PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)

Setelah mendapatkan kabar buruk itu dari Zea tanpa berpikir panjang lagi, Aldan memberi perintah kepada seluruh anggotanya untuk segera mencari markas genk motor Rio. Kini Aldan ditemani Liam mencari disalah satu tempat yang dicurigai mereka jika ada Rio disana. 

“Aku sudah duga, jika pasti ada hubungan yang tidak biasa antara Alya dan Rio.” Ucap Aldan kepada Liam yang saat ini sedang memeriksa kertas-kertas berserakan dimeja. 

Liam tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Aldan, ia merasa seperti markas ini baru saja di tinggalkan. “Aku yakin, mereka baru saja meninggalkan tempat ini.” Ucap Liam yang langsung membuat tangan Aldan mengepal erat. 

Baru Aldan ingin bicara, ponsel Liam berbunyi. Dimana salah satu anggota mengatakan jika menemukan keberadaan genk motor Rio Gengster. Sontak Aldan dan Liam langsung menuju lokasi yang ditunjukkan. Sudah pasti sepanjang perjalanan Aldan merasa khawatir, ia takut terjadi hal buruk kepada Alya yang sekarang telah menjadi tanggungjawab nya. 

Di jalan yang sepi, Aldan menghentikan sepeda motornya kala melihat Alya yang duduk dipinggir jalan. Hanya seorang diri, gadis itu menunduk dengan menutupi wajahnya. Mata Aldan mengelilingi jalan yang sepi, ia tidak ada melihat pasukan Rio satupun. 

Alya bangkit kala mendengar suara sepeda motor, ia melihat Aldan yang menatapnya sangat tajam. Dengan sedikit pincang, Alya berjalan kearah Aldan. Dan tentu saja cara Alya berjalan membuat darah Aldan mendidih. 

“Apa yang terjadi padamu?!” Tanya Aldan dengan intonasi yang tinggi. Suasana yang sepi membuat suara Aldan terdengar nyaring. Bahkan anggota yang lain pergi untuk mencari keberadaan Rio, mereka yakin kalau Rio pergi belum jauh. 

Aldan turun dari sepeda motornya, hatinya merasa sakit kala melihat darah dilutut Alya. Sekalipun Aldan selalu suka membuat Alya menangis, tapi ia tidak pernah suka melihat Alya terluka seperti ini. 

“Kau kenapa, Al?” Tanya Aldan kala Alya sudah berada tepat di hadapan nya. 

Alya terduduk, ia menangis kencang membuat Aldan semakin emosi. Tangan Alya memegang luka di lututnya, lalu disekitar siku tangannya. 

“Katakan, apa ini semua perbuatan bajinga* Rio itu?” Tanya Aldan penuh menahan emosi. 

Tidak menjawab, Alya hanya diam dengan isak tangisnya. “A-ak-aku.. Ha-hampir di-di_” Suara Alya tercekat, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Alya berlutut di kaki Aldan, membuat Aldan langsung terkejut. 

“Maafkan aku, Aldan.. Maafkan aku..” Alya memeluk kaki Aldan yang berusaha membuatnya bangkit. Jujur, Aldan belum mengerti dengan semua tangis dan arti kata maaf yang Alya maksud. Semakin Aldan bertanya maka Alya semakin menangis. 

Aldan berusaha membuat Alya untuk bangkit, ia menghapus air mata Alya yang terus mengalir. “Tenanglah, jangan menangis lagi..” Aldan menenangkan Alya. 

Tatapan matanya bertemu pada Liam. “Bawa Alya menuju markas, pastikan semua aman. Aku akan cari keberadaan bajinga* itu.”

“Baik, Bos.” Sahut Liam, Aldan menyerahkan Alya kepada Liam orang yang paling ia percaya. Tangan Alya tidak mau terlepas dari Aldan, ia terus menarik tangan Aldan untuk jangan pergi. 

“Jangan pergi, tetaplah disini. Jangan pergi, aku mohon..” Pinta Alya disertai tangis histeris, ia memeluk Aldan sangat erat. Kemungkinan Aldan tidak akan bisa pergi, ia tidak mungkin meninggalkan Alya dalam keadaan seperti ini. 

Bahkan tangis Alya semakin kencang dalam pelukan Aldan, bahkan sampai tidak sadarkan diri. Aldan terkejut tentunya, ia langsung menggendong tubuh Alya yang sudah lemas tidak berdaya. Rasa dendam semakin besar di hati Aldan, ia akan memberi pelajaran tidak terlupakan kepada Rio yang telah berani bermain dengan emosinya. 

“Cari dimana pria bajinga* itu berada, kalau tidak kalian temukan malam ini.. Jangan harap kalian bisa melihat besok pagi!” Perintah Aldan penuh ancaman, sontak anggota yang tersisa langsung melakukan tugasnya. 

~

Aldan tidak mau mengambil resiko dengan membawa Alya pulang ke Mansion, ia membawa Alya menuju markas utama. Aldan telaten mengurus Alya, memberikan wangi-wangian sebanyak-banyaknya agar Alya segera tersadar dari pingsan nya. 

“Apa Alya hampir saja diperkosa oleh mereka?” Tanya Aldan kepada Liam yang duduk tidak jauh darinya. Ntahlah, Liam tidak berani membawa apapun. Hanya diam menatap kasihan Alya yang masih juga belum sadarkan diri. 

“Aku tidak pernah tahu seperti apa masalah pribadi, Alya. Aku mau besok bawa Hadzel menjelaskan semua ini.” Kata Aldan lagi yang langsung mendapatkan anggukan mantap dari Liam. 

Aldan menatap intens kepada Alya yang masih belum sadarkan diri. Ada begitu banyak pertanyaan dibenak Aldan kepada sang istri, apapun yang terjadi. Aldan berjanji tidak akan meninggalkan Alya, ia menerima semuanya kekurangan yang Alya punya. 

Mata Alya perlahan terbuka, Alya langsung bangkit dari tidurnya. Ia menatap sekeliling dengan penuh ketakutan, hingga tatapan matanya bertemu dengan mata Aldan. Sontak Alya langsung memeluk Aldan, ia lega bertemu dengan pria yang merupakan suaminya. 

“Katakan kepada ku, Alya. Apa yang sudah Rio lakukan kepadamu?” Aldan terus menuntut jawaban itu, ia tidak akan tenang sebelum Alya menjelaskan semuanya. 

“Dia hampir memperkosa ku, aku kabur.. Aku dipukul Rio, dia selalu kasar kepadaku.” Alya mengadu kepada Aldan yang masih mencerna semua aduan itu dengan baik. 

“Selalu kasar?”

“Sebenarnya Rio adalah mantanku, dia toxic, Aldan. Dia selalu memukul dan menyakiti tubuh dan juga hatiku. Dia tidak pernah puas melihatku bahagia, dia selalu menyakiti hidupku.” Alya jujur semuanya kepada Aldan, menurutnya tidak ada yang perlu disembunyikan lagi. 

Mata Aldan tertuju pada kancing dress Alya yang hilang sebanyak 3 kancing. Aldan langsung berdecak, ia membayangkan jika Rio telah melakukan hal yang tidak tidak. 

“Aku minta maaf, tapi aku benar-benar belum disentuh oleh pria itu. Aku berhasil kabur, sekalipun tanganku terkena senjata tajam kala memberontak.” Alya menjelaskan yang sebenarnya. Ia tidak yakin apakah Aldan akan percaya atau tidak, ia pasrah saat ini. 

“Aku masih suci, Rio tidak melihat seinci pun bagian tubuhku yang seharusnya milikmu, Aldan. Aku mengatakan yang sebenarnya, aku menjaga dengan baik tubuhku karna kau adalah suamiku.” Jelas Alya lagi. 

“Tapi, yang kau lakukan bisa membuat mu mati, Alya!”

“Lebih baik aku mati, dari pada aku harus kehilangan mahkota ku dengan cara seperti tadi, Aldan..” Ucap Alya disertai isak tangisnya, ia tegas menyakinkan Aldan dengan segala perjuangan nya tadi. 

“Aku percaya padamu, terimakasih sudah memperjuangkan itu untukku.” Ucapan Aldan membuat Alya menunduk, ia terkejut kala Aldan memasangkan jaket ditubuhnya. 

“Tetap disini, aku akan beri pelajaran kepada pria tidak berguna itu.” 

Alya ingin menghentikan langkah sang suami, tapi Aldan sudah berlalu pergi dengan langkah kaki yang sangat cepat. Tatapan mata Aldan tadi sungguh tajam, jujur Alya takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Aldan. 

“Tenanglah, Alya. Aldan akan baik-baik saja, dia pandai menjaga diri. Malah dia tidak akan baik-baik saja jika membiarkan Rio tetap tenang, kau tetaplah disini.” Ucap Liam sembari bangkit meninggalkan Alya seorang diri. 

Tatapan mata Alya penuh tertuju pada bayangan Aldan yang sudah tidak terlihat lagi. Disebalik hati Alya menyadari sifat Aldan yang cukup manly dalam menjaganya. Alya memegang jaket Aldan yang ada pada tubuhnya, ia tersenyum tipis kala mengingat semua yang telah Aldan lakukan untuk hidupnya. 

Terpopuler

Comments

😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021

😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021

🤣🤣🤣🤣🤣
hello guys mampir di novel ku juga ya😊😊

2024-06-28

2

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!