Ch 15 - Liburan musim dingin 2

Liburan musim dingin akhirnya dimulai. Suasana dingin di luar diimbangi dengan kehangatan yang dirasakan oleh aku karena ruanganku pemanas nya cukup untuk membuat es meleleh dengan cepat.

Di rumah kakek dan neneknya, Shun merasakan kehangatan keluarga. Setelah beristirahat sejenak dari perjalanan, dia mengeluarkan layar biru dari cincin kecilnya dan mengirim pesan ke grup chat yang mereka buat.

Shun: [Aku sudah sampai di rumah kakek nenek!]

Ikki: [Selamat karena sudah sampai, Shun! Hati-hati di sana, nenekmu pasti akan memberimu banyak makanan. Kamu perlu itu, si kurus]

Riki: [Setuju sama sobatku! Jangan sampai pulang tambah kurus ya, cebol!]

Chris: [Hahaha, benar tuh! Selamat bersenang-senang, Shun. Jangan lupa update foto!]

Shun tersenyum melihat balasan dari teman-temannya. Mereka selalu tahu cara membuatnya merasa diperhatikan. Ia membalas pesan mereka dengan cepat.

Shun: [Terima kasih, aku pasti akan makan banyak dan update foto. Kalian juga selamat bersenang-senang ya!]

Shun kemudian memasukkan kembali layar biru kecil ke cincinnya dan berjalan ke ruang keluarga. Aroma masakan neneknya yang sedap sudah memenuhi rumah. Di meja makan, terhidang berbagai hidangan lezat yang membuat perut Shun keroncongan.

Sementara itu, aku duduk di sofa apartemen yang hangat, memandang keluar jendela. Salju turun perlahan, menciptakan pemandangan indah di luar. Tidak lama kemudian, cincinku mengeluarkan cahaya biru kecil, menandakan ada notifikasi baru yang muncul.

Chris: [Hei, kalian mau ketemu pas Tahun Baru nanti? Mungkin kita bisa main salju bareng atau bikin pesta kecil-kecilan.]

Ikki: [Terdengar bagus! Aku setuju. Bagaimana menurutmu, Riki?]

Riki: [Aku oke! Mari kita buat Tahun Baru kali ini jadi yang paling seru!]

Ikki: [Bagus! Shun, kita akan merindukanmu, tapi jangan khawatir, kita akan merencanakan sesuatu yang seru saat kamu kembali!]

Shun: [Itu kedengarannya menyenangkan! Pasti aku akan bergabung di kegiatan berikutnya. Selamat bersenang-senang!]

Aku kembali melihat salju yang turun lalu karena bosan aku menyalakan televisi untuk menonton sebuah kartun.

Di tempat lain, Riki mempersiapkan berbagai permainan dan aktivitas untuk mengisi liburannya. Dia juga berencana untuk belajar ski, sebuah kegiatan yang selalu ingin dia coba.

Chris, yang sudah mulai merencanakan pesta Tahun Baru di rumahnya, merasa bersemangat untuk mengundang lebih banyak teman dan membuat momen itu tak terlupakan.

Hari pertama liburan musim dingin dihabiskan dengan komunikasi dan rencana-rencana menyenangkan yang akan datang.

***

Malam Natal tiba, dan suasana kota dipenuhi dengan cahaya lampu dan dekorasi yang meriah. Aku keluar dari apartemen, merasakan dinginnya malam yang menusuk pipi. Salju yang tebal memantulkan cahaya lampu jalan, menciptakan pemandangan yang mempesona. Namun, setiap kali aku melihat pasangan yang berjalan bergandengan tangan atau saling berpelukan, hatiku terasa sedikit frustasi.

Sambil berjalan menuju rumah Chris, aku berusaha mengalihkan pikiranku dari pemandangan romantis di sekitar. Aku mempercepat langkah. Dalam perjalanan, aku bertemu Riki yang baru saja keluar dari sebuah toko kue, membawa sekotak besar berisi berbagai jenis kue yang tampak lezat.

"Hei, Riki! Kamu beli banyak kue?" sapa aku.

"Ya, tentu saja! Aku pikir akan bagus jika kita punya banyak makanan manis untuk pesta," jawab Riki sambil mengangkat kotak kuenya sedikit untuk menunjukkan isinya. "Sobat, apa kamu mau ikut pergi ke rumah Chris bareng?"

"Tentu saja! Aku juga perlu mampir ke minimarket sebentar untuk membeli camilan," balas aku.

Mereka berjalan bersama menuju minimarket terdekat. Di dalam, aku mengambil beberapa bungkus keripik, permen, dan minuman. Setelah membayar, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Chris. Jalanan semakin ramai dengan orang-orang yang merayakan malam Natal, menambah semangat di udara.

Ketika mereka tiba di rumah Chris, mereka disambut oleh pemandangan yang megah. Rumah besar itu dihiasi dengan lampu-lampu berkelap-kelip dan pohon Natal besar di depan. Chris sudah menunggu di pintu, tersenyum lebar saat melihat teman-temannya datang.

"Selamat datang! Ayo masuk, pesta sudah dimulai!" seru Chris sambil membuka pintu lebar-lebar.

Di dalam, suasana sangat meriah. Musik Natal terdengar dari speaker, dan ruang tamu penuh dengan dekorasi warna-warni. Beberapa teman dari kelas Chris sudah berkumpul, menikmati makanan dan minuman yang disediakan. Chris yang tinggal sendiri di rumah besar ini, merasakan kebahagiaan bisa mengisi kesepiannya dengan kehadiran teman-temannya. Orang tuanya bekerja di luar bintang yang aku tempati dan jarang pulang, bahkan pada saat-saat seperti ini.

"Ini dia kuenya!" kata Riki sambil meletakkan kotak kue di meja. Aku menambahkan camilan yang aku beli, melengkapi meja yang sudah penuh dengan berbagai makanan.

Pesta dimulai dengan penuh tawa dan cerita. Mereka bermain berbagai permainan, menonton film Natal, dan bahkan menyanyi karaoke. Setiap sudut rumah dipenuhi dengan keceriaan dan kebersamaan. Chris merasa sangat berterima kasih karena teman-temannya bisa datang dan merayakan Natal bersamanya. Malam itu menjadi salah satu malam yang tak terlupakan bagi mereka semua.

Pesta berlanjut hingga pagi, dan mereka semua merasa lelah namun puas. Saat matahari mulai terbit, mereka mulai membersihkan kekacauan yang mereka buat. Botol-botol minuman, piring kotor, dan serpihan makanan tersebar di seluruh ruangan. Dengan gotong royong, mereka membersihkan rumah Chris hingga kembali rapi.

"Terima kasih, teman-teman. Kalian membuat Natal ini jadi sangat spesial," kata Chris dengan tulus setelah rumahnya bersih.

"Sama-sama, Chris. Terima kasih juga sudah mengundang kami," balas teman sekelasnya sambil tersenyum.

Setelah semuanya beres, mereka pulang dengan arah yang berbeda-beda. Aku berjalan menuju apartemen dengan Riki karena jalannya masih satu arah.

Hari-hari lainnya sudah terlewati dan tahun baru sudah semakin dekat.

Malam Tahun Baru tiba, dan suasana kota semakin semarak. Kembang api kecil-kecilan sudah mulai dinyalakan di sana-sini, menambah kesan meriah pada malam yang dingin itu. Chris kembali mengadakan pesta di rumahnya, bertekad untuk menutup tahun ini dengan penuh kegembiraan bersama teman-temannya.

Aku dan Riki, bertemu dijalan dan berjalan bersama untuk segera menuju rumah Chris. Saat mereka berjalan, mereka bertemu dengan beberapa teman sekelas Chris yang juga menuju pesta. Teman-teman Chris tampak bersemangat, membawa berbagai macam makanan dan minuman.

"Hei, kalian mau ikut jalan-jalan dulu sebelum ke rumah Chris?" tanya salah satu teman Chris. "Kami pikir akan menyenangkan menghabiskan malam Tahun Baru dengan berjalan-jalan di kota dulu."

"Tentu, kenapa tidak?" jawab Riki, tanpa menghiraukan suaraku. Jadi aku ikut saja.

Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu, menikmati suasana malam Tahun Baru di kota. Lampu-lampu jalan dan dekorasi Natal masih menyala, menciptakan suasana yang hangat dan mengundang di tengah dinginnya malam. Mereka berjalan melewati taman kota yang dipenuhi dengan orang-orang yang merayakan, berhenti sejenak untuk menonton pertunjukan musik jalanan yang mengalunkan lagu-lagu Tahun Baru.

Mereka juga mampir ke beberapa kios makanan yang menawarkan berbagai camilan khas musim dingin. Aku membeli sekantong kastanye panggang yang hangat, yang aku bagi dengan Riki dan teman-teman lainnya. Aroma manis dan gurih dari kastanye panggang menambah kehangatan malam itu.

"Aku suka suasana malam seperti ini," kata ku sambil menggigit kastanye. "Rasanya damai dan penuh harapan."

Temannya Chris setuju. "Ya, benar. Malam Tahun Baru selalu terasa spesial. Seperti ada sesuatu yang magis di udara."

Mereka melanjutkan berjalan, melewati jalan-jalan yang dipenuhi oleh orang-orang yang tertawa dan merayakan. Pemandangan kembang api kecil-kecilan menghiasi langit, menambah kemeriahan malam itu.

Akhirnya, setelah berkeliling kota, mereka tiba di rumah Chris. Pesta sudah dimulai, dengan musik yang mengalun dan suara tawa yang memenuhi rumah besar itu. Chris menyambut mereka dengan senyuman lebar, "Selamat datang kembali! Ayo, masuk dan bergabung dengan yang lain!"

Di dalam, suasana sangat meriah. Musik mengalun, makanan dan minuman berlimpah, dan semua orang tampak menikmati malam itu. Mereka bergabung dengan teman-teman lain, bermain berbagai permainan, dan berbagi cerita tentang harapan dan mimpi untuk tahun yang akan datang.

Saat mendekati tengah malam, mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah Chris yang luas. Chris memimpin hitungan mundur, dan saat jam menunjukkan pukul dua belas, mereka bersorak gembira, menyaksikan kembang api yang meledak di langit, menghiasi malam dengan warna-warni yang indah.

"Selamat Tahun Baru!" teriak mereka bersamaan.

Hari lainnya sudah terlewati lagi. Aku seharusnya senang tapi itu tidak bisa aku lakukan karena setiap harinya aku selalu berpikir. Emosi seperti ini tidak lah penting bagiku, mungkin karena pemilik tubuh ini dan pecahan kedua membuat emosiku kembali. Emosi yang seharusnya sudah hilang.

'Aku membenci ini.' Aku dalam hatiku sambil memandang langit malam yang dihiasi cahaya kembang api.

Episodes
1 Ch 01 - Dunia Baru
2 Ch 02 - Portal
3 Ch 03 - Pendapatan
4 Ch 04 - Portal terbuka
5 Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6 Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7 Ch 07 - Liburan ke pantai
8 Ch 08 - Festival kembang api
9 Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10 Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11 Ch 11 - Festival Olahraga
12 Ch 12 - Perkembangan
13 Ch 13 - Perkembangan selesai
14 Ch 14 - Liburan musim dingin
15 Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16 Ch 16 - Kelulusan
17 Ch 17 - Ujian masuk
18 Ch 18 - Portal peringkat B
19 Ch 19 - Pembantaian High Orc
20 Ch 20 - Raja High Orc
21 Ch 21 - Ujian peringkat
22 Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23 Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24 Ch 24 - Hari pertama di akademi
25 Ch 25 - Kakak perempuan
26 Ch 26 - Taruhan
27 Ch 27 - Perjanjian
28 Ch 28 - Menara
29 Ch 29 - Menara 2
30 Ch 30 - Menara selesai
31 Ch 31 - Kembali ke akademi
32 Ch 32 - Ujian Semester Satu
33 Ch 33 - Pembentukan Tim
34 Ch 34 - Masalah
35 Ch 35 - Masalah selesai
36 Ch 36 - Perkumpulan tim
37 Ch 37 - Poin Akademi
38 Ch 38 - Kerja sama tim
39 39 - Cemburu
40 Ch 40 - Persiapan dan serangan
41 Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42 Ch 42 - Badai salju
43 Ch 43 - Kastil
44 Ch 44 - Pecahan keempat
45 Ch 45 - Segel kedua
46 Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47 Ch 47 - Pertemuan
48 Ch 48 - Pelatihan para dewan
49 Ch 49 - Star Field
50 Ch 50 - Perasaan yang nyata
51 Ch 51 - Kencan
52 Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53 Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54 Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55 Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56 Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57 Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58 Ch 58 - Anggota tim baru
59 Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60 Ch 60 - Piramida
61 Ch 61 - Pertarungan sengit
62 Ch 62 - Keputusasaan
63 Ch 63 - Piramida bawah tanah
64 Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65 Ch 65 - Rasa lelah
66 Ch 66 - Mimpi indah
67 Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68 Ch 68 - Area satu
69 Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70 Ch 70 - Kembali kerumah
71 Ch 71 - Rencana dan latihan
72 Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73 Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74 Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75 Ch 75 - Ayah mertua?
76 Ch 76 - Kemenangan Final
77 Ch 77 - Pertandingan arena
78 Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79 Ch 79 - Pertandingan arena 3
80 Ch 80 - Pertandingan arena 4
81 Ch 81 - Keputusan dewan
82 Ch 82 - Teori Sihir
83 Ch 83 - Teori Sihir selesai
84 Ch 84 - Kelas Warrior
85 Chapter 85 - Liburan musim dingin
86 Ch 86 - Desa
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Ch 01 - Dunia Baru
2
Ch 02 - Portal
3
Ch 03 - Pendapatan
4
Ch 04 - Portal terbuka
5
Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6
Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7
Ch 07 - Liburan ke pantai
8
Ch 08 - Festival kembang api
9
Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10
Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11
Ch 11 - Festival Olahraga
12
Ch 12 - Perkembangan
13
Ch 13 - Perkembangan selesai
14
Ch 14 - Liburan musim dingin
15
Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16
Ch 16 - Kelulusan
17
Ch 17 - Ujian masuk
18
Ch 18 - Portal peringkat B
19
Ch 19 - Pembantaian High Orc
20
Ch 20 - Raja High Orc
21
Ch 21 - Ujian peringkat
22
Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23
Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24
Ch 24 - Hari pertama di akademi
25
Ch 25 - Kakak perempuan
26
Ch 26 - Taruhan
27
Ch 27 - Perjanjian
28
Ch 28 - Menara
29
Ch 29 - Menara 2
30
Ch 30 - Menara selesai
31
Ch 31 - Kembali ke akademi
32
Ch 32 - Ujian Semester Satu
33
Ch 33 - Pembentukan Tim
34
Ch 34 - Masalah
35
Ch 35 - Masalah selesai
36
Ch 36 - Perkumpulan tim
37
Ch 37 - Poin Akademi
38
Ch 38 - Kerja sama tim
39
39 - Cemburu
40
Ch 40 - Persiapan dan serangan
41
Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42
Ch 42 - Badai salju
43
Ch 43 - Kastil
44
Ch 44 - Pecahan keempat
45
Ch 45 - Segel kedua
46
Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47
Ch 47 - Pertemuan
48
Ch 48 - Pelatihan para dewan
49
Ch 49 - Star Field
50
Ch 50 - Perasaan yang nyata
51
Ch 51 - Kencan
52
Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53
Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54
Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55
Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56
Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57
Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58
Ch 58 - Anggota tim baru
59
Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60
Ch 60 - Piramida
61
Ch 61 - Pertarungan sengit
62
Ch 62 - Keputusasaan
63
Ch 63 - Piramida bawah tanah
64
Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65
Ch 65 - Rasa lelah
66
Ch 66 - Mimpi indah
67
Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68
Ch 68 - Area satu
69
Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70
Ch 70 - Kembali kerumah
71
Ch 71 - Rencana dan latihan
72
Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73
Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74
Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75
Ch 75 - Ayah mertua?
76
Ch 76 - Kemenangan Final
77
Ch 77 - Pertandingan arena
78
Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79
Ch 79 - Pertandingan arena 3
80
Ch 80 - Pertandingan arena 4
81
Ch 81 - Keputusan dewan
82
Ch 82 - Teori Sihir
83
Ch 83 - Teori Sihir selesai
84
Ch 84 - Kelas Warrior
85
Chapter 85 - Liburan musim dingin
86
Ch 86 - Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!