••
Ujian kali ini Alya bingung dengan soal matematika, kepalanya menjadi sakit karna terlalu banyak berpikir. Alya melihat kebelakang, ia melihat Aldan yang asik mengerjakan soal ujian itu.
“Aldan..” Panggil Alya dengan penuh penjagaan, takut kalau pengawas ujian tahu.
“Apa si?”
“Bagi jawabannya dong, janji nanti malam aku kokop deh bibirmu.” Pinta Alya dengan imbalan yang berhasil membuat Aldan tersenyum puas.
Liam pura-pura tidak mendengar saja apa yang dilakukan pasutri itu. Dan sekarang dengan mudahnya Aldan memberikan jawaban kepada Alya yang terkenal dengan malas berpikirnya. Hingga Alya dan Aldan siap secara bersamaan, ujian terakhir telah terlewati dengan baik.
•
“Heran deh, kok tumben tadi Lo bisa jawab semua soal itu dengan waktu yang cepat?” Tanya Hadzel kepada Alya yang tengah menikmati menu bakso kuahnya.
“Iya dong, percuma ada suami duduk di belakang.” Jawaban Alya membuat Hadzel terkejut setengah mati. Hadzel terkekeh saja karna Alya yang pandai sekali menggunakan kesempatan.
Kala sedang asyik makan, mata Alya tertuju kepada Aldan yang baru saja datang dengan Liam. Para wanita yang ada langsung berlari kearah pria itu, bahkan Alya langsung heran dengan itu.
“Kak Aldan!” Semua wanita histeris hanya karna Aldan makan dikantin yang sama.
Hadzel menertawakan Alya yang sedari tadi melengos. “Gimana lagi, Al.. Suami lo memang populer, semua wanita pengen sama dia.” Celetuk Hadzel yang langsung membuat mood makan dari Alya menghilang begitu saja.
Ntah kenapa adonan bakso yang awal mulanya enak, menjadi tidak enak. Alya membanting sendok garpunya, ia menenggak habis jus jeruk sambil memperhatikan Aldan yang terlihat senang banyak gadis mengerumuninya.
“Sudah jangan pikirkan Aldan, sekarang ayo kita pergi bantu Ketua OSIS untuk menyelesaikan masalah perpisahan kita.” Ajak Hadzel yang langsung Alya angguki.
Bahkan Aldan terlalu sibuk dengan para wanita itu hingga tidak menyadari kepergian Alya. “Sok narsis lah sekarang, malam nanti kena dia sama aku. Habis aku cubit, aku pelintir itu bibir yang sudah berani ganjen sama cewek didepan istri.” Gumam Alya didalam hati dengan ekspresi yang membuat Hadzel takut tentunya.
••••
Alya dan Hadzel menuju OSIS untuk mencari tahu tentang masalah acara perpisahan yang akan datang. Kala sampai di ruangan OSIS, tatapan Alya langsung tertuju pada sosok pria tampan yang rapih dan baik hati selalu kepada Alya selama di sekolah.
“Zel, nanti aja deh cari tahunya. Aku segan sama Denis, banyak salah aku sama dia.” Ucap Alya dengan sedikit berbisik kepada sahabatnya.
Hadzel tahu apa maksud sahabatnya itu, Hadzel mengangguk membiarkan Alya untuk pergi tidak jadi mencari tahu sama dengannya. Alya melangkah pergi menuju tempat yang ia inginkan, yaitu kembali dikelas.
“Huh, sebentar lagi tamat. Kayaknya baru kemarin aja tuh masuk lalu ketemu sama manusia kecoa.” Alya bermonolog sendiri, ia melihat ada bayangan Aldan yang berjalan kearah nya bersama dengan Liam.
Sudah pasti Alya langsung Pura-pura tidak melihat pria itu, ia melangkah saja berjalan melewati Aldan begitu saja. Tentu saja Aldan heran, ia hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan ajaib Alya Dexter.
“Punya istri durhaka banget sama suami, nggak mau ngasih jatah lagi.” Keluh Aldan kepada Liam sembari menatap Alya yang sudah berjalan jauh.
“Paksa aja, kadang mau tuh wanita malu-malu.” Saran dari Liam diangguki Aldan, padahal bisa dikatakan jika itu adalah saran sesat. “Hem, saranmu boleh dicoba..” Respon Aldan yang berhasil membuat Liam tersenyum puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
🤣🤣🤣 Aldan merengek udah kya bayik z, mna kokop lgi bhsa nya udah kya ikan z😂😂
2024-06-28
3
Delvyana Mirza
Dah kokop aja kan da halal juga Alya
2024-06-21
1
Yuni Sbyi
kokop emang Aer😄😄🤦🤦ada ada aja si aldan
2024-06-21
0