PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)

••

Dikamar Aldan heran melihat Alya yang mondar-mandir ntah mencari apa. Sedari tadi Aldan tanya juga enggan menjawab, hanya mondar-mandir membongkar semua barang. 

“Heh, Tikus. Sebenarnya apa yang kau cari?” Tanya Aldan ntah yang sudah keberapa kalinya. 

Sontak langkah Alya langsung terhenti, ia tersenyum tipis kepada Aldan yang menatapnya aneh. “Apa itu kaki sudah tidak sakit?” Tanya Aldan kala Alya duduk disamping nya. 

Alya menggelengkan kepalanya, ia merasa kakinya sudah lebih baik. “Baguslah, sekarang tidur. Besok ada ujian akhir, hanya tinggal beberapa hari aja sekolah.” Ucap Aldan sembari mengobati lukanya sendiri disekitar wajah. 

“Aku takut, kalau Rio dendam kepadamu.” Kata Alya disela Aldan sedang memberi obat luka disekitar area bibirnya. Pergerakan Aldan langsung terhenti, ia tersenyum tipis melihat wajah Alya yang kelihatan panik. 

“Biarkan saja kalau dia dendam, aku selalu siap menghajar anak itu.” Respon Aldan cukup angkuh, tidak membuat Alya merasa tenang. Tapi, disebalik hati Alya yakin dengan kekuatan Aldan. Hanya saja Alya merasa tidak enak selalu merepotkan pria itu, mengingat banyaknya tanggung jawab yang harus Aldan kerjakan. 

“Tapi, apakah tidak ada yang mau terimakasih denganku?” Tanya Aldan yang langsung membuat Alya terdiam. Alya mengerti dengan maksud pria itu, hanya saja Aldan mengartikan lain dari ucapan terimakasih. 

“Sudah!”

“Ah masa hanya ucapan, tidak adil!”

“Jadi, maumu seperti apa, kecoa?” Tanya Alya yang kini saling tatap dengan Aldan. Tangan pria itu menunjuk pada bibirnya, Alya pura-pura tidak melihatnya. 

“Apa?” Alya malah bertanya, membuat Aldan langsung berdecak kesal. “Bibirmu kenapa?”

“Minta di kokop,” Jawab Aldan cepat bahkan berhasil membuat Alya memukul lengan Aldan dengan sangat kuat. “Kenapa dipukul si? Benar minta kokop loh ini..”

Alya bangkit dari duduknya, ia tidak menanggapi semua permintaan Aldan yang aneh. Alya merangkak naik keatas kasur, berusaha mengabaikan semua ucapan Aldan yang aneh. 

“Hem, Alya..” Panggil Aldan yang kini duduk berhadapan dengan Alya yang berbaring. “Aku ingin tanya satu hal padamu, sebenarnya banyak yang membuatku penasaran.”

“Tanya apa?”

“Apa kau pernah dicium Rio?” Pertanyaan Aldan membuat Alya langsung duduk. Tangannya bersedekap didada, ia menatap tajam Aldan yang seperti tidak merasa bersalah dengan pertanyaan anehnya. 

“Menurut tuan muda Aldan bagaimana?” Alya malah menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik. 

Aldan menatap intens Alya. “Sudah pasti belum, kalau sudah.. Rio tidak akan mengambil tindakan seperti itu.” jawab Aldan sembari menatap intens Alya yang saat ini menunduk. 

“Al.. Kokop ya, bentar aja deh..” Pinta Aldan lagi, kali ini merengek membuat Alya sakit kepala.

Alya duduk di bangku kelas dengan wajah yang ditekuk serta rambut yang berantakan. Hadzel saja sampai terkejut melihatnya, ketahuilah keadaan Alya sungguh memprihatinkan saat ini. 

“Astaga, itu rambut kenapa?” Tanya Hadzel sembari memberikan sisir yang selalu saja ia bawa kemana-mana. 

Dengan bibir yang masih cemberut, Alya mengambil sisir itu dari tangan Hadzel. Didalam hati Alya tiada henti mengumpat Aldan yang sudah iseng saat berangkat sekolah tadi dengannya. 

••**   FLASHBACK AlYA  **••

Alya tetap kekeh tidak mau naik sepeda motor bersama Aldan, karna bisa dikatakan Alya mengalami trauma tentang kemarin sore. Aldan terus memaksa Alya, bahkan sudah mau terlambat tapi Alya tetap kekeh tidak mau. 

“Heh, tikus got!” Panggil Aldan yang langsung membuat Alya menatap kearahnya. “Cepetan, apa lagi, ha? Nanti terlambat ngomel lagi sama aku!” Omelan Aldan hanya mendapatkan helaan napas dari Alya. 

Alya melengos saja, dengan tangan bersedekap didada Alya menggelengkan kepalanya. “Aku nggak mau naik sepeda motor jengat itu! Pinggang aku sakit, belum lagi kau ngebut bawanya.” 

“Yaelah, sok cantik banget. Heh, tikus got. Jangan banyak drama deh, cepetan naik!” Perintah Aldan yang tak kunjung Alya patuhi. 

Aldan memikirkan cara agar Alya segera naik, sebenarnya banyak mobil yang dimiliki keluarga Matthew. Hanya saja Aldan lebih merasa enak kalau naik sepeda motor, bisa pergi sebesas apapun. 

“Alya anak yang manis..” Panggil Aldan dengan suara yang sangat lembut. 

Sontak Alya langsung menatap kearah Aldan. “Aku janji, tidak akan ngebut. Sekarang cepetan naik, kita nanti terlambat.” Aldan menampilkan wajah yang bisa membuat seorang Alya Dexter yakin. 

“Awas ya kalau bohong!”

“Iya tikus got, nggak akan deh.” Aldan memberikan helm kepada Alya. Dengan lugunya Alya memakai helm itu tanpa menaruh rasa curiga kepada Aldan. 

Setelah memakai helm, Aldan membantu Alya untuk naik ke sepeda motornya. Lalu Aldan menyalakan mesin sambil melirik Alya yang tengah pegangan dengan pundak nya. 

“Oke, sudah siap ini ya?”

“Hem, sudah.” Jawab Alya cepat, ia merasa yakin sekali jika Aldan tidak akan ngebut kali ini. Tapi, semua kepercayaan Alya hilang kala sepeda motor Aldan sudah melaju ke luar dari pagar utama. 

Aldan menambahkan kecepatannya hingga membuat Alya serasa ingin terbang. Ia memeluk erat Aldan karna takut sekali jatuh, bahkan Alya memejamkan mata karna Aldan benar-benar gila mengemudikan motornya. 

Hingga hanya memerlukan waktu yang singkat bisa sampai disekolah. Aldan tersenyum puas kala sudah parkir dipagar belakang. Alya turun dari sepeda motor dengan sempoyongan, Aldan tertawa melihat nya. 

“Kau mabuk, tikus?” Tanya Aldan tanpa merasa bersalah. 

Dengan perasaan yang sudah kesal Alya membuka helm itu, ia melempar helm itu kepada Aldan yang langsung menangkapnya. Hingga rambut Alya berantakan akibat tidak berhati-hati melepas helm. 

“Aku salah telah mempercayai kecoa seperti mu!” Hardik Alya yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Aldan yang tertawa kencang. 

••** FLASHBACK ALYA OFF **••

Alya menyisir rambutnya dengan bibir yang komat kamit membuat Hadzel tertawa. Sudah pasti sahabat nya mulai dari orok tahu siapa penyebab keadaan Alya seperti itu. 

“Sudah deh nikmati aja, lagian sudah suami juga.” Ejek Hadzel yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alya. 

Suara bel berbunyi, disaat itulah Aldan masuk bersama dengan Aldan. Aldan duduk di belakang Alya, ia sempat terkekeh kala melihat rambut Alya sudah rapi kembali. 

Guru yang mengawasi ujian sudah masuk, guru itu tersenyum kepada seluruh anak murid. “Pagi.. Sekarang kita akan melanjutkan ujian terakhir, besok akan sebagai hari terakhir kalian di sekolah ini.” Ucap guru wanita tersebut. 

Terpopuler

Comments

Yuni Sbyi

Yuni Sbyi

waah mbacanya jadi tegang bingit ya ampun,,," ceritanya seru lanjut up kak/Good/💪💪

2024-06-20

2

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!