Awalnya Aldan ingin membalas semua perbuatan Alya, tapi ia merasa semua itu percuma. Alya juga pasti tidak akan mau mendengarkannya, malah kini pura-pura tertidur dengan memeluk bantal guling. Aldan menghela napas panjang, kenapa juga ia harus menikahi bocah itu?
Aldan menaiki tempat tidur, ia tidur dipaling pinggir. Tidur di lantai tidak pernah Aldan lakukan, dan ia tidak akan rela membiarkan Alya menguasai tempat tidur miliknya.
Alya belum tidur sebenarnya, ia merasakan Aldan yang berbaring disebelahnya. Jantung Alya berdegup kencang, ia sudah berpikir macam-macam. Ini kali pertama dirinya tidur diranjang yang sama dengan pria asing, jujur Alya gugup sekali.
Aldan terlentang memikirkan nasib hidupnya kedepan, ia tidak tahu harus apa dengan pernikahan muda ini. Terlebih lagi dengan semua hal yang sudah Aldan ambil, menyanggupi membahagiakan Alya dihadapan Reygan.
"Apa kau yakin bisa membahagiakan bocah tantrum itu? Lebih tepatnya, apa bocah tantrum itu akan mau bahagia bersama ku?" Aldan bermonolog sendiri didalam hati.
Keduanya saling berperang dengan pikiran masing-masing, hingga terlelap dari tidurnya. Keduanya saling mengubah posisi dengan berhadapan, Tangan Aldan meraih pinggang Alya. Membawa Alya kedalam pelukannya dan itu tidak disadari oleh Alya sama sekali.
•
Pagi-pagi sekali Alya sudah berada di dapur untuk mengambil minum. Tenggorakan nya serasa kering, Alya juga mencuci muka untuk menyadarkan semua ini bukan mimpi.
"Tidak.. Aku tidak bermimpi, sepanjang malam aku dan Aldan saling berpelukan mesra seperti tadi?" Alya bertanya tanya sendiri.
Alya sungguh terkejut mendapati dirinya memeluk Aksa mesra kala terbangun dari tidurnya. Untung saja Aldan tidak tahu itu, ia bersyukur sekali. Kalau Aldan tahu, maka mau dibawa kemana wajah Alya. Sudah pasti Aldan akan mengejek nya seumur hidup, Dan Alya tidak mau dengan penderitaan itu.
"Loh, Alya.. Kamu sudah bangun, sayang?" Suara itu membuat Alya langsung berbalik badan. Ternyata Claudia yang datang menghampiri nya, wanita separuh tua itu selalu saja tersenyum kepada Alya mulai dari pertama kali bertemu.
"Sudah, Bun." Jawab Alya dengan sedikit rasa segan, ia masih canggung dengan Ibu mertuanya ini.
Dara juga muncul, ia tersenyum kepada Alya yang ternyata bisa bangun pagi dikediaman mertuanya.
"Gimana, tidurnya nyaman tidak?" Dara ikut bertanya, Alya menatap tak suka kearah sang Ibu yang sepertinya sedang mengejek.
"Jangan mulai deh, Bu.." Alya berbalik badan, ia menghidupkan api kompor untuk membuat segelas susu.
Claudia dan Dara hanya menggelengkan kepala saja, tingkah Alya memang terkadang ada-ada saja.
"Ah iya, kata Aldan hari ini kamu mau mencari keperluan bersama dengan Zea?" Tanya Dara kepada sang putri yang hanya mengangguk mantap.
"Kenapa tidak bersama Aldan saja?" Tanya Claudia, Alya jadi kebablakan harus menjawab apa. Padahal Alya lebih suka tidak bersama dengan Aldan, tapi sepertinya semua orang ingin Alya pergi bersama dengan sang suami.
••
Dan benar, sekarang Aldan benar-benar menemani Alya berbelanja. Aldan mendorong troli sedangkan Alya yang memilih berbagai pakaian yang ia butuhkan. Alya melirik kearah Aldan yang sibuk melihat kesana-kemari, mencari sesuatu yang menarik.
"Kau tidak beli apa-apa?" Tanya Alya kala melewati berbagai pakaian laki-laki. Aldan menggelengkan kepalanya, ia merasa tidak ada yang perlu dicari.
"Sudah banyak sekali ini, kau mau cari apa lagi?" Tanya Aldan balik, ia heran melihat Alya yang lama sekali berbelanja. Sama saja seperti bundanya, yang suka sekali belanja sambil mikir.
"Cari Tas sekolah, ada tas keluaran baru tau.." Alya melangkah maju terlebih dahulu dan menyerahkan pembayaran kepada Aldan. Bahkan dompet Alya sudah berada ditangan Alya, dan Alya sendiri yang menyerahkan itu.
Sambil melakukan transaksi pembayaran, Aldan melihat Alya yang tengah sibuk melihat berbagai boneka. Aldan hanya bisa menghela napas panjang, ternyata Alya tidak hanya tantrum melainkan juga labil.
Dengan tangan menenteng banyak berbagai tas belanja, Aldan melangkah menghampiri Alya.
"Tadi katanya mau beli Tas, kenapa sekarang malah lihat boneka.." Sungguh lelah ekspresi wajah Aldan sekarang.
Padahal hari ini adalah hari minggu, dimana biasanya Aldan menghabiskan waktu tidur seharian. Karna sepanjang waktu ia selalu saja belajar mengenai perusahaan, hanya hari minggu ia dapat bebas dari semua tekanan itu. Tapi, lihatlah.. semua ketenangan sudah dirampas oleh Alya Dexter.
Alya tidak menjawab pertanyaan Aldan, ia malah melangkah pergi ke salah satu Restoran. Aldan menghela napas panjang, ia mengikuti saja kemanapun gadis bodoh itu pergi.
"Sampe rumah, lihat aja. Gue kasih kodok tuh manusia, biar nangis." Gumam Aldan di dalam hati.
Restoran yang dimasuki Alya adalah Restoran ala Jepang, Aldan duduk tepat berhadapan dengan Alya yang kini sedang melihat buku menu. Dari wajahnya seperti bingung ingin memesan menu mana, Aldan dapat tahu itu dari raut wajah Alya yang selalu seperti itu kala menentukan jawaban ujian.
Alya merupakan anak yang sedikit lambat memahami pelajaran, dan Aldan tahu itu.
"Kau mau mesan apa?" Tanya Aldan kala waiters sudah berdiri disamping mereka.
"Aku mau ramen ini sama minumnya jus jeruk aja, sama udang goreng ini juga." Alya memesan sembari menunjuk kearah gambar yang ada di menu. Waiters itu menulis saja apa yang Alya pesan, Sementara Aldan memesan Nasi dengan ayam teriyaki.
Kala Waiters itu sudah pergi, tatapan Alya langsung bertemu dengan Aldan yang kini tersenyum sinis kepadanya.
"Kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Alya dengan nada tak suka.
"Kau sudah menganggu ketenangan ku, seharusnya seharian ini aku bersantai didalam kamar. Tapi, semuanya gagal karna ulah mu!" Aldan protes setelah lama memendam.
Alya seakan tidak peduli, karna itu semua juga perintah dari Claudia. Padahal Alya lebih suka jika belanja bersama dengan Zea saja, belanja sama Aldan hanya semakin merepotkan. Karna banyak sekali pertanyaan Aldan setiap barang yang Alya ambil.
Alya tidak menanggapi semua protes dari Aldan, ia lebih memilih melihat sekeliling. Tatapan mata Alya tidak sengaja melihat teman-teman sekelasnya.
"Aldan, sekarang sembunyi cepat!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Delvyana Mirza
Yang sabar Alya menghadapi suami jahil seperti Aldan,ntar lama lama dia berubah koq,
2024-06-08
2