PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)

Sepulang sekolah sesuai perkataan Aldan dari pesan singkat, kini Alya menunggu Aldan dipagar belakang. Alya sudah menunggu sedari tadi, tapi tak kunjung melihat kedatangan Aldan juga. Sudah pasti Alya terus mengumpat Aldan yang lama sekali, ntah apa yang sedang dilakukan pria itu. 

Hingga suara sepeda motor Aldan terdengar, sontak Alya langsung tersenyum senang. Bukan karna kedatangan Aldan tapi karna akhir penantian sedari tadi berakhir juga. Tapi, senyuman diwajah Alya memudar karna melihat Aldan yang datang bersama dengan Liam. 

“Ayo, naik.” Perintah Aldan kala sudah berhenti tepat disamping Alya yang malah seperti pura-pura tidak melihat kedatangannya. “Kau ini kenapa?” Tanya Aldan dengan tangan mengambil helm dari Liam. 

“Aku sedang menunggu taxi, tidak menunggu mu.” Kata Alya sembari memberi kode kepada Aldan supaya mengerti dengan maksud perkataan nya. 

Aldan dan Liam saling tatap satu sama lain, lalu tertawa bersama. “Tenanglah, Liam sudah tahu semuanya. Sekarang cepetan naik, bocah!”

Seketika Alya terkejut bukan main, ia menatap kearah Liam yang terlihat biasa saja sambil menyalakan sepeda motornya. 

“Heh, yaelah, mala melamun.” 

Ucapan Aldan membuat Alya tersadar, ia mengambil helm dari tangan Aldan. Memakainya sambil mengumpat Aldan yang sedari tadi terkekeh bersama dengan Liam. 

“Aku mau balap motor nanti, untuk dapat keadaan aman dari ayah dan bunda.. Kau aku ajak deh, dari pada ngomel nanti.” Ujar Aldan sembari membantu memasangkan helm Alya yang tidak terpasang dengan benar. 

Tentu saja Alya menolak, ia tidak mau ikut dengan Aldan ke markas. Tidak hanya karna banyak pria disana, tapi juga Alya takut dengan pasukan genk motor. 

“Aku minta tolong, Al.. Janji deh, setelah ini kau mau minta barang mahal apapun.. Bakal aku turutin.” Aldan memberikan tawaran yang cukup menarik perhatian Alya. 

“Nggak hanya itu, aku temani deh belanjanya. Bahkan aku yang bawakan semua tas belanja itu, setelah nya.. Aku pijat karna mungkin kau kelelahan seharian berbelanja.” Aldan memberikan tawaran yang menarik lagi kepada Alya yang terlihat sedang berpikir serius. 

Tangan Alya bersedekap didada, ia melihat Aldan dari atas sampai bawah. Lalu melihat kearah Liam yang sedang berusaha untuk tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. 

“Gimana?” Aldan bertanya karna sudah tidak sabar menantikan jawaban Alya. 

Lama berpikir hingga membuat Aldan menguap ntah sudah beberapa kali. Pada akhirnya Alya mengambil keputusan untuk mau menemani Aldan hari ini. Aldan hanya bisa menghela napas panjang saja, kalau tidak karna dirinya butuh.. Maka tidak perlu repot-repot merayu Alya seperti tadi. 

“Dasar bocah tantrum!” Umpat Aldan didalam hati. 

Aldan benar-benar membawa Alya menuju tempat dimana balap itu akan diadakan. Tempatnya sepi, dan ini pertama kalinya Alya ketempat ini. Mata Alya dapat melihat sekelompok genk motor yang menatap tak suka kearah Aldan yang sedang bersiap-siap. 

“Aldan, kau benar mau balapan?” Tanya Alya dikala Aldan sedang menyiapkan segala persiapan. 

“Iya, pertanyaan mu aneh. Sudah, jangan bawel. Duduk manis disana, tunggu aku.” Tangan Aldan menunjuk pada bangku yang telah disediakan oleh Liam dan anggota lain. 

Alya mengerucutkan bibirnya, ia khawatir tentunya dengan keadaan Aldan nanti. Melihat lawan Aldan seperti nya ganas, bagaimana pun Alya tidak mau terjadi hal buruk kepada sang suami ter nyebelin nya. 

“Tunggu apa lagi, cepatan kesana, Al. Nanti aku susul, sekalian bawa eskrim.” Ntah kenapa Aldan bisa mengatakan hal seperti itu. Hingga Alya bisa tersenyum sekalipun itu sangat tipis, Alya bangkit hingga kini berhadapan dengan Aldan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan tubuhnya yang mungil. 

“Hem, kau hati-hati. Aku tidak mau kau mati, lalu aku menjadi janda muda.” Celetuk Alya yang langsung membuat Aldan melengos. 

“Sudah sana buruan pergi sama Liam, duduk manis jangan lakukan apapun.” Peringatan Aldan diangguki oleh Alya. Ia melangkah pergi dengan diarahkan Liam di sebuah bangku yang sudah disiapkan sedari tadi. 

Posisi Alya sedikit jauh dari Aldan, tapi ia dapat melihat dengan baik apa yang dilakukan pria itu. Dimana Aldan sedang sibuk memanaskan mesin motornya sambil bercerita dengan Liam dan anggota lainnya. 

Bahkan Alya duduk di bangku yang mana tertera bendera bertuliskan, Matthew Angel. 

“Hem, jadi Aldan bener-bener ketua genk motor itu..” Bahkan sekarang Alya seakan tidak percaya. 

Selama ini Alya sering mendengar gosip yang beredar tentang Aldan yang merupakan ketua genk motor terbadas. Hanya saja Alya tidak mempercayai itu, sekarang ia melihat dengan mata kepala sendiri. Dimana dengan begitu gagahnya Aldan memerintah setiap anggota genk motornya. 

“Kalau sudah begitu, ntah kenapa.. Hilang sudah wajah ngeselinnya.” Gumam Alya didalam hati sembari menatap Aldan dari kejauhan. 

Suara motor menderu dengan sangat kencang, Aldan bertanding dengan ketua genk motor dari sekolah lain. Tatapan mata Aldan sangat tajam mengarah lurus kedepan, ia siap dengan segala resiko apapun itu. 

“Hei, Aldan!” Sapa lawan di sampingnya yang bernama Rio. 

Sontak mata tajam Aldan langsung tertuju kepada Rio, pria angkuh itu terkekeh kepada Aldan yang berekspresi datar. 

“Ternyata sekarang ketua Matthew Angel, kemana-mana sudah membawa pelacu* nya.” Ejek Rio disela suara motor yang menderu. 

“Jaga bicara mu, bangs**!” Maki Aldan, tangan Aldan bahkan menunjuk kearah Rio disertai tatapan mata yang sungguh tajam bagaikan anak panah. “Dia bukan pelacu* seperti kekasihmu, sudah ku katakan.. Dia tidak pelacu*!” Aldan mempertegas semuanya. 

Seperti biasa tugas Rio hanyalah menertawakan, ia menatap penuh kearah Alya yang tengah makan rujak yang dibawakan Liam tadi. 

“Oh berarti dia wanita baik-baik, ck.. Cantik juga, lain kali boleh juga aku ngerasa dia seperti apa.” Ucap Rio yang berhasil membuat darah Aldan mendidih. 

Tanpa berpikir panjang, Aldan langsung turun dari sepeda motornya. Ia menarik kera jaket Rio, menatap Rio sangat tajam. 

“Jaga bicara mu, kau kira dia apa, ha?! Brengse*!” Maki Aldan hingga Rio jatuh tersungkur dari motornya. 

Sontak semua anggota jadi ricuh, apa lagi genk motor Rio yang tidak terima dengan semua perlakuan Aldan. 

BUGH

Aldan menghajar Rio habis-habisan, banyak anggota Rio yang ingin menolong. Tapi, Aldan terdengar ganas kalau sudah terpancing amarah. Hingga kini tangan Aldan menarik kera baju Rio hingga pria itu dekat dengannya. 

“Tugasmu hanya lawan aku dalam balapan motor ini, bukan menghina wanita ku! Ingat, lawan aku di balapan ini, bukan.. Menghina wanita ku!” Peringatan Aldan dengan suara yang penuh penekanan. 

Aldan menghempas tubuh Rio begitu saja, ia mengelap tanganya dengan sapu tangan yang dilemparkan salah satu anggota. 

Tatapan mata Aldan tertuju pada Alya yang menatapnya juga dari kejauhan. Alya tidak akan mendengar apa yang dikatakan Rio, Aldan lega dengan itu. 

Terpopuler

Comments

Reni Anjarwani

Reni Anjarwani

doubel up

2024-06-16

1

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!