6

Pukul 14:30 di bandara XX negara XX.

Akhirnya hari ini Anggun dan Arthur hari ini telah sampai kembali di negeri kelahiran nya.

"Arthur .. ingat pesan Mommy , jangan lepas masker mu , !" pesan Anggun pada putranya.

"Tapi kenapa Mommy? Arthur merasa sesak seperti ini!" Rengek Arthur engan nafas yang di buat berat.

"Dengar nak, udara di sini tidak sama dengan di tempat kita sebelumnya, Mommy tidak mau kau terkena polusi lalu sakit, Apa kau paham?" ucap Anggun seraya berlutut mensejajarkan tinggi nya dengan Arthur.

"Oke Mommy Arthur paham. Arthur akan menurut!" ucap Arthur sambil hormat dengan sikap polosnya .

"Arthur tahu Mommy, pasti Mommy tidak mau wajah ku di lihat oleh seseorang, Karena aku mirip dengan orang itu kan? tapi Mommy, Aku memang ingin dilihat olehnya, Dan yang lebih penting aku ingin melihat mu berbahagia dengan orang itu. Dan aku pasti akan melakukan apapun untuk merealisasikan nya!" ucap Arthur dalam hati.

"Sekarang kita ke tempat parkir, Sopir suruhan grand pa sudah menunggu di sana.!" ucap Anggun kemudian menggandeng tangan putranya. Arthur pun mengikuti Mommynya.

"Arthur tunggu di sini sebentar ya, Mommy mau ke toilet dulu sebentar !" ucap Anggun

"Ayolah Mommy, di sini tidak enak. Nafasku sudah mulai sesak. Apalagi dengan masker ini !" keluh Arthur

"Hanya sebentar saja sayang, Mommy janji tidak akan lama!" ucap Anggun " Ingat jangan kemana-mana, Mommy takut kamu hilang. Ini pertama kalinya kamu datang ke sini!" peringatnya lagi

"Oke Mami, jangan lama !" Ketus Arthur. Menunggu adalah pekerjaan paling menyebalkan bagi Arthur.

Anggun tak lagi mendengar ucapan anaknya. Dia segera pergi karena merasa kantung kemih nya sudah penuh. Arthur yang ditinggalkan sendiri hanya mondar-mandir. Pandangan matanya mengedar melihat kesana kemari. Hingga mata itu tertumbuk pada suatu objek yang membuatnya tertegun.

Arthur mengucek matanya. Memastikan bahwa penglihatan nya tidak salah. Pria itu? Bukankah dia? Iya matanya tidak salah. Pria itulah yang sedang dia cari selama ini. Arthur ingin berlari menuju ke arah orang itu, lalu mendekapnya dan memanggilnya Daddy. Tapi apakah pria itu akan percaya bahwa dia adalah putranya.

Ah kenapa otaknya menjadi blank? Sekian lama mencari informasi, Setelah bertemu malah tak bisa mendekati. Jarak orang itu sudah semakin dekat dan semakin dekat lagi dengan nya . "

"Oh ayolah Arthur , berpikir cepat !" gumam Arthur .

"Uhuk ..uhuk..!

"Uhuk... Uhuk..! Uncle help me..." Arthur berlutut sambil memegang dadanya. Nafas nya tersengal

"Uhuk uhuk !" Arthur pura-pura tubuhnya lemas kemudian Limbung ke belakang.

"Hei.. apa yang terjadi denganmu..?" pria itu yang tak lain adalah Ben mendekat ke arah Arthur.

"Da da Arthur se sak uncle!" Arthur berbicara terputus putus, lalu badannya limbung.

"Lepaskan masker nya, Tuan. Mungkin dia sesak nafas.!" seru Kevin yang berdiri di belakangnya. Dan Ben pun melakukan saran itu secara hati-hati dia membuka masker anak kecil itu.

Deg...

Ben tertegun melihat wajah di balik masker itu. Ada rasa familiar, Ben Seperti melihat dirinya sendiri di masa kecil.

Wajah Arthur terkulai lemah , Matanya terpejam. Ben menoleh ke arah Kevin .

"Ambilkan air minum" Titah Ben. Dan Kevin pun mengambil botol kecil yang selalu tersedia di dalam koper nya.

"Ini Tuan. !" Kevin mengulurkan botol itu. Kevin tercenung melihat wajah di balik masker lalu dia memperhatikan wajah Tuannya. Wajah keduanya benar-benar mirip. Sehingga siapapun yang melihatnya sekilas pasti akan mengira bahwa bocah kecil itu adalah putra dari Tuan Ben.

"Minum lah !!" Ben mencoba membantu Arthur untuk minum .

"Uhuk ... uhuk...!" Arthur kembali terbatuk. Tapi sudah bisa membuka matanya. Di pandangnya wajah tampan yang terpampang di hadapannya. Benar benar merupakan foto kopi an dirinya. Arthur mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah itu. Dan entah kenapa Ben juga tak menolaknya. Air mata Arthur menetes.

"Hei kenapa menangis? apakah benar-benar sakit?" tanya Ben cemas. Kevin yang justru melongo. Tuan Ben bukanlah orang yang suka pada anak kecil. Tapi kenapa dengan bocah di depan nya jadi terlihat begitu khawatir ?!

"Di sini sakit Uncle..!" Arthur menunjuk dada nya.

"Ini sakit Daddy , Aku berada di dekatmu tapi tak bisa memeluk mu!" ucap Arthur dalam hati .

"Bisakah Uncle mengusapnya pelan pelan ?!" pinta Arthur. Lagi lagi Ben merasa bahwa dirinya tidak bisa menolak permintaan bocah kecil itu. Pelan sekali dan mengusap dada bocah itu berharap bisa mengurangi rasa sakitnya

Ben terus mengusap dada Arthur hingga keadaan Arthur menjadi lebih baik.

"Kenapa dia tidak bertanya siapa namaku ? bukankah kalau di film biasanya protagonis akan bertanya siapa namamu anak kecil? begitu?" batin Arthur masih betah memandang wajah pencetak dirinya

"Karena kamu tidak bertanya maka aku yang harus berinisiatif !"

"Aku sudah lebih baik uncle, terima kasih. Aku Arthur Jordi, di masa depan pasti akan membalas kebaikanmu hari ini !" ucap Arthur lalu berdiri.

Ben tertawa mendengarnya, Sungguh itu bukanlah ucapan yang bisa di ucapkan oleh anak kecil.

"Arthur Jordi? itu nama lengkapmu? sejujurnya Uncle belum pernah mendengar nama ber marga Jordi!" ucap Ben.

"Tentu saja tidak pernah Uncle, karena ini adalah nama pemberian Mommy ku, Katanya itu gabungan dari Jordan dan Diwangga!" jawab Arthur dengan wajah polosnya.

Ben tertegun mendengar nama itu, Jordan ? apakah hanya kebetulan sama ?

"Baiklah, Lalu apakah yang sedang di lakukan bocah kecil seperti mu sendirian di bandara yang luas seperti ini? Di mana orang tuamu? Apakah kau sedang tersesat?" tanya Ben Sambil memegang kedua tangan bocah itu.

"Aku tidak sendirian Uncle, Aku bersama dengan Mommy ku. Dia sedang berada di toilet. Lagi pula aku bukan anak kecil. Aku ini sudah lima tahun .!" ucap Arthur dengan satu tangan di pinggang dan satu tangan lagi mengacungkan lima arinya. Membuat Ben tertawa karena merasa gemas melihatnya. Sehingga dicubitnya dua pipi bocah itu kiri kanan

"Tuan. Pesawat kita sebentar lagi berangkat !" Kevin menyela obrolan mereka

"Baiklah anak kecil..!"

"Arthur.. namaku adalah Arthur, Uncle harus ingat itu !" Arthur memotong ucapan Ben.

"Baiklah Arthur, Uncle harus pergi. Jaga diri baik baik .!" ucapkan menepuk kecil kepala Arthur kemudian berlalu pergi.

"Oke , bye Uncle..!" Arthur melambaikan tangannya.

Arthur tersenyum manis sepeninggal an Ben dan Kevin. Lalu memasang kembali maskernya

"Ini bukan salahku Mommy, bukan aku yang membuka masker, tapi Daddy!" seringai nya licik. "Dan aku pastikan setelah ini kau tidak akan menyuruhku menggunakan masker lagi. Siapa suruh kau bilang takut aku terkena polusi, Aku jadi punya ide untuk bisa bicara dengan Daddy tadi kan ?"

"Arthur, !" seru Anggun yang baru saja datang.

"CK , kenapa Mommy lama sekali sih ? apa Mommy tahu, Arthur hampir saja berubah jadi lumut tadi!" ucap Arthur dengan berkacak pinggang. Anggun tergelak mendengarkannya, Putranya itu selalu saja jadi hiper bola.

"Ya sudah kita pulang , oke ?!"

"Lets go ..!!" seru Arthur lalu berjalan duluan, Seakan dia sudah tahu jalan ke rumah saja. Anggun terkekeh dengan tingkah menggemaskan putranya.

Terpopuler

Comments

JungKook!

JungKook!

yak suka banget ini cerita dah/Drool//Angry/

2024-11-24

3

faraakila

faraakila

kan kamu sendiri udah bilang dada Arthur sesak yo sudah pasti bapakmu tau namamu toh🤣🤣

2025-02-09

1

Khepurnamasari

Khepurnamasari

suka sama ceritanya Thor🥰 ijin promo ya... Mampir dicerita aku juga ya... Menikah karna terpaksa😉

2025-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74 Kedatangan keluarga Kalindra
75 75 lucunya Shena
76 76 Arthur dan Shena
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139 End
140 140. Bonus chapter
141 SETELAH KAU JANDAKAN
142 BUKAN LELAKI CADANGAN
143 Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74 Kedatangan keluarga Kalindra
75
75 lucunya Shena
76
76 Arthur dan Shena
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139 End
140
140. Bonus chapter
141
SETELAH KAU JANDAKAN
142
BUKAN LELAKI CADANGAN
143
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!