Ch 19 - Pembantaian High Orc

Aku yang melihat banyak sekali High Orc merasa lelah. High Orc yang berada didepan High Orc lain lebih kuat. Seolah-olah mereka tahu aku akan berada di sana. Jumlah mereka lebih dari tiga ratus, dan aura kebencian serta kekuatan mereka terasa menyesakkan udara. Aku mengeluarkan pedang dari inventory sistem dengan berat hati.

"Aku lelah berengsek!" Aku menggerakkan gigiku, Fighting Spirit langsung aktif dan membuatku merasa lebih bugar.

Aura merah menyala mengelilingi tubuh ku, memberikan kekuatan tambahan dan kecepatan. Dengan Fighting Spirit yang membara, aku merasa bisa mengalahkan mereka tapi tidak akan mudah. Aku menambahkan buff pada tubuhku sendiri lalu melapisi pedang dengan cahaya merah menyala, untuk kedua kalinya aku mematikan sihir cahaya.

Pertarungan dimulai dengan brutal dan kejam. High Orc pertama menyerang dengan kapak besar, mengayunkannya dengan kekuatan mematikan. Aku menghindar dengan lincah, kemudian membalasnya dengan tebasan cepat pedang milikku. High Orc itu jatuh dengan suara gedebuk yang menggelegar, tapi serangan dari yang lain langsung menyusul.

Aku mengambil napas dalam-dalam lalu melawan mereka dengan senyuman yang terlukis pada ekspresiku.

Aku menggunakan kombinasi serangan sihir dan pedang. Dengan tangan kiri, aku merapalkan mantra petir yang menyambar beberapa High Orc sekaligus, membuat mereka jatuh tersungkur dengan tubuh terbakar. Dengan tangan kanan, aku mengayunkan pedang dengan kekuatan penuh, memotong melalui daging dan tulang musuh-musuhku. Setiap gerakan adalah tarian mematikan, menggabungkan seni pedang dan sihir dalam harmoni yang sempurna.

Aku bertarung menggunakan semua yang aku miliki, membuat para High Orc hanya memiliki waktu yang begitu singkat untuk melihat wajahku. High Orc yang berada dibarisan depan mulai berlari untuk menyerangku.

High Orc yang berada di barisan depan jauh lebih kuat dan terlatih dibandingkan yang berada di belakang. Salah satu dari mereka, lebih besar dari yang lain, membawa palu raksasa dan menyerang ku dengan kekuatan dahsyat. Aku menangkis serangan itu dengan sihir pelindung tapi langsung hancur jadi aku menahannya menggunakan pedang, tapi dampak dari palu itu membuatku terdorong mundur beberapa meter.

tanganku sakit dan bergetar. Tulang tanganku terasa mau patah, otot-otot ku berteriak meminta tolong setelah menahan serangan tadi.

Rasa sakit menjalar di tubuhku, tulang-tulang ku berderak. Luka-luka mulai bermunculan, darah menetes dari berbagai goresan dan memar. Aku merasa tubuhku semakin berat, tapi Fighting Spirit terus membakar dan membuatku bisa melakukan lebih. Aku tidak bisa berhenti, tidak boleh berhenti.

Aku melompat ke udara, merapalkan mantra angin untuk mempercepat gerakan, lalu menyerang dengan kekuatan dahsyat dari atas. Pedangku berkilauan saat menebas dua High Orc sekaligus, darah mereka memercik ke udara. Aku mendarat dengan lincah, berputar dan melancarkan serangan petir yang menghantam beberapa High Orc lainnya.

Aku tidak menggunakan lingkaran sihir karena membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengaktifkannya. Lebih cepat tanpa lingkaran walaupun kekuatannya berkurang.

Serangan demi serangan dilancarkan, setiap tebasan dan mantra yang dikeluarkan membawa kematian bagi para High Orc. Namun, pertarungan ini jauh dari kata mudah. High Orc yang kuat terus mendesak, dan aku menerima banyak luka dalam pertarungan itu. Tubuhku penuh dengan luka potong, lebam, dan memar.

Akhirnya, setelah berjam-jam pertarungan sengit, jumlah High Orc mulai berkurang. Nafas ku terengah-engah, tubuhku terasa berat dan lelah, tapi aku tidak berhenti. Dengan sisa kekuatanku, aku melancarkan serangan terakhir, menghancurkan High Orc yang tersisa.

Aku berdiri di tengah-tengah mayat High Orc yang berserakan, darah menetes dari tubuhku. Luka-luka yang aku terima terasa nyeri, tapi aku masih hidup. Dengan susah payah, aku berjalan mendekati pelindung sihir di depan portal.

"Aku harus mencari cara untuk menonaktifkan pelindung ini," pikirku, menatap cahaya merah kehitaman yang menghalangi jalan keluar.

[HP anda kurang dari 10% disarankan untuk beristirahat]

[MP anda tersisa 5%]

[Strength meningkat sebanyak 8]

[Agility meningkat sebanyak 4]

[Vitality meningkat sebanyak 6]

[Endurance meningkat sebanyak 9]

[Magic meningkat sebanyak 5]

[Stamina meningkat sebanyak 11]

[Pasif Physical Resistance meningkat sebanyak 8%]

[Pasif Pain Tolerance meningkat sebanyak 18%]

[Anda mendapatkan skill pasif baru: Self Healing]

[Self Healing]

[Efek: Menyembuhkan luka-luka yang diterima dengan tingkat pemulihan HP 0,1% setiap detik. Tingkat pemulihan HP akan bertambah jika pasif naik level.]

Rasa sakit yang aku terima berkurang karena pasif Pain Tolerance meningkat sampai 50% batas maksimal pasif Pain Tolerance adalah 60% jadi aku masih bisa meningkatkannya terus.

Setelah pertarungan yang melelahkan dan penuh luka, aku membutuhkan waktu untuk pulih sebelum bisa melanjutkan. Aku menemukan sudut yang relatif aman di dekat pintu masuk goa yang masih tertutup oleh pelindung sihir, dan duduk dengan posisi teratai. Dengan perlahan, aku menutup mata dan memulai meditasi, memusatkan pikiran untuk memulihkan MP secepat mungkin.

Selama satu jam, aku membiarkan pikiranku tenggelam dalam ketenangan. Aku merasakan aliran energi sihir mengalir melalui tubuhku, seperti arus sungai yang menenangkan. Sedikit demi sedikit, kekuatanku kembali, luka-luka mulai terasa kurang nyeri, dan energi sihirku pulih. Dengan MP yang sudah cukup, aku merapalkan mantra penyembuhan, menyatukan luka-luka di tubuh dan mengurangi rasa sakit yang mengganggu.

[Magic meningkat sebanyak 2]

Setelah merasa cukup pulih, aku bangkit dan merasakan aliran energi sihir yang samar. Aku mengikuti aliran itu, mengetahui bahwa itu akan membawaku kepada sumber kekuatan yang mengendalikan pelindung sihir di pintu masuk. Mataku yang tajam mengikuti jejak energi sihir yang bercahaya samar dalam kegelapan.

Perjalanan ini membawaku semakin dalam ke dalam goa, melalui lorong-lorong berliku dan ruang-ruang yang sempit. Aku merasakan sebuah aura semakin kuat, hingga akhirnya aku tiba di sebuah ruangan luas yang berbeda dari bagian goa lainnya. Ruangan ini terang benderang, diterangi oleh obor-obor yang dipasang di sepanjang dinding. Cahaya api berkedip-kedip, menciptakan bayangan yang bergerak-gerak di seluruh ruangan.

Di ujung ruangan, aku melihat pemandangan yang membuat darahku mendidih. Di atas singgasana besar duduk seorang High Orc yang lebih besar dan lebih mengesankan daripada yang pernah aku lihat. Kulit merahnya bersinar dalam cahaya obor, dan tato hitam yang berdenyut menutupi seluruh tubuhnya. Di sampingnya, bersandar pada singgasana, ada pedang besar yang tampak berat dan berbahaya.

Di dekat Raja High Orc, berdiri seorang penyihir High Orc mengenakan jubah hitam dan memegang tongkat sihir yang berkilauan dengan energi magis. Mata penyihir itu menyala dengan cahaya biru, dan saat dia melihat aku masuk, dia mengangkat tongkatnya dan merapalkan mantra.

[Pasif Anti Magic mendeteksi terkena serangan sihir.]

Anti Magic milikku aktif, menghalau sihir milik penyihir. Namun sistem membuatku memahami bahasa para High Orc. Apa penyihir itu ingin membuatku memahami bahasanya? Tanyaku.

Sepuluh High Orc lainnya berdiri di sekitar singgasana, masing-masing memegang senjata yang berbeda, dari kapak besar hingga tombak tajam. Mereka menatap ku dengan kebencian dan kesiapan untuk bertarung. Di sekeliling ruangan, ribuan High Orc bersorak dan berteriak, suara mereka menggema dan membuat ruangan itu bergetar. Suara mereka penuh semangat dan kebencian, seolah-olah mereka menantikan pertarungan yang akan datang.

"Bajingan, apa aku bisa selamat dari ini?" Aku bertanya sambil melirik kesana kemari dengan senyuman di wajahku.

"Manusia lemah, berani-beraninya kau masuk ke tempat kami," teriak salah satu High Orc di dekat singgasana, suaranya menggema di seluruh ruangan.

Aku menatap mereka dengan tatapan tajam, pedang hitam legam tergenggam erat di tangan kananku. Aku merasakan adrenalin mengalir dalam darahku, mempersiapkan diriku untuk pertarungan yang akan datang. Tidak ada jalan kembali sekarang, hanya ada satu cara untuk keluar dari goa ini: mengalahkan semua musuh yang menghalanginya.

"Aku suka ini!" Aku tersenyum lalu Fighting Spirit aktif lagi. Aura merah menyala mengelilingi tubuhnya, memberikan kekuatan tambahan.

Aku berdiri di tengah ruangan luas yang dipenuhi ribuan High Orc. Sorakan dan teriakan mereka menggema, membangkitkan semangatku. Aku tahu bahwa pertarungan ini akan menjadi pertarungan terbesar dan tersulit yang pernah ada untuk saat ini.

Namun, tiba-tiba semuanya berhenti. Waktu seakan membeku. Para High Orc yang sedang bersorak dan bersiap menyerang tampak seperti patung yang beku di tempatnya. Di tengah keheningan ini, sebuah pesan muncul di depan mata ku, terpampang dengan jelas.

[Dengan kekuatan anda yang sekarang, anda tidak akan bisa menang melawan ribuan High Orc ini. Namun, saya akan membantu anda dengan cara membuka sebagian kecil dari kekuatan asli anda yang tersegel.]

"Tumben sekali kamu membantu." Aku tersenyum senang.

Aku merasakan gelombang energi luar biasa menyelimuti tubuhku. Kekuatan itu terasa seperti aliran listrik yang menyetrum setiap saraf dalam tubuh, membuatku merasakan lonjakan energi yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Semua statistik ku melonjak, setiap atribut fisik dan magis berada di atas 1000. Kekuatan ini begitu besar sehingga hampir membuatku kewalahan, tubuhku merasakan beban yang luar biasa dari energi tersebut.

"Hanya sebagian kecil sudah membuatku sangat sakit, seperti tubuhku akan hancur." Aku merasa sakit, tapi aku akan bertarung dengan kekuatan yang baru.

[Waktu akan berjalan kembali. Gunakan kekuatan ini dengan bijak.]

Saat waktu kembali berjalan, aku merasakan seluruh tubuhku penuh dengan kekuatan yang membara. Aku bisa merasakan diriku sangatlah kuat untuk membunuh para babi ini dengan diriku sendiri. Aku langsung melesat maju dengan kecepatan yang luar biasa, hampir seperti kecepatan cahaya.

Para High Orc tidak sempat bereaksi saat aku menerjang langsung ke arah penyihir High Orc. Dalam sekejap, aku berada di depan penyihir tersebut dan mengayunkan pedangku dengan kekuatan dahsyat. Pedang hitam legam berkilauan saat mencincang penyihir itu menjadi potongan-potongan kecil. Penyihir High Orc bahkan tidak sempat merapal mantra sebelum tubuhnya hancur berantakan.

"Kekuatan yang luar biasa bukan?" tanyaku pada para High Orc.

Namun, ini baru permulaan. Aku berputar dan melompat ke tengah-tengah kerumunan High Orc, pedangku berputar dan menebas dalam gerakan cepat yang mematikan. Setiap tebasan membawa maut, setiap serangan menghancurkan dan mencincang para High Orc dengan kekuatan yang luar biasa. Darah dan potongan tubuh High Orc berterbangan di udara, menciptakan pemandangan yang mengerikan namun memukau.

Para High Orc berusaha melawan, tapi kekuatan baru ku yang sangatlah dashyat membuat para High Orc ketakutan. Aku melompat, memotong, dan menebas dengan kecepatan dan kekuatan yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang. Sihirku menghancurkan kelompok musuh dengan ledakan petir dan api, sementara pedangku memotong dengan presisi mematikan.

Setiap kali aku merapalkan sihir, energi magisku berdenyut dan melesat ke segala arah, membakar dan menghancurkan High Orc yang terlalu dekat. Aku menggunakan sihir angin untuk melompat tinggi dan menyerang dari udara, menghindari serangan musuh sambil terus menebas dengan pedangnya.

Namun, para High Orc tidak berhenti menyerang. Mereka datang dalam gelombang, dan sepuluh High Orc mulai bereaksi terhadap diriku. Salah satu dari mereka, sangat cepat dan juga kuat, dia menyerang ku dengan kekuatan dahsyat. Aku menangkis serangan itu dengan pedang, lalu membelah pedang High Orc sampai menembus tubuhnya.

Tubuh High Orc itu terbelah dua setelah pedangku membelah pedangnya, aku turun dari udara melanjutkan seranganku, dengan cepat membunuh sisa-sisa High Orc yang ada.

Aku terus maju, membantai setiap High Orc yang mendekat. Pertarungan berlangsung dengan kejam dan brutal, setiap tebasan pedang dan ledakan sihir membawa kematian. Darah mengalir membasahi lantai ruangan, menciptakan genangan merah yang mengerikan.

Setelah semua bawahannya habis, Raja High Orc yang masih duduk di singgasananya bangkit perlahan. Dia menatap ku dengan mata penuh kebencian dan kemarahan. Raja itu adalah musuh terakhir yang harus dihadapi, dan aku tahu bahwa pertarungan ini akan menjadi yang paling sulit.

Aku dipenuhi dengan darah para High Orc yang telah mati, ruangan itu penuh dengan darah dan mayat dari ribuan High Orc.

Episodes
1 Ch 01 - Dunia Baru
2 Ch 02 - Portal
3 Ch 03 - Pendapatan
4 Ch 04 - Portal terbuka
5 Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6 Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7 Ch 07 - Liburan ke pantai
8 Ch 08 - Festival kembang api
9 Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10 Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11 Ch 11 - Festival Olahraga
12 Ch 12 - Perkembangan
13 Ch 13 - Perkembangan selesai
14 Ch 14 - Liburan musim dingin
15 Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16 Ch 16 - Kelulusan
17 Ch 17 - Ujian masuk
18 Ch 18 - Portal peringkat B
19 Ch 19 - Pembantaian High Orc
20 Ch 20 - Raja High Orc
21 Ch 21 - Ujian peringkat
22 Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23 Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24 Ch 24 - Hari pertama di akademi
25 Ch 25 - Kakak perempuan
26 Ch 26 - Taruhan
27 Ch 27 - Perjanjian
28 Ch 28 - Menara
29 Ch 29 - Menara 2
30 Ch 30 - Menara selesai
31 Ch 31 - Kembali ke akademi
32 Ch 32 - Ujian Semester Satu
33 Ch 33 - Pembentukan Tim
34 Ch 34 - Masalah
35 Ch 35 - Masalah selesai
36 Ch 36 - Perkumpulan tim
37 Ch 37 - Poin Akademi
38 Ch 38 - Kerja sama tim
39 39 - Cemburu
40 Ch 40 - Persiapan dan serangan
41 Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42 Ch 42 - Badai salju
43 Ch 43 - Kastil
44 Ch 44 - Pecahan keempat
45 Ch 45 - Segel kedua
46 Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47 Ch 47 - Pertemuan
48 Ch 48 - Pelatihan para dewan
49 Ch 49 - Star Field
50 Ch 50 - Perasaan yang nyata
51 Ch 51 - Kencan
52 Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53 Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54 Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55 Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56 Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57 Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58 Ch 58 - Anggota tim baru
59 Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60 Ch 60 - Piramida
61 Ch 61 - Pertarungan sengit
62 Ch 62 - Keputusasaan
63 Ch 63 - Piramida bawah tanah
64 Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65 Ch 65 - Rasa lelah
66 Ch 66 - Mimpi indah
67 Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68 Ch 68 - Area satu
69 Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70 Ch 70 - Kembali kerumah
71 Ch 71 - Rencana dan latihan
72 Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73 Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74 Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75 Ch 75 - Ayah mertua?
76 Ch 76 - Kemenangan Final
77 Ch 77 - Pertandingan arena
78 Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79 Ch 79 - Pertandingan arena 3
80 Ch 80 - Pertandingan arena 4
81 Ch 81 - Keputusan dewan
82 Ch 82 - Teori Sihir
83 Ch 83 - Teori Sihir selesai
84 Ch 84 - Kelas Warrior
85 Chapter 85 - Liburan musim dingin
86 Ch 86 - Desa
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Ch 01 - Dunia Baru
2
Ch 02 - Portal
3
Ch 03 - Pendapatan
4
Ch 04 - Portal terbuka
5
Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6
Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7
Ch 07 - Liburan ke pantai
8
Ch 08 - Festival kembang api
9
Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10
Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11
Ch 11 - Festival Olahraga
12
Ch 12 - Perkembangan
13
Ch 13 - Perkembangan selesai
14
Ch 14 - Liburan musim dingin
15
Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16
Ch 16 - Kelulusan
17
Ch 17 - Ujian masuk
18
Ch 18 - Portal peringkat B
19
Ch 19 - Pembantaian High Orc
20
Ch 20 - Raja High Orc
21
Ch 21 - Ujian peringkat
22
Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23
Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24
Ch 24 - Hari pertama di akademi
25
Ch 25 - Kakak perempuan
26
Ch 26 - Taruhan
27
Ch 27 - Perjanjian
28
Ch 28 - Menara
29
Ch 29 - Menara 2
30
Ch 30 - Menara selesai
31
Ch 31 - Kembali ke akademi
32
Ch 32 - Ujian Semester Satu
33
Ch 33 - Pembentukan Tim
34
Ch 34 - Masalah
35
Ch 35 - Masalah selesai
36
Ch 36 - Perkumpulan tim
37
Ch 37 - Poin Akademi
38
Ch 38 - Kerja sama tim
39
39 - Cemburu
40
Ch 40 - Persiapan dan serangan
41
Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42
Ch 42 - Badai salju
43
Ch 43 - Kastil
44
Ch 44 - Pecahan keempat
45
Ch 45 - Segel kedua
46
Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47
Ch 47 - Pertemuan
48
Ch 48 - Pelatihan para dewan
49
Ch 49 - Star Field
50
Ch 50 - Perasaan yang nyata
51
Ch 51 - Kencan
52
Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53
Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54
Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55
Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56
Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57
Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58
Ch 58 - Anggota tim baru
59
Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60
Ch 60 - Piramida
61
Ch 61 - Pertarungan sengit
62
Ch 62 - Keputusasaan
63
Ch 63 - Piramida bawah tanah
64
Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65
Ch 65 - Rasa lelah
66
Ch 66 - Mimpi indah
67
Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68
Ch 68 - Area satu
69
Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70
Ch 70 - Kembali kerumah
71
Ch 71 - Rencana dan latihan
72
Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73
Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74
Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75
Ch 75 - Ayah mertua?
76
Ch 76 - Kemenangan Final
77
Ch 77 - Pertandingan arena
78
Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79
Ch 79 - Pertandingan arena 3
80
Ch 80 - Pertandingan arena 4
81
Ch 81 - Keputusan dewan
82
Ch 82 - Teori Sihir
83
Ch 83 - Teori Sihir selesai
84
Ch 84 - Kelas Warrior
85
Chapter 85 - Liburan musim dingin
86
Ch 86 - Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!