Ch 06 - Melawan ratusan death knight

Aku kembali ke apartemen dan beristirahat untuk beberapa jam setelah menghabiskan waktu tiga hari menjalani tes. Aku tertidur lelap dan bangun pada sore hari, aku terlalu lelah jadi tertidur dengan mudah padahal hanya duduk di sofa.

Aku menghela napas panjang, pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah tiga hari. Saat aku sedang berendam, aku mencari ingatan yang berguna dari pecahan kedua.

"Aku bisa begitu ternyata." Aku mencoba menirukan diriku saat menjadi pahlawan kelima, meniru bagaimana cara mengumpulkan energi sihir padahal tubuh sedang bergerak.

Aku keluar dari kamar mandi mengeringkan tubuhku lalu mengenakan pakaian. Selagi aku banyak bergerak aku mencoba mengumpulkan energi sihir kedalam tubuh namun itu sangatlah sulit.

"Aku bertaruh itu ada skillnya kan?"

Aku terus mencoba saat sedang memasak, mencuci, dan bahkan saat aku hendak pergi tidur. Tapi, aku benar-benar tidak membuat kemajuan sama sekali jadi aku mengumpulkan energi sihir dengan cara biasanya.

Paginya...

[Magic meningkat sebanyak 29]

Aku membuka mataku dan bangun dari tempat tidur, aku masih mencoba mengumpulkan energi sihir dengan cara yang sama seperti didalam ingatan pahlawan kelima.

Hari ini aku berencana pergi ke pusat portal peringatan C untuk menghasilkan lebih banyak uang, karena sebentar lagi aku harus bayar sewa apartemen ini sebesar 3499 dollar.

Aku pergi dari apartemen ke stasiun, menaiki kereta dan pergi melewati dua stasiun lainnya selama perjalanan dan akhirnya aku sampai ditempat tujuan. Aku keluar dari stasiun itu dan pergi menuju pusat portalnya.

Sesaat aku sampai disana aku tidak terlalu terkejut karena tempatnya sangat berbeda dengan pusat portal peringatan E. Tempatnya lebih kecil namun dalamnya terlihat mewah, portalnya bisa di hitung dengan jari dari kedua tangan dengan jumlah tiga orang.

Aku melihat-lihat sebelum masuk, mencari monster yang sulit dengan kualitas kristal yang lebih baik. Sampai aku menemukan sebuah portal yang tidak memiliki deskripsi tentangnya sama sekali.

Aku yang penasaran bertanya dengan orang yang bertugas disana, "Apa portal ini memang tidak memiliki ciri khas atau bagaimana?"

"Itu portal baru, mereka belum memberi deskripsi tentang bagian dalamnya dan juga jenis monster yang ada. Kamu bisa masuk jika kamu mau," jawab petugas dengan sopan.

Aku berterima kasih pada petugas tersebut lalu memberanikan diri walaupun tidak memiliki informasi apapun tentang monster dan juga tempatnya seperti apa.

Aku melewati portal lalu menginjakkan kakinya di tanah yang dingin dan gelap, setelah melewati portal peringatan C. Di hadapanku terbentang benteng tua yang penuh dengan aura kejahatan dan ditutupi oleh salju yang tebal. Di sekeliling benteng itu, ratusan armor yang terlihat hidup berbaris.

"Apa mereka death knight?" tanyaku saat melihat armor hitam berdiri di luar benteng.

Mereka mengenakan armor hitam legam yang memancarkan kilau dingin. Mereka adalah prajurit terkutuk, tak kenal takut, dan tidak bisa mati, yang dipersenjatai dengan berbagai senjata mematikan seperti pedang panjang, tombak tajam, pisau yang berkilauan, dan palu besar yang berat.

Aku memandang sekeliling, merasakan hawa kematian yang menyelimuti tempat itu. Aku merasakan denyut sihir di tubuhku tidak dapat digunakan dan melihat notifikasi sistem.

[Magic anda tidak bisa digunakan di tempat ini.]

Aku juga tidak membutuhkannya karena aku menyadari bahwa kekuatan magis hampir tidak berpengaruh pada armor keras mereka. Aku mengeluarkan pedang baja dari cincin penyimpanan lalu menghunuskan nya dan bersiap untuk bertarung menggunakan kekuatan fisik.

"Sial sekali rasanya tidak bisa menggunakan buff!" Aku kesal karena yang bisa aku lakukan hanyalah menggunakan kekuatan fisik murni.

Death knight pertama melangkah maju, membawa pedang panjang yang berkilauan di bawah cahaya remang-remang. Dengan kecepatan yang luar biasa, aku melompat ke depan, menghindari tebasan pedang itu dan menebas balik dengan kekuatan penuh. Pedangku menghantam armor hitam itu, menciptakan percikan api, tetapi tidak menembus.

Aku menggerakkan gigiku dan bergumam, "Jika saja aku dapat memberi sihir untuk mempertajam pedang, pertarungan ini akan jadi mudah."

Aku dengan cepat berputar dan menghantam helm death knight itu dengan kekuatan penuh, membuat helm itu penyok dan memaksa death knight itu jatuh ke tanah.

"Ngomong-ngomong tentang death knight, aku jadi kangen sama Greed."

Death knight lainnya segera menyerang. Dengan gerakan yang hampir sempurna, Aku menghindari serangan tombak dan palu yang menghujam ke arahku dengan tajam. Aku menggunakan kelincahan dan kekuatan fisik untuk mengatasi para death knight yang menyerang ku. Dengan satu gerakan cepat, aku menebas lutut salah satu death knight, membuatnya jatuh, dan kemudian menghancurkan helmnya dengan pukulan keras.

Tanganku terluka karena tidak menggunakan armor apapun pada bagian lengan, bahkan aku hanya mengenakan pakaian biasa tanpa armor yang melindungi tubuh. Jadi pertarungan ini akan menjadi pertarungan tersulit ku dengan membuat luka karena serangan ku sendiri.

Pertarungan semakin sengit saat lebih banyak death knight menyerbu ke arahku. Aku merasakan adrenalin mengalir deras pada tubuhku. Aku menebas, memukul, dan menghantam dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa. Setiap serangan menghabiskan banyak stamina dan membuat tubuhku terluka, tetapi aku tidak berhenti.

Karena death knight yang memegang palu besar datang menghampiriku, dia mengambil ancang-ancang sebelum menyerang ku dan itu memberiku sedikit waktu untuk menghindari serangannya. Tapi serangannya tidak berhenti sampai disitu.

Aku menggunakan setiap keterampilan yang aku miliki. Aku melompat tinggi untuk menghindari palu besar yang menghantam tanah, kemudian turun dengan pukulan keras yang menghantam helm death knight di bawahku. Aku berguling untuk menghindari tombak yang meluncur dengan cepat ke arahku, kemudian menebas balik dengan kekuatan penuh, menghancurkan pelindung dada para death knight.

Jumlah death knight yang tak terhitung terus menyerang, tetapi aku tetap berdiri teguh. Keringat dan darah bercampur di wajahku sampai menghalangi penglihatan, namun entah mengapa rasanya sangat menyenangkan. Dengan setiap pukulan dan setiap tebasan, aku mengingat perasaan senang ini, perasaan yang hanya bisa aku rasakan saat bertarung melawan ribuan iblis di neraka.

Aku terus memukul, menebas dan menendang para death knight, aku tidak peduli dengan luka yang ada pada tinjuku. Aku merasa senang dan terus bertarung seperti orang gila, sampai aku tersadar stamina ku sudah sangat menipis.

Di tengah kekacauan, aku melihat celah. Aku memusatkan semua kekuatan pada pedang dan melancarkan serangan yang menghancurkan, menembus armor beberapa death knight sekaligus. Tubuh mereka jatuh ke tanah dengan suara keras, memberikan sedikit ruang untuk ku bernapas.

Tangan ku bergetar, aku merasakan sakit setelah bertarung cukup lama, pedangku juga perlahan mulai tumpul dan rusak. Aku memaksakan kekuatan fisik untuk menembus sebuah armor keras dengan pedang biasa tanpa efek penembus armor.

Namun, aku tahu tidak ada waktu untuk beristirahat lebih lama. Gelombang baru death knight datang dengan serangan yang lebih ganas. Aku berjuang mati-matian, menggunakan segala taktik dan strategi yang aku miliki. Aku menggunakan lingkungan sekitar untuk keuntungan, memanfaatkan reruntuhan dan medan yang tidak rata untuk menghindari serangan dan menjebak lawan..

Setelah berjam-jam bertarung tanpa henti, jumlah death knight akhirnya mulai berkurang. Aku, dengan tubuh yang penuh dengan luka dan bertelanjang dada hanya menggunakan celana olahraga panjang, menghabisi death knight terakhir dengan pukulan kuat yang menghancurkan helmnya. Aku berdiri di tengah medan pertempuran yang sunyi, dikelilingi oleh ratusan death knight yang terbaring tak bergerak.

[Total Strength yang meningkat sebanyak 18]

[Total Agility yang meningkat sebanyak 8]

[Total Stamina yang meningkat sebanyak 23]

[Total Vitality yang meningkat sebanyak 21]

[Total Endurance yang meningkat sebanyak 28]

[Pasif Pain Tolerance berhasil didapatkan]

[Pain Tolerance]

[Efek : Rasa sakit yang di terima akan berkurang drastis sebanyak 20% akan meningkat jika menerima serangan apapun.]

[Pasif Physical Resistance berhasil didapatkan]

[Physical Resistance]

[Efek : Mengurangi semua kerusakan serangan fisik sebesar 20% akan meningkat jika menerima serangan fisik secara terus menerus.]

Napas ku terengah-engah, tetapi aku merasa puas. Aku berteriak dengan sangat keras di tengah-tengah Medan tempur.

"Arghh!!"

Aku sangat senang karena mendapatkan sebuah pasif walaupun begitu aku masih tidak bisa menyembuhkan diriku karena aku belum dapat menggunakan sihir. Sebelum aku keluar lalu menyembuhkan tubuhku yang terluka parah, aku mengumpulkan kristal dari para death knight yang jumlahnya 347 setelah aku menghitung kristal yang aku dapat.

"Banyak sekali." Aku juga cukup terkejut dengan kristal yang aku dapatkan.

Kristal dari death knight sangat berbeda, warnanya hitam dan ada sedikit warna putih. Dan itu terlihat sangat bagus menurutku. Setelah selesai, aku mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih atas kesenangan yang dapat aku rasakan di tempat itu.

Dengan sisa tenaga yang aku miliki, aku berjalan keluar dari benteng itu, meninggalkan medan pertempuran yang sunyi di belakang. Aku yang melewati portal langsung menyembuhkan diriku dengan instan karena MP ku masih penuh.

Tetapi aku tetap jadi pusat perhatian karena darah yang menempel pada tubuhku dan juga aku tidak mengenakan baju saat ini, karena kerusakan pada baju sudah sangat parah jadi aku merobeknya saat berada di tengah-tengah pertempuran. Aku juga tidak mengenakan sepatu karena rusaknya sama parahnya dengan baju, namun celana olahraga panjangku hanya menjadi lebih pendek disebelah kiri dan panjang disebelah kanan. Aku juga tidak mungkin melepaskan celana ku didepan umum.

Setelah pertarungan yang melelahkan melawan ratusan death knight, aku berjalan menuju resepsionis yang berada di lantai dua untuk menjual 347 kristal yang aku dapatkan. Kristal-kristal itu menunjukkan kekuatan yang terkandung di dalamnya.

Ikki memasuki pintu tempat dia bisa menjual kristal-kristal tersebut. Di balik meja resepsionis, seorang wanita muda yang ramah menyambutnya dengan senyuman.

"Selamat datang, apa yang bisa saya bantu hari ini?" tanyanya dengan sopan.

"Aku ingin menjual kristal-kristal ini," kata ku sambil meletakkan kristal diatas meja.

Resepsionis itu mengambil salah satu kristalnya lalu menaruhnya diatas sebuah alat untuk mengecek kualitasnya. Matanya melebar sedikit kualitas kristal yang dibawa olehku.

"Wah, ini sangat mengejutkan ada kristal dengan kualitas seperti ini pada portal yang bisa di akses kapan saja dan juga anda mendapatkannya sangat banyak! Mari kita hitung dan nilai seberapa banyak uang yang akan anda dapatkan," katanya sambil mulai menghitung kristal-kristal tersebut.

Setelah beberapa menit, resepsionis itu selesai menghitung dan memasukkan data ke dalam sistem. Dia tersenyum kepada ku.

"Jadi, totalnya ada 347 kristal, dan masing-masing dihargai 5000 dollar. Sebelum pajak, totalnya adalah 1.735.000 dollar. Setelah dipotong pajak 10%, jumlah bersih yang Anda dapatkan adalah 1.561.500 dollar."

Aku terdiam sejenak, mencoba memproses angka yang baru saja aku dengar. "Maaf, bisa kamu ulangi jumlah bersihnya?"

"1.561.500 dollar, Tuan," kata resepsionis itu dengan senyum lebar. "Selamat! Itu jumlah yang sangat besar!"

Aku merasa terkejut dan hampir tidak percaya dengan pendengaran milikku. "Lebih dari satu setengah juta dollar?" tanyaku dengan suara penuh kekaguman.

Resepsionis itu mengangguk. "Ya, itu benar. Semua ini milik Anda setelah dipotong pajak."

Aku terdiam sejenak, mencoba mengendalikan kegembiraan. Aku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan uang sebanyak itu dalam sekali transaksi. Dengan uang sebanyak itu, aku bisa membeli pakaian baru dan tidak perlu masuk kedalam portal untuk waktu yang lama.

"Terima kasih banyak," kata ku dengan suara yang masih terdengar sedikit terguncang. "Ini benar-benar luar biasa."

"Senang bisa membantu. Semoga sukses dengan petualangan Anda berikutnya," kata resepsionis itu sambil menyelesaikan proses transfer uang itu.

Setelah aku keluar dari gedung itu aku tertawa lepas diluar, merasa sangat senang setelah mendapatkan banyak uang dalam sekali jalan.

"Hahahaha...."

"Mama, apa dia orang gila?" tanya seorang bocah saat melihatku tertawa.

Aku berhenti tertawa saat bocah kecil mengatakan hal itu padaku lalu pergi dari sana. Tapi sebelum aku pulang ke apartemen aku masuk ke toko pakaian dan membeli pakaian baru untuk langsung di pakai.

Episodes
1 Ch 01 - Dunia Baru
2 Ch 02 - Portal
3 Ch 03 - Pendapatan
4 Ch 04 - Portal terbuka
5 Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6 Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7 Ch 07 - Liburan ke pantai
8 Ch 08 - Festival kembang api
9 Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10 Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11 Ch 11 - Festival Olahraga
12 Ch 12 - Perkembangan
13 Ch 13 - Perkembangan selesai
14 Ch 14 - Liburan musim dingin
15 Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16 Ch 16 - Kelulusan
17 Ch 17 - Ujian masuk
18 Ch 18 - Portal peringkat B
19 Ch 19 - Pembantaian High Orc
20 Ch 20 - Raja High Orc
21 Ch 21 - Ujian peringkat
22 Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23 Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24 Ch 24 - Hari pertama di akademi
25 Ch 25 - Kakak perempuan
26 Ch 26 - Taruhan
27 Ch 27 - Perjanjian
28 Ch 28 - Menara
29 Ch 29 - Menara 2
30 Ch 30 - Menara selesai
31 Ch 31 - Kembali ke akademi
32 Ch 32 - Ujian Semester Satu
33 Ch 33 - Pembentukan Tim
34 Ch 34 - Masalah
35 Ch 35 - Masalah selesai
36 Ch 36 - Perkumpulan tim
37 Ch 37 - Poin Akademi
38 Ch 38 - Kerja sama tim
39 39 - Cemburu
40 Ch 40 - Persiapan dan serangan
41 Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42 Ch 42 - Badai salju
43 Ch 43 - Kastil
44 Ch 44 - Pecahan keempat
45 Ch 45 - Segel kedua
46 Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47 Ch 47 - Pertemuan
48 Ch 48 - Pelatihan para dewan
49 Ch 49 - Star Field
50 Ch 50 - Perasaan yang nyata
51 Ch 51 - Kencan
52 Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53 Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54 Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55 Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56 Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57 Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58 Ch 58 - Anggota tim baru
59 Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60 Ch 60 - Piramida
61 Ch 61 - Pertarungan sengit
62 Ch 62 - Keputusasaan
63 Ch 63 - Piramida bawah tanah
64 Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65 Ch 65 - Rasa lelah
66 Ch 66 - Mimpi indah
67 Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68 Ch 68 - Area satu
69 Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70 Ch 70 - Kembali kerumah
71 Ch 71 - Rencana dan latihan
72 Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73 Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74 Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75 Ch 75 - Ayah mertua?
76 Ch 76 - Kemenangan Final
77 Ch 77 - Pertandingan arena
78 Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79 Ch 79 - Pertandingan arena 3
80 Ch 80 - Pertandingan arena 4
81 Ch 81 - Keputusan dewan
82 Ch 82 - Teori Sihir
83 Ch 83 - Teori Sihir selesai
84 Ch 84 - Kelas Warrior
85 Chapter 85 - Liburan musim dingin
86 Ch 86 - Desa
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Ch 01 - Dunia Baru
2
Ch 02 - Portal
3
Ch 03 - Pendapatan
4
Ch 04 - Portal terbuka
5
Ch 05 - Tes untuk menjadi hunter peringkat C
6
Ch 06 - Melawan ratusan death knight
7
Ch 07 - Liburan ke pantai
8
Ch 08 - Festival kembang api
9
Ch 09 - Menyelesaikan portal merah
10
Ch 10 - Kembali ke sekolah setelah libur panjang
11
Ch 11 - Festival Olahraga
12
Ch 12 - Perkembangan
13
Ch 13 - Perkembangan selesai
14
Ch 14 - Liburan musim dingin
15
Ch 15 - Liburan musim dingin 2
16
Ch 16 - Kelulusan
17
Ch 17 - Ujian masuk
18
Ch 18 - Portal peringkat B
19
Ch 19 - Pembantaian High Orc
20
Ch 20 - Raja High Orc
21
Ch 21 - Ujian peringkat
22
Ch 22 - Ujian peringkat bagian 2
23
Ch 23 - Ujian peringkat selesai
24
Ch 24 - Hari pertama di akademi
25
Ch 25 - Kakak perempuan
26
Ch 26 - Taruhan
27
Ch 27 - Perjanjian
28
Ch 28 - Menara
29
Ch 29 - Menara 2
30
Ch 30 - Menara selesai
31
Ch 31 - Kembali ke akademi
32
Ch 32 - Ujian Semester Satu
33
Ch 33 - Pembentukan Tim
34
Ch 34 - Masalah
35
Ch 35 - Masalah selesai
36
Ch 36 - Perkumpulan tim
37
Ch 37 - Poin Akademi
38
Ch 38 - Kerja sama tim
39
39 - Cemburu
40
Ch 40 - Persiapan dan serangan
41
Ch 41 - Terjebak di dalam portal
42
Ch 42 - Badai salju
43
Ch 43 - Kastil
44
Ch 44 - Pecahan keempat
45
Ch 45 - Segel kedua
46
Ch 46 - Ingatan dan kekuatan baru
47
Ch 47 - Pertemuan
48
Ch 48 - Pelatihan para dewan
49
Ch 49 - Star Field
50
Ch 50 - Perasaan yang nyata
51
Ch 51 - Kencan
52
Ch 52 - Pelajaran Star Field Academy
53
Ch 53 - Pelajaran Star Field Academy 2
54
Ch 54 - Pelajaran Star Field Academy 3
55
Ch 55 - Pelajaran Star Field Academy 4
56
Ch 56 - Pelajaran Star Field Academy selesai
57
Ch 57 - Pembentukan tim kembali
58
Ch 58 - Anggota tim baru
59
Ch 59 - Sesuatu yang sulit di hadapi
60
Ch 60 - Piramida
61
Ch 61 - Pertarungan sengit
62
Ch 62 - Keputusasaan
63
Ch 63 - Piramida bawah tanah
64
Ch 64 - Kekuatan lama yang kembali
65
Ch 65 - Rasa lelah
66
Ch 66 - Mimpi indah
67
Ch 67 - Perjalanan ke area satu
68
Ch 68 - Area satu
69
Ch 69 - Area dua dan peningkatan
70
Ch 70 - Kembali kerumah
71
Ch 71 - Rencana dan latihan
72
Ch 72 - Cara yang seharusnya dilakukan
73
Ch 73 - Pertandingan kedua semi final
74
Ch 74 - Pertarungan setelah pertandingan
75
Ch 75 - Ayah mertua?
76
Ch 76 - Kemenangan Final
77
Ch 77 - Pertandingan arena
78
Ch 78 - Pertandingan Arena 2
79
Ch 79 - Pertandingan arena 3
80
Ch 80 - Pertandingan arena 4
81
Ch 81 - Keputusan dewan
82
Ch 82 - Teori Sihir
83
Ch 83 - Teori Sihir selesai
84
Ch 84 - Kelas Warrior
85
Chapter 85 - Liburan musim dingin
86
Ch 86 - Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!