19

"Maaf Tuan besar, nona, diluar ada dua orang polisi sedang mencari Nyonya Bella!" lapor seorang pelayan ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Seperti biasa Tuan Diwangga akan dengan girang hati mendengar sang cucu berceloteh tentang pengalaman di sekolahnya.

"Apa? Ini tidak mungkin. Bukankah aku sudah mengatakan pada Beni untuk tidak menyebut namaku? Aku bahkan sudah menguras tabungan ku untuk menutup mulutnya! Ah pasti ini bukan tentang itu!" Nyonya Bella panik begitu namanya di sebut.

"Nany Vira, bawa Arthur untuk istirahat di kamarnya!" titah anggun pada pengasuh anaknya. Anggun tidak ingin jiwa polos Arthur ternoda oleh pertunjukan yang mungkin akan segera terjadi

"Baik nyonya!" jawab Nany Vira

"Mommy, Apakah itu polisi yang sama seperti di film-film yang sering Arthur tonton?" tanya Arthur dengan polosnya.

"Arthur juga ingin lihat Mommy, Arthur ingin bertemu polusi, Arthur juga mau nanti kalau besar jadi polisi!" Arthur masih tetap berceloteh mengabaikan Nany Vira yang hendak menggandeng tangannya.

"Arthur istirahat di kamar ya, sekarang sudah waktunya anak kecil tidur. Ingat besok harus bangun pagi untuk sekolah!" Anggun mencoba memberikan pengertian pada anaknya

Anak sekecil Arthur memang penuh dengan rasa penasaran. Tetapi belum sekarang saatnya Arthur mengetahui hal-hal yang berbau dewasa. Terlalu penuh dengan intrik. Anggun tidak mau pikiran anaknya menjadi kotor oleh kejahatan-kejahatan yang mungkin nanti akan didengarnya.

Tanpa Anggun ketahui jika anaknya bukanlah seperti anak-anak kecil pada umumnya. Pemikiran Arthur bahkan lebih dewasa dari orang dewasa. Akhirnya dengan berat hati Arthur pun mengikuti Nany Vira yang mengajaknya ke kamar. Padahal dia begitu penasaran ingin sekali dia melihat neneknya yang jahat Itu diringkus oleh Polisi.

"Kejahatan apa yang telah kau lakukan hingga istanaku yang biasanya damai di satroni oleh Polisi?!" mata Tuan Diwangga menyorot tajam ke arah istri nya.

"Tidak ada Papa, mungkin mereka hanya salah paham, atau bisa juga mungkin mereka sedang mencari sesuatu informasi!" jawab Nyonya Bella gugup.

"Selamat malam tuan Diwangga, kami datang untuk membawa Nyonya Bella, ini surat tugas nya!" seorang polisi menyerahkan selembar kertas pada Tuan Diwangga.

"Penggelapan dana produksi?" Tuan Diwangga benar-benar tidak percaya dengan apa yang dibacanya. Dia menoleh ke arah Nyonya Bella dan Anggun secara bergantian. Anggun hanya menaikkan dia bahunya pertanda dia pun tak mengerti. Sedangkan Nyonya Bella sudah berubah menjadi pucat wajahnya dan badannya juga gemetar. Bukankah seharusnya bukan dia yang ditangkap

"Tidak benar Papa. Ini tidak benar. Pasti mereka salah paham. Anggun! Apa yang kamu lakukan kepada Mama? Sebegitu bencinya kamu kepada Mama, hingga melakukan hal seperti ini? Apa salah Mama padamu??!" teriak Nyonya Bella mulai playing Victim. Tetapi Anggun bergeming mendengarnya.

"Pak polisi ini pasti tidak benar. Saya tidak bersalah, Saya tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan. Pasti Anda salah tangkap!" Nyonya Bella beralih kepada Pak polisi karena Anggun tidak menggubris ucapannya. Sedangkan Tuan Diwangga hanya diam terpaku. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di hadapannya

"Anda bisa menjelaskan itu nanti di kantor polisi Nyonya, sekarang silahkan ikut kami! Kami mohon untuk kooperatif agar kami tidak perlu melakukan kekerasan!" ucap polisi tersebut

Nyonya Bella terus meronta mencoba melepaskan tangannya dari cekalan dua polisi. Sedangkan Tuan Diwangga tidak peduli, jika memang istrinya melakukan kesalahan dia memang harus dihukum

 "Anggun katakan pada Papa Apakah semua yang Papa dengar barusan ini tadi benar? Sedangkan selama ini mamamu bahkan tidak pernah datang ke perusahaan Bagaimana bisa itu terjadi?" Tuan Diwangga menatap sendu.

"Aku juga tidak tahu Papa, Aku hanya menanggapi kecurigaan Om Alex kemudian mendatangkan tim audit dan tim audit yang telah melakukan tugasnya. Pelaku yang berada di perusahaan sudah ditangkap. Sedangkan jika Mama Bella ikut terlibat itu Anggun tidak tahu. Kita bisa dengar nanti keterangannya di kantor polisi. apa Papa mau melihatnya sekarang ataukah besok saja?!"

"Dan jika Papa merasa khawatir kepada Mama Bella, Papa juga bisa mencarikan Mama seorang pengacara. Semuanya akan diproses Papa. Jika memang Mama Bella tidak bersalah, maka Mama akan dilepaskan kembali!" ucap Anggun seolah ingin meraba isi hati Papanya

"Tidak tidak, bukan seperti itu Anggun. Jangan salah paham pada Papa. Papa bukan mengkhawatirkannya. Tetapi Papa lebih tidak percaya bagaimana mungkin Bella tega melakukan hal seperti itu. Sedangkan selama ini kita sudah berbaik hati dengan menampungnya di rumah ini!" ucap Tuan Diwangga seolah mengerti jalan pikiran anaknya yang sekarang ini.

"Ada apa sih? Kenapa ribut-ribut sekali?" Tania Baru saja datang dari kamarnya. Tadinya dia ingin istirahat, dia lelah sekali karena sekarang di perusahaan dia tidak bisa lagi ongkang-ongkang kaki seperti dulu.

Dia benar-benar diawasi sehingga dia mau tak mau harus bekerja keras seperti yang lain. Dan sekarang dia merasa badannya sangat lelah. Akan tetapi baru saja hendak memejamkan matanya sudah terdengar ribut-ribut dan juga mendengar mamanya berteriak-teriak.

"Ada dua orang polisi mencari Mama dan sekarang Mama dibawa oleh Polisi!" Anggun tak hendak berkata manis dia ingin melihat Seperti apa wajah Tania jika mendapat berita mengejutkan itu.

"Apa Mama dibawa polisi? Memangnya Apa kesalahan yang telah Mama lakukan" tanya Tania masih tidak mengerti

"Menurut Polisi Mama terlibat dalam penggelapan dana perusahaan. Karena itu sekarang polisi membawanya.!" terlihat oleh Anggun wajah Tania yang shok.

"Tidak, itu tidak mungkin! Bukankah tadi siang polisi dan tim audit sudah menangkap pelakunya yang berada di perusahaan? Bagaimana mungkin bisa mereka melibatkan mama?"

"Karena menurut polisi pelaku yang ditangkap mengatakan bahwa dalang dari semua itu adalah Mama! Seharusnya kamu sebagai anaknya lebih tahu bagaimana sifat mamamu kan?!"

"Itu tidak mungkin! Ini pasti akal bulusmu. Kamu, sebegitu bencinya kepada Mama kan, sampai kamu ingin menjauhkan Mama dari rumah ini? Kamu ingin mengusir Mama dari rumah ini kan? Itu yang kamu mau karena kamu membenci Mama selama ini!!" Tania begitu murka mendengar berita yang baru saja keluar dari mulut Anggun.

"Jangan berbicara tidak mungkin padaku, Karena bukan aku yang menyeret mamamu. Tetapi kalau kamu ingin tahu jelasnya, datanglah ke kantor polisi agar kamu tahu bagaimana cara polisi menyelidikinya. Jika memang nantinya terbukti bahwa Mamamu tidak bersalah pasti Mamamu juga akan dilepaskan lagi!" tegas Anggun.

"Aku tidak terima semua ini Anggun! Kamu memang sengaja ingin menghancurkan kami, Kamu tidak terima jika aku dan mama masih tetap di rumah ini kan? Kamu iri kepada kami, Kamu benci kepada kami, itu sebabnya kamu ingin mengusir kami dari rumah ini!!" Tania berteriak keras tidak terima dengan apa yang telah terjadi kepada mamanya, dia semakin murka, kebenciannya kepada anggur semakin berlipat.

 "Tania! Berhentilah mengucapkan omong kosong. Dan jangan pernah mengatakan anakku yang tidak tidak! Ingatlah akan posisimu di rumah ini!!" bentak Tuan Diwangga yang tidak senang melihat Tania begitu berani kepada putrinya .

 Tania menutup mulutnya rapat. Mengepalkan tangannya sedemikian erat hingga buku-buku di tangannya memutih.

Satu hal yang dia sadari, keberadaannya di rumah ini sudah tak lagi aman. Apalagi jika nanti terbukti bahwa mamanya memang benar-benar menggelapkan dana perusahaan. Entah apa yang akan terjadi pada hidupnya kedepannya. Mungkin saja Tuan Diwangga akan mengusir mereka dari rumah itu.

Terpopuler

Comments

Ida Haryono

Ida Haryono

bagus thor update terus d ini konflik aysh anak dg istri je2 d anknya....
lanjit tharo utk berikan cerita kegeniusan arthur

2025-01-02

1

febby fadila

febby fadila

so mau teriak sama tuan rumah.. emang benalu nggak ada akhlak

2024-11-29

2

Ida Haryono

Ida Haryono

sukses cerita bagus agk beda dhn yg biasanya....lanjut thor

2025-01-02

1

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74 Kedatangan keluarga Kalindra
75 75 lucunya Shena
76 76 Arthur dan Shena
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139 End
140 140. Bonus chapter
141 SETELAH KAU JANDAKAN
142 BUKAN LELAKI CADANGAN
143 Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74 Kedatangan keluarga Kalindra
75
75 lucunya Shena
76
76 Arthur dan Shena
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139 End
140
140. Bonus chapter
141
SETELAH KAU JANDAKAN
142
BUKAN LELAKI CADANGAN
143
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!