15

Dengan terpaksa, Akhirnya Anggun pun mengikuti keinginan putranya. Anggun berulang kali mengambil nafas berat . terlihat sekali jika Tuan Ben begitu memanfaatkan keadaan.

Benyamin merasa kesal karena Anggun berjalan tidak sejajar dengan mereka bahkan terkesan Anggun memperlambat jalannya. Benyamin memperlambat lagi jalannya agar sejajar dengan Anggun. Tetapi Anggun malah memperlambat lagi jalannya hingga tetap tertinggal di belakang

"Rupanya kau benar-benar tidak ingin berjalan denganku!" gumam Ben dalam hati

"Hei son, Apakah Mommymu selalu berjalan lambat seperti itu?" tanya Ben kepada Arthur. Arthur pun melihat ke arah ibunya yang berjalan di belakang mereka

"Turunkan Aku Daddy!" ucap Arthur lalu Benjamin pun menurunkan Arthur dari gendongannya. Arthur kemudian berlari ke arah ibunya yang berjalan di belakang.

"Ayo Mommy!" Arthur menarik tangan Anggun lalu membawanya berlari hingga sejajar dengan Benyamin. Lalu dengan tangan kanannya Arthur menggandeng tangan Benyamin, sehingga posisinya kini berada di tengah antara Ayah dan Ibunya.

Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa bahwa mereka adalah keluarga yang bahagia, ada seorang anak di gandeng oleh ayah dan ibunya.

"Good job, son!" batin Benyamin. "kau benar benar putraku!"

Hari itu Arthur benar-benar merasa bahagia dia mencoba segala jenis permainan yang ada di dalam wahana

"Ayolah Daddy kenapa kamu tidak bisa memanfaatkan kesempatan? Padahal aku sudah memberi kalian ruang untuk berdua!" gerutu Arthur dalam hati .

Dia sedang bermain mandi bola sendirian, dan dia atas sana Mommy dan Daddynya terlihat begitu kaku

Di tempat lain

"Kurang ajar. Aku benar benar membencimu Anggun!" teriakan geram Tania terdengar begitu melengking.

hrraaaaa...

prank .. pyar...

Lagi, tak ada yang luput dari amukannya.

brak..

Pintu terbuka paksa! Nyonya Bella masuk dengan wajah merah padam

"Apalagi Tania? Ada apa lagi? Kenapa sekarang kau jadi berhobi sekali untuk menghancurkan barang? Apa kamu pikir semua itu dibeli dengan daun? Apa tidak bisakah melampiaskan kemarahan bukan dengan menghancurkan segala sesuatu??" teriak Nyonya Bella karena merasa geram dengan kelakuan putrinya.

"Perempuan sialan itu, lagi lagi dia sudah menghancurkan diriku! Menghancurkan reputasiku! Hari ini aku benar-benar dipermalukan, Apalagi itu adalah di depan Tuan Ben, laki-laki yang sangat aku puja yang aku idolakan dan yang aku impikan!!" teriak Tania menjawab kemarahan ibunya. Dadanya naik turun dengan nafasnya yang tersengal

"Tetapi bukan berarti kau bisa menghancurkan semua barang! Ingat kita sekarang tidak bisa dengan mudah membeli semua itu seperti dulu ketika anak pelacur itu masih berada di luar negeri!! Sekarang keuangan kita terbatas! Tua bangka itu sudah memulai membatasi pengeluaran kita!!" peringatan Nyonya Bella pada putrinya.

Mendengar ucapan wanita yang melahirkannya membuat Tania semakin geram. Mengingat sekarang dia tidak bisa berfoya-foya lagi semenjak kedatangan Anggun dari luar negeri.

"Semua ini karena perempuan jalang itu! Harusnya dia dipermalukan, harusnya Papa merasa malu! Kenapa dia menerima Anggun begitu saja? Kalau semua orang tahu bahwa dia memiliki seorang putri yang hamil diluar nikah bagaimana reputasinya?"

"Seharusnya dia takut kalau nama baiknya akan hancur. Tapi kenapa Papa malah tenang-tenang saja Bahkan tidak mau bertindak apapun. Bahkan dengan bangga Papa memperkenalkan Arthur sebagai calon penerusnya??" Tania merasa geram karena apa yang terjadi sama sekali tidak seperti apa yang dia inginkan.

"Mama tidak peduli apapun alasanmu! Cepat bereskan semuanya sekarang juga sebelum lelaki tua bangka itu datang dan mengetahuinya. Atau kamu mau uang bulananmu dipangkas lagi seperti minggu lalu ketika kamu menghancurkan barang-barang?" ancam Nyonya Bella kemudian pergi keluar dari kamar tersebut

Brakk

 Pintu yang ditutup dengan kasar oleh Nyonya Bella membuat Tania tersentak. Ucapan mamanya benar. Jangan sampai Tuan Diwangga Ayah tirinya itu tahu bahwa dia sudah menghancurkan beberapa barang lagi! Kalau tidak mungkin dia akan kehilangan uang bulanan seluruhnya.

"Semua ini karena perempuan jalang itu. Aku harus menghancurkan dia bagaimanapun caranya!"

keesokan harinya. . .

"Bibi Tania Kenapa wajahmu pucat sekali? Matamu terlihat merah. Kau terlihat seperti vampir?" Celoteh Arthur di meja makan ketika mereka sedang berkumpul untuk sarapan.

Ucapan yang terdengar polos dari bocah berusia lima tahun itu membuat semua mata sontak menoleh kepada Tania. Tania mengepalkan tangannya merasa geram. Tetapi dia tidak berani membentak Arthur di depan ayah tirinya.

"Aku tidak salah kan Grandpa? Lihatlah wajah bibi Tania terlihat menyeramkan dia tidak terbiasa seperti Mommy yang sangat cantik. Kalau Mommy meskipun tanpa apapun sudah cantik sekali. Tapi kalau bibi Tania yang tanpa tepung, Lihatlah wajahnya putih ada banyak bintik-bintik hitamnya, terlihat seperti buah Naga putih!" ucap Arthur yang seolah-olah bergidik ngeri ketakutan melihat wajah Tania.

Anggun menutup mulutnya menahan diri untuk tidak tertawa mendengar ucapan putranya

Tania merasa geram mendengar ucapan Arthur, sekaligus juga merasa kesal pada dirinya sendiri. Jika bukan karena perlengkapan kosmetiknya yang dihancurkan kemarin, mungkin hal ini tidak akan terjadi.

"Yang diucapkan Arthur benar. Apa kamu akan pergi ke perusahaan dengan wajah seperti itu?!" geram Tuan Diwangga

"Maaf papa, sebenarnya aku ingin minta uang pada Papa. Perlengkapan kosmetikku habis!" ucap Tania dengan ragu-ragu

"Habis? lagi? Bukankah baru minggu lalu kamu meminta uang? Apa perlengkapan kosmetik itu kau makan, hingga dalam satu minggu sudah habis lagi? Sudah aku katakan padamu untuk mulai berhemat!!"

"Kamu pikir perusahaan itu adalah pohon uang yang bisa kau petik seenaknya? Dan jika peralatan make up mu memang habis, apa kamu tidak memiliki tabungan sedikitpun? Apa selama beberapa tahun menumpang hidup di rumahku kamu hanya berfoya-foya saja? Ingatlah statusmu. Kamu bukan siapa-siapa di sini yang bisa seenaknya meminta uang!!"

Mulut Anggun menganga mendengar ucapan Papanya kepada Tania. Tidak menyangka jika Papanya akan bisa berucap seperti itu. Sejak kapan Papanya mulai bersikap tegas kepada kakak tirinya? Bukankah selama ini apapun yang dilakukan oleh kakak tirinya adalah benar?

"Tuan besar ... !" seorang pelayan datang tergopoh-gopoh

"Ada apa? Kenapa menyela waktu makan kami? Apa kau tidak tahu sopan santun?" bentak Nyonya Bella, berharap dia mendapatkan pujian dari sang suami, karena bisa mengajari pelayan.

"Didepan ada seorang tamu, Beliau mengatakan namanya adalah Benyamin Jordan!" ucap sang pelayan membuat Tuan Diwangga yang baru saja memasukkan makanan ke dalam mulutnya tersedak.

"Apa? Tuan Jordan? Katakan pada beliau untuk masuk!" titah Tuan Diwangga.

Uhuk Uhuk

 Anggun pun ikut tersentak hingga dia terbatuk mendengar sebuah nama yang disebut oleh pelayannya.

"Saya sudah ada di sini Tuan Diwangga, Apakah saya terlalu lancang jika ingin ikut sarapan bersama keluarga anda?" Benyamin datang dengan gaya sok coolnya

"Daddy ...?" teriak Arthur lalu turun dari kursinya dan menghambur ke arah Tuan Ben

Tuan Diwangga terkesiap mendengar teriakan Arthur. Panggilan apa itu tadi? Daddy? Benarkah tadi cucunya itu memanggil dengan sebutan Daddy kepada konglomerat nomor satu di negaranya itu? Apa dia tidak salah dengar?

Terpopuler

Comments

reeaallyywaa04

reeaallyywaa04

pliss jangan "Mr ben" aneh jdinya😭💆🏻‍♀️

2025-03-26

1

febby fadila

febby fadila

mantap pak diwangga jangan tidur terllu lama hingga membuat para benalu kesenangan

2024-11-29

1

Heny

Heny

Anggun.... oh.... Anggun jng egois berkatalah jujur pd pp mu

2024-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74 Kedatangan keluarga Kalindra
75 75 lucunya Shena
76 76 Arthur dan Shena
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139 End
140 140. Bonus chapter
141 SETELAH KAU JANDAKAN
142 BUKAN LELAKI CADANGAN
143 Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74 Kedatangan keluarga Kalindra
75
75 lucunya Shena
76
76 Arthur dan Shena
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139 End
140
140. Bonus chapter
141
SETELAH KAU JANDAKAN
142
BUKAN LELAKI CADANGAN
143
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!