Kembali ke masa sekarang...
Sekarang Elang berada di kamar kostannya. Dia memang sudah memiliki unit apartemen pribadi, namun dirinya terkadang nongkrong ke kostan lama. Itu karena kostan tersebut dia berikan khusus untuk pacarnya.
Tak lama kemudian, pintu kamar Elang terbuka. Seorang cewek cantik berseragam putih abu-abu datang. Namanya adalah Dara, dialah pacarnya Elang.
"Akhirnya yang ditunggu datang juga," ucap Elang seraya berdiri menghampiri Dara.
Dara tersenyum sambil mengalungkan tangannya ke tengkuk Elang. Tak lama bibir mereka saling menyatu dengan intens dalam sesaat.
Sungguh, jika berciuman dengan Dara, Elang merasa sangat antusias. Mengingat dia benar-benar mencintai cewek itu dibanding wanita-wanita yang pernah ditidurinya.
Belum lama berciuman, Dara melepas tautan bibirnya. Dahi cewek tersebut mengerut. "Rasa rokok," komentarnya.
Elang terkekeh. "Sorry, aku lagi ngerokok. Nih rokoknya belum habis," ujarnya sembari memperlihatkan rokok yang tersemat di antara jari-jemarinya.
Dara hanya geleng-geleng kepala. Dia lalu menutup pintu kamar.
"Gimana spp-mu? Sudah lunas kan?" tanya Elang.
"Iya. Semuanya nggak akan lunas kalau bukan karenamu," ungkap Dara. Dia segera memeluk Elang dengan erat. "Thanks ya, Sayang..." lanjutnya.
"Syukurlah kalau begitu," ujar Elang.
Kebetulan nasib Dara juga seperti Elang. Dia anak yatim piatu yang baru saja keluar dari panti asuhan. Namun bedanya, Dara tidak melakukan pekerjaan khusus seperti Elang.
"Lain kali, pertemukan aku sama orang tua angkatmu itu. Biar nanti aku bisa langsung bilang terima kasih sama mereka," kata Dara.
Elang tersenyum kecut. Mengingat dia juga terpaksa membohongi sang pacar terkait dari mana uang yang didapatnya selama ini.
"Iya. Nanti pasti ketemu kok," tanggap Elang. Dia tak bisa membayangkan bila suatu hari nanti Dara mengetahui tentang kebohongannya.
Selain sebagai pacar, Elang juga terbantukan dengan kehadiran Dara. Cewek itu berotak jenius, jadi kalau ada masalah pelajaran yang tidak dimengerti, Elang akan belajar dengan Dara.
Itulah yang dilakukannya hari itu. Setelah belajar, Elang dan Dara biasanya lanjut bermesraan. Dara sendiri masih perawan seperti namanya. Dia belum siap melakukan hal lebih intim dengan Elang. Setidaknya itulah yang Dara beritahu ketika Elang menginginkan hubungan intim.
Elang sendiri sangat menghormati keinginan Dara. Dia menghormati gadis yang dicintainya lebih dari apapun. Meski terkadang, dirinya terbawa suasana saat berciuman panas dengan gadis tersebut. Tetapi Elang mampu menahan diri dengan baik demi Dara.
Kini Elang ada di toilet. Dia berlari ke sana saat sudah selesai berciuman dengan Dara. Elang terpaksa melampiaskan nafsunya seorang diri.
Saat sudah selesai, Elang kembali ke kamar. Dia melihat Dara sudah bersiap untuk pulang. Gadis cantik itu tersenyum mempesona.
"Gimana? Udah selesai?" tanya Dara. Ia selalu tahu apa yang dilakukan Elang setelah berciuman dengannya. Yaitu pergi ke toilet dan menyelesaikan semuanya seorang diri.
"Iya," balas Elang.
Dara segera mendekati Elang. Dia peluk pemuda itu sambil mendongak menatap wajahnya. Mengingat tinggi badan Dara hanya setinggi dada Elang.
"Bentar lagi ya, El. Aku masih butuh waktu," tutur Dara. Dia selalu merasa tidak enak hati saat melihat pacarnya menyelesaikan hasratnya seorang diri.
"Lagian aku heran sama kamu. Emangnya kau nggak merasa apa-apa pas kita ciuman?" selidik Elang.
"Ngerasa sih. Bahkan selalu. Tapi aku masih takut. Soalnya kau pernah dengar kan. Bagi perempuan, melakukan itu saat pertama kali katanya sakit banget," ucap Dara sambil meringiskan wajah. Seolah dia membayangkan bagaimana rasa sakit itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 131 Episodes
Comments
elleya
Bagus dara berprinsip
2024-08-29
3
Casrun ayung
tetap harus dijaga dong El
2024-08-23
1
lupa nama
sebejat-bejatnya cowo tetep pengen cwe baik2 ya, dasar breengsek lo El,,,
2024-06-14
3