Alya dan Zea menuju toko buku yang diinginkan oleh sang adik ipar. Sebenarnya Alya tidak tahu apa yang akan dicari Zea, dirinya hanya ikut untuk menghilangkan rasa kesal yang ada didalam hati kepada Aldan. Kebetulan juga Zea mengajaknya keluar untuk mencari buku, dengan senang hati Alya mau menemani.
Tatapan mata Alya mengelilingi toko buku, hingga ia tidak sengaja melihat Rio. Alya jadi salah tingkah, ia ingin keluar dari toko buku itu sekarang sebelum Rio menyadari keberadaannya.
“Zea, sudah ketemu belum buku yang kau cari?” Tanya nya, Kebetulan Zea sudah mendapatkan nya.
“Sudah, Kak. Ini tinggal ke kasir.” Jawab Zea sembari melangkah menuju kasir. Dengan penuh ketakutan Alya mengikuti langkah kaki Zea menuju pembayaran, ia melirik kearah Rio yang sudah keluar dari toko buku.
Barulah Alya menghela napas lega, ia tenang sekali karna Rio tidak menyadari keberadaannya.
“Sudah, Kak..” Ucap Zea membuat Alya terkejut. Ia sampai mengelus dadanya membuat Zea heran.
“Kakak kenapa? Kok seperti melihat hantu aja dari ekspresi wajahnya?” Tanya Zea sambil menaruh buku yang ia beli kedalam tas selempangnya.
“Nggak ada, kita makan sesuatu yang manis yuk.” Ajak Alya untuk mengalihkan perhatian dari Zea.
•
Mereka pergi menuju penjual crepes, Alya memesan rasa pisang sama dengan Zea. Sambil duduk mereka saling bercerita satu sama lain, bahkan tertawa bersama kala Zea menceritakan hal yang lucu kepada Alya.
“Hei, Aya..” sapa seorag pria yang langsung duduk disamping Alya.
Alya mengenal suara itu, ia sungguh takut melihat sang pemilik suara yang menyapa dirinya. “Mati aku!” Kata Alya didalam hati.
“Aya, kau tega sekali mengabaikan aku dengan cara seperti ini..” Rio terus protes kepada Alya yang kini sudah menatapnya. Alya menghela napas berat, ia tidak tahu harus dengan cara apa berkata dengan Rio.
“Apa yang harus kita bicarakan lagi, Rio.. Semua itu sudah berakhir, kau sendiri yang mengakhiri semua itu.” Ucap Alya sembari bangkit, ia menarik tangan Zea untuk segera pergi.
Zea hanya diam mengikuti saja kemauan Alya, ia bahkan takut mau bertanya.
“Mengakhiri apa? Kau sendiri yang egois, kau salah paham, Aya.” Bela Rio yang langsung membuat Alya menatapnya tajam.
“Salah paham? Jangan kau kira aku tidak punya bukti atas semua perlakuan mu kepada ku ya, Rio. Aku punya semua buktinya sampai sekarang, jangan merasa paling tersakiti deh!” Kata Alya sembari melangkah pergi bersama dengan Zea.
Rio tidak putus asa, ia terus mengejar langkah kaki Alya. Tidak perduli dengan banyak orang yang menatap mereka aneh, Rio hanya ingin Alya kembali mempercayai lagi.
“Alya tunggu!” Rio terus memanggil sekalipun Alya terus berjalan cepat.
Bahkan menuju luar halaman Mall, Alya dan Zea menunggu pak supir. Sudah pasti Alya semakin takut, apa lagi kala melihat pasukan Rio yang seperti menatapnya dari kejauhan.
“Kak, mereka siapa?” Tanya Zea, ia menggenggam erat tangan Alya karna merasa takut.
“Tenanglah, Zea.. Ada aku, mereka tidak akan bisa menyakiti kita.” Alya berusaha menenangkan Zea sekalipun dirinya sendiri takut sebenarnya.
Sepeda motor Rio berhenti tepat di hadapan Alya, pria itu tersenyum sinis kepada Alya yang mengabaikan dirinya lagi dan lagi.
“Kau ada hubungan apa dengan Aldan, Aya?” Tanya Rio dengan suara beratnya.
“Kau sudah beri apa aja kepada pria itu, hingga Aldan menghajar aku hanya karna menghinamu.” Sambung Rio bertanya kepada Alya yang kini menatapnya tak kala tajam.
“Maksud mu apa?!”
“Dia menyebut mu wanita ku, apa kau waras, ha?!” Bentak Rio yang langsung membuat mata Alya terpejam. Rio turun dari sepeda motornya, ia mendorong tubuh Zea hingga tersungkur.
“Ayo pergi bersama ku!” Ajak Rio dengan menarik paksa tangan Alya. Sudah pasti Alya tidak mau, ia memberontak berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan Rio.
“Aku tidak mau, aku tidak mau ikut denganmu!” Alya terus memberontak sekuat tenaga, bahkan Zea berusaha membantu tapi semua tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Rio yang memiliki tubuh jangkung.
“Lepasin, Rio!”
“Diam dan patuh, atau aku akan menyuruh mereka..” Tangan Rio menunjuk kepada deretan anggotanya. “Aku akan menyuruh mereka untuk memperkosa gadis kecil itu, bagaimana?”
Alya memejamkan matanya, air matanya jatuh sudah. Lagi dan lagi adegan masa lalu yang selalu Alya lupakan, terjadi lagi. Alya menatap tajam Rio, ia tidak tahu kenapa pria itu selalu saja obsesi kepada hidup nya.
“Ayo, aku ikut denganmu.” Alya mengalah, ia mengajak Rio untuk segera pergi dan meninggalkan Zea yang terus memanggilnya.
“Kak, jangan.. Kak Alya!” Zea berteriak memanggil nama Alya, tapi wanita itu tetap pergi bersama dengan Rio. Bahkan sudah naik sepeda motor, melaju dengan kecepatan tinggi disusul oleh anggota lain.
Zea kebingungan, ia mencari supir yang mengantar nya tadi. Zea yakin pasti genk motor Rio telah membuat supir tidak bisa menemukan mereka. Dan benar dugaan Zea, tanpa banyak berpikir lagi Zea langsung mengajak pak supir untuk segera pulang.
••
Disisi lain Aldan baru saja selesai dengan pelajaran mengenai saham Perusahaan. Ia merapikan semua barang-barang belajar nya sambil melirik kearah jam dinding. Sudah malam tapi Alya dan Zea tak kunjung pulang. Aldan benci dengan ketidakpatuhan seperti ini, sudah berjanji maka harus menepati.
“Dasar tikus, selalu saja semena-mena. Tidak pernah menghargai ucapannya sendiri, bocah tantrum!” Aldan terus mengomel, ia takut kalau Aslan keburu menyadari ketidakberadaan Alya di Mansion.
Saat Aldan bangkit dari duduknya, ia mendengar suara Zea dari kejauhan. Terlihat Zea mengintip dari pintu masuk utama, Aldan tentu saja heran dengan itu. Ia langsung pergi menuju sang adik, Aldan juga tidak sabar memarahi Alya yang sudah tidak tepat janji.
“Kemana aja kalian? Dari siang keluyuran sampai malam begini, tidak dengar apa yang aku katakan tadi, ha?!” Aldan malah langsung mengomel membuat Zea semakin panik.
Mata Zea melihat kesana-kemari, ia takut kalau ada Aslan dan Claudia.
“Ada apa si? Dimana Alya, kok tidak bersama mu?” Aldan menarik tangan Zea, ia panik tentunya.
“Kak, sebelumnya maaf.. Kak Alya dibawa oleh pria genk motor.”
“APA?!!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
febby fadila
salah kamu si knp juga harus bawah alya di t4 balapan...eeiiittt apa alya dan rio punya masa lalu
2025-02-22
0