10

 "Kita berangkat sekarang?" Tuan Diwangga menyodorkan siku tangan kirinya agar Anggun menggandengnya.

"Dengan senang hati, Tuan!" jawab Anggun lalu dengan manja nya menggelayut di tangan ayahnya. Mereka berdua tertawa bahagia.

"Papa, bagaimana jika di perusahaan nanti para karyawan papa itu menganggap Anggun yang cantik jelita ini adalah sugar baby nya papa?" Anggun bertanya tapi kemudian menutup mulutnya dengan sebelah telapak tangannya. Entah kenapa Anggun jadi merasa geli. Ada yang menggelitik hatinya. Ada rasa bahagia. Rasa yang bertahun lalu hilang kini kembali. Papanya tercinta kini telah kembali padanya.

Tuan Diwangga menghentikan langkahnya kemudian menatap putrinya.

"Yang benar saja? Apa mata mereka itu buta? Sampai sampai tidak bisa melihat kemiripan wajah kita?" sahut Tuan Diwangga.

"Bisa saja kan papa?" Anggun menggoda sang papa, meski hal itu membuat dia terkikik geli.

"Biar saja, lagi pula Papa tidak keberatan jika menjadi Daddy sugar untuk Tuan Putri yang cantik ini. Ayo sekarang katakan pada d6addy Sugar ini. Apa yang Tuan Putri minta? Rumah mewah, mobil mewah, perhiasan mewah? Katakan saja! Daddy sugar ini pasti akan segera mendatangkan nya untuk Tuan Putri!" tantang Tuan Diwangga sambil menaikkan kerah kemejanya, jemawa. Membuat Anggun tertawa tergelak dengan tingkah Papanya.

Tanpa mereka sadari seseorang di sudut lain sedang menggeram dengan tangan terkepal. Tapi sejenak kemudian dia berusaha menetralkan kemarahan nya. Dia tetap harus tenang kan? Dia harus tetap berperan sebagai putri yang manis.

"Papa .. Apa Anggun akan berangkat bersama kita ke perusahaan?" tanya Tania datang mendekat.

"Anggun akan bersama Papa. Dan bukankah kau selalu berangkat sendiri tanpa Papa? Ada apa dengan mobilmu?" Tuan Diwangga menjawab dengan nada datar.

"Tapi papa, bagaimana nanti jika publik tahu Anggun telah memiliki seorang anak tanpa pernikahan!" Tania mencoba memprovokasi Tuan Diwangga.

Tangan Tuan Diwangga terkepal menahan amarah mendengar ucapan Tania .

"Publik tidak akan tahu jika tidak ada anggota dari dalam rumah ini yang berbicara. Apa kau yang ingin berbicara tentang ini di luar sana?" Tuan Diwangga menyorotnya tajam

. "Ah.. ti tidak se perti itu Papa, ba bagaimana mungkin aku akan melakukan hal yang mencoreng nama baik Papa?" Tania menjawab dengan gugup, seolah dia sedang ketahuan dengan rencana busuknya

"Sial, bagaimana mungkin tua bangka ini bisa menduga seperti itu? Jika sudah seperti ini aku tak kan bisa melaksanakan rencana ku. Aku harus bisa mencari cara lain agar bisa mengekspos Arthur tanpa orang tau itu adalah perbuatan ku!" geram Tania dalam hati.

"Bagus! Jangan sampai Papa tahu jika kau melakukan kecurangan! Atau kau akan tahu akibatnya!" ancam Tuan Diwangga. Tania menjadi pucat. Apalagi melirik ke arah Anggun yang seolah sedang mengejeknya.

"Tentu saja papa!" jawab Tania gugup.

"Walaupun sebenarnya itu tak kan masalah bagi Papa. Papa tidak keberatan ketahuan punya seorang cucu yang tampan dan cerdas seperti Arthur. Ha ha ha". tuan Diwangga tertawa tergelak. Tapi tawa itu terlihat mengerikan bagi Tania.

"Apa yang sedang kalian bicarakan pagi pagi begini? kelihatan seru sekali?" Nyonya Bella Diwangga, istri kedua Tuan Diwangga, ibu dari Tania datang menyahut. Wajahnya mengeras melihat tangan Anggun yang menggelayut manja pada ayahnya. Tapi dia berusaha untuk meredamnya.

"Ah .. ini Mama, Adik akan ikut ke perusahaan, bukankah itu bagus ? Adik memang harus mulai belajar mengelola perusahaan kan?" Tania menyahut sambil mengedipkan mata ke arah mamanya. Berharap mamanya itu tidak berbicara dengan gegabah. Beberapa hari ini baik Tania maupun nyonya Bella menyadari Tuan Diwangga bukan lagi orang yang sama dengan yang sebelumnya. Tuan Diwangga bukan lagi orang yang bisa mereka kendalikan lagi, Tuan Diwangga sudah tak lagi bisa mereka bodohi.

"Ah .. bagus lah itu, Anggun memang harus mulai belajar bekerja." jawab nyonya Bella.

"Kita berangkat sekarang ?" Tuan Diwangga mulai menggerakkan kakinya diikuti oleh Anggun yang tak melepas pegangan tangannya.

"Oh iya, lalu bagaimana dengan Arthur?" tanya Tuan Diwangga sambil berjalan .

"Jangan khawatir Papa, Dia sudah mulai sekolah hari ini. Dan dia sudah berangkat di antar oleh sopir dan juga ada Nany Vira yang akan menjaganya." jawab Anggun.

Anggun memang sudah mendaftarkan Arthur untuk bersekolah di Taman kanak-kanak beberapa hari yang lalu . tentu saja di sekolah favorit pilihan Arthur. Dan tentu saja dengan syarat Arthur tidak boleh melepas masker jika memilih sekolah normal. Karena Arthur menolak homeschooling seperti keinginan Anggun .

"Baiklah, bagus kalo begitu!"

*****

"Apa benar Putri CEO akan di perkenalkan hari ini?" tanya seorang karyawati.

"Kabarnya sih begitu. Setelah enam tahun menimba ilmu bisnis di luar negeri, akhirnya Putri Anggun kembali."

"Aku senang sekali jika Putri Anggun kembali, lalu hadir di perusahaan!" ucap yang lain sambil setengah berbisik .

"Iya aku juga. Yang aku tahu dulu, Putri Anggun lebih cantik dari Nona Tania. dan terutama Putri Anggun itu baik hati. Tidak pernah semena mena terhadap kita seperti yang sering Nona Tania lakukan!" jawab yang lain sambil berbisik pula .

"Huh, aku juga gak suka sama Nona Tania. Dia itu sangat sombong. Mentang mentang dia itu anak CEO. Jadi semena mena dengan kita. Terkadang aku merasa di hadapan dia, kita ini bukan dianggap sebagai karyawan tapi jongos!" seorang karyawan laki laki merasa geram dengan perlakuan yang pernah di terima dari Tania.

"Tapi aku pernah dengar berita, entah ini gosip ataukah fakta, kalau dia itu sebenarnya hanya anak tiri saja. Tapi entah itu benar atau tidak juga gak tahu!"

"Sssst... sudah diam semua! Jangan sampai kita di hukum lagi sama si nona Lampir itu."

***

"Hari ini saya Adipati Diwangga dengan bangga memperkenalkan Putri cantik saya Anggun Diwangga. Dia yang suatu saat nanti akan menggantikan kedudukan saya di perusahaan ini!" ucap lantang Tuan Diwangga yang saat ini berdiri di depan mimbar.

"Ucapkan sesuatu pada mereka Nak!" Tuan Diwangga kembali berucap sambil menoleh kepada putrinya .

"Terima kasih Papa." jawab Anggun, kemudian berjalan ke arah tepi panggung. Anggun menolak berdiri di depan mimbar.

"Selamat siang semua ...!" Anggun berkata dengan nada yang tegas, tanpa meninggalkan kesan keanggunannya

"Selamat siang Nona ...!"

"Selamat siang Nona ...!"

Jawaban dari para karyawan terdengar sahut menyahut.

"Saya Anggun Putri Diwangga. Mulai hari ini akan berada di sini bersama Anda semua. Mohon kerja samanya. Jangan sungkan untuk menegur jika saya melakukan kesalahan!" ucapan Anggun langsung di jawab dengan tepuk tangan bergemuruh.

"Saya juga masih dalam tahap belajar. Karena itu mari bersama kita berjuang untuk memajukan perusahaan ini. Demi kehidupan layak kita semua. Karena saya tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan Anda semua. Hanya ini yang ingin saya sampaikan. Terima kasih.! " di akhir kalimatnya, Anggun menundukkan kepala hormat. Dan tepuk tangan pun kembali bergemuruh.

Seluruh karyawan dan karyawati menyambut gembira kehadirannya. Hanya satu orang yang tersenyum kecut di.pojok ruang. Dia adalah TANIA.

Terpopuler

Comments

🌹🪴eiv🪴🌹

🌹🪴eiv🪴🌹

bar ngendog Yo menggeram 🤭🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-18

2

Miranda mira

Miranda mira

pembalasannya segera d mulai..siap2 tania 😁

2024-12-29

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

skrng mulai pembalasan Anggun ke Tania 😉😉

2024-12-14

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74 Kedatangan keluarga Kalindra
75 75 lucunya Shena
76 76 Arthur dan Shena
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139 End
140 140. Bonus chapter
141 SETELAH KAU JANDAKAN
142 BUKAN LELAKI CADANGAN
143 Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74 Kedatangan keluarga Kalindra
75
75 lucunya Shena
76
76 Arthur dan Shena
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139 End
140
140. Bonus chapter
141
SETELAH KAU JANDAKAN
142
BUKAN LELAKI CADANGAN
143
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!