PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)

Tengah malam Alya terbangun dari tidurnya karna mendengar suara yang aneh. Ini malam kedua Alya tinggal di Mansion Matthew, tentu saja Alya belum bisa tertidur lelap karna masih belum merasa nyaman. Alya melihat sekeliling kamar yang sepi, ia baru sadar jika Aldan belum pulang sampai seluruh malam ini. 

“Tu orang main kemana? Jam segini belum pulang, sebaiknya aku aduin sama Ayah dan bunda.” Ucap Alya sembari menyanggul rambut panjang nya. 

Perlahan Alya turun dari atas tempat tidur, menghabiskan satu gelas minum yang sengaja ia bawa tadi malam. Alya berjalan perlahan menuju luar kamar, kala membuka pintu pandangan Alya tertuju kepada salah satu ruangan yang lampunya menyala. 

Kedua alis Alya mengernyit, ia merasa aneh dengan itu. “Bukannya itu ruangan kosong, kok lampunya nyala?” Alya bertanya-tanya sendiri. Untuk memecahkan rasa penasaran, Alya memberanikan diri menuju ruangan itu. 

Semakin dekat langkah Alya ke ruangan itu, telinga Alya mendengar suara ketikkan. Seperti seseorang yang sedang mengetik, Alya semakin penasaran. Kebetulan pintu ruangan tidak terkunci, malah terdapat celah yang bisa membuat Alya melihat ada apa di ruangan itu. 

Ternyata di ruangan itu ada Aldan dan Aslan yang seperti sedang mengerjakan sesuatu. 

“Kamu ini bagaimana si Aldan? Ayah sudah bilang, tinggalkan hobi kamu itu.. Fokus sama Perusahaan, karna ini masa depan kamu.” Hardik Aslan sembari melempar pulpen kearah Aldan yang menunduk. 

Ntah kenapa Alya menjadi merasa kasihan melihat Aldan diperlakukan seperti itu. 

“Ayah malu tahu, semua anak teman ayah sudah bisa melalukan tugas saham Ayahnya. Kalau kamu, taunya malah buat ulah dengan genk motor kamu itu.” Omel Aslan lagi yang membuat Aldan kini mendongak menatap sang ayah. 

“Ayah.. Aldan juga ingin menjalankan hobi dan juga tanggungjawab. Selama ini, Aldan hanya baru melakukan kesalahan ini saja. Tapi, ayah berbicara seolah Aldan sering melakukan kesalahan.” Aldan protes, ia menatap tajam sang ayah yang juga menatapnya tak kala tajam. 

“Aku kesulitan membagi waktu, Ayah.. Banyak hal yang harus Aldan tanggungjawabi padahal sudah jelas itu bukan tanggungjawab Aldan!” Protes nya lagi. 

Aslan terdiam. “Ayah tidak tahu seperti apa usaha Aldan selama ini, ayah hanya tau ngungkit dan menyalahkan_”

“Diam kamu! Kamu berhak apa berbicara seperti itu kepadaku, ha?!” Sela Aslan diselingi bentakkan membuat Alya langsung tersentak. 

“Kamu yang salah, kamu yang tidak bisa menerima situasi. Sekarang ayah mau kamu tetap ada kelas dengan Farid, setiap kinerja kamu akan ayah perhatikan.” Perintah Aslan seperti enggan terbantahkan. 

Aldan hanya diam, kediaman itu dianggap persetujuan oleh Aslan. Alya dapat melihat Aslan yang mau keluar dari ruangan itu, ia langsung bersembunyi dibalik lemari yang kebetulan ada didekat sana. Lemari kaca yang berisi berbagai perabotan mahal. 

Kepergian Aslan membuat Alya menghela napas lega, ia melihat Aldan yang juga keluar dari ruangan itu. Terlihat sekali raut wajah Aldan seperti seseorang yang tidak mau diganggu, Alya jadi ragu untuk menyapa pria itu. 

Sesampainya di kamar, Aldan langsung duduk disofa. Ia melempar dokumen yang ia bacakan tadi dengan Aslan. Mata tajam Aldan menatap dokumen itu, ia menghela napas panjang kala mengingat setiap perkataan sang ayah tadi. 

Aslan memang cukup tegas dan keras dalam mendidik nya. Semua ini semakin lebih keras kala Aslan diagnosis sakit jantung parah, mau tidak mau Aldan yang masih berusia muda harus terjun memahami saham yang cukup sulit bagi anak seusianya. 

Mata Aldan tertuju kepada tempat tidur, ia heran karna tidak ada Alya disana. 

“Lah, kemana tu bocah?” Aldan ingat sekali jika tadi sebelum membicarakan soal pekerjaan ia sempat melihat Alya tertidur pulas. 

Tentu saja Aldan menjadi panik, ia bangkit untuk mencari keberadaan Alya. Tapi, baru melangkah satu langkah.. Pintu kamar terbuka, terlihat Alya yang masuk kedalam kamar dengan tangan membawa segelas susu. 

“Kau dari mana?” Tanya Aldan dengan tangan berkacak pinggang. Ia menatap Alya dari atas sampai bawah, ia benci karna Alya sudah membuat nya sempat panik tadi. 

“Aku dari bawah buat susu, lagi nggak bisa tidur.” Tentu saja jawaban Alya bohong, ia tidak mau memberitahu Aldan apa yang ia lihat tadi. 

Aldan kembali duduk di sofa, ia terlalu lelah untuk menanggapi Alya lagi. Dan disaat itulah Alya menyusul ikut duduk disebelah Aldan, ia merasa kasihan dengan pria yang ber notabene suaminya itu. 

“Hem, Kau belum ada tidur ya?” Tanya Alya sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 04:00 pagi. 

“Aku jarang tidur malam, insomnia.” Jawab Aldan cepat yang tentunya itu bohong. Sebenarnya Aldan ingin sekali tidur cepat, tapi semua tanggungjawab ini membuat jatah tidurnya berkurang. 

Alya menjadi kasihan dengan sang suami, ia tahu kalau Aldan lagi berperang dengan rasa ngantuk. Wajar saja Aldan selalu tertidur dikelas, ya karna kurangnya waktu tidur malam. 

Bahkan posisi duduk saja Aldan tertidur pulas, dengan tangan menopang wajah tampannya. Alya merasakan kedamaian kala melihat Aldan tertidur, wajah tampan yang ngeselin itu terasa menghangatkan hati Alya. 

Pelan-pelan Alya bangkit dari duduknya, ia tidak mau ada satu pergerakan nya yang bisa membangunkan Aldan dari tidurnya. Alya mengambil selimut kecil, ia menyelimuti tubuh Aldan agar tidak merasa kedinginan. 

“Sudah..” Alya tersenyum manis kala selimut itu sudah terpasang rapi. Tiba-tiba senyum itu memudar kala Alya menyadari kepedulian nya terhadap Aldan. “Apa yang kau lakukan, Alya?!!” Alya mengumpat dirinya sendiri. 

Dengan sedikit bergidik Alya melangkah cepat menjauhi Aldan, ia merasa geli karna sudah perhatian kepada pria itu. 

“Ck, kalau dia tahu.. Bisa mati malu aku.”

Suara pintu diketuk membuat Alya terkejut, ia langsung cepat-cepat membuka pintu takut kalau suara pintu diketuk bisa membangunkan Aldan dari tidurnya. 

“Ada apa?” Tanya Alya kepada seorang pelayan yang terlihat membawa pakaian. 

“Tadi saya melihat nona sudah bangun, jadi ini mau memberikan seragam sekolah yang sudah saya siapkan.” Ucap pelayan itu, Alya menerima lipatan seragam itu dengan senyuman terbaiknya. 

“Terimakasih, Bi..” Pelayan itu berlalu pergi. 

Alya menutup pintu penuh hati-hati, ia melihat seragam nya dengan seragam Aldan yang berada di lipatan yang sama. Senyuman tipis terbit di wajah Alya, ia tidak menyangka akan berada di posisi ini dengan Aldan, pria nakal serta jahil yang pernah ia temui seumur hidup nya. 

Terpopuler

Comments

Adit monmon

Adit monmon

🤣🤣

2024-06-12

3

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!