•
Anggota Matthew Angel memberi kabar kepada Aldan bahwa mereka menemukan anggota Rio Gengster di markas utama tadi. Tempat pertama kali Aldan mencari keberadaan Rio, ternyata seluruh anggota Rio ada disana. Aldan dan anggota lain langsung menuju ke markas. Siapapun yang melihat tatapan mata Aldan kali ini pasti akan menciut.
Tatapan matanya sungguh tajam, bahkan Aldan dengan begitu mudahnya bisa menghajar anggota Rio. Hingga terkapar tidak berdaya di tanah, Aldan sungguh bringas kali ini.
“Wahh.. Tidak disangka kau ada disini, Aldan.” Suara itu membuat Aldan yang sedang menghajar anggota dari Rio langsung menghempas tubuh tidak berdaya itu begitu saja.
Aldan berbalik badan, ia melihat Rio yang berdiri dengan sangat angkuh. Tatapan mata itu sungguh tajam sama halnya dengan tatapan Aldan. “Apa kau ingin balas dendam soal Alya yang hampir saja aku perkosa?”
“Ck, sayang sekali.. Padahal satu langkah saja aku bisa memperkosa Alya, sayang nya dia kabur. Wanita itu memang menarik, membuatku tidak bisa ikhlas melepaskan nya.”ucap Rio dengan ekspresi wajah yang cukup menyebalkan bagi Aldan.
“Apa mau mu?” Tanya Aldan langsung, ia menarik kerah baju Rio. Tidak hanya itu, Aldan meludahi Rio yang telah berani melukai Alya hingga seperti itu. “Satu bekas luka yang kau buat untuk Alya, maka kau akan menerima seratus pukulan dariku, bangsa*!”
Aldan menghajar wajah Rio terus menerus, hingga tubuh Rio tersungkur. Rio ingin membalas sebenarnya tapi kekuatannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan Aldan yang terkenal dengan kekuatannya dalam seni bela diri.
Rio sudah tidak berdaya, jujur Aldan heran melihat Rio yang tidak banyak perlawanan kali ini. Baru Aldan ingin memukul Rio lagi, suara mobil polisi menghentikan aktivitasnya. Mungkin karna Aldan masih terkejut dengan suara mobil itu membuat Rio dengan mudah membalikkan posisi. Hingga Aldan berada di bawah tubuh Rio, dengan cepat Rio menghajar tubuh Aldan.
Tapi, Liam selalu ada. Liam menghajar Rio lalu membawa Aldan untuk segera pergi.
“Siala*! Sebentar lagi padahal bajinga* itu masuk kedalam penjara!” Umpat Rio menatap kepergian Aldan dengan para anggotanya.
••
Setelah menghabisi seluruh anggota Rio gengster yang telah berani melakukan tindakan kepada Alya, kini Aldan dan istrinya sudah berlalu pulang menuju Mansion. Tepat pukul 01:00 malam, Aldan dan Alya pulang bersama. Alya terus menggenggam erat tangan Aldan, ia pasrah kali ini dengan pria itu.
Mata Aldan tertuju pada pintu utama yang menjulang tinggi itu. Jujur Aldan merasa sedikit tidak enak hati kali ini, apa lagi kala melihat lampu ruang tamu yang masih menyala. Itu menandakan ada orang yang menunggu kepulangan mereka, sebelum melangkah memasuki Mansion. Aldan menghentikan langkah kakinya, ia berbalik badan untuk melihat keadaan Alya.
“Kau sudah lebih baik?” Tanya Aldan sembari mengelus tangan Alya yang berada didalam genggaman tangannya.
Dari cahaya yang sedikit redup Alya dapat melihat wajah tampan Aldan yang sedikit babak belur. Alya mengangguk mantap, lukanya sudah tidak terlalu sakit karna sudah diobati tadi. “Aku sudah merasa lebih baik, sekali lagi.. Terimakasih.” Ucap Alya yang langsung membuat Aldan tersenyum sangat tipis.
“Begini, Al.. Nanti saat masuk kau melihat ada ayah, segera naik ke kamar. Jangan hiraukan aku, jangan pikirkan aku. Mengerti?”
Jujur, Alya tidak mengerti dengan maksud dari Aldan. Tapi, Alya menjadi teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Dimana Aldan dihajar habis-habisan oleh kata-kata oleh Aslan. Sontak Alya langsung menganggu mantap kepada sang suami. Barulah Aldan mengajak Alya untuk masuk, sekalipun jantung Aldan berdebar kali ini.
~
Kala menuju ruang tamu, benar dugaan Aldan ada Aslan yang duduk dengan tatapan super tajam bersama dengan Claudia.
“Dari mana saja kau anak nakal?!” Suara itu menggema di ruangan.
Aldan dan Alya sudah berada tepat di hadapan kedua orang tuanya, Aldan mengarahkan Alya untuk segera pergi.
“Masuklah kedalam kamar, jangan lupa berganti pakaian. Lalu, tidurlah..” Sempat sempat nya Aldan memberikan wejangan kepada Alya.
Tentu saja Alya mengangguk cepat, ia tersenyum kepada kedua mertuanya lalu melangkah pergi sekalipun Alya ragu untuk meninggalkan Aldan yang mungkin sedang dalam masalah.
Baru Alya berjalan satu langkah, Aslan sudah bangkit menuju Aldan hingga membuat Alya menghentikan langkah nya.
“Ayah dengar dari anak buah, jika kau memberontak lagi. Kau tawuran dengan genk tidak berguna mu itu, sebenarnya apa tujuan hidup mu, Aldan?!” Hardik Aslan dengan tatapan sangat tajam membuat Alya menciut.
Tapi, dengan beraninya Aldan membalas tatapan tajam itu dengan ekspresi tenang.
“Aku pergi kala semua tugasku sudah selesai, ayah. Anggap saja aku bersenang-senang, tidak sedang memberontak.” Bela Aldan.
“Diam kau!” Aslan semakin marah, suara nya menggema membuat Alya memejamkan matanya karna takut.
“Kenapa Alya terluka? Pasti karna ulahmu, karna kau memiliki musuh dimana-mana hingga membuat Alya terkena imbasnya bukan?” Pertanyaan Aslan tidak bisa dijawab Aldan sedikitpun.
“Kau memang suami tidak berguna!”
Plak
Satu tamparan mendarat kepada Aldan yang tidak sempat membela diri. Alya terkejut tentunya, apa lagi Aslan tidak hanya menampar satu kali tapi berulang kali.
“Kau anak tidak berguna yang hanya tau ribut dijalan! Ayah tidak tahu, kenapa bisa memiliki anak nakal seperti mu! Aldan, sekarang kau benar-benar membuat ayah marah..” Hardik Aldan sembari menarik kerah baju putranya yang hanya diam dengan segala pukulannya.
Alya tidak terima, ia lebih heran lagi melihat Claudia hanya diam kala melihat Aldan dihajar seperti itu. Alya menolong Aldan, ia menarik tangan Aldan hingga terlepas dari cengkraman Aslan.
“Stop, ayah! Jangan sakiti suamiku lagi, aku seperti ini karna ulahku sendiri. Berhentilah menyalahkan Aldan atas segala masalah yang terjadi, dia tidak sial seperti itu!” Ujar Alya membela sang suami.
Aslan hanya diam tidak bisa berkata apapun, ia melihat Alya yang menangis kala memegang wajah tampan Aldan yang sudah babak belur malah ditambah ditampar Aslan lagi.
“Ayah memukul Aldan, sama saja dengan memukul Alya. Aku tidak terima, aku sudah berhak atas Aldan sekarang. Milikku jangan disakiti, sekalipun kalian orang tuanya!” Ucap Alya dengan sangat tegas.
Claudia dan Aslan saling tatap satu sama lain, sudah pasti mereka tidak menyangka kalau Aldan dan Alya bisa saling melindungi seperti ini.
••
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments