PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)

Aldan tidak mengerti kenapa juga Alya menyuruhnya untuk bersembunyi. Tentu saja Aldan menggelengkan kepalanya, ia sudah cukup lelah menghadapi mood Alya hari ini. 

“Jangan ngaco deh, Al..” 

Alya kesal karna Aldan tidak percaya dan malah sekarang duduk santai menikmati udara di dalam restoran. Alya tidak ada pilihan lain, selain memaksa pria itu untuk bersembunyi. Karna teman-teman sekelas sudah melangkah lebih dekat menuju Restoran. 

Tanpa permisi Alya langsung memaksa Aldan untuk bersembunyi menuju toilet. Ia tidak mau Hadzel melihat jika dirinya sedang makan bersama dengan Aldan. Kalau ada seseorang saja yang melihat, Alya yakin besok satu sekolah akan heboh. 

“Apaan si?!” Aldan tidak mau, tapi Alya tetap memaksa nya untuk bersembunyi. “Alya!” 

“Kau tetap disini, ada teman-teman ku. Aku tidak mau mereka curiga dengan hubungan kita, jadi tetap diam disini!” Alya memperingati Aldan yang kini hanya bisa menghela napas panjang saja. 

Merasa jika Aldan sudah patuh, maka Alya langsung kembali ketempat duduknya. Kebetulan makanan yang dipesan sudah datang, Alya memakan menu yang ia pesan sambil melirik kearah jalan menuju toilet. 

Alya takut sekali jika Aldan nekad keluar dan tidak mendengarkan semua perintahnya. Tapi disebalik hati Alya juga yakin jika Aldan juga tidak mau hubungan pernikahan mereka terkuak. 

Hadzel menepuk bahu Alya, ia seperti tidak percaya melihat Alya di Restoran makan seorang diri. Lama berteman dengan Alya, Hadzel tidak pernah mendapati Alya bepergian seorang diri. 

“Lo kok disini, Al? Sendirian aja? Tumben..” Belum apa-apa Hadzel sudah menyerang Alya dengan banyak pertanyaan. 

Tidak terbayang dibenak Alya jika tadi masih ada Aldan disekitarnya, sudah pasti satu sekolah heboh akan berita dahsyat itu. 

“Tadi sama Ayah dan ibu gue, tapi mereka sudah pulang lebih dulu. Biasa deh, ayah dan ibu tukang sibuk.” Alasan yang cukup pas hingga tidak memancing kecurigaan dari Hadzel. 

“Ini ramen siapa?” Tanya Hadzel lagi, ia tahu sekali jika Alya tidak suka dengan makanan yang berbahan mie. “Ah lo ngedate ya, Al?” sudah pasti Hadzel jadi curiga. 

Alya menggelengkan kepalanya cepat, ia menyudahi memakan semuanya. Alya memanggil pelayan untuk membayar semua yang ia pesan. Setelah selesai langsung menarik tangan Hadzel untuk pergi dari Restoran itu. Tentunya tidak lupa membawa tas belanjaannya, Alya tidak akan melupakan itu. 

Hadzel bahkan tidak sempat pamit kepada teman-temannya tadi, Alya sudah main mengajaknya pergi. Alya terus membawa Hadzel menuju keluar dari Mall tersebut. 

“Sebenarnya ada apa si, Al?” Tanya Hadzel yang kini sudah berada di wilayah luar Mall. 

Alya merasa ini tidak tempat yang pas untuk menceritakan semuanya, ia membawa Hadzel menuju taman yang berada di dekat Mall. Hadzel merasa Alya akan mengatakan hal yang penting, ia mengikuti saja langkah Alya kali ini. 

Dua gadis cantik itu duduk di bangku taman dengan tangan memegang eskrim. Cuaca terik sangat cocok menikmati semangkuk eskrim, membuat pikiran Alya menjadi segar. 

“Sebenarnya apa si yang mau Lo bicarakan, Al?” Tanya Hadzel lagi, ia sudah mati penasaran sebenarnya. Alya menunduk, ia masih bimbang mau mengatakan hal ini atau tidak. 

“Sebenarnya gue ada masalah yang sangat penting, bisa dikatakan lagi ditimpa musibah.”

“Musibah?” Hadzel semakin tidak mengerti, rasa penasaran sudah pasti semakin tinggi. Apa lagi kala melihat Alya yang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan musibah apa yang ia alami. 

“Kemarin gue dipaksa nikah sama Aldan..” Alya mengakui semuanya, tapi Hadzel malah terdiam dengan sendok eskrim yang menyangkut dibibirnya. “Kemarin gue nikah sama Aldan, Zel..” Alya mengulangi lagi apa yang ia katakan tadi. 

Hadzel mendengar itu hanya saja ia seperti mimpi sekarang. “Aldan sekelas kita atau Aldan adik_”

“Aldan sekelas kita, pria yang selalu saja membuatku sebal setiap pagi. Pria yang selalu membuatku menangis karna kodok, pria nakal yang selalu menganggu ketenangan hidupku!” Alya menjelaskan secara terperinci membuat Hadzel ter pelongo.

Hadzel melempar mangkuk yang sudah kosong itu ke dalam tempat sampah. 

“Al, sumpah ya.. Bercanda Lo itu kali ini nggak asik dan nggak seru.” Hadzel tidak percaya begitu saja. 

“Gue serius, Zel. Gue benar-benar nikah kemarin sama Aldan, gue dipaksa sama orang tua gue. Begitu pula Aldan, kami sama-sama terpaksa.” Alya berusaha menyakinkan membuat kepala Hadzel semakin sakit. 

“Bagaimana bisa?” Hadzel ingin penjelasan lagi, ia belum mengerti sama sekali. Semua ini sungguh mengejutkan, Hadzel seakan mimpi tapi seakan nyata. Ia jadi bingung sendiri dengan semuanya, ia tidak tahu kehidupan Alya selanjutnya. 

Alya menjelaskan semua secara detail dari mulai kejadian terjadi. Hadzel jadi mengerti sekarang, ia memeluk erat Alya yang kini menangis. 

“Gue ikut sedih deh, Al.. Gue nggak bisa apa-apa kecuali nguatin Lo untuk kali ini.” Ucap Hadzel yang mendapatkan anggukan mantap dari Alya. 

“Apapun itu yang terpenting semua ini harus rahasia dari pihak sekolah, ya sekalipun suami Lo ini anak pemilik sekolah.. Tetap saja semua ada aturannya.” Saran dari Hadzel sangat dibenarkan Alya. 

Alya menghela napas lega, rasanya sudah damai sekali membagi cerita dengan sahabat terbaiknya dari kecil. 

“Tapi, Lucu juga kalian selalu bertengkar tiba-tiba saja harus menikah..” Ejek Hadzel disertai tawanya kala mendapatkan tatapan super tajam dari Alya. 

“Gimana rasanya Aldan? Gitu-gitu hampir semua wanita di sekolah tergila-gila sama suami, Lo.” Kata Hadzel lagi, Alya memang membenarkan itu. 

Jujur, Alya tidak tahu alasan apa yang membuat para wanita cinta mati dengan pesona dari Aldan. Jelas-jelas Aldan hanya menang difisik yang tampan serta kekar, lainnya semua minus bagi Alya. Tapi seperti kata Hadzel, bahwa Aldan menampilkan sisi menyebalkannnya hanya kepada Alya seorang. 

Alya merasa semua waktu bersantai cukup sudah, ia mengajak Hadzel untuk pulang bersama. Kebetulan Hadzel bersama pak supir, Alya bisa menumpang sekalian. Alya meminta berhenti di tempat yang sedikit jauh dari pagar utama Mansion keluarga Matthew, gimana pun ia harus menjaga yang namanya privasi. 

“Gue turun disini aja deh, Zel..”

“Lo, yakin?” Hadzel merasa kasihan karna pastinya Alya akan berjalan sedikit jauh dari Mansion. 

“Yakin, gue aman kok.” Alya menyakinkan, hingga Hadzel bisa pergi dengan tenang. 

Kepergian mobil Hadzel, Alya langsung melanjutkan langkahnya. Dengan menenteng tas belanja Alya berjalan dengan bernyanyi, ia sangat bahagia hari ini. Alya bahkan tidak ingat dengan sesuatu yang telah ia lupakan. 

Hingga sekarang Alya memasuki Mansion, ia tersenyum manis kepada Claudia serta Aslan. Kedua orang tua Alya sudah pulang ke rumah mereka selesai sarapan bersama tadi. 

“Alya pulang, ayah.. Ibu..”

Aslan dan Claudia senang melihat Alya yang ceria, mereka lega sekali karna Alya tidak terlalu menangisi takdir nya. Alya menyerahkan barang belanjaan nya kepada pelayan, ia duduk disamping Zea yang sedang menikmati cemilannya. 

“Loh, kamu pulang sendirian aja, sayang?” Tanya Claudia, ia mencari keberadaan Aldan karna jelas-jelas mereka pergi bersama. 

Alya yang loading lama belum ngeh juga dengan hal yang telah ia lakukan. “Iya, Bun..” Jawaban Alya membuat semua orang terkejut apa lagi Aslan. 

“Jadi, Aldan ninggalin kamu di Mall?” Tanya Aslan, hal itu membuat Alya seketika duduk tegak. Ia baru ingat dengan Aldan yang masih ia sembunyikan di Toilet, Alya bingung harus apa sekarang. 

“Emm, sebenarnya.. Aldan ketinggalan di toilet, Ayah.. Bunda..” Alya mengakui kesalahannya. Sontak Claudia dan Aslan saling pandang satu sama lain, apa lagi Zea yang tersedak cemilan yang ia makan. 

Terpopuler

Comments

Zhen

Zhen

lanjut thor

2024-08-06

0

Delvyana Mirza

Delvyana Mirza

Lanjut thor,

2024-06-10

1

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!