesai
84
Ch 84 - Kelas Warrior
85
Chapter 85 - Liburan musim dingin
86
Ch 86 - Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!