PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)

Keesokan pagi sesuai yang dikatakan Reygan dan Dara, kini Alya sedang dalam perjalanan menuju kediaman yang mana pernikahan akan berlangsung disana. Jujur Alya sedikit bingung, seharusnya pernikahan dilakukan di pihak wanita. Tapi, kali ini mengapa berbeda?

Mata Alya melirik kearah Dara yang hanya diam menunduk sedari tadi. Bahkan tidak ada bicara sama sekali dengan Reygan yang juga sama-sama diam.

"Ibu, rumah calon ku masih jauh?" Tanya Alya untuk memecahkan keheningan.

"Tidak, sayang.. Sebentar lagi juga sampai." Dara menjawab sambil mengelus rambut panjang Alya. Ia menatap Alya penuh rasa kasih sayang yang teramat dalam, dicampur dengan rasa bersalah yang cukup besar.

Reygan menggenggam erat tangan Alya, ia mencoba menguatkan sang putri dari genggaman tangan itu. Alya tidak dendam atau bahkan benci dengan segala keputusan sepihak kedua orang tuanya. Ia yakin, orang tuanya tau mana yang terbaik untuk kehidupannya.

Mobil berhenti di Mansion mewah, bahkan seharusnya lebih pantas disebut sebagai Istana. Mata Alya membola sempurna kala melihat interior bangunan yang sungguh menawan. Serta suasana Mansion yang sungguh nyaman, ada banyak pelayan yang berlalu lalang.

"Ini rumah calon aku, Ayah?" Tanya Alya kepada Reygan yang tertawa kecil. Reygan mengangguk mantap, Alya langsung tersenyum senang.

"Selamat datang, Tuan Dexter. Silahkan masuk, semua orang sudah menunggu kedatangan kalian." Ucap Farid kepada keluarga Alya yang tersenyum.

Lain dengan Alya yang masih jalan kesana kemari melihat Mansion mewah milik calon suaminya.

"Sebenarnya pria seperti apa yang akan aku nikahi? Apa seperti pangeran william? What?!" Alya histeris sendiri.

"Kalau aku tahu calon ku akan sekaya ini, maka aku tidak perlu menangis seperti orang gila tadi malam. Cukup diam dan tertawa aja, Hihihi.." Alya bermonolog sendiri di dalam hati.

Keluarga Dexter langsung diantar menuju ruang tamu dimana semua orang sudah menunggu kedatangan mereka. Mata Alya mendongak sempurna dan tiada henti mengucapkan kata kagum kala melewati interior yang sangat mewah untuknya.

"Selamat datang besan, silahkan duduk.." Sapa Aslan, Keluarga Dexter duduk bersama. Aslan tersenyum manis kepada Alya yang baru tersenyum kepadanya.

"Sepertinya acara pernikahan sudah bisa dilaksanakan.." Kata Farid yang langsung mendapatkan anggukan mantap dari semua orang. Padahal yang sebenarnya Alya masih terlalu terkejut dan belum siap tentunya untuk segera melaksanakan pernikahan.

Jantung Alya berdegup kencang menantikan jodoh seperti apa yang sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya. Hingga suara langkah kaki membuat Alya semakin gugup, ia memberanikan diri untuk berbalik badan. Mata Alya langsung membola sempurna kala melihat pria yang selama ini menjadi musuhnya perlahan berjalan kearahnya.

Sebenarnya bukan hanya Alya yang terkejut, Aldan lebih terkejut juga. Bahkan ia sampai mengucek matanya sendiri untuk memastikan semuanya. Aldan sungguh tidak menyangka jika orang tuanya akan menikahkan dirinya dengan Alya yang ber notabene musuh abadinya.

Aldan dan Alya hanya saling terdiam satu sama lain, apa lagi Aldan yang tidak berani protes lagi.

"Hem, pernikahan sudah siap Aldan laksanakan, Ayah, Bunda.. Paman, Tante, Aldan sudah siap." Ucap Aldan dengan sangat tegas, ia berusaha untuk tersenyum agar lebih berani mengambil keputusan yang cukup berat ini.

Alya ingin protes, tapi tangan Alya digenggam erat oleh Dara. Tatapan mata Dara seperti mengatakan kepada Alya untuk tetap tenang, terima semua yang sudah terjadi. Seperti yang dilakukan Aldan. Maka sudah pasti, mau tidak mau Alya menerima semua itu.

~~

Aldan yang kini sudah duduk berhadapan dengan pak penghulu dan Ayah dari Alya. Aldan berusaha mencubit tangannya sendiri menyadarkan apa ia sedang bermimpi atau tidak. Aldan menatap kearah Aslan yang terlihat bahagia, bahkan langsung terlihat sembuh hanya karna Aldan mau menikah.

"Acara sudah bisa dimulai, apakah kau siap Nak Aldan?" Tanya Pak penghulu kepada Aldan yang sedari tadi hanya diam. Aldan menghela napas panjang, ia yakin dengan semua keadaan ini.

"Siapa, Pak!" Sungguh tegas Aldan mengatakan itu. Bahkan Reygan saja kagum dengan ketegasan yang Aldan miliki. Itu tidak heran karna Aldan juga merupakan sosok ketua genk motor besar di kota Jakarta.

Acara ijab qabul dimulai, dengan lantang serta fasih Aldan mengucapkan kata sakral itu. Hingga suara SAH dari semua orang terdengar. Aldan menghela napas lega, ia sudah menjadi suami dari Alya Dexter. Tidak tahu kehidupan nya besok, Aldan memasrahkan semuanya kepada sang Pencipta.

Aslan menepuk punggung Aldan dengan perasaan bangga, bahkan menangis terharu. Aldan telah melakukan keinginan yang sangat diinginkan oleh Aslan.

"Terimakasih sudah mewujudkan keinginan Ayah, Nak.. Hiduplah bahagia bersama dengan Alya selamanya, Ayah menginginkan itu." Ucapan Aslan membuat semua orang terharu.

Apa lagi Aldan, ia tidak menyangka jika pernikahan tidak diinginkan ini akan menjadi sumber kebahagiaan terbesar ayah nya. Sementara Aldan ragu dengan dirinya sendiri, apa ia bisa menjalani pernikahan ini dengan Alya?

Pandangan mata Aldan langsung tertuju kepada Alya yang kini menuruni tangga bersama dengan Zea. Alya sungguh cantik dengan memakai pakaian panjang berwarna putih itu. Aldan terpesona, tapi itu hanya sebentar. Alam sadarnya membuat Aldan sadar, ia tidak mau terlihat terpesona dengan Alya.

Zea membawa Alya untuk duduk di samping Aldan, tentu saja Alya menjadi bingung sendiri. Tapi, Claudia membantu nya untuk duduk bahkan membuat Aldan dan Alya menjadi lebih dekat. Aldan menjadi tidak suka, ia tidak suka dengan posisi ini.

"Sekarang ambil gambar untuk mereka, kita harus mengabadikannya momen ini dengan sebaik-baiknya." Perintah Aslan kepada Farid, dengan senang hati Farid melakukan keinginan tuan besar nya.

Aldan dan Alya tersenyum secara terpaksa di depan kamera, apa lagi Alya yang harus mencium tangan Aldan.

"Nggak mau, tangan Aldan bau terasi!" Tolak Alya mentah-mentah hingga membuat semua orang tertawa.

Aldan menatap tajam Alya yang seperti tidak merasa bersalah, ia saja benci dan jijik sebenarnya mencium kening Alya tadi. Tapi, bagaimana lagi? Aslan memaksanya, Aldan juga segan dengan Reygan yang selalu saja memerhatikan segala tingkahnya.

"Jangan ngajak ribut deh, Lo!" Aldan nyolot, kemungkinan kesabaran nya sudah habis.

Dara mencubit kecil lengan sang putri, ia melotot kearah Alya hingga membuat Alya menjadi patuh. Ia mencium punggung tangan Aldan, itupun hanya pucuk nya saja. Aldan tidak Terima tentunya, ia sengaja mengarahkan tangannya secara paksa kearah bibir Alya. Barulah semua orang bertepuk tangan, lain dengan Alya yang memaki Aldan didalam hati.

Banyak sekali wejangan yang harus Aldan dan Alya dengar, tentang kewajiban sebagai seorang istri dan suami. Apa lagi Alya yang harus mendapatkan kenyataan bahwa ia tidak akan tinggal bersama orang tuanya lagi.

Saat mengetahui itu, Alya langsung duduk disamping kedua orang tuanya. Alya menangis sambil memeluk Dara, ia belum siap dengan semua kehidupan ini.

"Jangan menangis, sayang.. Ayah dan Ibu kan tidak jauh darimu, Aldan akan mengantarkan mu jika kau rindu dengan Ayah dan Ibu." Ucap Dara sembari mengelus punggung belakang Alya yang terus saja menangis.

Aldan yang duduk disamping Aslan, ntah kenapa menjadi kasihan dengan Alya. Diusia muda harus sudah menjauh dari orang tua karna sudah menikah, Aldan sungguh kasihan dengan Alya.

"Sekarang kamu adalah tanggung jawab Aldan, semuanya akan diurus oleh Aldan. Sebelum melaporkan semua masalah hidupmu dengan Ayah, kau harus sudah melaporkan semua itu kepada Aldan dulu." Nasehat Reygan itu membuat Alya langsung melepas pelukan sang ibu.

"Bagaimana bisa seperti itu, Ayah? Sementara yang selalu saja membuat Alya dalam masalah ya, Aldan! Kecoa itu!" Sungguh tanpa beban Alya mengatakan itu.

Semua orang langsung menatap kearah Aldan yang sedang tertuduh sekarang. Aldan menunjuk dirinya sendiri, bahkan dirinya sedari tadi hanya diam kena getahnya juga.

"Aku tidak akan ganggu Alya lagi.." Ucap Aldan membuat semua orang lega lain dengan Alya yang tidak akan mempercayai semua itu.

"Apapun itu, pernikahan ini sakral. Kalian tidak boleh memainkan nya.. Kedewasaan seseorang tidak dilihat dari umur, melainkan dari sikap. Ayah harap, semoga pernikahan kalian akan langgeng selama-lamanya." Harapan Aslan membuat semua orang terharu.

Alya hanya diam menunduk, jangankan selamanya.. satu minggu Alya saja ragu dengan itu.

Terpopuler

Comments

pecinta keju

pecinta keju

pliss, lagi nikah loh ini😭🙏

2025-01-09

0

Shenaylin..😌😌

Shenaylin..😌😌

🤦😂😂😂

2024-06-29

2

Delvyana Mirza

Delvyana Mirza

Lanjuut kak,,,,,,,

2024-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2 PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3 PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4 PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5 PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6 PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7 PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8 PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9 PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10 PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11 PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12 PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13 PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14 PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15 PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16 PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17 PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18 PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19 PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20 PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21 PDAS~~~Chapter 21
22 PDAS~~~Chapter 22
23 PDAS~~~Chapter 23
24 PDAS~~~Chapter 24
25 PDAS~~~Chapter 25
26 PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27 PDAS~~~Chapter 27
28 PDAS~~Chapter 28
29 PDAS~~~Chapter 29
30 PDAS~~~Chapter 30
31 PDAS~~~Chapter 31
32 PDAS~~~Chapter 32
33 PDAS~~~Chapter 33
34 PDAS~~~Chapter 34
35 PDAS~~~Chapter 35
36 PDAS~~~Chapter 36
37 PDAS~~~Chapter 37
38 PDAS~~~Chapter 38
39 PDAS~~~Chapter 39
40 PDAS~~~Chapter 40
41 PDAS~~~Chapter 41
42 PDAS~~~Chapter 42
43 PDAS~~~Chapter 43
44 PDAS~~~Chapter 44
45 PDAS~~~Chapter 45
46 PDAS~~~Chapter 46
47 PDAS~~~Chapter 47
48 PDAS~~~Chapter 48
49 PDAS~~~Chapter 49
50 PDAS~~~Chapter 50
51 PDAS~~~Chapter 51
52 PDAS~~~Chapter 52
53 PDAS~~~Chapter 53
54 PDAS~~~Chapter 54
55 PDAS~~~Chapter 55
56 PDAS~~~Chapter 56
57 PDAS~~~Chapter 57
58 PDAS~~~Chapter 58
59 PDAS~~~Chapter 59
60 PDAS~~~Chapter 60
61 PDAS~~~Chapter 61
62 PDAS~~~Chapter 62
63 PDAS~~~Chapter 63
64 PDAS~~~Chapter 64
65 PDAS~~~Chapter 65
66 PDAS~~~Chapter 66
67 PDAS~~~Chapther 67
68 PDAS~~~Chapter 68
69 PDAS~~~Chapter 69
70 PDAS~~~Chapter 70
71 PDAS~~~Chapter 71
72 PDAS~~~Chapter 72
73 PDAS~~~Chapter 73
74 PDAS~~~Chapter 74
75 PDAS~~~Chapter 75
76 PDAS~~~Chapter 76
77 PDAS~~~Chapter 77
78 PDAS~~~Chapter 78
79 PDAS~~~Chapter 79
80 PDAS~~~Chapter 80
81 PDAS~~~Chapter 81
82 PDAS~~~Chapter 82
83 PDAS~~~Chapter 83
84 PDAS~~~Chapter 84
85 PDAS~~~Chapter 85
86 PDAS~~~Chapter 86
87 PDAS~~~Chapter 87~T A M A T
Episodes

Updated 87 Episodes

1
PDAS~~~ Chapter 1 (Revisi)
2
PDAS ~~ Chapter 2 (Revisi)
3
PDAS~~~ Chapter 3 (Revisi)
4
PDAS~~~ Chapter 4 (Revisi)
5
PDAS~~~Chapter 5 (Revisi)
6
PDAS~~~Chapter 6 (Revisi)
7
PDAS~~~Chapter 7 (Revisi)
8
PDAS~~~Chapter 8 (Revisi)
9
PDAS~~~ Chapter 9 (Revisi)
10
PDAS~~~Chapter 10 (Revisi)
11
PDAS~~~Chapter 11 (Revisi)
12
PDAS~~~ Chapter 12 (Revisi)
13
PDAS~~~Chapter 13 (Revisi)
14
PDAS~~~Chapter 14 (Revisi)
15
PDAS~~~Chapter 15 (Revisi)
16
PDAS~~~Chapter 16 (Revisi)
17
PDAS~~~Chapter 17 (Revisi)
18
PDAS~~~Chapter 18 (Revisi)
19
PDAS~~~Chapter 19 (Revisi)
20
PDAS~~~Chapter 20 (Revisi)
21
PDAS~~~Chapter 21
22
PDAS~~~Chapter 22
23
PDAS~~~Chapter 23
24
PDAS~~~Chapter 24
25
PDAS~~~Chapter 25
26
PDAS~~~Chapter 26 (Baru)
27
PDAS~~~Chapter 27
28
PDAS~~Chapter 28
29
PDAS~~~Chapter 29
30
PDAS~~~Chapter 30
31
PDAS~~~Chapter 31
32
PDAS~~~Chapter 32
33
PDAS~~~Chapter 33
34
PDAS~~~Chapter 34
35
PDAS~~~Chapter 35
36
PDAS~~~Chapter 36
37
PDAS~~~Chapter 37
38
PDAS~~~Chapter 38
39
PDAS~~~Chapter 39
40
PDAS~~~Chapter 40
41
PDAS~~~Chapter 41
42
PDAS~~~Chapter 42
43
PDAS~~~Chapter 43
44
PDAS~~~Chapter 44
45
PDAS~~~Chapter 45
46
PDAS~~~Chapter 46
47
PDAS~~~Chapter 47
48
PDAS~~~Chapter 48
49
PDAS~~~Chapter 49
50
PDAS~~~Chapter 50
51
PDAS~~~Chapter 51
52
PDAS~~~Chapter 52
53
PDAS~~~Chapter 53
54
PDAS~~~Chapter 54
55
PDAS~~~Chapter 55
56
PDAS~~~Chapter 56
57
PDAS~~~Chapter 57
58
PDAS~~~Chapter 58
59
PDAS~~~Chapter 59
60
PDAS~~~Chapter 60
61
PDAS~~~Chapter 61
62
PDAS~~~Chapter 62
63
PDAS~~~Chapter 63
64
PDAS~~~Chapter 64
65
PDAS~~~Chapter 65
66
PDAS~~~Chapter 66
67
PDAS~~~Chapther 67
68
PDAS~~~Chapter 68
69
PDAS~~~Chapter 69
70
PDAS~~~Chapter 70
71
PDAS~~~Chapter 71
72
PDAS~~~Chapter 72
73
PDAS~~~Chapter 73
74
PDAS~~~Chapter 74
75
PDAS~~~Chapter 75
76
PDAS~~~Chapter 76
77
PDAS~~~Chapter 77
78
PDAS~~~Chapter 78
79
PDAS~~~Chapter 79
80
PDAS~~~Chapter 80
81
PDAS~~~Chapter 81
82
PDAS~~~Chapter 82
83
PDAS~~~Chapter 83
84
PDAS~~~Chapter 84
85
PDAS~~~Chapter 85
86
PDAS~~~Chapter 86
87
PDAS~~~Chapter 87~T A M A T

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!