PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)

Alya masih terbelalak melihat foto genk motor dimana Aldan menjadi ketua disana. Baru Alya ingin bertanya Aldan sudah muncul dengan tangan memegang ponsel. Alya menjadi ragu untuk bertanya dengan Aldan, mengingat pria itu pasti tidak akan menjawab dengan jujur setiap pertanyaannya.

Alasan Alya menduga jika Aldan sedang berbohong karna selama masa sekolah Aldan selalu saja merampas apapun yang ada ditangan Alya. Hingga Alya mengambil sebuah kesimpulan bahwa keluarga Aldan sangat susah, hingga Aldan kesulitan untuk membeli sesuatu.

Alya melihat kearah Aldan yang tengah melamun, seperti ada masalah yang sangat besar.

"Lo kenapa?" Tanya Alya sok pura-pura peduli dengan kehidupan pria menyebalkan di samping nya itu.

"Sepertinya banyak banget tu masalah, Lo hamilin anak orang ya?" Alya menuduh yang langsung membuat Aldan melayangkan jitakan maut di kepalanya. "Aduhhh.. sakit Aldan!"

"Makannya jangan asal bicara! Enak aja ngomong Gue hamilin anak orang, jelas enggak dong!" Pertegas Aldan yang mana Alya sibuk mengelus dahinya. "Lagian kalau gue hamilin anak orang, nggak Elo yang gue nikahin sekarang."

Alya terkekeh saja mendengar semua ucapan Aldan, banyak hal yang ingin ditanyakan Alya sebenarnya. Tapi, kala melihat ekspresi wajah Aldan semua sirna sudah. Alya merasa Aldan seperti memikirkan sesuatu yang berat, tidak sepatutnya menanyakan semua nya sekarang.

"Gue mau mandi, Lo tidur dulu aja." Kata Aldan yang berhasil mendapat anggukan mantap dari Alya. Mata Alya terus mengekori Aldan yang sudah pergi menuju Bathroom. Ntah kenapa kala kepergian Aldan, Alya menjadi bisa menghela napas lega. Pasokan oksigen terasa banyak, membuat Alya bisa lebih bernapas dengan baik.

••

Alya masih melihat satu persatu foto yang terpajang didinding, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kali ini. Sudah pasti seakan mimpi bagi Alya, bagaimana bisa Aldan adalah ketua genk motor terbesar dan terbadas di kota Jakarta?

Tidak cukup hanya dengan melihat foto didinding saja, Alya membuka lemari kecil yang berada di dekat ranjang. Alya melihat ada kotak kecil disana, kala tangan Alya ingin memegang benda itu. Suara gemericik air sudah tidak terdengar, Alya mengurungkan niatnya.

Cepat-cepat Alya duduk di pinggir ranjang, pura-pura bermain dengan ponselnya. Aroma sabun yang sama tercium di indra Alya, ia memberanikan diri menatap kearah Aldan yang baru saja keluar dari bathroom.

"Lo nggak tidur?" Tanya Aldan sembari membuka pintu ruang ganti, ia heran melihat Alya yang tadi mengeluh mengantuk mala kali ini tidak kunjung tidur.

Alya kagum dengan bentuk tubuh Aldan yang sangat bagus, lengan kekar serta dada bidang. Rahang itu dipahat oleh sang malaikat dengan cukup baik, sehingga terbentuk ketampanan Aldan yang sempurna.

Mata Alya memicing kala melihat ada satu simbol di lengan sebelah kanan Aldan. Dan itu simbol Matthew Angel, Alya semakin yakin jika Aldan adalah ketua dari genk motor badas itu.

"Kenapa lo liatin gue begitu?" Tanya Aldan dengan nada tak suka. Alya langsung tersadar, ia menggelengkan kepala lalu langsung terbaring di tempat tidur.

Aldan menghela napas panjang melihat tingkah Alya, ia kembali masuk kedalam ruang ganti. Sepanjang berganti pakaian Aldan teringat dengan semua nasehat para orang tua tadi. Aldan tidak tahu hal apa yang harus dilakukan sebagai seorang suami, jujur.. Aldan merasa dirinya tidak sanggup menjalani pernikahan ini dengan Alya.

Tapi, kala mengingat Aslan yang langsung bangkit dari penyakitnya hanya karna pernikahannya membuat Aldan semakin yakin dengan keputusannya.

"Huh, merepotkan sekali.." Keluh Aldan.

Sudah selesai memakai pakaian Aldan langsung keluar dari ruang ganti. Ia melihat Alya yang masih juga belum tertidur, gadis itu terlihat gerak kesana-kemari. Pikiran nakal terlintas dibenak Aldan, ia tersenyum sinis.

"Kau tidak bisa tidur?" Pertanyaan Aldan membuat Alya terkejut. Ia langsung terduduk begitu saja, menatap tak suka Aldan yang kini melangkah ke arah nya.

"Tidak, aku merasa tidak nyaman sekalipun kasur ini lebih luas dari kasur ku." Jawab Alya apa adanya. Kedua alis Aldan mengernyit kala Alyaa menyebut dirinya sebagai aku kepadanya.

"Udah aku, kamu aja nih?" Tanya Aldan yang kini sudah duduk berhadapan dengan Alya. "Kamu? Hahaha canggung sekali.."

Alya baru menyadari itu, tapi ia seakan tidak perduli. Karna Dara sempat menasehati, untuk saling aku dan kamu kala berbicara dengan Aldan. Maka mau tidak mau Alya merasa harus melakukan perintah sang Ibu.

"Ehem!" Aldan berdehem, ia terlihat seperti ingin bicara serius kepada Alya. "Aku ingin bicara hal penting kepadamu, dan ini katanya adalah kewajiban yang paling penting dalam pernikahan." Ucapan Aldan membuat Alya langsung duduk lebih dekat dengan sang suami.

"Kewajiban?"

"Yes, girl. Aku sudah menjalankan tugasku, seharusnya kau juga menjalankan tugasmu bukan?" Tanya Aldan dengan tangan bersedekap didada. Dengan ragu-ragu Alya mengangguk, ia menjadi ngeri dengan kewajiban yang akan dimaksud Aldan ini.

"Aku tidak akan meminta hal lebih, hanya meminta kau untuk melakukan tugas selayaknya istri saja." Raut wajah Alya seakan tidak mengerti dengan apa yang Aldan katakan. Malah seperti menunggu penjelasan lebih detail, Aldan sadar bahwa memang Alya loading lama.

"Aisss.. Kenapa sulit sekali bicara dengan anak ini?" Keluh Aldan di dalam hati, ia menghela napas panjang kala ingin menjelaskan lebih detail kepada Alya yang masih menatap nya penasaran.

"Kau harus melakukan tugas sebagai seorang istri, seperti mengurus segala kebutuhan ku. Tidak jauh-jauh, dimulai dari urusan sekolah. Atau makan dan menyiapkan ganti pakaian." Aldan menjelaskan sudah sangat detail, ia yakin kali ini Alya juga akan mengerti.

Alya bersorak senang di dalam hati, ia takut sekali jika Aldan mengajak nya melakukan ehem ehem. Ketahuilah Alya merasa tidak akan pernah siap dengan itu, ia belum sanggup melakukan nya.

"Hanya itu?" Tanya Alya, ia seperti sanggup dengan smua tugas yang Aldan minta itu. Bahkan Alya seperti tidak curiga dengan Aldan, dengan cepat ia menyetujui semua permintaan sang suami.

Aldan cukup senang, segala urusan kehidupan yang selama ini selalu merepotkan nya kini sudah ada Alya yang membantu.

"Gampang juga ni bocah dikibulin.." Gumam Aldan di dalam hati.

Lama saling terdiam dengan pikiran masing-masing, Aldan langsung cepat-cepat mengambil posisi tempat tidur. Alya panik, ia melihat Aldan yang sudah menguasai tempat tidur.

"Kau tahu, aku paling tidak bisa berbagi tempat tidur." Ucap Aldan dengan tidur menyamping, tangan nya sebagai penyanggah wajah tampannya.

"Maksud mu apa? Aku adalah istrimu, bisa tidak bisa kau harus berbagi tempat tidur dengan ku." Alya protes, segala alasan Aldan tidak akan membuat nya mengambil keputusan untuk tidur dilantai.

Aldan kembali duduk diatas kasur, ia memegang guling kesayangan nya sambil menatap tak suka Alya yang sepertinya masih ingin protes lagi.

"Jadi orang jangan serakah! Tempat tidur ini masih sangat luas kalau berbagi, jangan banyak alasan." Alya mengobrol kepada Aldan yang kini menutup telinga nya dengan kedua tangan.

Alya geram sendiri, ia menurunkan tangan Aldan.

"Begini saja, bagaimana kalau kita adu suit?" Alya mencoba mengambil jalan tengah di antara masalah yang ada. "Kertas, batu, gunting.."

Aldan merasa Alya memang anak-anak dalam bentuk remaja SMA. Tapi, Aldan merasa ini cukup menarik. Ia mau dengan ajakan Alya, karna ia yakin akan menang.

"Oke.. Kertas.. batu.. gunting.."

Tangan Aldan menunjukkan kertas, tangan Alya gunting. Sudah pasti Alya pemenangnya, gadis itu bersorak senang. Tanpa babibu, Alya merebut guling itu dari tangan Aldan. Lalu mendorong Aldan hingga pria itu terjatuh dari tempat tidur.

"Awwwwwwssssss!" Rintih Aldan kesakitan, ia mengelus bokong nya yang mendarat pertama kali mencium lantai. Alya malah tertawa kencang, dan itu berhasil membuat Aldan kesal.

"Hei, gadis tantrum!" Aldan protes, ia bangkit dengan tangan berkacak pinggang. Tapi, Alya malah sudah berbaring cantik dengan memeluk guling.

Terpopuler

Comments

Delvyana Mirza

Delvyana Mirza

Dah terima aja Aldan ntar lama lama kan tumbuh rasa cinta juga,

2024-06-07

3

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!